Pentecost Revival Week Revival in church (Pdt Dr Hendrik Timadius, MTh)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Api Roh Kudus yang dicurahkan dari surga tidak boleh berhenti hanya pada satu tempat atau satu orang, tetapi harus menyebar melalui kehidupan orang percaya untuk menggenapi Amanat Agung. Melalui teladan Stefanus, kita belajar bahwa orang biasa yang dipenuhi Roh Kudus, anugerah, iman, dan kuasa dapat membawa kisah Allah dengan luar biasa, bahkan di tengah tantangan dan penganiayaan. Karena itu setiap murid Kristus dipanggil bukan hanya menerima keselamatan sampai tahap kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus, tetapi juga melanjutkan sampai pencurahan Roh Kudus, supaya hidupnya dipenuhi kuasa dan dipakai Tuhan menyalakan api-Nya di banyak tempat.

Haleluya! Puji Tuhan. Wow! Bapak Ibu yang terkasih di dalam Tuhan, kita ada di minggu yang luar biasa, tujuh hari untuk menantikan dan menerima lawatan Roh Kudus yang luar biasa. Boleh katakan ke kiri dan kanan: kamu harus terima lawatan Roh Kudus, jangan sampai kelewat.

Saya bersyukur boleh ada di minggu yang luar biasa ini dan melayani di tempat ini. Saudara yang terkasih di dalam Tuhan, hari ini kita mau bicara tentang bagaimana Tuhan sedang mencurahkan satu api yang besar dari surga. Dan api yang besar itu, di tahun Amanat Agung ini, tidak boleh hanya tinggal di satu tempat. Semua api besar yang turun dari surga tidak pernah hanya membakar satu tempat saja. Tetapi api yang dari surga, kalau betul itu dari Tuhan, dia akan turun ke bumi dan menyebar, membakar banyak orang. Yang sepakat katakan amin.

Sering kali orang puas dan berkata, “Saya terima api, saya terima api.” Tetapi kita lupa, api dari Tuhan tidak akan pernah berhenti hanya dengan kita saja.

Mari kita lihat satu ayat, Kisah Para Rasul pasal 8:1. Mungkin yang sering kita baca adalah Kisah Para Rasul 1:8, tetapi hari ini kita lihat Kisah Para Rasul 8:1.

Saulus juga setuju dengan pembunuhan atas orang yang bernama Stefanus. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua kecuali rasul-rasul tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. (Kisah Para Rasul 8:1)

Saudara, mungkin kalau kita baca ayat ini, kita cukup syok. Ada apa di balik ayat ini?

Ayat ini bercerita bahwa api itu mulai menyala di Yerusalem. Katakan sama-sama: mulai menyala. Pasti Tuhan memilih satu tempat untuk mencurahkan api-Nya yang besar. Dan pada waktu itu Tuhan memilih Yerusalem. Yerusalem adalah titik awal api mulai menyala.

Namun perhatikan baik-baik. Kisah Para Rasul 1:8 berbicara bukan hanya di Yerusalem, tetapi seluruh Yudea, Samaria, bahkan sampai ke ujung-ujung bumi. Berarti api boleh menyala di Yerusalem, tetapi tidak boleh berhenti di Yerusalem.

Dan benar, Saudara, kemudian kita melihat api itu menyebar keluar dari Yerusalem. Ayat yang tadi kita baca menandakan bahwa api itu tidak bisa dibatasi hanya dengan satu tempat. Api yang tercurah dari surga tidak bisa dibatasi hanya untuk saya, untuk pekerjaan saya, atau untuk pelayanan saya. Api yang dari surga harus menyebar keluar, bahkan tidak boleh berhenti hanya dalam hidup kita sendiri.

Saudara, saya percaya kalau Tuhan mau melakukan sesuatu untuk kita, Dia memberi teladan dan model. Kalau kita ingin mengalami api yang besar, namun api itu menyebar, inilah contohnya: seseorang yang bernama Stefanus.

Jadi kita mau belajar bagaimana Stefanus menyebarkan api.

Terus terang, waktu saya menyiapkan khotbah ini, ada sedikit keraguan. Saya berpikir, ini ayat yang sulit loh. Enggak banyak orang ingin melihat Stefanus, karena Stefanus selalu bicara tentang martir, tentang mati untuk Tuhan. Mungkin banyak yang berkata, “Oh, itu pasti bukan saya, Tuhan. Yang mati untuk Tuhan ya orang lain, pendeta misalnya, tetapi bukan saya.

