Khotbah: 20260615-1900: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
←Membuat halaman berisi '{{unified info| templatetype=khotbah | namespace= Khotbah | pagename= 20260615-0930 | toptitle= | title= ''Shifting'': Paradigma yang baru | subtitle= | name= Paul Widjaja | completename= Pdt Paul Widjaja | type= khotbah | event= Ibadah Raya | date= 2026-06-15 | location= Grha Amal Kasih | church= GBI Danau Bogor Raya | city= Bogor | illustration16x9= Paul Widjaja-20260615.jpg | illustrationA5= | illustration1x1= Paul Widjaja-20260615-1x1.jpg | video1service=...'
 
Leo (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
Baris 1: Baris 1:
{{unified info| templatetype=khotbah
{{unified info| templatetype=khotbah
| namespace= Khotbah
| namespace= Khotbah
| pagename= 20260615-0930
| pagename= 20260615-1900
| toptitle=  
| toptitle=  
| title= ''Shifting'': Paradigma yang baru
| title= ''Shifting'': Paradigma yang baru

Revisi per 18 Juni 2026 11.17

Tuhan sedang membawa umat-Nya masuk ke musim yang baru, sehingga setiap belenggu masa lalu, trauma, dan keterbatasan tidak boleh lagi menahan langkah pelayanan dan iman kita. Dengan mata hati yang diterangi Roh Kudus, kita diajak melihat bahwa Allah sanggup membuka pintu-pintu yang selama ini tertutup, termasuk pintu penginjilan, penuaian jiwa, pelayanan, dan terobosan di tempat-tempat yang tampaknya mustahil. Ketika kita terus melangkah di dalam langkah Tuhan, maka sekalipun ada tantangan, lembah, dan kesukaran, kita tetap akan dibawa di jalan kemenangan-Nya sampai Amanat Agung diselesaikan.

Haleluya. Shalom!

Danau Galilea indah dan menawan,
penuh keajaiban dan mukjizat.

31 tahun GBI Danau Bogor Raya,
Tuhan pelihara penuh kasih, anugerah, serta mukjizat.
Menangkan jiwa bagi Kerajaan Allah.

Amin!

Dalam tahun Amanat Agung, Tuhan Yesus datang segera.
Kita semua diangkat masuk surga.

Haleluya! Puji Tuhan!

Saudara, saya sangat bersyukur dan bersukacita atas kesempatan indah malam hari ini. Kami diundang oleh Pak Rusli dan Ibu, juga semua Saudara hamba-hamba Tuhan, untuk bersama-sama merayakan penyertaan Tuhan selama 31 tahun. Wow, luar biasa.

Saya sudah full timer sebagai hamba Tuhan di GBI Gatot Subroto 35 tahun. Gereja kami juga memasuki tahun yang ke-38. Wow, puji Tuhan. Saya tahu ini perjuangannya luar biasa, Saudara. Amin.

Nah, Saudara, tema ulang tahun ke-31 GBI Danau Bogor Raya ini adalah Shifting. Katakan: Shifting.

Shifting itu, menurut pengertian yang saya dapatkan, adalah satu paradigma yang baru. Perubahan dimulai dari pikiran, perasaan, tujuan hidup, dan prioritas kita, Saudara. Dan saya tahu hari-hari ini Tuhan sedang membawa kita masuk ke dalam satu fase atau musim yang baru, yang belum pernah kita tahu, belum kita mengerti. Amin.

Mari bersama saya katakan:

Melangkah maju, dalam langkah Tuhan, raih kemenangan terbesar.

Yang percaya katakan amin! Kita beri kemuliaan bagi Tuhan kita Yesus!

Jadi saya tahu hari-hari ini kita tidak bisa melangkah dengan kekuatan kita, tetapi kita harus melangkah di dalam langkah Tuhan, memegang tangan Tuhan untuk meraih kemenangan demi kemenangan. Amin.

Yesaya 43:18-19,

Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala. Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.

Amin!

Saudaraku yang dikasihi dalam Tuhan, saya tahu inilah tuntunan Tuhan bagi kita semuanya di dalam tahun Amanat Agung ini.

