Khotbah: 20260405-0930/SR: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
baru
 
Leo (bicara | kontrib)
k upd
 
Baris 31: Baris 31:
| shortsummary= Kebangkitan Yesus adalah dasar iman orang percaya, sebab karena Dia hidup, kita memiliki hari esok dan janji-janji Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita.
| shortsummary= Kebangkitan Yesus adalah dasar iman orang percaya, sebab karena Dia hidup, kita memiliki hari esok dan janji-janji Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita.
}}
}}
Shalom dan selamat pagi. Siapa yang percaya Tuhan kita Yesus Kristus adalah Allah kita yang hidup? Amin. Kita percaya Dia adalah Allah kita yang hidup. Ini perlu kita garis bawahi. Ini perlu kita betul-betul imani sebagai orang-orang percaya, sebagai orang-orang Kristen.
Shalom dan selamat pagi. Siapa yang percaya Tuhan kita Yesus Kristus adalah Allah kita yang hidup? Amin! Kita percaya Dia adalah Allah kita yang hidup. Ini perlu kita garis bawahi. Ini perlu kita betul-betul imani sebagai orang-orang percaya, sebagai orang-orang Kristen.


Kenapa kita perlu mengimani dengan penuh percaya dan ''yakin'' bahwa betul-betul Dia adalah Allah kita yang hidup? Karena pada hari Jumat yang lalu kita sudah bersama-sama memperingati kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Tapi puji Tuhan, pada hari ini kita memperingati kebangkitan-Nya, karena kita memiliki Allah kita yang hidup.
Kenapa kita perlu mengimani dengan penuh percaya dan ''yakin'' bahwa betul-betul Dia adalah Allah kita yang hidup? Pada hari Jumat yang lalu kita sudah bersama-sama memperingati kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Tapi puji Tuhan, pada hari ini kita memperingati kebangkitan-Nya, karena kita memiliki Allah kita yang hidup! Haleluya!
 
Haleluya! Katakan, “Terima kasih, Tuhan.”


Kenapa saya perlu mendorong setiap kita untuk memaknai dan mengimani dengan penuh percaya? Karena ada hal-hal yang sering kali membuat kita goyah. Sering kali iman kita itu menjadi terombang-ambing.
Kenapa saya perlu mendorong setiap kita untuk memaknai dan mengimani dengan penuh percaya? Karena ada hal-hal yang sering kali membuat kita goyah. Sering kali iman kita itu menjadi terombang-ambing.

Revisi terkini sejak 6 April 2026 15.03

Kebangkitan Yesus adalah dasar iman orang percaya, sebab karena Dia hidup, kita memiliki hari esok dan janji-janji Tuhan dapat digenapi dalam hidup kita. Orang percaya dipanggil untuk hidup pada level iman tertinggi, yaitu belum melihat namun sudah percaya, bukan digoyahkan oleh kebohongan, keraguan, atau keadaan yang menakutkan. Karena maut telah dikalahkan oleh Kristus, maka orang yang percaya kepada-Nya tidak perlu takut menghadapi masa depan, sebab bersama Yesus yang hidup ada pertolongan, pengharapan, dan hidup yang kekal.

Shalom dan selamat pagi. Siapa yang percaya Tuhan kita Yesus Kristus adalah Allah kita yang hidup? Amin! Kita percaya Dia adalah Allah kita yang hidup. Ini perlu kita garis bawahi. Ini perlu kita betul-betul imani sebagai orang-orang percaya, sebagai orang-orang Kristen.

Kenapa kita perlu mengimani dengan penuh percaya dan yakin bahwa betul-betul Dia adalah Allah kita yang hidup? Pada hari Jumat yang lalu kita sudah bersama-sama memperingati kematian Tuhan Yesus di kayu salib. Tapi puji Tuhan, pada hari ini kita memperingati kebangkitan-Nya, karena kita memiliki Allah kita yang hidup! Haleluya!

Kenapa saya perlu mendorong setiap kita untuk memaknai dan mengimani dengan penuh percaya? Karena ada hal-hal yang sering kali membuat kita goyah. Sering kali iman kita itu menjadi terombang-ambing.

