Yang begini belum pernah kita lihat! (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Yang begini belum pernah kita lihat!
Sutadi Rusli-20130714-0700-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 14 Juli 2013
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom, semua bersukacita di dalam Tuhan? Amin!

Markus 2:1, Orang lumpuh disembuhkan,

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"

Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"

Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Jadi ada seorang yang lumpuh digotong 4 orang. Ternyata rumah di mana Yesus ada itu sudah penuh sesak. Pintu, jendela, semua sudah dipenuhi orang. Lalu keempat orang ini membongkar atap rumah dan menurunkan tilam sampai di depan Tuhan Yesus Kristus.

Siapa pernah mengunjungi orang sakit? Kalau kita mengunjungi orang sakit, pasti kan kita mendoakan, "Dengan bilur-bilur Yesus engkau sudah disembuhkan!" Tapi coba lihat, bagaimana ketika orang lumpuh itu sudah ada di depan Yesus, bukannya didoakan agar sembuh, Tuhan Yesus nomor satu berkata, "Dosamu sudah diampuni!"

#1 Bereskan dosa

Bagian pertama saya ingin refresh kembali adalah mengenai sakit-penyakit.

Mengenai sakit penyakit

• Mengapa orang menjadi sakit?

  1. Dosa dan kesalahan (Mazmur 107:17). Tuhan Yesus tahu bahwa orang lumpuh ini sakit karena ada dosa. Karenanya Dia pertama-tama berkata, "Dosamu sudah diampuni!"
  2. Kuasa kegelapan (Lukas 13:10-13)
  3. Kutuk/keturunan (Ulangan 30:19)
  4. Kesalahan sendiri (Yakobus 1:14). Sudah tahu darah tinggi, eh makannya masih babi guling, durian, tidak heran kalau sakit.
  5. Pekerjaan Iblis (Kisah 10:38). Jadi iblis bekerja dalam hidup seseorang untuk membuat dia menjadi sakit.
  6. Seizin Tuhan untuk mendatangkan keselamatan (Kisah 9:17). Ada orang yang diizinkan Tuhan mengalami sakit sehingga pada akhirnya bisa bertekuk lutut mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan.
  7. Supaya nama Tuhan dimuliakan (Yohanes 9:2-3). Ketika mengalami sakit dan mengalami kesembuhan, kemudian Saudara menjadi kesaksian bagi banyak jiwa karena kesembuhan dari Tuhan.

• 2 Macam penyakit

Ada dua macam penyakit,

  1. Penyakit jasmani (Kanker, jantung, bisu, tuli, lumpuh, diabetes, kusta, alergi, dan lain-lain)
  2. Penyakit rohani (Gila, stres, kerasukan, dan lain-lain)

• 2 Macam kesembuhan

  1. Seketika (saat itu juga)
  2. Berangsur-angsur

• Apa yang menyembuhkan? [Bagaimana menerima kesembuhan?]

  1. Iman (Markus 5:34)
  2. Firman Tuhan (Roma 10:17)
  3. Bilur-bilur Yesus (1 Petrus 2:24)
  4. Nama Yesus (Kisah 3:6)

• Penghalang kesembuhan

Kenapa sih rasanya tidak sembuh-sembuh? Rasanya penyakit sudah begitu lama, nah mungkin ada yang perlu kita koreksi,

  1. Tidak tinggal dalam Tuhan (Yohanes 15:7)
  2. Tidak mau mengampuni (Markus 11:25). Mungkin hatinya begitu dongkol, benci
  3. Bimbang (Matius 21:21)
  4. Terlibat dengan kuasa kegelapan (Ulangan 31:18)
  5. Kurang/tidak percaya akan Firman Tuhan (Markus 9:18-19)
  6. Ada Ilah lain (Yeremia 17:5)

• Bagaimana memelihara kesehatan?

  1. Selalu mengucap syukur (1 Tesalonika 5:18)
  2. Bersukacita selalu (Amsal 17:22)
  3. Melakukan yang benar dan mengikuti segala ketetapan-Nya (Keluaran 15:26)
  4. Tidak berbuat dosa lagi (1 Petrus 2:24}})
  5. Menjaga tubuh jasmani kita (1 Timotius 4:8)
  6. Jaga hati (Amsal 4:23)

Tuhan sanggup melakukan segalanya

Orang sakit itu dibawa oleh 4 orang yang membongkar atap dan menurunkan tilam itu. 4 orang ini juga berbicara mengenai 4 Injil. Puji Tuhan, melalui 4 Injil ini ada jalan keluar. Menarik, bagaimana 4 orang ini membawa orang sakit, ternyata semua tempat sudah tertutup. Mungkin kita mengalami segala sudut sudah tertutup. Kita bersyukur tetap ada jalan keluar dalam nama Yesus Kristus! Dari atas, pertolongan datang bagi kita semuanya. Berbicara ada kekuatan Firman Tuhan yang memberikan jalan keluar. Ada jalan keluar dalam nama Tuhan Yesus Kristus!

