Tuhan mengubah kelemahan menjadi kekuatan
![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 22 Maret 2026 |
| Oleh | Pdp Johan Susanto |
| Baca juga | |
| |
Kelemahan bukan tanda bahwa Tuhan meninggalkan kita, tetapi sering justru menjadi tempat di mana kuasa-Nya paling nyata bekerja. Saat kita tidak lagi mengandalkan diri sendiri, kita belajar bahwa kasih karunia Tuhan sungguh cukup untuk menopang hidup kita. Karena itu, jangan fokus pada keterbatasan kita, tetapi arahkan mata kepada Kristus yang memberi kekuatan dan kemenangan.
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
Dalam kehidupan ini, setiap kita pasti memiliki kelemahan. Ada keterbatasan yang tidak bisa disembunyikan, ada pergumulan yang harus dijalani. Namun di tangan Tuhan, “Tuhan mengubah kelemahan menjadi kekuatan”, jadi kelemahan kita bukan akhir dari segalanya. Justru di sanalah kuasa Tuhan akan dinyatakan dengan sempurna.
Oleh sebab itu, janganlah kita takut atas kelemahan kita, karena kita percaya kuasa Kristus akan turun menaungi hidup kita saat kita datang dan bersandar kepada-Nya. Maka:
- Kekuatan-Nya menopang langkah kita
- Tuhan perisai hidup kita
Ketika saat-saat kesesakan begitu hebat dan tidak tertahankan, di mana godaan untuk menyerah begitu kuat, ingatlah akan doa Tuhan Yesus, yaitu: "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."
Jadi mari jangan kita melihat kepada situasi yang mencekam, tetapi lihatlah kepada Kristus yang sudah menang mengatasi semuanya.
- Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yesaya 40:29)
- Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13)
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