Karena itu saya merasa kita bisa kehilangan power yang Tuhan mau berikan lewat ayat ini, yaitu bagaimana Stefanus menyebarkan api.

Saudara siap menangkap sesuatu dari hidup Stefanus? Amin!

#1 Hidup Stefanus adalah hidup yang penuh dengan Roh Kudus

Kehidupan Stefanus adalah kehidupan yang penuh dengan Roh Kudus. Alkitab menceritakan Stefanus penuh iman dan Roh Kudus. Bukan itu saja, Kisah Para Rasul 6 ayat 8 juga berkata Stefanus penuh dengan anugerah dan kuasa.

Jadi ada empat hal penting di dalam kehidupan Stefanus:

  1. iman
  2. anugerah
  3. Roh Kudus
  4. kuasa

Saudara, bagaimana kita mengartikan hal ini?

Lewat kehidupan Stefanus, kita belajar bahwa anugerah tidak berhenti hanya pada kematian Yesus. Kematian Yesus berarti dosa kita ditebus dan kita dijadikan orang benar. Banyak orang berhenti sampai di sana: “Puji Tuhan, dosa saya ditebus, sekarang saya orang benar.

Sebagian lagi berhenti pada kebangkitan Yesus. Kebangkitan bicara tentang manusia lama mati dan manusia baru bangkit.

Sebagian lagi berhenti pada kenaikan Yesus. Kenaikan Yesus bicara bahwa Dia naik ke surga untuk mempersiapkan tempat bagi kita. Dan itu luar biasa. Tetapi ternyata tidak cukup anak-anak Tuhan berhenti hanya sampai kematian, kebangkitan, atau kenaikan Yesus.

Kehidupan Stefanus menunjukkan kepada kita bahwa anugerah berlanjut ke tahap berikutnya.

Saya mau tanya:
Sesudah Yesus mati, apa yang terjadi? Dia bangkit.
Sesudah Yesus bangkit, apa yang terjadi? Dia naik ke surga.
Sesudah Yesus naik ke surga, apa yang terjadi? Roh Kudus dicurahkan.

Berarti kita harus lanjut sampai kepada pencurahan Roh Kudus.

Jangan berhenti hanya dengan dosamu diampuni.
Jangan berhenti hanya dengan engkau jadi manusia baru.
Jangan berhenti hanya dengan engkau sudah punya tiket ke surga.
Tetapi kita harus lanjut sampai menerima kepenuhan Roh Kudus.

Berarti Tuhan punya rencana besar untuk kita semua, tanpa kecuali.

Alkitab berkata dalam Lukas 24:49 bahwa murid-murid Yesus harus menantikan janji Bapa, yaitu pencurahan Roh Kudus, sampai mereka diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.

Kata “diperlengkapi” di sana, dalam bahasa aslinya, artinya dibungkus, seperti orang memakai baju. Jadi janji Bapa itu berarti kuasa dari tempat yang mahatinggi akan menempel pada hidup kita seperti pakaian yang membungkus tubuh kita.

Saudara, inilah janji Tuhan yang luar biasa. Kita tidak berhenti hanya dengan kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus, tetapi kita menantikan pencurahan Roh Kudus, dan kuasa dari tempat yang mahatinggi itu akan membungkus kita.

Mungkin ada yang ragu-ragu. “Oh, mungkin ada orang yang punya bakat besar, kuasa besar, karunia khusus. Kalau saya beda, Pak.

Dengar baik-baik, Saudara. Alkitab berjanji bahwa semua murid Yesus akan dibungkus atau diperlengkapi dengan kuasa dari tempat yang mahatinggi. Siapa murid-murid Yesus di tempat ini? Itulah orang-orang yang akan menerima kuasa dari tempat yang mahatinggi.

Jadi Stefanus memberikan kepada kita satu teladan kehidupan yang luar biasa.

Dan apa yang terjadi sesudah Stefanus penuh dengan Roh Kudus? Dia tidak berhenti hanya dengan percaya bahwa dosanya sudah diampuni. Dia tidak berhenti hanya dengan menjadi manusia baru. Dia tidak berhenti hanya dengan memegang tiket ke surga. Dia menantikan pencurahan Roh Kudus. Dia percaya kepada pencurahan Roh Kudus. Dia pegang janji Bapa bahwa kuasa dari tempat yang mahatinggi akan meliputi dia. Dan Stefanus mengalaminya.

