Sikap hidup yang mengandalkan Tuhan
| Inspirational | |
|---|---|
| Tanggal | 05 Maret 2026 |
| Oleh | Pdp Lie Handry Senjaya |
| Baca juga | |
| |
| |
Mengandalkan Tuhan berarti percaya penuh, taat, dan menyerahkan hasil kepada-Nya. Orang yang bergantung pada Tuhan mungkin tetap menghadapi ujian, tetapi tidak akan runtuh. Sikap hidup yang mengandalkan Tuhan adalah keputusan yang harus diperbarui setiap hari.
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Mengapa kita harus mengandalkan Tuhan dan bukan diri sendiri? Karena secara manusia kita cenderung mengandalkan pengalaman, kekayaan, relasi, dan kepandaian kita. Ketika merasa aman, kita sering meninggalkan sikap bergantung kepada Tuhan, padahal tanpa Tuhan kita mudah kecewa, stres, takut, dan goyah.
- Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri. (Yeremia 17:5)
Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan! Apa artinya mengandalkan Tuhan?
- Percaya penuh kepada Tuhan
- Menyerahkan hasil kepada Tuhan
- Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)
- Tetap taat walaupun tidak mengerti
- Belajar tenang dan sabar
- Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak. (Mazmur 20:8)
Apa pun yang terjadi, kita percaya Tuhan memberi yang terbaik.
Dalam Markus 4, ketika badai datang murid-murid panik, tetapi Yesus tetap tenang. Ketenangan adalah tanda kepercayaan. Orang yang mengandalkan Tuhan mungkin tetap mengalami ujian, tetapi tidak akan runtuh.
Orang yang mengandalkan Tuhan akan semakin mencari Tuhan dan hidup dalam keintiman dengan-Nya.
Mengandalkan Tuhan bukan sekadar teori, melainkan keputusan setiap hari dalam segala hal.
Amin.