Kristus yang hidup di dalam kita

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Hidup orang percaya seharusnya dipimpin oleh Kristus, bukan oleh diri sendiri. Namun Kristus hanya dapat memerintah penuh jika hati kita dibersihkan dari kepahitan, ego, dan dosa masa lalu. Ketika kita membuka hati sepenuhnya bagi Tuhan, hidup kita akan dipakai untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Galatia 2:20

Ayat ini mengajarkan bahwa ketika kita menyerahkan hidup kepada Tuhan dan menjadi orang percaya, maka bukan lagi kita yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam kita.

Tuhan Yesus telah menggantikan kita di kayu salib. Seharusnya kita yang menanggung hukuman dosa, tetapi Kristus menggantikan kita. Bukan hanya di salib saja, tetapi Tuhan juga rindu memimpin dan mengendalikan hidup kita setiap hari, supaya hidup kita dipakai untuk menjadi berkat bagi banyak orang.

Namun ada satu hal yang perlu kita lakukan: membersihkan hati kita dari hal-hal lama.

Hidup kita ibaratnya seperti remote TV yang baterainya sudah habis. Agar bisa berfungsi kembali, baterai lama harus dibuang dan diganti dengan yang baru. Demikian juga hidup kita: jika kita masih menyimpan dendam, iri hati, egoisme, atau tradisi yang tidak sesuai Firman Tuhan, maka itu seperti baterai lama yang menghalangi fungsi yang seharusnya.

Hal-hal tersebut menjadi penghalang bagi Kristus untuk benar-benar memimpin hidup kita.

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku. (Wahyu 3:20)

Setiap hari Tuhan Yesus mengetuk pintu hati kita. Pertanyaannya: apakah kita membuka hati kita sepenuhnya bagi Dia?

Mari kita memeriksa kembali hati kita. Jangan sampai kita sudah melayani, tetapi masih menyimpan hal-hal yang membuat Kristus tidak sepenuhnya memerintah dalam hidup kita.

Biarlah kita kembali kepada kasih yang mula-mula, membuka hati kita bagi Tuhan, dan membiarkan Kristus benar-benar hidup dan bekerja di dalam kita.

Amin.