Breakfast with Jesus (Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Revisi sejak 14 Mei 2026 08.29 oleh Leo (bicara | kontrib) (←Membuat halaman berisi '{{unified info | templatetype=khotbah | namespace= Khotbah | pagename= 20260510-0930/SR | toptitle= | title= ''Breakfast with Jesus'' | name= Sutadi Rusli | completename= Pdt Sutadi Rusli | type= pesangembala | event= Ibadah Raya | date= 2026-05-10 | location= Grha Amal Kasih | church= GBI Danau Bogor Raya | city= Bogor | illustration16x9= Sutadi Rusli-20260426.jpg | illustrationA5= | illustration1x1= Sutadi Rusli-20260426-1x1.jpg | video1service= youtube | vide...')
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Lompat ke: navigasi, cari

Persekutuan dengan Tuhan membawa pemulihan, kekuatan, dan arah hidup yang benar bagi setiap murid-Nya. Melalui kisah tujuh murid, khususnya Petrus, kita belajar untuk tidak kembali pada kehidupan lama, tidak hidup seperti istri Lot yang tubuhnya keluar dari Sodom tetapi hatinya tetap tertinggal di sana, dan percaya bahwa Tuhan datang bukan untuk menghukum, melainkan memulihkan. Dua gambaran api arang menunjukkan bahwa Tuhan sanggup mengubah tempat kegagalan menjadi tempat pemulihan, karena Dia tahu kebutuhan kita dan datang dengan kasih untuk menuntun hidup kita kembali kepada-Nya.

Shalom dan selamat pagi semuanya. Semua sehat-sehat, semuanya diberkati oleh Tuhan? Amin! Bulan lalu kita sudah memperingati kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Dia sudah bangkit! Sehingga kita punya Allah yang hidup! Siapa namanya? Tuhan Yesus Kristus! Amin.

Ini saya mau ulang-ulang terus selama kita menantikan kenaikan Tuhan Yesus, selama kita menantikan pencurahan Roh Kudus pada hari raya Pentakosta nanti. Kenapa? Karena kita perlu meyakinkan dalam diri kita, percaya penuh dalam hidup kita, bahwa kita punya Allah yang hidup, supaya janji-Nya dipenuhi dalam setiap hidup — keluarga lepas keluarga, pribadi lepas pribadi.

Bagaimana kita berdoa? Bagaimana kita mau mengalami kesembuhan? Bagaimana keluarga kita mau dipulihkan oleh Tuhan kalau kita sendiri enggak yakin, masih ragu-ragu, hati kita masih bimbang bahwa Yesus, Allah kita, adalah Allah yang hidup? Sekali lagi, siapa yang percaya kita punya Allah yang hidup? Siapa nama-Nya? Tuhan Yesus Kristus! Haleluya!

Setelah kebangkitan-Nya, selama 40 hari Tuhan berjalan. Apa yang Dia lakukan? Dua hal penting. Yang pertama, membuktikan bahwa Dia Allah kita yang hidup. Yang kedua, selain membuktikan bahwa Dia Allah yang hidup, Dia juga melakukan pemulihan-pemulihan bagi banyak murid-Nya.

Orang-orang yang dijumpai pada waktu itu dipulihkan oleh Tuhan. Kenapa mereka perlu dipulihkan? Karena mereka memiliki pengharapan yang besar kepada Tuhan Yesus, bahwa Yesus sebagai pemimpin mereka bisa meloloskan mereka dari cengkeraman penjajahan Romawi pada saat itu. Tetapi yang terjadi ternyata bertolak belakang sama sekali, sehingga akhirnya mereka mengalami kekacauan. Kita sudah banyak membaca dan mendengarkan Firman Tuhan tentang bagaimana Kleopas dan murid-murid yang lain dipulihkan oleh Tuhan.

Nah, pada hari ini saya mau menyampaikan tentang bagaimana tujuh murid Tuhan Yesus Kristus mengalami hal yang sama. Dan nanti tanggal 14 Mei kita akan kembali beribadah dan memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Haleluya! Dia naik ke surga untuk menyediakan tempat tinggal bagi setiap Saudara dan saya.

Mari kita baca Yohanes 21. Ayatnya memang panjang, tetapi saya mau kita refresh kembali pikiran dan ingatan kita.

