Devosi: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Leo (bicara | kontrib)
k upd
Baris 15: Baris 15:
<DPL>
<DPL>
  resultsheader=<div style="margin-top:1em;">'''Renungan profetik lainnya:'''</div><div style="font-size: 95%; margin: 0 0 1em 2em;">
  resultsheader=<div style="margin-top:1em;">'''Renungan profetik lainnya:'''</div><div style="font-size: 95%; margin: 0 0 1em 2em;">
  resultsfooter=</div>
  resultsfooter=[[:Kategori:Materi devosi|''selengkapnya...'']]</div>
  category=Materi devosi
  category=Materi devosi
  ordermethod=title
  ordermethod=title
Baris 23: Baris 23:
  secseparators=\n|
  secseparators=\n|
  offset=0
  offset=0
  count=10
  count=15
</DPL>
</DPL>



Revisi per 6 April 2010 07.43

Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.

Amsal 21:21

Di suatu titik dalam hidup, setiap orang pasti bertanya: "Apa yang sesungguhnya kucari?" Dunia menjawab dengan banyak tawaran: karier, pengakuan, kenyamanan. Tetapi di balik semua itu, ada kerinduan yang lebih dalam, yang hanya bisa dijawab oleh satu Pribadi, yaitu Yesus Kristus.

Amsal 21:21 berkata bahwa siapa yang mengejar kebenaran dan kasih akan mendapatkan kehidupan, kebenaran, dan kehormatan. Kebenaran itu adalah Yesus itu sendiri, seperti tertulis di dalam kitab Yohanes 14:6,

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Kasih itu ada di dalam-Nya, tertulis di dalam kitab Yohanes 15:9,

Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
Dan kehidupan yang sejati hanya ditemukan saat kita melekat kepada-Nya setiap hari. Renungan ini adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kejar-kejaran akan dunia, dan memilih mengejar yang satu satunya bernilai kekal yaitu Yesus sendiri.

Dan kehidupan yang sejati? Hanya ditemukan saat kita melekat kepada-Nya setiap hari. Renungan ini adalah undangan untuk berhenti sejenak dari kejar-kejaran akan dunia, dan memilih mengejar yang satu-satunya bernilai kekal yaitu Yesus sendiri.

Renungan profetik lainnya:

Lihat pula