Article: 20260323/DV: Perbedaan antara revisi

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Leo (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Leo (bicara | kontrib)
k upd
 
Baris 2: Baris 2:
| namespace= Article
| namespace= Article
| pagename= 20260323/DV
| pagename= 20260323/DV
| title= El-Shadai
| title= El-Shaddai
| date= 2026-03-23
| date= 2026-03-23
| readmore= {{{readmore|}}}
| readmore= {{{readmore|}}}
Baris 14: Baris 14:


| longsummary= <!-- 4-5 kalimat -->
| longsummary= <!-- 4-5 kalimat -->
| summary= Kata El Shadai menurut seorang profesor Yahudi profesor ilmu bahasa Ibrani rekan dari John Paul Jackson, memiliki arti : ''I am the God of utter ruin and devastation. And I am here to do what you can not do by your self.''
| summary= Kata El Shaddai menurut seorang profesor Yahudi profesor ilmu bahasa Ibrani rekan dari John Paul Jackson, memiliki arti : ''I am the God of utter ruin and devastation. And I am here to do what you can not do by your self.''
| shortsummary= DIA lah kebangkitan dan hidup kita, barangsiapa percaya kepada Nya, ia akan hidup walaupun sudah mati.  
| shortsummary= DIA lah kebangkitan dan hidup kita, barangsiapa percaya kepada Nya, ia akan hidup walaupun sudah mati.  


| intro=
| intro=
{{p0 | {{sabdaweb2v|Kejadian 17:1}},}}
{{p0 | {{sabdaweb2v|Kejadian 17:1}},}}
: '''''Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa (El Shadai), hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.'''''
: '''''Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa''''' (''El Shaddai'')''''', hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.'''''


Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai El Shadai ketika Abram berumur 99 tahun. Pertanyaannya kenapa saat Abram berumur 99 tahun, Tuhan baru menyatakan diri kepada nya sebagai El Shadai? Kenapa kok tidak ketika Abram masih berumur 75 tahun misalnya? Seorang hamba Tuhan bernama John Paul Jackson dalam sebuah tulisannya menyampaikan suatu pengertian yang mendalam mengenai arti kata El Shadai yang sesungguhnya.
Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai El Shaddai ketika Abram berumur 99 tahun. Pertanyaannya kenapa saat Abram berumur 99 tahun, Tuhan baru menyatakan diri kepada nya sebagai El Shaddai? Kenapa kok tidak ketika Abram masih berumur 75 tahun misalnya? Seorang hamba Tuhan bernama John Paul Jackson dalam sebuah tulisannya menyampaikan suatu pengertian yang mendalam mengenai arti kata El Shaddai yang sesungguhnya.


| content=
| content=
Kata El Shadai menurut seorang profesor Yahudi profesor ilmu bahasa Ibrani rekan dari John Paul Jackson, memiliki arti : ''I am the God of utter ruin and devastation. And I am here to do what you can not do by your self.'' --> Ketika Abram tidak dapat lagi "mewujudkan janji/"mimpi" untuk memiliki keturunan itu dengan kekuatannya sendiri, justru di saat itulah Tuhan menyatakan dirinya sebagai El Shadai; "Aku adalah Allah atas segala kehancuran dan reruntuhan yang telah berkeping-keping. Dan Aku ada untuk melakukan apa yang tidak dapat kamu lakukan lagi dengan kekuatan mu sendiri."
Kata El Shaddai menurut seorang profesor Yahudi profesor ilmu bahasa Ibrani rekan dari John Paul Jackson, memiliki arti : ''I am the God of utter ruin and devastation. And I am here to do what you can not do by your self.'' Ketika Abram tidak dapat lagi "mewujudkan janji/"mimpi" untuk memiliki keturunan itu dengan kekuatannya sendiri, justru di saat itulah Tuhan menyatakan dirinya sebagai El Shaddai; "Aku adalah Allah atas segala kehancuran dan reruntuhan yang telah berkeping-keping. Dan Aku ada untuk melakukan apa yang tidak dapat kamu lakukan lagi dengan kekuatanmu sendiri."


