Article: 20260118/CLBPA: Perbedaan antara revisi
Baru |
k upd |
||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
| pagename= 20260118/CLBPA | | pagename= 20260118/CLBPA | ||
| type= cot | | type= cot | ||
| title= Kuasa | | title= Kuasa Roh dalam penginjilan dan pemuridan | ||
| date = 2026-01-18 | | date = 2026-01-18 | ||
| name= Departemen Pemuda dan Anak | | name= Departemen Pemuda dan Anak | ||
Revisi per 7 Januari 2026 08.06
| Commander of Thousand | |
|---|---|
| Tanggal | Minggu, 18 Januari 2026 |
| Penulis | Sub Divisi PPA |
| Unduh | Google Drive |
| |
| |
| |
Kita membutuhkan kekuatan ilahi karena hati manusia tidak dapat diubah oleh argumen semata, tetapi oleh karya Roh yang menyentuh jiwa; kita butuh kuasa karena tugas amanat agung jauh lebih besar daripada kemampuan manusia; dan kita butuh Roh Kudus karena hanya Dia-lah yang memberi keberanian, mengubahkan karakter, dan membuka pintu hati orang yang kita layani.
Bahan Commander of Thousand JC-Youth minggu ketiga Januari 2026
Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
Penjelasan materi
Guys, seringkali kita berpikir bahwa penginjilan dan pemuridan hanyalah soal keberanian, kemampuan berbicara, atau pengetahuan Alkitab. Tapi kenyataannya, dunia tempat dimana kita hidup penuh dengan tekanan: teman-teman sebaya yang skeptis, media sosial yang memutarbalikkan kebenaran, dan rasa takut ditolak yang sering membuat kita mundur. Anak muda hari ini tidak hanya perlu diajarkan apa yang harus dilakukan, tetapi siapa yang memberi kuasa untuk melakukannya. Sama seperti sebuah drone yang terlihat canggih namun tetap tidak bisa terbang tanpa baterai kita juga tidak dapat terbang tinggi dalam pelayanan tanpa kuasa Roh Kudus. Kita membutuhkan kekuatan ilahi karena hati manusia tidak dapat diubah oleh argumen semata, tetapi oleh karya Roh yang menyentuh jiwa; kita butuh kuasa karena tugas amanat agung jauh lebih besar daripada kemampuan manusia; dan kita butuh Roh Kudus karena hanya Dia-lah yang memberi keberanian, mengubahkan karakter, dan membuka pintu hati orang yang kita layani.
Hari ini, kita akan menyadari bersama bahwa penginjilan dan pemuridan tanpa Roh Kudus hanyalah aktivitas manusia berat, melelahkan, dan sering tidak membuahkan perubahan. Tetapi ketika Roh Kudus bekerja, pelayanan kita bukan sekadar tugas melainkan kehendak Tuhan yang hidup, penuh kuasa, dan membawa hidup. Nah mari kita belajar ada 3 pengertian dari ayat-ayat nats di atas:
- Mat 28:18 Kristus memiliki segala kuasa dan Dia memanggil kita untuk dipakai oleh-Nya
- Yoel 2:28-29 Pencurahan roh menjadikan kuasa yang nyata bagi kita
- Kuasa itu untuk transformasi hidup bukan hanya untuk aktivitas agama.
Guys, Yesus telah menyatakan: "segala kuasa di sorga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku." Kita bukan orang biasa kita adalah wakil kerajaan-Nya. Tetapi kuasa itu baru nyata jika kita dipenuhi oleh Roh Kudus, sebagaimana janji melalui Yoel. Dan kuasa itu bukan sekadar untuk kita aktif di gereja, melainkan untuk kita hidup berbeda menjadi garam dan terang yang nyata di dunia. Mari kita tidak sekadar jadi "pelayan sibuk," tetapi jadi "murid berkuasa," yang hidupnya dibentuk oleh Roh, memberkati orang lain, dan membawa karya Allah yang hidup! Amin.
Bahan diskusi
- Jika Yesus sudah memberikan segala kuasa kepada kita (Matius 28:18), mengapa banyak dari kita masih melayani dengan pola pikir "tidak mampu," "takut," atau "tidak layak"
- Jika penginjilan dan pemuridan tanpa Roh Kudus pasti menghasilkan kelelahan dan tidak ada buah, apakah selama ini pelayanan kita benar-benar dijalankan dengan kuasa Roh atau sekadar mengandalkan kekuatan manusia?(He)