Spiritual shifting (Pdt David Sulardi)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 30 Mei 2026 08.30 oleh Leo (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{unified info| templatetype=khotbah | namespace= Khotbah | pagename= 20260517-0930 | toptitle= | title= ''Spiritual shifting'' | subtitle= | name= David Sulardi | completename= Pdt David Sulardi | type= khotbah | event= Ibadah Raya | date= 2026-05-17 | location= Grha Amal Kasih | church= GBI Danau Bogor Raya | city= Bogor | illustration16x9= David Sulardi-20260517.jpg | illustrationA5= | illustration1x1= David Sulardi-20260517-1x1.jpg | video1service= youtube...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Kehidupan rohani orang percaya harus mengalami spiritual shifting, yaitu berpindah dari pertobatan menuju baptisan air, baptisan Roh Kudus, dan baptisan api, supaya dapat masuk ke dalam seluruh janji Tuhan. Baptisan air berbicara tentang perubahan status dan meninggalkan hidup lama, baptisan Roh Kudus tentang meterai, jaminan, dan kuasa, sedangkan baptisan api tentang pemurnian, kekudusan, dan hidup dalam tujuan ilahi. Karena itu jemaat Tuhan dipanggil untuk tidak berhenti hanya pada pengalaman awal bersama Tuhan, tetapi terus membuka hati, menantikan lawatan Roh Kudus, dan mengizinkan Tuhan memproses hidup mereka sampai menjadi umat yang penuh kuasa dan siap menerima seluruh kepenuhan janji Allah.

Puji Tuhan, kita bersyukur gereja kita dituntun Tuhan terus. Saya percaya dari satu gereja sekarang sudah berkembang menjadi begitu banyak, dan kerinduan kita menjadi 150 gereja, Saudara. Haleluya!

Nah, ini bukan hal yang mudah tentunya untuk terus kita berkembang, tetapi ini sebuah perjalanan bersama Tuhan. Saya percaya kalau gereja ini ada, semua itu oleh anugerah Tuhan. Kalau kita boleh mengenal Tuhan, itu juga anugerah Tuhan.

Bapak, Ibu yang dikasihi Tuhan, kita ada dalam suasana Paskah. Paskah sampai kenaikan Tuhan Yesus, sampai pencurahan Roh Kudus, Pentakosta, itu satu rentetan panjang yang sangat menentukan. Kalau Bapak, Ibu mengingat baik-baik bagaimana Paskah itu menjadi awal, titik awal sebuah perjalanan yang membawa kemerdekaan.

Ketika Israel keluar dari Mesir, setelah 430 tahun mereka diperbudak di Mesir, maka malam Paskah itulah mereka dibebaskan. Dan Paskah juga mengingatkan kita bahwa selama ribuan tahun kita diperbudak dosa, dan ketika Yesus mati disalib, bahkan ketika Yesus bangkit, maka kita punya harapan baru.

Tetapi, Bapak, Ibu, ketika Israel keluar dari Mesir dalam Keluaran pasal 12, pada malam itu Paskah terjadi dan malam itu Tuhan membawa orang Israel keluar dari Mesir. Maka kalau kita perhatikan baik-baik, antara Mesir dan tanah Kanaan ada proses yang panjang.

Proses apa itu? Ketika orang Israel keluar dari Mesir dengan darah anak domba, lalu mereka keluar dan mereka merdeka, tetapi mereka harus masuk ke Laut Teberau. Dan itu berbicara tentang baptisan.

Lalu mereka berjalan di padang gurun. Itu berbicara tentang sebuah pemurnian. Dan luar biasanya Tuhan menyertai dengan tiang awan dan tiang api. Tuhan hadir di situ.

Lalu ketika mereka sampai di tepi Sungai Yordan, Musa mati. Waktu Musa mati, Yosua bangkit. Peristiwa yang sama juga terjadi. Mereka tidak menghadapi laut, tetapi menghadapi Sungai Yordan. Mereka harus menyeberangi sungai itu dan keluar dari situ. Lalu ada penyunatan di Gilgal, dan panglima bala tentara Allah turun menyertai mereka.

Di padang gurun mereka disertai dengan tiang awan dan tiang api. Di peperangan merebut tanah Kanaan, mereka disertai dengan panglima bala tentara Allah. Tuhan sendiri hadir, dan mereka merebut kemenangan demi kemenangan.