Saat Abram tidak dapat lagi melakukan sesuatu untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Allah atas hidup nya, di saat itulah Tuhan menyatakan dirinya sebagai El Shadai. Di dalam {{sabdaweb2v|Kejadian 17}} inilah, saat perjumpaan dengan Tuhan dan saat Perjanjian itu dibuat, Tuhan memberikan/menambahkan huruf Hey (H) yang berarti anugerah/kemampuan Ilahi-Nya kepada Abram.
Saat Abram tidak dapat lagi melakukan sesuatu untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Allah atas hidup nya, di saat itulah Tuhan menyatakan dirinya sebagai El Shaddai. Di dalam {{sabdaweb2v|Kejadian 17}} inilah, saat perjumpaan dengan Tuhan dan saat Perjanjian itu dibuat, Tuhan memberikan/<wbr/>menambahkan huruf Hey (H) yang berarti anugerah/<wbr/>kemampuan Ilahi-Nya kepada Abram.


Sehingga Abram (yang artinya Bapa terpuji), berubah menjadi Abraham (Bapa banyak bangsa) yang artinya Abraham akan berbuah-buah, dan Sarai (yang memiliki pengertian mandul) berubah menjadi Sarah yang berarti fruitfulness. Hidup mereka dan destinasi hidup mereka diubahkan saat mereka berjumpa dengan ''El Shadai.''
Sehingga Abram (yang artinya Bapa terpuji), berubah menjadi Abraham (Bapa banyak bangsa) yang artinya Abraham akan berbuah-buah, dan Sarai (yang memiliki pengertian mandul) berubah menjadi Sarah yang berarti ''fruitfulness''. Hidup mereka dan destinasi hidup mereka diubahkan saat mereka berjumpa dengan El Shaddai.


Apakah hidup Anda hari-hari ini juga dalam keadaan tak berdaya? Sepertinya segalanya sudah hancur berantakan. Sepertinya tidak ada masa depan lagi. Usaha ini gagal, usaha itu gagal. Pernikahan pun sepertinya sudah di ambang kehancuran. Jangan menyerah.. ada El Shadai.
Apakah hidup Anda hari-hari ini juga dalam keadaan tak berdaya? Sepertinya segalanya sudah hancur berantakan. Sepertinya tidak ada masa depan lagi. Usaha ini gagal, usaha itu gagal. Pernikahan pun sepertinya sudah di ambang kehancuran. Jangan menyerah! Ada El Shaddai!


Dia Yesus SUDAH ada dalam kehidupan Anda. Dia ada untuk melakukan bagi Anda, apa yang tidak dapat Anda lakukan dengan kekuatan Anda sendiri. Yang perlu Anda lakukan adalah percaya kepada-Nya, andalkan Dia 100% dalam hidup Anda.
Dia Yesus '''sudah''' ada dalam kehidupan Anda. Dia ada untuk melakukan bagi Anda, apa yang tidak dapat Anda lakukan dengan kekuatan Anda sendiri. Yang perlu Anda lakukan adalah percaya kepada-Nya, andalkan Dia 100% dalam hidup Anda.


Firman Yesus kepada Marta dan Maria saat Lazarus sudah meninggal 4 hari lamanya: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Firman Yesus kepada Marta dan Maria saat Lazarus sudah meninggal 4 hari lamanya: "''Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?''"


DIA lah kebangkitan dan hidup kita, barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan hidup walaupun sudah  mati. Biarlah memasuki masa-masa yang tidak mudah ini kita terus beriman, Kita beriman, ini menjadi waktu-waktu kebangkitan, waktu-waktu pembalikan keadaan. Dari apa yang tadinya sepertinya sudah mati, sudah tidak ada pengharapan, menjadi hidup, sebab Dia Allah El Shadai beserta kita.
Dialah kebangkitan dan hidup kita, barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan hidup walaupun sudah  mati.
 
