Article: 20260113/IN: Perbedaan antara revisi
baru |
k upd |
||
| Baris 15: | Baris 15: | ||
| summary= Pikiran kita adalah ladang yang harus terus dirawat dan dijaga. Jika tidak diisi dengan Firman Tuhan dan pikiran yang baik, ilalang berupa pikiran negatif akan tumbuh dengan sendirinya. Dengan memperbarui pikiran setiap hari, kita hidup selaras dengan pikiran Kristus dan bertumbuh dalam kehendak Tuhan. | | summary= Pikiran kita adalah ladang yang harus terus dirawat dan dijaga. Jika tidak diisi dengan Firman Tuhan dan pikiran yang baik, ilalang berupa pikiran negatif akan tumbuh dengan sendirinya. Dengan memperbarui pikiran setiap hari, kita hidup selaras dengan pikiran Kristus dan bertumbuh dalam kehendak Tuhan. | ||
| shortsummary= Pikiran kita adalah ladang yang harus terus dirawat dan dijaga. Jika tidak diisi dengan Firman Tuhan dan pikiran yang baik, ilalang berupa pikiran negatif akan tumbuh dengan sendirinya. | | shortsummary= Pikiran kita adalah ladang yang harus terus dirawat dan dijaga. Jika tidak diisi dengan Firman Tuhan dan pikiran yang baik, ilalang berupa pikiran negatif akan tumbuh dengan sendirinya. | ||
| kat= | | kat=yes | ||
}} | }} | ||
{{blockquote/Ayat | {{blockquote/Ayat | ||
Revisi terkini sejak 13 Januari 2026 10.57
![]() | |
| Inspirational | |
| Tanggal | 13 Januari 2026 |
| Oleh | Cik Ida Rianto |
| Baca juga | |
| |
Pikiran kita adalah ladang yang harus terus dirawat dan dijaga. Jika tidak diisi dengan Firman Tuhan dan pikiran yang baik, ilalang berupa pikiran negatif akan tumbuh dengan sendirinya. Dengan memperbarui pikiran setiap hari, kita hidup selaras dengan pikiran Kristus dan bertumbuh dalam kehendak Tuhan.
"Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih ilalang di antara gandum itu, lalu pergi."
Firman Tuhan menggambarkan pikiran kita seperti sebuah ladang. Jika ada ladang yang luas tetapi tidak ditanami dan tidak dirawat, maka ilalang dan semak belukar akan tumbuh dengan sendirinya. Demikian pula dengan pikiran kita: jika tidak dipelihara dan diisi dengan hal-hal yang baik, maka hal-hal buruk akan dengan mudah muncul dan menguasai pikiran kita.
Seharusnya pikiran kita senantiasa dirawat dan dijaga, supaya selaras dengan pikiran Kristus. Pikiran yang dibiarkan kosong akan menjadi sasaran empuk bagi benih-benih yang salah, seperti kekhawatiran, ketakutan, dan pikiran negatif lainnya.
Alkitab mengajarkan bagaimana kita merawat ladang pikiran kita:
- Matius 12:43-45 mengingatkan tentang kembalinya roh jahat ketika rumah dibiarkan kosong. Artinya, kita tidak boleh membiarkan pikiran kita kosong. Jika pikiran tidak diisi dengan hal-hal positif dan Firman Tuhan, maka pikiran negatif akan dengan mudah masuk dan menguasai hidup kita.
- Roma 12:2,
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Seperti alat tensimeter yang harus terus dipompa agar tekanan darah terbaca dengan benar, demikian pula hidup kita. Jika kita berhenti menanam dan merawat pikiran dengan hal-hal yang baik, maka kualitas hidup rohani kita akan menurun dengan sendirinya. Karena itu, kita harus terus bersemangat menabur pikiran-pikiran yang baik — kepada sesama, keluarga, anak-anak, pasangan, dan lingkungan sekitar.
Mari kita belajar untuk terus menanami dan merawat ladang pikiran kita dengan Firman Tuhan, iman, dan kasih, supaya hidup kita selaras dengan pikiran Kristus dan tidak dikuasai oleh ilalang-ilalang rohani.
