Hidup dalam kasih yang nyata
![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 15 Maret 2026 |
| Oleh | Pdp Johan Susanto |
| Baca juga | |
| |
Kasih yang sejati bukan hanya diucapkan, tetapi harus nyata melalui perbuatan, perhatian, dan sikap hidup sehari-hari. Orang yang sungguh mengenal Allah akan belajar mengasihi sesama, sebab Allah sendiri adalah kasih. Ketika kita hidup dalam kasih yang nyata, hidup kita menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan dan menunjukkan bahwa kita benar-benar murid Kristus.
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Kasih sejati tidak berhenti di kata-kata, tetapi terlihat dalam sikap, tindakan, dan perhatian, walaupun dalam hal-hal yang sederhana. Tuhan Yesus memanggil kita untuk menghadirkan kasih di tengah-tengah kehidupan kita sehari-hari. Maka kita sebagai orang percaya harus “hidup dalam kasih yang nyata”, sehingga hidup kita menjadi kesaksian iman dan cerminan kasih Kristus.
Ketika kita hidup dalam kasih, hubungan dipulihkan, luka disembuhkan, dan nama Tuhan Yesus dimuliakan.
- Allah adalah kasih
- Kasih yang kita hidupi menjadi terang bagi sesama
Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Yesus, kita juga ada di dalam dunia ini. Di dalam kasih tidak ada ketakutan, sebab kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan, sebab ketakutan mengandung hukuman, dan barangsiapa di antara kita takut, maka kita tidak sempurna di dalam kasih.
Jadi jikalau kita berkata, bahwa kita mengasihi Allah, tetapi kita membenci sesama, maka kita adalah pendusta, karena barangsiapa di antara kita tidak mengasihi saudara kita yang kita lihat, maka tidak mungkin kita mengasihi Allah, yang tidak kita lihat.
- Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
- Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. (Efesus 4:1-2)
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