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain menengok kubur itu.
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat; sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit. (Matius 28:1-6)

Ini adalah ayat 1-6. Tetapi ada satu sisi lagi yang berbeda dalam ayat 11-15:

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: Kamu harus mengatakan bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal itu kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.
Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan cerita itu tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang. (Matius 28:11-15)

Kebenaran vs kebohongan

Jadi ada dua kelompok. Yang satu adalah kelompok yang sangat percaya dan mengimani bahwa Yesus sudah bangkit. Satu kelompok lagi disuruh berbohong. Jadi ada kebenaran dan ada kebohongan.

Kita ada di mana?
Saudara ada di mana?
Siapa yang percaya Dia sudah bangkit? Lambaikan tangan Saudara.

Kita harus memiliki iman percaya bahwa Dia sudah bangkit. Kenapa? Karena kalau Saudara ragu, Saudara tidak akan memperoleh apa pun dari apa yang Tuhan sudah janjikan dalam hidup kita.

Siapa yang percaya ini adalah janji Tuhan? Lambaikan tangan Saudara.

Kalau Saudara percaya ini adalah janji Tuhan, bagaimana Saudara mau memperolehnya kalau kita tidak mengimani bahwa kita memiliki Allah yang hidup? Saudara, hati yang bimbang, hati yang mendua, tidak akan mendapatkan apa-apa.

Ada tiga level orang Kristen:

  1. Level yang pertama
  2. Level yang paling atas: belum melihat, namun percaya. Amin!

    Saudara belum melihat, tetapi Saudara percaya. Saudara belum melihat atau belum merasakan sakit penyakit Saudara sembuh, tetapi Saudara percaya bahwa oleh kuasa bilur Yesus Kristus, sakit penyakit Saudara sudah disembuhkan dalam darah Yesus Kristus. Haleluya!

    Kita belum melihat keluarga kita dipulihkan, tapi kita percaya bahwa keluarga kita pasti dan sudah dipulihkan oleh Tuhan.

    Kalau saya di satu sisi ada dinding ketakutan, dinding kekhawatiran, dinding kecemasan, sementara di sisi lain adalah dinding iman percaya dan janji Tuhan, posisi Saudara ada di mana saat ini?

    Kalau kita dekat dengan dinding kekhawatiran, lalu makin jauh dari janji Tuhan, kira-kira dapat ngga janji Tuhan? Ngga dapat.

    Makin Saudara khawatir, makin Saudara takut, makin Saudara berjalan ke sana, makin jauh dari janji Tuhan. Hari ini kita percaya bahwa kita memiliki Allah yang hidup. Maka kita berbalik arah dan kita berjalan dengan iman:

    Saya memiliki Allah yang hidup.
    Yesus Kristus namanya.
    Pasti keluarga saya dipulihkan.
    Usaha saya pasti diberkati.
    Sakit penyakit saya pasti disembuhkan.
    Problem saya pasti diberikan jalan keluar!

    Amin!
  3. Level yang kedua: Dia melihat, baru dia percaya.
  4. Sudah lihat, sudah mengalami, baru berkata, “Oh iya, saya percaya.”
  5. Level yang ketiga: Sudah banyak mengalami mujizat, tetapi tetap tidak percaya.
  6. Sudah lihat, sudah mengalami banyak mujizat, tetapi tetap tidak percaya.

Saudara ada di level yang mana? Level satu, dua, atau tiga? Siapa yang level satu? Lambaikan tangan Saudara. Amin! Kita belum melihat, tetapi kita percaya Allah kita adalah Allah yang hidup. Yesus Kristus namanya. Haleluya!

Waktu Tuhan bangkit, Dia mengunjungi murid-murid-Nya. Ternyata dari kumpulan itu ada satu yang ketinggalan. Namanya siapa? Tomas. Dia tidak ada bersama teman-temannya.

Teman-temannya bercerita kepadanya, “Kita sudah ketemu Tuhan, Dia sudah bangkit.” Tapi Tomas berkata, “Ah, ngga mungkin. Saya tidak akan percaya sebelum saya melihat.

Sekali waktu kemudian Tuhan datang khusus kepada Tomas. Dia suruh Tomas mencucukkan jarinya, melihat semuanya. Lalu apa yang dikatakan Tuhan? Yuk baca:

Kata Yesus kepadanya: Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. (Yohanes 20:29)

Saudara, kita adalah orang-orang yang berbahagia. Kita adalah orang-orang yang belum melihat, namun percaya bahwa Tuhan kita Yesus Kristus sudah bangkit. Haleluya!

