Hasil pembenaran
![]() ![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 18 Oktober 2026 |
| Oleh | Pdp Johan Susanto |
| Baca juga | |
| |
| |
Melalui iman kepada Yesus Kristus, kita dibenarkan dan diperdamaikan dengan Allah. Pembenaran itu memberi kita jalan masuk kepada kasih karunia, pengharapan akan kemuliaan, kekuatan dalam penderitaan, dan keselamatan dari murka Allah. Karena itu, hiduplah dengan penuh syukur dan berdirilah teguh di dalam karya Kristus yang sempurna.
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
Murka Allah nyata atas dosa manusia. Namun kita yang telah dibenarkan oleh Yesus Kristus tidak perlu lagi hidup dalam ketakutan terhadap murka itu, sebab oleh iman kita telah diperdamaikan dengan Allah dan hidup dalam damai sejahtera dengan-Nya.
Firman Tuhan pagi ini menunjukkan kepada kita hasil pembenaran yang dikerjakan Kristus dalam hidup orang percaya. Semua itu tidak mungkin kita peroleh melalui ketaatan kepada hukum Taurat atau usaha manusia, tetapi semata-mata oleh kasih karunia Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.
Inilah berkat pembenaran yang kita terima:
- Diperdamaikan dengan Allah
- Beroleh jalan masuk kepada kasih karunia
- Memiliki pengharapan akan kemuliaan Allah
- Memiliki pengharapan akan kemuliaan Allah
- Diselamatkan dari murka Allah
Melalui kematian Kristus, kita yang dahulu menjadi seteru Allah telah diperdamaikan dengan-Nya.
Damai sejahtera ini bukan sekadar perasaan tenang, tetapi perubahan hubungan kita dengan Allah. Kita yang dahulu berada di bawah kuasa dosa sekarang diterima dan diperdamaikan melalui karya Kristus.
Karena itu, kita dapat hidup setiap hari dengan keyakinan bahwa hubungan kita dengan Allah didasarkan pada anugerah-Nya.Melalui Yesus Kristus, kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia Allah.
Kita tidak datang kepada Allah berdasarkan kelayakan atau kebaikan diri sendiri. Kita datang melalui Kristus, dan di dalam kasih karunia itulah kita berdiri.
Inilah dasar kehidupan orang percaya: bukan kemampuan kita mempertahankan diri di hadapan Allah, tetapi kesetiaan Kristus dan kasih karunia-Nya yang menopang kita.Dosa membuat manusia kehilangan kemuliaan Allah, tetapi di dalam Kristus kita kembali memiliki pengharapan akan kemuliaan itu.
Karena itu, hidup kita tidak berhenti pada keadaan dunia sekarang ini. Kita memiliki pengharapan yang tertuju kepada penggenapan keselamatan dan kemuliaan yang akan dinyatakan Allah kelak.Pembenaran tidak berarti hidup kita bebas dari penderitaan. Namun karena kita telah diperdamaikan dengan Allah, penderitaan tidak lagi harus menghancurkan pengharapan kita.
Firman Tuhan mengajar bahwa kesengsaraan dapat menghasilkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menumbuhkan pengharapan.
Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita menolong kita tetap berdiri teguh di tengah keadaan sulit.Inilah salah satu berkat terbesar dari karya Kristus: kita yang dibenarkan oleh darah-Nya akan diselamatkan dari murka Allah.
Merenungkan semua ini membuat kita semakin menyadari betapa besar makna pengorbanan Kristus di kayu salib. Kita tidak lagi hidup sebagai seteru Allah, tetapi sebagai orang yang telah diperdamaikan, dikasihi, dan menerima pengharapan di dalam Kristus.Karena itu, marilah kita hidup dalam rasa syukur atas kasih karunia yang telah kita terima. Jangan mundur dari iman, tetapi berdirilah teguh di dalam Kristus, sebab keselamatan kita berakar pada karya-Nya yang sempurna.
- Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu. (Roma 5:10-11)
Tuhan Yesus memberkati kita semua.