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.
Kata Simon Petrus kepada mereka: Aku pergi menangkap ikan. Kata mereka kepadanya: Kami pergi juga dengan engkau. Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?
Jawab mereka: Tidak ada. Maka kata Yesus kepada mereka: Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh. Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.
Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: Itu Tuhan. Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
Murid-murid yang lain datang dengan perahu, karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja, dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.
Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap itu.
Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya. Dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.
Kata Yesus kepada mereka: Marilah dan sarapanlah. (Yohanes 21:1-12)

Bapak dan Ibu, ini satu kisah yang luar biasa. Setiap kali saya baca berulang-ulang, selalu ada hal baru yang dapat kita gali dari ayat-ayat ini. Tema saya hari ini adalah: Breakfast with Jesus!

Siapa yang sudah makan pagi? Siapa yang mau sarapan dengan Tuhan Yesus? Puji Tuhan, semuanya.

Ada kalimat yang sering kita dengar: No Bible, no breakfast. Jadi jangan makan pagi sebelum baca Firman. Ingat ya, No Bible, no breakfast. Sebelum kita makan pagi secara jasmani, kita perlu makan dulu kebenaran Firman Tuhan. Karena di sini ada kekuatan, di sini ada pertolongan, di sini ada kesembuhan, di sini ada pemulihan, di sini ada jalan keluar. Katakan, yes.

Pada waktu itu murid-murid ini kembali lagi menjadi penjala ikan. Padahal lebih dari tiga tahun sebelumnya, ketika mereka awal bertemu dengan Tuhan Yesus, mereka dipanggil dan dipilih oleh Tuhan Yesus sendiri. Mereka yang tadinya adalah penjala ikan, dipanggil untuk menjadi penjala manusia. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata pada waktu mereka mengalami kekecewaan, mereka kembali lagi ke Danau Galilea, kembali lagi ke Danau Tiberias.

Dan siapa yang bicara? Petrus. Juru bicara yang luar biasa ini berkata, “Ayo kita balik. Saya mau balik lagi saja jadi penjala ikan.” Dan yang saya heran, enam temannya ikut semuanya. “Ya sudah, kami ikut.” Mereka dikomandoi oleh Petrus dan kembali lagi menjadi penjala ikan.

Saudara, kita semua adalah orang-orang yang sudah dipanggil dan dipilih. Siapa yang dipanggil dan dipilih oleh Tuhan? Kita semua. Tuhan mau menjadikan kita murid. Dan tugas seorang murid adalah memberitakan kabar baik, menjala manusia, dan memuridkan kembali. Siapa yang mau dipakai oleh Tuhan? Lambaikan tangan Saudara dan katakan, “Saya, Tuhan. Ini aku. Utuslah aku.”

Haleluya!

#1 Ingatlah akan istri Lot

Poin pertama yang saya mau bagikan adalah ini:

Ingatlah akan istri Lot. (Lukas 17:32)

Dalam bahasa Inggris: Remember Lot's wife. Cuma tiga kata, tetapi powerful sekali. Kenapa saya katakan sangat kuat? Karena waktu itu murid-murid bertanya kepada Tuhan, “Apa tandanya Engkau akan datang?” Dan di tengah-tengah penjelasan itu, Tuhan tiba-tiba berkata, “Ingatlah akan istri Lot.

Tuhan enggak bilang, “Ingat Abraham, ingat Daud, ingat Yusuf.” Tapi justru bilang, “Ingatlah istri Lot.

Kenapa?

Karena kisah istri Lot sangat relevan dengan kondisi sekarang. Sodom dan Gomora adalah gambaran dunia hari ini. Betul atau betul? Kebejatan pada waktu itu, kurang lebih 4.000 tahun yang lalu, menjadi gambaran dunia kita sekarang. Perzinahan, pornografi, LGBTQ, kekerasan, dan segala macam kebejatan. Orang semakin kehilangan rasa takut akan Tuhan.

Mari kita baca:

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka membual dan menyombongkan diri, mereka menjadi pemfitnah, mereka berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka berkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah.
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu. (2 Timotius 3:1-5)

Ini peringatan buat kita semua. Sambil membaca ini, kita juga perlu introspeksi diri.

Sekarang kembali ke istri Lot. Dia ini gambaran orang percaya yang tidak percaya Firman Tuhan. Tuhan sudah kasih perintah: “Lot, bawa istrimu, bawa dua anakmu, keluar dari Sodom. Jangan menoleh ke belakang.” Tapi apa yang terjadi? Istri Lot menoleh ke belakang dan akhirnya menjadi tiang garam.

