Wanita yang membangun, bukan meruntuhkan

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Tuhan menghendaki setiap kita menjadi wanita yang dapat memberikan pengaruh yang baik dan benar, serta membangun dan bukan meruntuhkan. Kita sebagai istri, dapat memberikan damai dan sukacita untuk suami dan anak-anak. Saat kita dikantor, menjadi staff yang dapat bekerja dengan baik, dan saat kita ada dalam komunitas, kita dapat menjadi sahabat untuk anggota yang lainnya.

Perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.

— Amsal 14:10

Pendahuluan

Tuhan mendesain setiap orang percaya sebagai orang yang membawa pengaruh (influencer), yaitu sebagai garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). Demikian juga kita sebagai wanitanya Allah, bahwa Tuhan menghendaki setiap kita menjadi wanita yang dapat memberikan pengaruh yang baik dan benar, serta membangun dan bukan meruntuhkan. Kita sebagai istri, dapat memberikan damai dan sukacita untuk suami dan anak-anak. Saat kita dikantor, menjadi staff yang dapat bekerja dengan baik, dan saat kita ada dalam komunitas, kita dapat menjadi sahabat untuk anggota yang lainnya.

Isi materi

Bagaimana kita dapat menjadi wanita yang membangun, bukan meruntuhkan?

  1. Wanita yang siap membangun adalah wanita yang telah berdamai dengan masa lalunya
  2. Wanita Allah, dalam Filipi 3:13-14 Rasul Paulus memberikan teladan yang luar biasa, dimana ia bisa dipakai Tuhan untuk memberitakan Firman Tuhan, bahkan sampai kepada bangsa-bangsa karena telah berdamai dan melupakan hidupnya yang kelam. Bukan sesuatu yang mudah untuk Rasul Paulus berdamai dengan dirinya, tetapi dengan pertolongan Roh Kudus, ia dimampukan untuk berdamai dengan dirinya dan fokus kepada panggilan Allah. Oleh sebab itu, setiap wanita yang mau dipakai Tuhan untuk membangun, mulailah berdamai dengan masa lalunya. Dengan melepaskan pengampunan untuk setiap kepahitan, kekecewaan, ataupun trauma-trauma dimasa lalu yang kita alami. Saat hati kita dipulihkan, maka Tuhan dapat bekerja dalam diri kita untuk menjadi wanita yang membangun melalui sikap, perkataan, dan perbuatan kita yang selaras dengan kebenaran Firman Tuhan, sehingga keberadaan kita dimanapun dapat menjadi berkat untuk orang lain.
  3. Wanita yang siap membangun adalah wanita yang takut akan Allah
  4. Di zaman yang serba instan ini karena dampak dari perkembangan teknologi dan informasi, maka pola kehidupan manusiapun mengalami perubahan. Bagaimana dengan kita sebagai wanita? Apakah kita mengikuti nilai-nilai yang ada di dunia? Atau tetap percaya dan berpegang teguh kepada Firman Tuhan? Sharingkan. Untuk kita memilih membangun hidup dan keluarga kita di dalam Tuhan, maka kita sebagai wanitanya Allah harus hidup takut akan Allah. Sebab dalam Amsal 9:10 bahwa Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Ketika kita hidup takut akan Allah, maka kita akan diberikan hikmat untuk bagaimana membangun keluarga yang suami dan anak-anak yang takut akan Tuhan dan hidup sesuai kebenaran Firman Tuhan. Sehingga, ketika mereka dimanapun berada, kita tidak menjadi kuatir, karena ada firman Tuhan yang menjadi benteng hidup mereka.

Diskusi kelompok

  1. Menurut Anda, masa lalu apa yang sulit untuk berdamai? Bagimana Tuhan menolong Anda untuk berdamai?
  2. Hal-hal sederhana apa yang Anda lakukan untuk memiliki rasa takut akan Allah?

Kesimpulan

Tuhan telah panggil dan tetapkan untuk setiap kita sebagai wanita yang membangun. Oleh sebab itu, teruslah bangun hidupmu di dalam Kristus, lewat doa, pujian, dan penyembahan yang kita naikkan dan Tuhan akan mengaruniakan hikmat dan kebijakan dalam hidup kita. Tuhan Yesus Memberkati.

Jadwal

  • 17 Nov 2026: Ibadah WBI
  • 24 Nov 2026: Menara Doa Wanita