Dalam Perjanjian Baru ketika Yesus datang, kita juga ingat Paskah menjadi pusat penting untuk diperhatikan. Ketika kita bertobat dan mengenal Tuhan, maka ada proses selanjutnya, yaitu ketika kita bertobat dan lahir baru, lalu kita masuk dalam baptisan air. Setelah baptisan air, ada baptisan Roh Kudus, penyertaan Roh Kudus.

Dalam Perjanjian Lama ada tiang awan dan tiang api. Dalam peperangan di Kanaan ada panglima bala tentara Allah. Dalam Perjanjian Baru ada Roh Kudus yang menyertai kita. Dan itulah proses, atau siklus, atau peralihan demi peralihan.

Tetapi hukumnya sama, yaitu ada tiga poin penting yang harus kita perhatikan. Ada Paskah, lalu mereka dibaptis masuk ke Laut Teberau, lalu ada padang gurun, penyertaan Tuhan, dan ujian di sana.

Maka itu saya ajak Saudara, nanti ulang tahun gereja yang ke-31, gembala kita menyampaikan tentang shifting, sebuah perubahan. Kita harus ingat, kalau Bapak, Ibu ingin mengalami seluruh janji Allah, step by step perubahan harus diikuti. Kita enggak bisa berhenti di satu tempat.

Kalau kita perhatikan baik-baik, sebuah perjalanan transformasi umat Allah dari perbudakan menuju tanah perjanjian yang berlimpah susu dan madu. Ada Mesir, ada Kanaan. Dalam hidup kita juga ada dunia ini, dan ada surga yang kita tuju.

Maka itu kita akan belajar, Bapak, Ibu. Hari ini kita akan melihat spiritual shifting, perubahan secara rohani. Ada tiga step: baptisan air, baptisan Roh Kudus, baptisan api. Itu janji Tuhan. Kalau kita perhatikan tiga hal ini dan kita ikuti, maka saya percaya kita akan masuk tanah Kanaan.

Tetapi bagaimana kalau kita hanya dibaptis air, tidak mengalami baptisan Roh Kudus, apalagi baptisan api? Padahal Tuhan katakan bahwa kita akan mengalami hal itu.

Kalau kita lihat, apa itu shifting? Shifting adalah perpindahan rohani dari satu dimensi ke dimensi yang lebih tinggi lagi. Naik lagi, naik level, naik level. Itulah shifting yang diharapkan.

Melalui pesan dari gembala kita, Pak Rusli sampaikan bahwa di tahun ulang tahun ke-31 kita shifting. Kita akan mengalami perubahan. Kita mungkin belum tahu seperti apa, tetapi Tuhan pasti tuntun kita.

Apa yang kita lakukan? Saudara, kalau kita perhatikan, Raja Saul sebelum jadi raja adalah seorang anak muda yang penakut, dari suku Benyamin yang kecil. Lalu apa yang terjadi? Dia bertemu dengan Samuel, dan Samuel berkata, “Saul, Roh Allah akan hinggap padamu dan kamu akan menjadi manusia lain.”

Terjadi sebuah perubahan dari seorang penakut menjadi raja yang diurapi. Dan ke mana pun Saul perang, Saul menang. Kenapa? Ada shifting dalam hidupnya. Ada perubahan di dalam rohnya.

Saudara, kita juga mengalami perubahan dari dalam. Baptisan air tidak mengubah fisik kita, tetapi mengubah status kita. Baptisan Roh Kudus tidak mengubah fisik kita, tetapi mengubah kuasa dalam hidup kita. Dan ini yang harus kita imani dan percayai.

Kalau Bapak, Ibu ingin menjadi orang Kristen yang berkemenangan, step by step ayo kita lalui. Ada orang dibaptis air, tapi enggak pernah dibaptis Roh Kudus. Itu satu masalah bagi kita. Karena itu janji Tuhan.

Maka itu kalau kita perhatikan dalam Matius pasal 3 ayat 11, apa yang dikatakan Firman Tuhan? Mari kita baca:

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. (Matius 3:11)

Tiga baptisan

Ada tiga baptisan di sini: baptisan air, baptisan Roh Kudus, dan baptisan api.

#1 Baptisan air: peralihan dari hidup lama kepada hidup yang baru

Baptisan air adalah peralihan. Waktu kita bertobat, menyesal dosa, dan berbalik dari jalan hidup yang lama, kita meninggalkan perbudakan dosa, hidup tanpa arah, takut, kosong, hampa, tanpa kuasa. Itu hidup kita dulu. Itu Mesir yang harus kita tinggalkan.

Maka kita harus mengalami yang namanya baptisan air, perpindahan, mati dari hidup yang lama dan hidup dalam hidup yang baru. Baptisan adalah simbol kematian terhadap dosa dan hidup baru dalam Kristus.