Saudara tahu apa yang terjadi ketika seseorang menerima api dari tempat yang mahatinggi? Banyak orang berpikir, “Kalau saya terima api, saya yang loyo jadi on fire, yang malas baca Alkitab jadi rajin baca Alkitab.” Itu benar, tetapi tidak berhenti di situ.

#2 Hidup Stefanus membawa kisah Allah

Kehidupan Stefanus yang kedua adalah kehidupan yang membawa kisah Allah. Katakan sama-sama: hidup saya membawa kisah Allah.

Semua dari kita punya cerita bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup kita. Hidup kita membawa kisah Allah.

Tadinya saya berpikir Stefanus itu orang hebat. Siapa yang pernah berpikir demikian? Tetapi setelah saya selidiki lagi, Stefanus bukan orang yang hebat menurut ukuran dunia.

Stefanus bukan salah satu rasul.
Stefanus bukan orang yang dipercaya berkhotbah seperti para rasul.
Stefanus bukan figur besar yang menonjol.

Saya menyimpulkan: Stefanus bukan orang yang hebat. Dan buat Saudara dan saya hari ini, ada berita besar: bukan orang hebat yang dipenuhi dengan kuasa Allah dari tempat yang mahatinggi. Orang-orang biasa seperti kita pun bisa.

Tetapi ketika Stefanus dipenuhi Roh Kudus, ketika dia menerima api dari surga dan kuasa itu melingkupi dia seperti pakaian, dia membawa kisah Allah sampai dia bisa berkhotbah di hadapan Mahkamah Agama.

Perhatikan baik-baik: di gereja saja dia tidak berkhotbah, tetapi di hadapan Mahkamah Agama dia berkhotbah.

Dan khotbah Stefanus itu panjang sekali, bahkan lebih panjang dari khotbah Petrus. Kisah Para Rasul pasal 7:1-53 itu adalah khotbah panjang.

Saudara tangkap sesuatu malam ini? Orang yang bukan hebat dipilih oleh Tuhan karena dia memegang janji Tuhan bahwa kuasa dari tempat yang mahatinggi akan melingkupi hidupnya. Bukan orang hebat, tetapi orang yang punya iman yang hebat terhadap kuasa Tuhan.

Dan ketika Stefanus berkhotbah di hadapan Mahkamah Agama, dia tidak sedang berdebat secara filsafat. Yang dia ceritakan adalah kisah perjalanan umat Israel bersama Tuhan. Saya menyebutnya sebagai kisah Allah dalam kehidupan umat-Nya. Stefanus hanya menceritakan bagaimana Allah menyertai umat Israel sepanjang zaman.

Saudara, orang yang tidak merasa hebat biasanya enggak bisa macam-macam. Dia hanya bisa berkata, “Saya enggak tahu teologi yang rumit. Saya enggak tahu konsep-konsep besar. Tapi yang saya tahu, Tuhan bekerja dalam hidup saya begini, begini, begini.” Dan justru itu yang Tuhan pakai.

Karena itu saya menyimpulkan, era Amanat Agung ini, era Pentakosta ketiga ini, adalah era nameless. Era orang-orang tanpa nama. Saudara, dalam Kisah Para Rasul 11:19-21 ada satu pergeseran strategis. Tadinya Injil hanya diberitakan di kalangan orang Yahudi. Wajar, karena Yesus orang Yahudi dan murid-murid-Nya pun orang Yahudi. Tetapi tiba-tiba dalam Kisah Para Rasul 11, Injil diberitakan kepada orang-orang Yunani.

Terjadi terobosan yang besar. Terjadi revival. Tempat yang belum pernah dikunjungi Injil, sekarang dilawat oleh Injil Kerajaan Allah.

Lalu kita bertanya: siapa orang hebat yang membawa Injil sampai kepada orang-orang Yunani?

Jawabannya: orang-orang itu tanpa nama.

Dengar baik-baik, Saudara. Yang dipilih Tuhan untuk membawa api-Nya adalah orang-orang tanpa nama, orang-orang biasa, yang punya kisah kehidupan bersama dengan Allah.

Siapa di tempat ini yang merasa, saya bukan orang hebat, saya bukan orang yang punya nama? Boleh lambaikan tangan. Hanya nama Yesus yang hebat. Kita bukan siapa-siapa.