Memang pada waktu saya merenungkan ayat ini, kadang-kadang kita bisa punya pengertian, “Wah, kalau begitu kita enggak boleh ingat-ingat yang lalu.” Apa maksudnya? Nah, Saudaraku, saya tahu rahasianya bagaimana kita akan melihat Tuhan membuat yang baru, yang sekarang ini sudah tumbuh, dan bagaimana Dia membuat jalan di padang gurun.

Ada tiga rahasia, tiga kunci.

#1 Bangkit dan melompat dari belenggu masa lalu

Yang pertama, dari ayat 18:

Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala.

Saya percaya sepanjang kehidupan pelayanan kita, kita banyak mengalami kegagalan-kegagalan. Memang saya percaya kita juga mengalami berkat-berkat Tuhan. Tetapi di dalam kehidupan kita, kerap kali kita terbelenggu dengan masa lalu kita, dengan keadaan kita, dengan kegagalan kita. Dan mungkin ada di antara Saudara sampai hari ini yang sepertinya masih trauma. Nah, ini hati-hati, Saudara. Kadang-kadang itu yang membatasi, yang mengikat kita.

Oleh karena itu, poin yang pertama dari ayat ini adalah:

Bangkit dan melompat dari belenggu masa lalu

Mari bersama saya katakan:

Bangkit dan melompat dari belenggu masa lalu!

Amin!

Saudaraku yang dikasihi dalam Tuhan, memang sering kali kekecewaan, kepahitan, sakit hati, salah mengerti satu dengan yang lain, ataupun persoalan apa pun juga, tanpa kita sadari, membelenggu kita. Kita sebagai hamba Tuhan pun bisa terbelenggu dengan semuanya itu.

Nah, ini yang dimaksudkan Tuhan. Dan saya percaya Tuhan punya rencana besar di dalam kehidupan Saudara, di dalam pelayanan Saudara, dan khususnya juga untuk GBI Danau Bogor Raya memasuki tahun yang ke-32 ini. Saya percaya ada terobosan-terobosan besar. Amin. Saya tahu inilah waktunya ada terobosan-terobosan yang besar.

Saya percaya apa saja yang selama ini Tuhan percayakan bagi kita di dalam pelayanan kita, mungkin kadang-kadang Saudara merasa, “Wah, kok hanya sampai di sini saja?” Tetapi sebenarnya, apa yang selama ini kita alami itu baru awal daripada kebangunan rohani besar yang sedang terjadi masa kini dan masa depan. Yang percaya katakan Amin!

Saudara, kalau saya melihat, saya keliling ke beberapa daerah, bertahun-tahun. Sebagai contoh di daerah Sumatera Barat, pada waktu di sana terjadi gempa bumi tahun 2009, sepertinya sudah enggak ada harapan lagi. Gedung gereja kami runtuh. Ibadah di mana lagi? Terpaksa di tenda. Tapi justru dengan ibadah di tenda, mereka tidak kecewa. Justru pada saat di tenda, jemaat semakin banyak, dan semakin diterima oleh lingkungan di sekitarnya. Dan puji Tuhan, di daerah-daerah lain pun sama. Daerahnya begitu sulit, begitu sukar. Tetapi saya percaya, juga di daerah-daerah Jawa Barat ini, Tuhan sedang membuka sesuatu yang luar biasa.

Bersama Pak Niko, kami juga dipercayakan ada lebih dari 7.000 hamba-hamba Tuhan di daerah, yang tergabung dalam Persekutuan Pelayanan Hamba Tuhan Garis Depan. Saya beritahukan kepada mereka: meskipun saat ini kelihatan sukar, sulit, jangan khawatir. Ini waktunya. Jangan kita terus terbelenggu dengan keadaan yang lalu, dengan trauma-trauma. Tetapi saatnya kita bangkit dan kita melompat bersama kuasa Roh Kudus. Dan saya percaya Saudara akan alami kemenangan demi kemenangan di dalam pelayanan Saudara. Yang percaya katakan amin. Kita beri kemuliaan bagi Tuhan kita Yesus. Haleluya.

Dan Saudaraku yang dikasihi dalam Tuhan, karena itu kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

Saya tahu hari-hari ini kita sedang dibawa oleh Tuhan ke dalam satu dimensi supraalami, ke dalam dimensi Ilahi. Memang secara lahiriah, secara manusia, kita terbatas. Tetapi mari jangan membatasi kuasa Allah yang sekarang sedang bekerja di dalam hidup Saudara dan saya. Jangan membatasi kuasa Roh Kudus oleh karena pikiran kita, oleh karena masa lalu kita, trauma-trauma kita. Tetapi ini saatnya kita katakan: “Tuhan, aku percaya, ini waktunya shifting. Ini waktunya kita masuk satu dimensi yang baru. Inilah waktunya kita masuk satu musim yang baru.”

