Penolong dalam melayani
| Inspirational | |
|---|---|
| Tanggal | 03 Maret 2026 |
| Oleh | Victor Pandiwidjaja |
| Baca juga | |
| |
| |
Tuhan dapat memakai siapa saja—baik yang baru percaya maupun orang biasa—untuk pekerjaan-Nya. Kesetiaan dalam melayani lebih penting daripada status atau posisi. Saat kita setia dalam segala keadaan, hidup kita menjadi persembahan yang harum bagi Tuhan.
Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malah lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.
Dari ayat ini kita belajar tentang seorang penolong dalam pelayanan yang namanya jarang kita dengar: Epafroditus. Paulus menyebut kirimannya sebagai persembahan yang harum dan berkenan kepada Allah.
Siapakah Epafroditus? Penjelasannya terdapat dalam:
- Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. (Filipi 2:25)
Ia bahkan hampir mati karena pekerjaan Kristus, tetapi tetap setia dalam pelayanan.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari Epafroditus:
- Tuhan bisa memakai orang yang baru percaya
- Tuhan bisa memakai orang biasa
- Tetap setia melayani meski dalam keadaan sulit
Melayani tidak selalu berarti tampil di depan. Bisa menjadi pendoa, penolong, pendukung, atau pelayan di balik layar. Yang terpenting adalah terus melayani sesuai talenta yang Tuhan berikan untuk menuntaskan Amanat Agung.
Amin.