Maut sudah dikalahkan

Banyak orang takut menghadapi maut. Bahkan bisa dibilang semua orang takut menghadapi maut. Tapi puji Tuhan, ada satu kebenaran yang kita perlu imani: ternyata maut itu sudah dikalahkan. Amin!

Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. (1 Korintus 15:26)

Di sini disebut “musuh yang terakhir”. Mungkin Saudara berpikir, berarti ada musuh pertama, kedua, ketiga. Bukan, tapi Tuhan mau kita fokus kepada akhir perjalanan hidup kita.

Apa yang menyebabkan maut?
Apa yang menyebabkan kematian?

Kalau kita kembali ke Kitab Kejadian, waktu Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, Tuhan berkata bahwa mereka boleh makan semua buah di Taman Eden, kecuali buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Waktu mereka makan itu, mereka pasti mati.

Itu kata mati dicatat pertama kali dalam Alkitab.
“Kamu pasti mati.”

Lalu apa yang terjadi? Hawa digoda oleh ular, mengambil buah terlarang itu, memakannya, lalu diberikan kepada Adam. Itulah dosa, pelanggaran terhadap perintah Tuhan. Dari situlah maut masuk ke dalam kehidupan manusia.

Tetapi puji Tuhan, karena begitu besar kasih Allah Bapa akan dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal. Siapa namanya? Yesus.

Agar barangsiapa percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal bersama Tuhan Yesus Kristus selama-lamanya.

Jadi musuh yang terakhir itu adalah kematian atau maut, dan itu sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Waktu Dia mati di kayu salib, Dia menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa di surga, dan Dia dikuburkan. Iblis mungkin berpikir, “Saya sudah menang.” Tetapi ternyata iblis keliru. Hari ketiga, yang hari ini kita peringati, Allah kita bangkit, Allah kita hidup.

Nyanyi:

Sebab Dia hidup, ada hari esok
Sebab Dia hidup, ku tak gentar
Kar'na kutahu Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti sebab Yesus hidup

Haleluya! Maut itu sudah dikalahkan oleh Tuhan Yesus!

Hai maut, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? (1 Korintus 15:55)

Siapa yang pernah lihat tawon? Siapa yang pernah disengat tawon? Sakit apa ngga? Sakit.

Bahkan ada jenis tawon tertentu yang sengatannya bisa sangat berbahaya. Tetapi di sini Rasul Paulus menantang maut: “Hai maut, mana kemenanganmu? Sengatmu mana?

Dia berani berkata begitu karena dia tahu bahwa bersama Tuhan, maut tidak lagi menjadi akhir yang menakutkan, tetapi menjadi pintu masuk menuju masa depan yang kekal. Karena sebab Dia hidup, ada hari esok. Bersama dengan Tuhan ada hari esok!

Kalau kita baca 1 Tesalonika 4:16-18, pada waktu sangkakala dibunyikan dan Tuhan Yesus menunggu kita di awan-awan, maka orang-orang yang sudah meninggal di dalam Tuhan akan dibangkitkan lebih dahulu. Lalu kita yang masih hidup akan diubahkan tubuh kita menjadi tubuh kemuliaan, dan kita akan tinggal bersama-sama dengan Dia dari sekarang sampai selama-lamanya. Katakan, “Terima kasih, Tuhan!”

Itu sebabnya, sebagai orang percaya, kita tidak perlu takut menghadapi maut, tidak perlu takut menghadapi kematian. Karena kita memiliki Allah yang hidup, dan suatu hari kita akan tinggal bersama-sama dengan Dia.

Dan akhirnya Yesus berkata:

Jawab Yesus: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati. (Yohanes 11:25)

Jadi karena Dia sudah bangkit, Dia Allah yang hidup, maka apa yang terjadi? Janji Tuhan pasti digenapi dalam hidup kita. Pertolongan Tuhan pasti dinyatakan dalam kehidupan kita. Keselamatan pasti diberikan kepada kita sebagai anugerah. Katakan amin.

Dan bukan itu saja. Kelak, pada waktu kita dipanggil pulang oleh Tuhan, kita akan tinggal bersama-sama dengan Tuhan dari sekarang sampai selama-lamanya.

Amin.

Video