Kemarin ada seorang hamba Tuhan di Florida membaptis 552 orang. Dia katakan memang ini musimnya menuai. Saya percaya Bogor, Jawa Barat, Indonesia, waktunya kita menuai jiwa bagi Kerajaan Allah. Amin. Jangan membatasi dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada di pikiran kita selama ini. Tetapi mari kita terus, karena kita sudah dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada. Paradigma kita diubahkan Tuhan.

#2 Membuka hati dan mata rohani untuk melihat pada Allah Sang Pencipta

Yang kedua, di dalam Yesaya 43:19a dikatakan:

Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh. Belumkah kamu mengetahuinya?

Saudara, saya tahu hari-hari ini Tuhan mau apa? Kita membuka hati kita, membuka mata rohani kita, melihat kepada Allah. Dia adalah Pencipta langit dan bumi. Dia adalah Elohim. Dia yang membuat yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Saya tahu pelayanan di Jawa Barat ini, di ujung genteng, di mana-mana, di daerah-daerah Jawa Barat, sepertinya perjuangannya begitu berat. Tapi saya percaya, Saudara, bahwa saat kita benar-benar membuka hati kita, membuka mata rohani kita, melihat kepada Allah kita yang besar dan dahsyat itu, dan kita berharap dan bergantung hanya kepada Dia, maka saya percaya Dia pasti sanggup. Dia berikan kekuatan bagi kita semuanya. Amin.

Sebagaimana di dalam Efesus 1:18 dikatakan:

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung di dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus.

Saudara, saya percaya hari-hari ini Tuhan mau menjadikan mata hati kita terang.

Apa artinya shifting? Saya menangkap bahwa shifting adalah beyond the limitation — melampaui keterbatasan secara manusiawi. Oleh karena apa? Karena kita melihat bahwa Allah kita yang ada di dalam hidup kita, yang selama ini menyertai kita dalam pelayanan kita, Dia adalah Allah yang dahsyat, Allah yang luar biasa, Allah yang sanggup membuka pintu-pintu yang tertutup.

Saya percaya pesan dari Menara Doa Pelayan Jemaat kemarin yang disampaikan oleh Pak Niko: inilah waktunya pintu-pintu yang tertutup Tuhan sedang bukakan. Pintu-pintu pelayanan, pintu-pintu penginjilan, pintu-pintu pekerjaan, mungkin pintu-pintu yang selama ini sepertinya sudah tertutup. Tapi saya menangkap apa yang disampaikan oleh Pak Niko: ini waktunya pintu-pintu yang tertutup dibukakan oleh Tuhan. Saya percaya pintu pekabaran Injil, pintu penuaian jiwa sedang terjadi secara besar-besaran untuk Bogor, untuk Jawa Barat, bahkan untuk Indonesia. Yang percaya katakan amin.

Oleh karena itu, mari, Saudaraku, kita mau menjadikan mata hati kita terang. Saudara, bagaimana mata hati kita bisa terang? Kita harus jaga hati kita. Jangan lagi ada kepahitan, jangan lagi ada iri hati, jangan lagi ada kedengkian. Kerap kali itu yang membuat hati kita tertutup, sehingga tidak bisa melihat dengan mata rohani.

Saya dipercayakan Tuhan keliling ke berbagai daerah. Saya melihat bagaimana hari-hari ini, di daerah-daerah yang selama ini kami rasa sulit, tidak mungkin bertumbuh dan berkembang, justru Tuhan sedang buka jalan. Bukan hanya di Jawa, tetapi juga di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan daerah-daerah yang lain.

Tapi saya percaya, pelayanan Saudara di mana pun Saudara berada, Tuhan sedang buka jalan.

Nyanyi:

Dia buka jalan, saat tiada jalan
Dengan cara yang ajaib, dibuka-Nya jalanku

Dia menuntunku dan memeluk diriku
Dengan kasih dan kuasa-Nya

Dia buka jalan
Dia buka jalan

Amin.

