Templat: Halaman Utama2/Ringkasan khotbah: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Leo (bicara | kontrib)
k upd fmt
Baris 50: Baris 50:
<ul>
<ul>
<li class="firstlang">'''[[Timotius Adi Tan|Pdt Drs Timotius Adi Tan, MA]]'''</li>
<li class="firstlang">'''[[Timotius Adi Tan|Pdt Drs Timotius Adi Tan, MA]]'''</li>
<li">Ibadah Raya 1</li>
<li">[[2010|27 Juni 2010]]</li>
<li">[[2010|27 Juni 2010]]</li>
<li">[[Graha Amal Kasih]]</li>
</ul>
</ul>
</div>
</div>
[[Berkas:Timotius_Adi_Tan-20100627.jpg|border|420px|Pdt Drs Timotius Adi Tan, MA]]
[[Berkas:Timotius_Adi_Tan-20100627.jpg|border|350px|Pdt Drs Timotius Adi Tan, MA]]


Ada banyak khotbah yang berbicara mengenai penyertaan Tuhan, mujizat, pengurapan Tuhan, terobosan, tapi sedikit sekali yang bicara mengenai karakter, padahal karakter adalah segala-galanya dalam hidup kita.
Ada banyak khotbah yang berbicara mengenai penyertaan Tuhan, mujizat, pengurapan Tuhan, terobosan, tapi sedikit sekali yang bicara mengenai karakter, padahal karakter adalah segala-galanya dalam hidup kita.
Baris 64: Baris 64:
Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius. Kita akan bedah ayat satu ini, tentang karakter yang dewasa.
Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius. Kita akan bedah ayat satu ini, tentang karakter yang dewasa.


Seorang yang sudah tua belum tentu secara otomatis karakternya dewasa. Tetapi sebaliknya, seorang yang masih muda, belum tentu dia tidak bisa menjadi dewasa dalam karakternya karena kedewasaan karakter tidak ada hubungan dengan usia. Kedewasaan karakter tidak ada hubungan dengan jabatan seseorang, pengalaman seseorang.
Seorang yang sudah tua belum tentu secara otomatis karakternya dewasa. Tetapi sebaliknya, seorang yang masih muda, belum tentu dia tidak bisa menjadi dewasa dalam karakternya karena kedewasaan karakter tidak ada hubungan dengan usia.


<div style="font-size:.9em;">'''[[Khotbah:Karakter yang dewasa|Selengkapnya &raquo;]]'''</div>
<div style="font-size:.9em;">'''[[Khotbah:Karakter yang dewasa|Selengkapnya &raquo;]]'''</div>
<!-- --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- -->
{| style="background:transparent; margin-top:1em;"
|- valign="top"
| style="border:2px #ccc solid; padding:1em; width:50%" | <div style="font-size:190%; line-height:100%;">'''[[Khotbah:Tuhan tidak pernah terlambat menolong kita|Tuhan tidak pernah terlambat menolong kita]]'''</div>
<div class="divlang" style="margin-bottom:.5em;">
<ul>
<li class="firstlang">'''[[Ishak Tulus|Pdt Ishak Tulus]]'''</li>
<li">Ibadah Raya 3</li>
<li">[[2010|27 Juni 2010]]</li>
</ul>
</div>
[[Berkas:Ishak Tulus-20100627.jpg|border|350px|Pdt Ishak Tulus]]
Ada satu keluarga di Betania, keluarga ini terdiri dari Maria, Marta dan Lazarus. Mereka adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan, bahkan Maria pernah meminyaki kaki Yesus dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Mereka mengasihi Yesus dan Yesus mengasihi mereka.
Sekali waktu, mereka punya problem serius. Lazarus sakit. Lalu mereka mengabari Yesus, '''''"Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."'''''  Ketika mendengar kabar itu, Yesus tidak segera datang ke Betania lalu menyembuhkan Lazarus. Tapi justru Yesus dengan sengaja tinggal dua hari lagi di tempat dia berada.
Mungkin Saudara sering mendengar orang berkata, "''Rasanya makin dekat dengan Tuhan, makin mengasihi, makin memberi, makin melayani, kok persoalannya makin banyak ya?''"
<div style="font-size:.9em;">'''[[Khotbah:Tuhan tidak pernah terlambat menolong kita|Selengkapnya &raquo;]]'''</div>
|
| style="border:1px #aaa solid; padding:1em; width:50%" | <div style="font-size:190%; line-height:100%;">'''[[Khotbah:Mengapa kita mengucap syukur?|Mengapa kita mengucap syukur?]]'''</div>
<div class="divlang" style="margin-bottom:.5em;">
<ul>
<li class="firstlang">'''[[Daniel Ulaan|Pdt Daniel Ulaan]]'''</li>
<li">Ibadah Raya 1</li>
<li">[[2010|20 Juni 2010]]</li>
</ul>
</div>
[[Berkas:Daniel Ulaan-20100620.jpg|border|350px|Pdt Daniel Ulaan dan istri, Ibu Magda Ulaan, melayani dalam Ibadah Raya 1, GBI Danau Bogor Raya pada 20 Juni 2010]]
{{sabdaweb2v|1 Tesalonika 5:18}}, '''''Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.'''''
Saudara yang terkasih, saya tadi masuk mempersiapkan hal yang lain, tapi pada waktu duduk, Tuhan suruh saya berbicara mengucap syukur, karena ada beberapa orang di sini yang mengalami tekanan-tekanan sehingga dia tidak bisa mengucap syukur.
Allah tidak berkata mengucap syukur ''waktu kamu sedang senang''. Tapi Allah mengatakan mengucap syukur '''''dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu'''''.
Jadi Saudaraku yang terkasih, yang diinginkan Allah adalah '''mengucap syukur'''!
<div style="font-size:.9em;">'''[[Khotbah:Mengapa kita mengucap syukur?|Selengkapnya &raquo;]]'''</div>
|}
<noinclude>
<noinclude>
</div>
</div>
</noinclude>
</noinclude>