Kalau Bapak, Ibu belum dibaptis, saya mau katakan ini penting sekali. Bahkan Tuhan Yesus sendiri pun mengalami baptisan itu. Yesus datang kepada Yohanes lalu dibaptis air, dan Roh Kudus turun ke atas-Nya.

Saya pernah menangani satu peristiwa. Ada seorang yang datang ke kantor sekretariat gereja. Istrinya seorang Kristen, tetapi dia seorang dari agama leluhurnya. Dalam keluarganya, setiap anak laki-laki umur 50 tahun jadi paranormal. Istrinya suka ke gereja, tetapi suaminya hanya mengantar dan tidak pernah masuk. Lihat salib saja tidak bisa.

Satu kali, istrinya suka cerita tentang Yesus. Lalu suatu hari ketika suaminya sedang meditasi di ruang tamu, tiba-tiba dia diangkat rohnya ke taman surga. Dia bilang suasananya indah sekali, warna-warnanya belum pernah dia lihat seindah itu, ada nyanyian dari pintu gerbang emas. Dia mengatakan dia belum pernah merasakan damai seperti itu.

Lalu Tuhan Yesus datang dan berkata, “Kamu kembali.” Orang ini berkata, “Tuhan, saya enggak mau kembali. Kalau mau tinggal di sini, saya ikut Engkau.” Lalu dia kembali sadar di ruang tamu.

Sesudah itu dia mulai mengusir roh-roh yang selama ini dia kenal. Bahkan roh-roh yang sejak kecil ada dalam hidupnya, satu per satu diusir keluar dalam nama Yesus. Setan marah di luar dan berkata, “Aku bisa bunuh kamu, karena kamu belum dibaptis.”

Besoknya dia cari gereja di Bogor. Dia keliling, tetapi enggak ada yang bisa baptis cepat-cepat. Akhirnya dia datang, kami konseling, kami doakan, kami lepaskan, dan besoknya dia dibaptis. Saya pikir, baptisan ini penting sekali. Iblis ternyata tahu mana yang belum dibaptis dan mana yang sudah.

Karena itu siapa percaya dan dibaptis akan diselamatkan. Amin. Itu penting. Haleluya!

#2 Baptisan Roh Kudus: meterai, jaminan, dan kuasa

Setelah baptisan air, kita masuk kepada baptisan Roh Kudus. Apa itu baptisan Roh Kudus?

Pertama, itu meterai keselamatan yang Tuhan berikan.
Kedua, itu jaminan. Jaminan segala sesuatu yang tersembunyi dijamin oleh Roh Kudus. Orang yang punya Roh Kudus punya jaminan.
Ketiga, Tuhan berkata: kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu. Kuasa itu dunamis. Dan kamu akan jadi saksi. Kata “saksi” di sana adalah marturia, yang akar katanya adalah martir.

Artinya apa? Hidup kita akan jadi kesaksian. Kita akan menyaksikan kuasa Allah. Ada orang hidup sebagai martir, ada orang mati sebagai martir. Hidup martir itu artinya ada penderitaan, tetapi itu bukan hal yang menakutkan bagi orang yang penuh Roh Kudus.

Bagi orang yang dipenuhi Roh Kudus, kekurangan, masalah, tantangan, itu biasa. Karena rumahku bukan di dunia ini. Rumahku ada di surga sana.

Ketika menderita di sini, dia enggak putus asa. Kenapa? Dia tahu dia punya kekayaan surgawi yang luar biasa. Mungkin rumah kita bisa diambil, tetapi bersyukurlah, kita masih punya rumah di surga. Dunia bisa terjadi banyak hal di luar kemampuan kita, tetapi ingat baik-baik, rumah kita lantainya emas murni, bagaikan kaca bening.

Jadi kalau kita penuh Roh Kudus, hidup kita berubah. Kita punya kuasa. Kita punya damai sejahtera. Kita tahu tujuan hidup kita.

Tuhan berkata: jangan pergi meninggalkan Yerusalem, tetapi terima dulu Roh Kudus. Maka dari 12 murid, tidak satu pun yang menyangkal Yesus lagi, tidak satu pun yang murtad, karena semua penuh Roh Kudus. Bahkan waktu mereka dianiaya, mereka bersukacita karena mereka bisa hidup seperti Yesus.

Jadi, Bapak, Ibu, kita ini lemah. Karena itu Tuhan berjanji memberikan Roh Kudus dalam hidup kita. Roh Kudus itu Pribadi Allah.

