Khotbah: 20260111-0930/SR: Perbedaan antara revisi
k upd |
upd |
||
| (1 revisi perantara oleh pengguna yang sama tidak ditampilkan) | |||
| Baris 3: | Baris 3: | ||
| pagename= 20260111-0930/SR | | pagename= 20260111-0930/SR | ||
| toptitle= | | toptitle= | ||
| title= ''Entering 2026 with thanksgiving'' | | title= ''Entering 2026 with thanksgiving'' | ||
| subtitle= — Memasuki 2026 dengan ucapan syukur | |||
| name= Sutadi Rusli | | name= Sutadi Rusli | ||
| completename= Pdt Sutadi Rusli | | completename= Pdt Sutadi Rusli | ||
| Baris 66: | Baris 67: | ||
Masuklah pintu gerbang-Nya dengan ucapan syukur—''enter His gates with thanksgiving.'' Gerbang kesembuhan. Gerbang pertolongan. Gerbang pemulihan. Dimulai dari apa? '''Mengucap syukur.''' Amin. | Masuklah pintu gerbang-Nya dengan ucapan syukur—''enter His gates with thanksgiving.'' Gerbang kesembuhan. Gerbang pertolongan. Gerbang pemulihan. Dimulai dari apa? '''Mengucap syukur.''' Amin. | ||
Satu waktu Tuhan selesai mengajar, lalu Ia berjalan. Ternyata begitu banyak orang mengikut Dia dari belakang—bukan 100, bukan | Satu waktu Tuhan selesai mengajar, lalu Ia berjalan. Ternyata begitu banyak orang mengikut Dia dari belakang—bukan 100, bukan 200—tapi ribuan orang yang ikut. Ribuan orang itu juga didampingi ibu-ibunya, ada anak-anaknya. Tuhan tergerak oleh belas kasihan, karena waktu itu sudah mulai malam. Lalu Dia berkata kepada murid-murid-Nya, “''Kalian mesti kasih makan mereka.''” | ||
Murid-murid berkata, “''Mana ada!''” Orang segini banyak. Mungkin 5.000, ditambah wanita, ditambah anak-anak—bisa 15.000 sampai 20.000 orang mengiring Yesus pada waktu itu. Mana mungkin. Uang juga tidak cukup untuk beli roti. '''Buat mereka mustahil!''' | Murid-murid berkata, “''Mana ada!''” Orang segini banyak. Mungkin 5.000, ditambah wanita, ditambah anak-anak—bisa 15.000 sampai 20.000 orang mengiring Yesus pada waktu itu. Mana mungkin. Uang juga tidak cukup untuk beli roti. '''Buat mereka mustahil!''' | ||
Revisi terkini sejak 14 Januari 2026 20.48
| Pesan Gembala | |
|---|---|
| Ibadah | Ibadah Raya |
| Tanggal | Minggu, 11 Januari 2026 |
| Gereja | GBI Danau Bogor Raya |
| Lokasi | Grha Amal Kasih |
| Kota | Bogor |
| Video | YouTube |
| Khotbah lainnya | |
| |
| |
Mengucap syukur adalah pintu utama untuk memasuki tahun 2026 dan mengalami mukjizat Tuhan, baik dalam keadaan baik maupun buruk. Melalui teladan Ayub, kita belajar bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan dan respons yang benar di tengah penderitaan adalah tetap memuji Tuhan dan menjaga bibir kita. Ucapan syukur dan kesaksian hidup yang konsisten membuka jalan bagi kuasa Tuhan bekerja dan membawa pemulihan yang ajaib.
Shalom dan selamat pagi! Semuanya diberkati oleh Tuhan? Amin!
Saya mengucapkan: Selamat Tahun Baru 2026—tahun yang pasti lebih baik, lebih baik, dan lebih baik daripada tahun 2025! Amin! Karena setiap hari, setiap bulan, setiap minggu, bertambah-tambah dan bertambah-tambah baik di dalam Tuhan. Haleluya!
