Article: 20260302/DV: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Sari (bicara | kontrib)
Baru
 
Leo (bicara | kontrib)
kTidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 28: Baris 28:
Tuhan ingin agar kita belajar mengerti bahwa peperangan terbesar yang harus kita menangkan adalah peperangan di dalam diri kita sendiri; melawan emosi, kemarahan, ketidaksabaran, dan dorongan-dorongan yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya. Ketika kita memilih sabar, sebenarnya kita sedang memilih jalan untuk menerima kekuatan dari Tuhan untuk menunggu waktu-Nya.
Tuhan ingin agar kita belajar mengerti bahwa peperangan terbesar yang harus kita menangkan adalah peperangan di dalam diri kita sendiri; melawan emosi, kemarahan, ketidaksabaran, dan dorongan-dorongan yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya. Ketika kita memilih sabar, sebenarnya kita sedang memilih jalan untuk menerima kekuatan dari Tuhan untuk menunggu waktu-Nya.


Ketika kita memilih menguasai diri, sebenarnya kita sedang berjalan dalam kemenangan yang kekal, bukan sementara. GBU.
Ketika kita memilih menguasai diri, sebenarnya kita sedang berjalan dalam kemenangan yang kekal, bukan sementara.


Tuhan memberkati.


| showsource= yes
| showsource= yes

Revisi terkini sejak 4 Juni 2026 08.17

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Amsal 16:32

Tuhan mengingatkan bahwa kemenangan terbesar dalam hidup bukanlah mengalahkan orang lain atas mencapai prestasi besar, tetapi menguasai hati dan diri sendiri. Di mata manusia, pahlawan perang tampak hebat karena mampu menaklukkan kota. Tetapi di mata Tuhan, orang yang sabar dan mampu menahan diri memiliki nilai yang jauh lebih tinggi.

Tuhan ingin agar kita belajar mengerti bahwa peperangan terbesar yang harus kita menangkan adalah peperangan di dalam diri kita sendiri; melawan emosi, kemarahan, ketidaksabaran, dan dorongan-dorongan yang tidak sejalan dengan kehendak-Nya. Ketika kita memilih sabar, sebenarnya kita sedang memilih jalan untuk menerima kekuatan dari Tuhan untuk menunggu waktu-Nya.

Ketika kita memilih menguasai diri, sebenarnya kita sedang berjalan dalam kemenangan yang kekal, bukan sementara.

Tuhan memberkati.

Lidah terlihat kecil, tetapi memiliki dampak yang besar. Dari mulut yang sama bisa keluar berkat atau kutuk, pengharapan atau kehancuran. Karena setiap kata yang kita ucapkan adalah benih yang akan bertumbuh dalam kehidupan kita dan orang lain.