Rest yang sejati: Datang dan berhenti di dalam Tuhan Yesus
| Inspirational | |
|---|---|
| Tanggal | 16 Maret 2026 |
| Oleh | Doddy Agungpamudji |
| Baca juga | |
| |
Perhentian sejati tidak ditemukan dalam kesibukan atau kekuatan manusia, tetapi dalam datang kepada Tuhan. Ketika kita berhenti mengandalkan diri sendiri dan bersandar kepada Kristus, jiwa kita menemukan ketenangan. Di dalam Yesus, kelelahan hidup digantikan dengan kelegaan dan kekuatan yang baru.
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”
In returning and rest you shall be saved; in quietness and in trust shall be your strength.— Isaiah 30:15a ESV
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
“Come to Me, all who labor and are heavy laden, and I will give you rest.”— Matthew 11:28 ESV
Setiap orang menghadapi tantangannya masing-masing. Ada yang bergumul dengan tekanan pekerjaan, target, dan ketidakpastian. Ada yang lelah dalam tanggung jawab keluarga. Bahkan dalam pelayanan di gereja, tidak sedikit orang yang tetap melayani sambil memikul beban ekspektasi, konflik, atau kelelahan batin. Kita bisa terlihat aktif dan kuat, tetapi sesungguhnya hati kita haus akan perhentian sejati.
Di tengah kondisi itu, Tuhan tidak menuntut kita melakukan lebih banyak hal.
Melalui Nabi Yesaya, Tuhan menegaskan bahwa keselamatan datang melalui pertobatan dan ketenangan. Melalui Tuhan Yesus, undangan itu menjadi sangat pribadi dan penuh kasih: “Marilah kepada-Ku.”
Yesaya menyampaikan Firman ini kepada Raja Hizkia dan bangsa Yehuda yang panik menghadapi ancaman Asyur. Tuhan Yesus juga berbicara kepada orang-orang yang letih dan berbeban berat. Keduanya menyatakan kebenaran yang sama: perhentian sejati tidak ditemukan dalam usaha manusia, tetapi dalam datang dan berhenti di hadapan Tuhan.
Banyak orang datang ke gereja, tetapi belum tentu beristirahat di dalam Kristus. Kita bisa bekerja keras, setia melayani, dan terus memberi, tetapi lupa menerima kelegaan dari Tuhan. Firman Tuhan mengingatkan bahwa rest sejati bukan sekadar berhenti dari aktivitas, tetapi berhenti mengandalkan diri sendiri.
Tuhan Yesus tidak menunggu kita pulih terlebih dahulu. Ia mengundang kita datang dalam keadaan lelah. Di dalam Dia, pertobatan memulihkan arah hidup, dan ketenangan membawa jiwa kita menemukan perhentian dan kelegaan yang sejati.
Tuhan Yesus memberkati.