Article: 20260206/CLU: Perbedaan antara revisi
Baru |
kTidak ada ringkasan suntingan |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
| pagename= 20260206/CLU | | pagename= 20260206/CLU | ||
| type= umum | | type= umum | ||
| title= Rumah tangga yang | | title= Rumah tangga yang dikuasai Roh Kudus | ||
| captionstyle= | | captionstyle= | ||
| date= 2026-02-06 | | date= 2026-02-06 | ||
Revisi per 3 Februari 2026 19.52
| Materi COOL Umum | |
|---|---|
| Tanggal | Jumat, 06 Februari 2026 |
| Penulis | Departemen COOL |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
| |
Kasih karunia Kristus dan pencurahan Roh Kudus bukan hanya untuk orang-orang Yahudi yang percaya kepada Kristus, tetapi untuk semua orang dari berbagai suku dan bangsa yang mau datang kepada-Nya.
Bacaan: Kisah Para Rasul 10:44-48; Mazmur 128
Pendahuluan
Salah satu peristiwa terindah dan berpengaruh besar yang dicatat oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul adalah pencurahan Roh Kudus atas Kornelius dan keluarganya, dalam pasal 10. Mengapa peristiwa ini indah dan penting? Karena melalui peristiwa ini dan beberapa kesaksian yang serupa di waktu dan tempat yang berbeda, Roh Kudus memberi pengertian kepada Gereja mula-mula, bahwa kasih karunia Kristus dan pencurahan Roh Kudus terbuka dan tersedia bagi semua bangsa-bangsa yang mau datang kepada Kristus. Pemahaman para Rasul dan jemaat pada waktu itu, bahwa kasih karunia dan pencurahan Roh Kudus hanya tersedia bagi bangsa Yahudi, dan apabila ada bangsa lain yang juga ingin mendapatkannya maka mereka harus di konversi terlebih dahulu menjadi pengikut Yudaisme. Namun bahwa Kornelius dan keluarganya juga menerima pencurahan Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh/lidah (Kisah Para Rasul 10:44-47) menunjukkan bahwa kasih karunia Kristus dan pencurahan Roh Kudus bukan hanya untuk orang-orang Yahudi yang percaya kepada Kristus, tetapi untuk semua orang dari berbagai suku dan bangsa yang mau datang kepada-Nya. Peristiwa Kornelius menjadi pemicu penting terjadi perubahan pandangan akan hal ini (Kisah Para Rasul 11:16-17), yang nantinya akan berpuncak pada sidang di Yerusalem pada pasal 15 (Kisah Para Rasul 15:6-9).
Isi dan sharing
Namun hari ini kita akan membahas beberapa hal yang menjadi kunci yang mungkin kerap kita lewatkan saat kita membaca kisah Kornelius ini, yaitu bahwa rumah tangga (keluarga) yang percaya kepada Kristus perlu dipenuhi oleh Roh Kudus. Mengapa?
- Roh Kudus memberikan kejelasan (clarity) terhadap pemahaman Alkitabiah yang seringkali justru kita pahami dengan bias.
- Roh Kudus menuntun rumah tangga sejauh penghormatan yang diberikan kepada-Nya oleh pemimpin/pemegang otoritas dalam rumah tangga tersebut.
Pertanyaan diskusi
- Apakah dalam segala hal, rumah tangga kita menempatkan Tuhan Yesus sebagai yang utama, satu-satunya dalam keluarga kita?
- Jika ayah/suami dalam keluarga seperti "adem-adem" secara rohani, apa yang seorang ibu/istri perlu lakukan dari sisi rohani? Alternatif situasi: bagaimana ayah dan ibu sama-sama "adem-adem" secara rohani, apa yang perlu seorang anak lakukan dari sisi rohani?
Kesimpulan dan saling mendoakan
Memahami akan kedua hal diatas, mari kita berjanji kepada Tuhan bahwa rumah tangga kita akan selalu dikuasai dan bimbing oleh Roh Kudus. Bagian kita adalah tetap setia berdoa memuji-menyembah Dia dalam Roh, termasuk banyak berdoa dalam bahasa Roh, tetap setia membaca dan mempelajari firman Tuhan dalam terang dan tuntunan Roh Kudus, dan tetap setia dituntun dalam segala hal oleh Roh Kudus. Amin.
Jadwal
- 06 Feb: Materi COOL 1
- 13 Feb: Materi COOL 2
- 20 Feb: Materi COOL 3
- 27 Feb: Doa keliling