Saudara, sebagaimana juga yang disampaikan oleh Gembala Rayon 7, Gembala GBI Jemaat Induk Danau Bogor Raya ini. Pada waktu kita memulai di Bogor, sepertinya kecil, enggak ada apa-apa. Tetapi waktu kami melangkah di dalam langkah Tuhan, artinya bukan dengan kemauan kita, bukan dengan ambisi kita, tetapi mengikuti langkah-langkah Tuhan, puji Tuhan, saya belajar dari Pak Niko, kami belajar dari para pemimpin-pemimpin kita: saat kita melangkahkan kaki masuk ke daerah mana pun juga yang Tuhan suruh, masuk dengan cara yang benar, di dalam kebenaran-kebenaran Firman Tuhan. Amin.

Dan puji Tuhan, pada waktu kami mulai masuk di daerah-daerah itu, saya melihat hari ini wow, I’m so proud about you. Saya bangga dengan Pak Rusli, dengan Ibu Fanny, dan semua hamba-hamba Tuhan. Luar biasa.

Puji Tuhan, waktu saya bertobat umur 17 tahun, saya memberikan hidup saya, sekolah Alkitab, saya menginjil ke pedalaman-pedalaman. Sepertinya enggak ada sesuatu yang besar. Karena di pedalaman, Saudara. Saudara bisa bayangkan, enam bulan saya di pedalaman Kalimantan Timur, enam bulan saya di pedalaman Kalimantan Barat. Tetapi satu hal yang saya belajar waktu itu: saya melangkah dengan langkah Tuhan, mengikuti langkah-langkah Tuhan.

Waktu itu memang saya masih sweet seventeen, sekarang sudah sweet seventy-two. Puji Tuhan! Lima puluh lima tahun saya bersama Yesus, dan saya mengalami bagaimana saat saya mulai melangkah bersama Tuhan, ada hambatan, halangan apa pun juga, tetapi pasti Tuhan buka jalan.

Saya percaya, kalau kita melihat di rayon 7 ini sudah berapa? 81. Oh, 82 nanti, terus berkembang. Unlimited. Saya percaya di mana-mana kita melihat sesuatu hal yang kecil, yang tidak mungkin. Tapi saat kita mulai melangkah bersama Tuhan di dalam kebenaran Firman Tuhan, dan kita mengikuti langkah Tuhan, oleh karena itu Saudara yang ada di cabang mana pun juga, jangan membatasi kuasa Allah yang besar ini.

Saya tahu inilah waktunya. Pintu-pintu Tuhan dibukakan, pintu-pintu pekabaran Injil, pintu-pintu di daerah-daerah. Saya katakan juga pada hamba-hamba Tuhan PPHTGD, jangan engkau membatasi kuasa Allah. Engkau berkata, “Enggak mungkin.” Tapi saya tahu, bahkan negara-negara hari-hari ini dilawat Tuhan. Kita mendapatkan data bahwa negara yang sekarang sedang dilawat Tuhan adalah Iran. Banyak pertobatan terjadi. Nepal. Bahkan yang ketiga, Indonesia. Berikan sorak yang lebih meriah lagi bagi Tuhan kita Yesus. Kalau Dia sudah membuka, tidak ada yang dapat menutup.

Oleh karena itu, mari kita terus berjalan bersama Tuhan. Jangan Saudara mengecilkan kebesaran Allah yang besar dengan apa yang mungkin selama ini Saudara lihat. Rasanya daerah saya sulit, Pak. Tapi saya tahu tidak ada yang sukar. Saya sudah mengalami 35 tahun saya sepenuh waktu, bersama Pak Rusli juga sudah 31 tahun lebih mulai dari persekutuan. Sepertinya enggak ada apa-apa, tantangan kami hadapi, kesukaran kami hadapi, tetapi kami percaya Allah kita dahsyat.

Nama Yesus, nama yang luar biasa. Oleh karena itu, mari kita mengandalkan Yesus. Kita meninggikan nama Dia. Dialah segala-galanya.

Nyanyi:

Nama Yesus, menara yang kuat
Nama Yesus, kota benteng yang teguh
Nama Yesus, kalahkan semua musuh
Nama Yesus, di atas segalanya

#3 Raih kemenangan masa kini dan masa depan secara supra alami

Mari baca bersama saya dengan keras. Ya, yang keras, Saudara. Saya tahu ini waktunya revival, kebangunan rohani. Saudara dibangkitkan oleh Tuhan. Amin!