Biarlah memasuki masa-masa yang tidak mudah ini kita terus beriman, Kita beriman, ini menjadi waktu-waktu kebangkitan, waktu-waktu pembalikan keadaan. Dari apa yang tadinya sepertinya sudah mati, sudah tidak ada pengharapan, menjadi hidup, sebab Dia Allah, El Shaddai, beserta kita.


| showsource= yes
| showsource= yes

Revisi terkini sejak 4 Juni 2026 15.54

Kejadian 17:1,

Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa (El Shaddai), hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

Tuhan menyatakan diri-Nya sebagai El Shaddai ketika Abram berumur 99 tahun. Pertanyaannya kenapa saat Abram berumur 99 tahun, Tuhan baru menyatakan diri kepada nya sebagai El Shaddai? Kenapa kok tidak ketika Abram masih berumur 75 tahun misalnya? Seorang hamba Tuhan bernama John Paul Jackson dalam sebuah tulisannya menyampaikan suatu pengertian yang mendalam mengenai arti kata El Shaddai yang sesungguhnya.

Kata El Shaddai menurut seorang profesor Yahudi profesor ilmu bahasa Ibrani rekan dari John Paul Jackson, memiliki arti : I am the God of utter ruin and devastation. And I am here to do what you can not do by your self. Ketika Abram tidak dapat lagi "mewujudkan janji/"mimpi" untuk memiliki keturunan itu dengan kekuatannya sendiri, justru di saat itulah Tuhan menyatakan dirinya sebagai El Shaddai; "Aku adalah Allah atas segala kehancuran dan reruntuhan yang telah berkeping-keping. Dan Aku ada untuk melakukan apa yang tidak dapat kamu lakukan lagi dengan kekuatanmu sendiri."

Saat Abram tidak dapat lagi melakukan sesuatu untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Allah atas hidup nya, di saat itulah Tuhan menyatakan dirinya sebagai El Shaddai. Di dalam Kejadian 17 inilah, saat perjumpaan dengan Tuhan dan saat Perjanjian itu dibuat, Tuhan memberikan/menambahkan huruf Hey (H) yang berarti anugerah/kemampuan Ilahi-Nya kepada Abram.

Sehingga Abram (yang artinya Bapa terpuji), berubah menjadi Abraham (Bapa banyak bangsa) yang artinya Abraham akan berbuah-buah, dan Sarai (yang memiliki pengertian mandul) berubah menjadi Sarah yang berarti fruitfulness. Hidup mereka dan destinasi hidup mereka diubahkan saat mereka berjumpa dengan El Shaddai.

Apakah hidup Anda hari-hari ini juga dalam keadaan tak berdaya? Sepertinya segalanya sudah hancur berantakan. Sepertinya tidak ada masa depan lagi. Usaha ini gagal, usaha itu gagal. Pernikahan pun sepertinya sudah di ambang kehancuran. Jangan menyerah! Ada El Shaddai!

Dia Yesus sudah ada dalam kehidupan Anda. Dia ada untuk melakukan bagi Anda, apa yang tidak dapat Anda lakukan dengan kekuatan Anda sendiri. Yang perlu Anda lakukan adalah percaya kepada-Nya, andalkan Dia 100% dalam hidup Anda.

Firman Yesus kepada Marta dan Maria saat Lazarus sudah meninggal 4 hari lamanya: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Dialah kebangkitan dan hidup kita, barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan hidup walaupun sudah mati.

Biarlah memasuki masa-masa yang tidak mudah ini kita terus beriman, Kita beriman, ini menjadi waktu-waktu kebangkitan, waktu-waktu pembalikan keadaan. Dari apa yang tadinya sepertinya sudah mati, sudah tidak ada pengharapan, menjadi hidup, sebab Dia Allah, El Shaddai, beserta kita.

Kata El Shaddai menurut seorang profesor Yahudi profesor ilmu bahasa Ibrani rekan dari John Paul Jackson, memiliki arti : I am the God of utter ruin and devastation. And I am here to do what you can not do by your self.