Kita butuh pengurapan daripada Tuhan pada hari-hari ini, karena kita tahu tantangan makin banyak, persoalan-persoalan ada di depan kita. Tetapi kita tahu: bersama Tuhan, waktu kita diurapi, kita diberikan kekuatan, kita diberikan jalan keluar, kita diberikan kemurahan Tuhan, dan kita diberkati dalam setiap perkara—di setiap aspek kehidupan kita.
Tema hari ini adalah Entering 2026 with Thanksgiving. Mari saya ajak kita masuk di dalam tahun 2026 ini dengan apa? Dengan ucapan syukur. Dengan apa? Dengan ucapan syukur!
Nanti kita akan lihat betapa powerful ucapan syukur itu. Betapa dahsyatnya seseorang pada waktu dia bisa mengucap syukur. Tentu bukan hanya karena kita diberkati, tetapi juga ketika kita menghadapi hal-hal yang tidak baik sekalipun—mungkin terpuruk, ekonomi tidak baik-baik saja, keluarga tidak baik-baik saja—tetapi ada satu kata kunci yang Tuhan berikan bagi kita: mengucap syukur.
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Saya ulangi: mengucap syukurlah dalam segala hal. Sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi setiap Saudara dan saya.
Di sini ada kata-kata: kita disuruh mengucap syukur bukan hanya dalam satu kondisi baik-baik saja, tetapi dalam segala hal—baik maupun tidak baik. Ini Firman Tuhan, dan Tuhan katakan: itulah yang Aku kehendaki. Itulah yang Aku inginkan dari anak-anak-Ku yang ada di dalam Kristus.
Siapa di sini yang di dalam Kristus? Semua kita dalam Kristus! Itulah untuk orang-orang yang di dalam Kristus—baik maupun tidak baik keadaannya, ayo kita mengucap syukur, karena ini resep, ini kata kunci untuk kita memasuki tahun 2026.
Waktu Saudara sakit batuk, demam, atau flu, Saudara pergi ke klinik. Saudara datang ke dokter, “Bapak dokter, Ibu dokter, saya batuk. Saya flu. Ada resepnya?” Lalu dokter memberikan resep. Resep itu kita tebus di apotek, kita minum obatnya, dan akhirnya kita mengalami kesembuhan.
Apa yang terjadi juga dalam kehidupan rohani kita? Waktu kita dalam kondisi pergumulan berat, ketika kita dalam kondisi yang tidak baik-baik saja, Tuhan juga memberikan resep: mengucap syukur. Maka mukjizat Tuhan bisa dan telah diberikan buat kita semuanya. Haleluya!
Jadi saya mau katakan: mengucap syukur adalah pintu pertama untuk kita masuk. Kalau Saudara mau melihat mukjizat dalam hidup Saudara, ini pintu pertama: mengucap syukur.
Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian; bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
Masuklah pintu gerbang-Nya dengan ucapan syukur—enter His gates with thanksgiving. Gerbang kesembuhan. Gerbang pertolongan. Gerbang pemulihan. Dimulai dari apa? Mengucap syukur. Amin.
Satu waktu Tuhan selesai mengajar, lalu Ia berjalan. Ternyata begitu banyak orang mengikut Dia dari belakang—bukan 100, bukan 200—tapi ribuan orang yang ikut. Ribuan orang itu juga didampingi ibu-ibunya, ada anak-anaknya. Tuhan tergerak oleh belas kasihan, karena waktu itu sudah mulai malam. Lalu Dia berkata kepada murid-murid-Nya, “Kalian mesti kasih makan mereka.”
Murid-murid berkata, “Mana ada!” Orang segini banyak. Mungkin 5.000, ditambah wanita, ditambah anak-anak—bisa 15.000 sampai 20.000 orang mengiring Yesus pada waktu itu. Mana mungkin. Uang juga tidak cukup untuk beli roti. Buat mereka mustahil!
Mungkin hari-hari ini kita juga mengalami hal seperti itu. Kita diperhadapkan dengan sesuatu yang rasanya mustahil: “Mana mungkin, Tuhan.”