Revisi per 28 Juni 2010 17.53

Khotbah lainnya:
Daniel Ulaan-20100622-3x4.jpg
Johan Lumoindong-20100606-3x4.jpg
Markus Sudarji-20100530-3x4.jpg
Liana Mulyadi-20100523-3x4.jpg
Gagal membuat miniatur: Berkas tak ditemukan
Yohanes Suhendra-20100502-3x4.jpg
20100425 Vera Setiawan-20-3x4.jpg

Pdt Drs Timotius Adi Tan, MA

Ada banyak khotbah yang berbicara mengenai penyertaan Tuhan, mujizat, pengurapan Tuhan, terobosan, tapi sedikit sekali yang bicara mengenai karakter, padahal karakter adalah segala-galanya dalam hidup kita.

1 Timotius 4:12, Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius. Kita akan bedah ayat satu ini, tentang karakter yang dewasa.

Seorang yang sudah tua belum tentu secara otomatis karakternya dewasa. Tetapi sebaliknya, seorang yang masih muda, belum tentu dia tidak bisa menjadi dewasa dalam karakternya karena kedewasaan karakter tidak ada hubungan dengan usia.

Pdt Ishak Tulus

Ada satu keluarga di Betania, keluarga ini terdiri dari Maria, Marta dan Lazarus. Mereka adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan, bahkan Maria pernah meminyaki kaki Yesus dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Mereka mengasihi Yesus dan Yesus mengasihi mereka.

Sekali waktu, mereka punya problem serius. Lazarus sakit. Lalu mereka mengabari Yesus, "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." Ketika mendengar kabar itu, Yesus tidak segera datang ke Betania lalu menyembuhkan Lazarus. Tapi justru Yesus dengan sengaja tinggal dua hari lagi di tempat dia berada.

Mungkin Saudara sering mendengar orang berkata, "Rasanya makin dekat dengan Tuhan, makin mengasihi, makin memberi, makin melayani, kok persoalannya makin banyak ya?"

Pdt Daniel Ulaan dan istri, Ibu Magda Ulaan, melayani dalam Ibadah Raya 1, GBI Danau Bogor Raya pada 20 Juni 2010

1 Tesalonika 5:18, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Saudara yang terkasih, saya tadi masuk mempersiapkan hal yang lain, tapi pada waktu duduk, Tuhan suruh saya berbicara mengucap syukur, karena ada beberapa orang di sini yang mengalami tekanan-tekanan sehingga dia tidak bisa mengucap syukur.

Allah tidak berkata mengucap syukur waktu kamu sedang senang. Tapi Allah mengatakan mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Jadi Saudaraku yang terkasih, yang diinginkan Allah adalah mengucap syukur!