Bapak, Ibu, mungkin duduk di sini dan sudah jadi orang Kristen bertahun-tahun, tetapi belum pernah mengalami baptisan Roh Kudus. Baptisan air membuat kita masuk keluarga Allah. Baptisan Roh Kudus membuat Allah masuk di dalam kita.

Dan proses baptisan api adalah proses membawa Roh Kudus di dalam kehidupan sehari-hari, supaya kita mampu bekerja sama dengan Roh Kudus.

#3 Baptisan api: pemurnian, terang, dan kuasa

Baptisan api berbicara tentang pemurnian. Api juga bicara tentang kuasa Allah yang menyertai kita. Api bicara bahwa Tuhan memberi kita kuasa untuk mengalahkan kegelapan. Api adalah kuasa Allah yang menerangi dunia ini.

Ke mana pun kita pergi, kita enggak dianggap remeh sama iblis. Kenapa? Karena ada kuasa dalam hidup kita. Ada kemenangan dalam hidup kita.

Jadi api ini bukan sekadar bicara tentang penderitaan. Api juga bicara tentang terang, kuasa, dan pemurnian dari Tuhan. Emas yang dimasukkan ke dapur api akan semakin murni.

Saya berdoa seluruh jemaat DBR ini adalah emas-emas murni. Ada masalah apa pun, kita tetap cintai Yesus. Kenapa? Karena Tuhan sedang memurnikan kita.

Api memurnikan karakter kita, menghapus dosa-dosa tersembunyi, membantu kita serupa dengan Kristus, hidup dalam tujuan ilahi. Dan pada akhirnya kita menikmati berkat Tuhan.

Tuhan berkata, “Aku datang supaya kamu mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Kalau Bapak, Ibu lulus dari tiga hal ini, maka kita akan masuk dalam hidup baru sebagai anak Allah yang berkuasa, penuh damai sejahtera, hidup dalam tujuan ilahi, dan menikmati kelimpahan dari Tuhan.

Yusuf adalah contoh yang jelas. Dia mengalami mimpi yang luar biasa. Tetapi apa yang terjadi? Dia dijual jadi budak, masuk sumur, masuk ujian. Tetapi setelah semua proses itu, Alkitab berkata Yusuf disertai Roh Tuhan, sehingga apa pun yang dia kerjakan berhasil.

Saya percaya kalau kita penuh Roh Kudus, dagang kita akan berhasil, rumah kita diberkati, usaha kita diberkati. Maka betapa pentingnya baptisan Roh Kudus dalam hidup kita. Ini janji Tuhan, dan ini akan mengubah seluruh aspek kehidupan kita.

Tuhan Yesus sendiri mengalami tiga hal ini. Mari kita baca:

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:16-17)

Yesus dibaptis air, lalu dibaptis Roh Kudus. Setelah itu, Dia dibawa ke padang gurun untuk mengalami ujian — baptisan api. Puasa, peperangan rohani, lalu Yesus menang. Setelah itu Dia masuk pelayanan dan akhirnya menyelesaikan semuanya sampai ke kayu salib.

Jadi, Bapak, Ibu, ada hukum shifting yang perlu kita ingat baik-baik. Kita keluar dari perbudakan dosa, lalu bertobat, dibaptis, dipenuhi Roh Kudus, lalu lulus dalam setiap proses Tuhan. Maka kita akan mengalami kepenuhan janji Allah.

Hidup dalam kebenaran, damai sejahtera, berbuah-buah, berdampak, dan tujuan hidup yang jelas. Berjalan dalam kuasa Allah. Menerima janji-janji Allah dan kelimpahan.

Apa yang terjadi kepada Yosua? Setelah tujuh tahun peperangan merebut Kanaan, Yosua berkata: tidak ada satu pun janji Tuhan yang tidak digenapi. Semua janji Tuhan digenapi.

Bapak, Ibu harus percaya: apa yang Tuhan janjikan pasti akan digenapi. Kalau kita mengikuti prosesnya Tuhan. Jangan hanya dibaptis air, tetapi tidak dibaptis Roh Kudus. Jangan dibaptis Roh Kudus tetapi tidak mau diproses. Jangan diproses lalu enggak mau berubah. Kita harus maju terus.

Tiga hal ini tidak bisa satu pun ditinggalkan.

== Pentecost Revival Week: kesempatan untuk dilawat Tuhan == Saya bersyukur melalui Bapak Gembala kita, kita diajak masuk dalam Pentecost Revival Week. Kita seminggu ini akan masuk dalam minggu lawatan Tuhan.