Jadi kisah bagaimana api dicurahkan dan mulai menyebar adalah kisah orang biasa bersama Tuhan yang luar biasa untuk menggenapi Amanat Agung-Nya.

#3 Api dari surga akan membawa kita menghadapi tantangan

Saudara, ada banyak orang yang ragu-ragu: Amanat Agung bukan untuk saya.

Kadang-kadang orang lupa apa itu Amanat Agung. Banyak orang bilang Amanat Agung itu perintah. Betul, Amanat Agung adalah perintah. Tetapi bukan hanya perintah. Amanat Agung adalah perintah yang disertai otoritas dan kuasa dari Pribadi yang mengutus kita.

Kalau kita membawa Amanat Agung, berarti kita juga percaya kita membawa otoritas dan kuasa dari Tuhan Yesus, yaitu kuasa Roh Kudus.

Jadi orang biasa, ketika membawa kisah Allah di dalam hidupnya, dapat dipakai Tuhan dengan luar biasa.

Tetapi apakah semuanya akan mulus? Apakah begitu kita dipenuhi Roh Kudus lalu hidup seperti karpet merah digelar di depan kita, dan kita tinggal jalan lenggang kangkung menyelesaikan Amanat Agung? Tentu tidak.

Apa yang dihadapi Stefanus? Penganiayaan yang besar.

Saya tentu tidak berharap kita semua dianiaya. Tetapi satu hal yang pasti: kalau kita menyelesaikan Amanat Agung, kalau kita terima api besar dari surga, kalau kita dipenuhi dengan kuasa dari tempat yang mahatinggi, kalau kita membawa kisah Allah di dalam kehidupan kita, kita pasti akan mengalami hambatan.

Di tempat saya melayani, Saudara, ada tempat-tempat yang sulit sekali untuk gereja berdiri. Ada tempat-tempat yang kelihatannya mustahil. Bahkan secara finansial, secara daya, secara kekuatan, rasanya seperti menabur garam di tengah air laut. Tetapi kalau orang menerima kuasa dari tempat yang mahatinggi dan membawa kisah Allah di dalam hidupnya, dia tidak tahan kalau kisah itu berhenti hanya di dalam dirinya. Dia akan membawa kisah itu ke tempat-tempat yang belum pernah mendengarnya.

Stefanus mengalami tantangan. Bahkan dengan berat saya harus katakan, Stefanus dirajam. Tidak semua kita akan mengalami seperti Stefanus, tetapi yang pasti kita akan mengalami tantangan.

Dan apa yang terjadi ketika Stefanus dirajam? Kisah Para Rasul 7:55 berkata:

Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. (Kisah Para Rasul 7:55)

Apa yang dialami Stefanus? Dia melihat Sang Imam Besar Agung yang telah melintasi segala langit. Yesus ada di surga, di sebelah kanan Allah Bapa.

Dan ada janji yang luar biasa dalam Ibrani 4:14-16, bahwa kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus Anak Allah. Sebab itu kita boleh dengan penuh keberanian menghampiri takhta anugerah untuk mendapat pertolongan pada waktunya.

Orang-orang yang menyelesaikan Amanat Agung, yang membawa api Allah di dalam hidupnya, yang menghadapi tantangan, selalu diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengalami open heaven.

Apa itu open heaven? Bukan hanya pengalaman rohani yang eksklusif. Open heaven artinya kita mendapatkan pertolongan. Kita mendapatkan penghiburan. Kita mendapatkan sukacita di tengah tantangan. Kita mendapatkan apa yang kita perlukan untuk terus berjalan dalam kuasa Allah dan menyelesaikan Amanat Agung. Kita akan mendapat pertolongan pada waktunya.

Penutup

Saya mau tutup dengan ayat ini:

"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala! (Lukas 12:49)

Siapa yang beriman hari ini dan berkata, “Tuhan, saya mau menggenapi doa Tuhan Yesus dalam 'Lukas 12:49}}”? Saya percaya Engkau mau melemparkan api ke bumi, dan saya mau api itu menyala! Amin!

Nyanyi:

Datang Roh Kudus penuhiku
Dengan minyak yang baru urapiku
Mengalir, penuhiku
Mengalir, pulihkanku
Kuasa-Mu bebaskan hidupku

Satu yang kurindu bersekutu dengan-Mu
Bawaku lebih lagi tinggal di dalam-Mu
Nikmati hadirat-Mu jamahlah s'luruh hidupku
Urapan-Mu mengubah hidupku

Video