Mana mungkin sakit penyakit saya disembuhkan; dokter sudah vonis tidak akan bisa sembuh—no hope. Mana mungkin keluarga saya dipulihkan; keluarga sudah berantakan. Mana mungkin ekonomi saya, perusahaan saya yang sudah terpuruk, dipulihkan.
Justru buat kita mustahil—buat Tuhan tidak ada yang mustahil. Buat Tuhan tidak ada yang mustahil. Buat Tuhan Yesus tidak ada yang mustahil!
Lalu Tuhan bertanya kepada murid-murid-Nya, “Apa yang ada pada kamu?”
Murid-murid menjawab, “Tuhan, ini cuma ada lima roti. Selain lima roti ada apa lagi? Dua ekor ikan.”
Ikannya kecil. Memadai atau tidak? Bisa apa atau tidak? Lima roti dua ekor ikan kecil memberi makan 20.000 orang—masuk akal atau tidak? Tidak masuk akal. Buat kita tidak masuk akal, tetapi buat Tuhan semua mungkin, karena Dia punya kuasa dalam nama Yesus Kristus. Dia punya kuasa untuk memulihkan keluarga Saudara.
Lalu apa yang dilakukan Tuhan? Ini kuncinya:
- Sesudah itu Yesus mengambil roti itu dan mengucap syukur, lalu membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu sebanyak yang mereka kehendaki. (Yohanes 6:11)
Dia mengucap syukur. Dia berterima kasih. Dia mengucapkan syukur. Lalu roti itu dibagi, dibagi, dibagi—kepada puluhan ribu orang! Sisanya berapa? Dua belas bakul. Mukjizat terjadi.
Kalau Saudara mau mengalami mukjizat, kunci paling utama: ayo ucap syukur. Buka perjalanan kita tahun 2026 ini dengan ucapan syukur.
Banyak orang berkata 2026 ini kondisi terpuruk—gempa bumi, macam-macam bencana alam—tetapi anak-anak Tuhan akan dilindungi dalam pertolongan Tuhan, akan diberikan keluputan oleh Tuhan Yesus Kristus, waktu kita terus bergantung dan mengucap syukur kepada Dia.
Jadi kunci kalau Saudara mau mengalami mukjizat—siapa mau mengalami mukjizat? Semua mau? Kalau Saudara mau mengalami mukjizat, tidak ada kata lain: ayo buka dengan ucapan syukur. Di situ Tuhan beri hal-hal yang ajaib!
Apa yang harus kita lakukan?
#1 Menyadari bahwa semua dari Tuhan
Dalam Perjanjian Lama ada seorang tokoh Alkitab yang luar biasa. Kenapa kita banyak belajar dari tokoh ini? Karena ia adalah orang yang saleh, takut akan Tuhan, jujur, dan menjauhi kejahatan—empat kriteria yang sangat jelas. Bahkan Alkitab mencatat, hampir tidak ada orang seperti dia. Siapa namanya? Ayub!
Kita tahu bagaimana ceritanya. Ayub adalah orang yang sangat kaya. Ia memiliki tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Hartanya luar biasa banyak—ternak, kekayaan, dan segala sesuatu ada padanya.
Suatu waktu, Iblis datang menghadap Tuhan. Tuhan berkata tentang Ayub. Lalu Iblis berkata, “Coba lihat nanti bagaimana kalau Engkau angkat perlindungannya.” Dan Tuhan mengizinkan—dengan satu batasan: nyawanya jangan diambil. Pintu itu dibuka. Ayub diizinkan mengalami hal-hal yang tidak enak.
Kalau hari ini Saudara mengalami hal-hal yang tidak enak, mengalami pergumulan berat, kita perlu tahu satu hal: Tuhan turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia. Tuhan mengizinkan proses itu terjadi dalam hidup kita.
Proses ini membentuk kita—makin lama makin benar di hadapan Tuhan, makin kudus, makin berbuah Roh. Proses itu tidak apa-apa, karena suatu hari kelak, ketika Tuhan Yesus datang menjemput gereja-Nya, kita akan diangkat untuk bertemu Dia dan tinggal selama-lamanya bersama Dia. Katakan amin.