Saya bersyukur ketika Pak Rusli sampaikan bahwa kita jangan lagi di tempat kecil, tetapi kita masuk ke tempat yang besar, di tempat ini. Bapak, Ibu, siapa yang mau datang besok seminggu ini untuk dilawat Tuhan? Angkat tangan. Wow. Haleluya!

Kita akan mengalami lawatan Tuhan ini. Yang belum dibaptis Roh Kudus, yang sudah dibaptis Roh Kudus, semuanya akan diproses supaya api Tuhan semakin menyala dalam hidup kita.

Alkitab berkata: biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Itulah baptisan api yang mengobarkan kuasa Allah. Saya berdoa kita akan mengalami ini. Dan hari keenam, hari Minggu, hari Sabtu, kita akan diurapi, kita akan berdoa bersama-sama supaya terobosan terjadi.

Ayo jadwalkan, Bapak, Ibu. Jangan lewatkan ini. Karena setiap orang yang mau mengalami Tuhan harus invest.

Murid-murid Yesus, saya tanya: yang melihat Yesus naik itu 500 orang, tetapi yang dibaptis Roh Kudus di loteng Yerusalem hanya 120 orang. Kenapa? Karena yang 120 itu tinggal di situ, menunggu di situ. Roh Kudus turun dan melawat di situ. Yang lain yang juga lihat Yesus naik tidak mengalami hal itu karena mereka tidak ada di situ.

Makanya baptisan Roh Kudus, lawatan Roh Kudus, sering kali menuntut sebuah kesetiaan. Invest waktu. Duduk diam di bawah kaki Tuhan. Baru kita mengalami.

Bapak, Ibu, kalau kita duduk diam di bawah kaki Tuhan, seperti orang di kolam Betesda yang menunggu 38 tahun, waktu ada goncangan, Yesus datang menyembuhkan dia. Saya percaya lawatan Roh Kudus juga sama.

Pencurahan Roh Kudus menuntut kita menantikan Tuhan.

Tujuh lambang Roh Kudus

Untuk yang merindukan baptisan Roh Kudus, biasanya saya mengajarkan baptisan Roh Kudus dengan tujuh lambang ini. Tolong diingat baik-baik:

  1. Merpati — ada damai. Waktu Saudara berdoa, ada damai.
  2. Api — ada panas. Ruangan mungkin dingin, tetapi Saudara merasa ada sesuatu yang panas.
  3. Air — air memberi kehidupan, kesejukan.
  4. Angin — angin bertiup, ada kuasa.
  5. Minyak — memulihkan, menyembuhkan.
  6. Anggur — ada sukacita.
  7. Meterai — ada keyakinan dan jaminan dari Tuhan.

Orang Kristen kadang lebih gampang mendeteksi setan daripada Roh Kudus. Setan datang, langsung takut. Roh Kudus datang, malah enggak sadar. Padahal kalau setan datang, dia bikin takut. Kalau Roh Kudus datang, dia memberi damai, sukacita, penghiburan, dan kekuatan.

Syarat penting untuk dibaptis Roh Kudus

Kalau kita rindu dibaptis Roh Kudus, maka ada beberapa hal yang penting:

  1. Percaya janji Allah — baptisan Roh Kudus adalah janji Allah.
  2. Bertobat dan minta ampun.
  3. Haus akan hadirat Tuhan — rindu Tuhan.
  4. Meminta dengan iman — mintalah, maka akan diberi.
  5. Taat dan lakukan — kalau ada dorongan berkata-kata, berkata-katalah. Kalau bahasa roh, bahasa roh sajalah.
  6. Buka hati selebar-lebarnya dan sabar menantikan.
  7. Serahkan diri sepenuhnya.
  8. Rasakan manifestasi-Nya.

Saya berdoa kita akan dilawat oleh Roh Kudus. Bahkan setelah kita dibaptis Roh Kudus, di rumah pun kita bisa merasakan hadirat Tuhan. Amin. Tuhan hadir, Tuhan datang, Tuhan menolong kita, memberi kekuatan.

Haleluya!

Nyanyi:

Roh Allah yang hidup penuhiku
Roh Allah yang hidup Pulihkanku
Turunlah urapan ke atasku
Membangkitkan kuasa-Mu

Membebaskan hidup yang terbelenggu
Memulihkan hati mereka yang terluka
Serta mencelikkan mata yang buta

Jadikan hidupku alat-Mu
Dipenuhi urapan baru
Menyatakan kebesaran kuasa-Mu

Video