Article:20260920/IN
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 19 Oktober 2026 |
| Oleh | Pdp Johan Susanto |
| Baca juga | |
| |
| |
Bagi orang percaya, hidup adalah kesempatan untuk memuliakan Kristus, sedangkan kematian bukanlah akhir karena kita akan bersama dengan-Nya. Selama Tuhan masih memberikan kehidupan, kita dipanggil untuk menghasilkan buah dan menjadi berkat bagi orang lain. Karena itu, baik hidup maupun mati, biarlah Kristus tetap menjadi pusat dan tujuan hidup kita.
Maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman.
Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Dalam dunia ini, tidak banyak manusia yang mengharapkan kematian dirinya sendiri. Pada umumnya kematian merupakan sesuatu yang sedapat mungkin ingin dihindari. Bahkan manusia bersedia melakukan banyak hal untuk mempertahankan hidupnya.
Namun sebagai orang percaya yang hidup di dalam kehendak Allah, kita dapat berkata bersama Paulus bahwa mati adalah keuntungan. Bukan berarti kita menginginkan atau mempercepat kematian, tetapi kita tidak perlu hidup dalam ketakutan terhadap kematian apabila waktunya tiba, sebab hidup kita ada di dalam tangan Kristus.
- Karena itu, sebagai orang percaya, hiduplah sesuai dengan iman kita
- Bagi kita hidup adalah Kristus
- Kristus harus dimuliakan di dalam tubuh kita
Karena kasih dan anugerah Tuhan, kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah. Itulah ibadah kita yang sejati.
Selama Tuhan masih memberikan kehidupan kepada kita, hidup ini harus dipakai bagi Kristus. Pikiran, perkataan, pekerjaan, pelayanan, dan seluruh keberadaan kita hendaknya menjadi sarana untuk memuliakan nama-Nya.Baik melalui hidup maupun melalui kematian kita, Kristus harus tetap dimuliakan.
Karena itu, janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budi, sehingga kita mampu membedakan kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya, dan yang sempurna.
Hidup dan mati kita adalah milik Kristus. Allah mempunyai maksud bagi kehidupan kita. Ketika kematian itu tiba sesuai waktu-Nya, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan berakhirnya tugas kita di dunia dan awal kehidupan bersama Kristus dalam kekekalan.
Karena itu, selama kita masih hidup, marilah kita semakin mengasihi Tuhan Yesus yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita dan belajar melihat segala sesuatu dari sudut pandang-Nya.Selama Tuhan masih memberikan waktu kepada kita di dunia ini, hidup kita harus menghasilkan buah dan menjadi berkat bagi orang lain.
- Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Galatia 2:20)
- Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. (Filipi 1:22)
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