Ayub mengalami semuanya hilang sekejap. Sepuluh anaknya meninggal, hartanya habis, lalu ia terkena penyakit dari ujung kepala sampai ujung kaki—borok di mana-mana.
Dari Ayub, kita belajar satu hal penting.
- Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN. (Ayub 1:21)
Dengar baik-baik, gereja Tuhan. Kita diingatkan bahwa semuanya itu dari Tuhan.
Siapa waktu lahir membawa berlian sepuluh karat? Tidak ada. Kita datang telanjang. Demikian juga ketika kita dipanggil pulang oleh Tuhan—kita tidak membawa apa-apa. Bahkan sering kali, harta yang ditinggalkan justru menjadi rebutan.
Karena itu kita harus mengerti: semuanya berasal dari Tuhan. Kalau Saudara punya pabrik, deposito, uang, dan harta yang banyak—itu semua karena anugerah Tuhan.
Ayub menyadari hal ini. Ketika semuanya hilang, ia tetap berkata: Tuhan, itu semua dari Engkau!
#2 Tetap memuji Tuhan
Lalu kita belajar poin berikutnya. Ayub tetap memuji Tuhan.
- TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN. (Ayub 1:21b)
Mari kita lihat kelanjutannya:
- Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. (Ayub 2:10)
Perhatikan ini. Ayub tidak berdosa dengan bibirnya. Ia tidak bersungut-sungut. Ia tidak berkata, “Tuhan, aku sudah melayani, aku sudah ke gereja, aku sudah memberi persepuluhan, aku sudah berdoa, kenapa ini terjadi?”
Saya mau katakan kepada setiap kita: berhenti berkata seperti itu. Yang keluar dari mulut kita seharusnya adalah ucapan syukur.
Ayub berkata: Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Artinya apa? Ini semua milik-Mu, Tuhan.
Kalau Tuhan mengizinkan hal-hal yang tidak baik terjadi—keterpurukan, penipuan, kehilangan, kehancuran—belajarlah dari Ayub. Ia tetap memuji Tuhan dan menjaga bibirnya.
Kesaksian:
Saya mau mengulang satu kesaksian yang sangat kuat, dari seorang pendiri gereja Vineyard. Dulu ia adalah jemaat biasa, digembalakan oleh seorang gembala sidang yang sederhana, dengan dua orang anak yang masih kecil.
Suatu hari, anak perempuannya pergi sekolah, dan di sekolah itu terjadi penembakan brutal. Anak itu meninggal dunia. Hati orang tua mana yang tidak hancur?
Tetapi pada malam terakhir sebelum pemakaman, sang ayah berdiri di depan jenazah anaknya, mengangkat tangan, dan berkata: “Tuhan, Engkau sungguh amat sangat baik. Aku tidak mengerti apa yang terjadi, tetapi satu hal aku tahu: Engkau adalah Allahku yang baik.”
Ketika ada seseorang yang hadir mendengar perkataan tersebut, ia tersungkur dan bertobat sungguh-sungguh. Ia percaya bukan karena khotbah, tetapi karena kesaksian hidup.
Mari kita angkat tangan kita dan katakan: Tuhan, Engkau baik! Amin!
Mungkin hari-hari ini tidak enak. Pergumulan berat. Sakit berkepanjangan. Keluarga belum dipulihkan. Ekonomi terpuruk. Tetapi satu hal yang perlu kita imani dan percayai: Tuhan, Engkau amat sangat baik. Haleluya!
Pada waktu kita bersyukur kepada Tuhan, di situlah kunci mukjizat demi mukjizat terjadi. Siapa mau mengalami mukjizat Tuhan? Amin!
Nyanyi:
Kubersyukur pada-Mu Tuhan
S'bab kasih setia-Mu
Di dalam hidupku
Anugerah-Mu besar bagiku
Di sepanjang hidupku kumemuji-Mu