Tubuhnya keluar dari Sodom dan Gomora, tetapi pikirannya masih ada di sana.

Ini gambaran orang Kristen. Badannya pergi ibadah, tetapi pikirannya masih duniawi. Cara hidupnya masih seperti dunia. Gaya hidup, perkataan, karakter, semua masih seperti dunia. Padahal tadi kita baca di 2 Timotius 3, ada orang yang secara lahiriah menjalankan ibadah, tetapi memungkiri kekuatannya.

Siapa yang percaya di dalam kita ada Roh Kudus? Roh Kudus memberikan kita kekuatan. Maka kita perlu berkata, “Roh Kudus tolong saya. Saya enggak mau garang, saya enggak mau tidak sabar, saya enggak mau hidup seperti dunia.

Sekali lagi, ingat istri Lot. Tubuhnya keluar dari Sodom, tetapi hidupnya tidak berubah. Tinggalkan cara-cara dunia. Mari kita lebih sungguh-sungguh dalam Tuhan.

Semuanya mau? Amin.

#2 Dua api arang: kegagalan dan pemulihan

Tuhan datang kepada tujuh murid-Nya dan menunjukkan kasih-Nya yang besar. Salah satu hal yang saya mau bagikan dari teks ini adalah tentang dua kali kata api arang.

Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Petrus berdiri juga berdiang bersama-sama dengan mereka. (Yohanes 18:18)

Dan yang kedua:

Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. (Yohanes 21:9)

Di dalam bahasa Yunani, kata api arang ini hanya muncul dua kali di Alkitab, dan dua-duanya berhubungan dengan Petrus.

Api arang yang pertama adalah saat Petrus berada di halaman, dekat api arang, ketika Yesus sedang diadili. Di situ Petrus menyangkal Tuhan Yesus. Jadi api arang yang pertama berbicara tentang kegagalan. Berbicara tentang bagaimana kita bisa jauh daripada Tuhan. Mungkin hari-hari ini ada banyak orang yang mengalami kegagalan, jatuh bangun, bahkan merasa jauh dari Tuhan. Itu gambaran api arang yang pertama.

Tetapi puji Tuhan, di Yohanes 21, waktu Tuhan mengunjungi tujuh murid-Nya di tepi Danau Galilea, Dia datang bukan untuk marah-marah, bukan untuk mencela. Sama sekali tidak. Dia datang dengan hati yang penuh kasih. Dia mengasihi setiap Saudara. Apapun pergumulan kita, mungkin kita sudah jauh seperti Petrus, mungkin kita mengalami kegagalan demi kegagalan, tapi Tuhan datang secara khusus untuk mengunjungi dan memulihkan.

Api arang yang kedua berbicara tentang pemulihan. Di situ Tuhan sudah siapkan roti, sudah siapkan ikan. Dia tahu kebutuhan mereka. Dia enggak tanya, “Kamu sudah baca Alkitab berapa pasal? Kamu sudah melayani apa?” Tidak. Dia tahu kebutuhan mereka.

Bapak dan Ibu, pagi ini Dia juga mau memulihkan setiap Saudara. Dia tahu kebutuhan kita. Sebentar lagi waktu kita masuk Perjamuan Kudus, ungkapkan isi hati kita kepada Tuhan. Apa pun kerinduan Saudara, Dia dengar.

Dia menolong kita bukan karena hebatnya kita, bukan karena kita rajin baca Alkitab, bukan karena kita sudah melayani, bukan. Di hadapan Dia, yang Dia lihat adalah: Dia datang karena Dia mengasihi Saudara. Jangan ragu datang kepada Tuhan.

#3 Tuhan mau memulihkan

Mari kita baca bagian penutup ini dengan mengganti kata “engkau” menjadi “aku” atau “saya”:

TUHAN akan menuntun aku senantiasa dan akan memuaskan hatiku di tanah yang kering dan akan membaharui kekuatanku; aku akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Aku akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Aku akan disebutkan yang memperbaiki tembok yang tembus, yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni. (Yesaya 58:11-12)

Semua percaya ini Firman Tuhan? Tuhan mau memulihkan setiap kita. Mungkin usaha kita, pekerjaan kita, keluarga kita sedang mengalami hal-hal yang buruk. Tapi Tuhan berjanji, Dia mau pulihkan kita.

Amin.

Video