Jangan kalah sama sweet seventy-two ini, Saudara. Kita terus menyala di dalam Tuhan, bergerak terus dalam Tuhan, memenangkan jiwa bagi Tuhan. Amin.

Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. (Yesaya 43:19b)

Saudaraku yang dikasihi Tuhan, raih kemenangan masa kini dan masa depan secara supranatural.

Jadi, saya tahu Tuhan mau hari-hari ini, Saudara. Saya percaya hari-hari ini Roh Kudus sedang dicurahkan secara dahsyat dan luar biasa. Selama 35 tahun saya sebagai hamba Tuhan sepenuh waktu, sebagai wakil dari Pak Niko, saya juga bergerak di rayon-rayon mana pun, Saudara. Dan saya sungguh-sungguh melihat bagaimana di padang-padang gurun, di tempat-tempat yang sunyi, yang sepertinya enggak mungkin di tempat itu ada orang yang bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, justru hari-hari ini kuasa Tuhan dinyatakan dengan luar biasa.

Kuasa Dia dahsyat dan luar biasa.

Oleh karena itu, mari hari-hari ini kita percaya bahwa kita sedang dan akan terus meraih kemenangan masa kini dan masa depan.

Saya percaya rayon 7, dari 81-82 cabang, kita doakan menjadi 820, menjadi ribuan, menjadi banyak sekali. Ini waktunya never give up. Saya percaya kita bergerak terus, bukan dengan kekuatan kita, tetapi dengan kuat kuasa Roh Kudus dalam masa Pentakosta yang ketiga ini. Dia sanggup membuat semua bertumbuh dan berkembang.

Sebab memang kalau dipikir secara manusia, rasanya enggak mungkin, Saudara. Kita pun dimulai dari satu tempat, Wisma Karsa Pemuda. Sekarang kurang lebih mungkin sudah ada 1.200 tempat, dalam dan luar negeri. Dari hanya 400 jemaat, menjadi 300.000 orang lebih. Saya tahu ini bukan karena kehebatan kita, tetapi karena Tuhan bersama kita. Karena Dialah yang memberi kemenangan bagi kita semuanya. Amin.

Nah, Saudaraku yang dikasihi Tuhan, kita tutup dengan sebuah ayat dalam 2 Korintus 2:14. Mari baca bersama saya dengan keras:

Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. (2 Korintus 2:14)

Amin!

Saudara, ini ayat yang sangat saya sukai, karena dikatakan bahwa di dalam Kristus, Dia selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya.

Jadi, Saudara, jalan-jalan yang kita lalui di dalam Kristus adalah jalan kemenangan-Nya, supaya Dia ditinggikan, diagungkan, dan dimuliakan.

Saudara, saya tahu mungkin kita melewati lembah, melewati gunung, melewati masa-masa yang sukar dan sulit. Tetapi saya mau beritahukan, karena saya melihatnya sendiri selama 38 tahun perjalanan gereja kita, dan 35 tahun saya menjadi hamba Tuhan, memang ada tantangan, ada hambatan, ada masalah.

Tetapi, Saudaraku yang dikasihi Tuhan, saat kita berjalan di dalam jalan kemenangan itu, maka yang pasti, di balik lika-liku persoalan apa pun, ada kemenangan Tuhan yang besar. Amin!

Oleh karena itu, Saudaraku yang dikasihi Tuhan, saya bersyukur bahwa saya boleh menghadiri ibadah ucapan syukur yang ke-31 tahun ini. Ya, kita percaya bahwa ini adalah tahun Amanat Agung. Everyone, setiap orang, akan mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus.

Saya tahu ini waktunya ada akselerasi yang besar. Akselerasi yang besar. Supranatural yang terjadi, Saudara. Dan kita percaya, inilah waktunya. Sampai 2033, itu merupakan target kita untuk menyelesaikan Amanat Agung itu.

Jangan pernah menyerah. Saya tahu inilah waktunya kita akan mengalami kemenangan demi kemenangan di dalam hidup kita.

Tuhan berkati kita semuanya.

Nyanyi:

Kuyakin Kau hadir di sini
Kurasakan kuasa yang tak terbatas
Kuyakin Kau nyata di sini
Kemenangan terjadi di sini

Video