Berdasarkan sebuah survei di Amerika Serikat, ternyata di sana 97 persen orang berpikir bahwa Yesus hanya sanggup menebus atau menghapus dosa saja. Tapi saya mau beritakan kepada Saudara, bahwa Yesus bukan saja menebus, tapi dia juga Allah yang sanggup memberi pertolongan, kesembuhan, berkat Tuhan, berkat rohani, damai sejahtera, dia sanggup lakukan segala yang Saudara butuhkan! Dan terutama, Dia sanggup menyelamatkan kita semuanya! Amin!

Jangan berpikir Yesus hanya sanggup menebus dosa saja. Tidak! Apapun pergumulan Saudara, Alkitab adalah manual book kita. Setiap pertanyaan Saudara, pergumulan, ada jawabannya! Dan lebih penting lagi, mari kita menjadi pelaku Firman Tuhan.

#2 Unity

Keempat orang ini juga berbicara mengenai Unity, kesatuan. Coba Saudara bayangkan, kalau 4 orang ini menurunkan tandu dari atas, lalu mereka tidak sepakat, tidak unity, pasti bisa terjatuh. Keempatnya harus rata bersama-sama waktu menurunkan tandu itu. Jadi diperlukan kerja sama secara benar dari 4 orang ini. Kembali kita diingatkan Tuhan untuk tetap ada dalam Unity.

Ada sebuah ilustrasi. Satu ketika, setan mau Garage Sale. Barang-barang yang sudah lama, dia mau jual semuanya, dan dia mau isi rumahnya dengan barang-barang yang baru. Lalu dicantumkan harga-harganya. "Kemarahan" sekian rupiah, "Sakit hati" sekian rupiah. Lalu di ujung, ada yang dikasih harga paling mahal, yaitu "Perpecahan".

Ternyata "Perpecahan" ini adalah barang Iblis yang paling jitu, karenanya Iblis sangat sering memakai senjata ini, roh perpecahan. Hari-hari ini keluarga Kristen menjadi target roh perpecahan, dipecahkan Iblis, supaya kita tidak diberkati, Supaya kita tidak menerima janji Tuhan! Sehingga kita tidak bisa bilang, "Yang begini kita belum pernah lihat!"

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Kita harus tetap unity dalam setiap keluarga lepas keluarga! Itu adalah kunci daripada berkat Tuhan. Bukankah Tuhan katakan, dua-tiga orang bersepakat sehati dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Dia hadir di tengah-tengah kita, Dia dengar doa-doa kita, bahkan jawaban doa-doa kita? Saya mau ingatkan kembali, di setiap keluarga jangan lupa Mezbah Keluarga!

#3 Doa dan beriman

Keempat orang ini teruji dan Yesus melihat iman mereka.

Markus 2:5, Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"

Mereka ada iman! Mereka ngotot walaupun begitu banyak orang ada di rumah itu menghalangi mereka membawa orang sakit itu ke dalam.

Saudara, bukankah Tuhan senantiasa kerja-Nya memberi? Dia hanya mau beri, beri, dan beri. Sejak dari Kitab Kejadian, Tuhan itu menciptakan segala sesuatu untuk kita. Bahkan di Kayu Salib, dari 7 perkataan Tuhan Yesus, yang terakhir adalah "sudah selesai!" Saudara, saya mau kasih tahu, Tuhan Yesus itu sangat hobi untuk bekerja. Tuhan Yesus sangat senang untuk melakukan bagian-Nya, yaitu bekerja. Tapi kita ini seringkali salah paradigma, kita senantiasa berpikir bahwa Tuhan itu "perlu ditolong". Saudara, Dia tidak perlu pertolongan kita, justru kitalah yang perlu ditolong! Dia itu Maha Kuasa, tidak perlu pertolongan kita. Dia justru mau tolong Saudara. Seringkali kita justru yang tidak mau ditolong Tuhan. Sehingga kita lebih banyak kerjakan ketimbang Tuhan yang kerjakan.

Mazmur 23:1-6, Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

Coba simak baik, garis bawahi, kata-kata dalam Firman Tuhan dalam Mazmur 23 ini:

  • Dia membaringkan aku
  • Dia membimbing aku ke air yang tenang
  • Dia menyegarkan jiwaku
  • Dia menuntun
  • Dia mengurapi

Saudara, semua Tuhan yang mengerjakan! Haleluya!

Dengarkan baik Gereja Tuhan, Tuhan mau Dia yang kerjakan, itu bagiannya Dia. Dia senang sekali melakukannya. Seringkali kita yang turun tangan sehingga Tuhan angkat tangan. Tapi hari ini, mari kita angkat tangan, sehingga Tuhan yang turun tangan. Ini bagiannya Tuhan.

Lalu bagian kita itu apa? Kalau Tuhan mau kerjakan, lalu bagian kita itu adalah, paling penting adalah doa dan beriman! Saudara, kekuatan doa itu luar biasa. Doa yang bagaimana? Doa yang beriman! Saudara minta tolong sama Dia, Dia pasti akan turun tangan menolong Saudara!

Saudara, Dr Yonggi Cho memberikan sebuah gambaran yang bagus. Sebuah telur, kalau diremas, pasti pecah kan? Kalau Saudara punya telur masih utuh, lalu jatuhkan di atas batu karang, yang pecah adalah pasti telur. Tapi Dr Yonggi Cho katakan, kalau orang punya iman, bukan telur yang pecah, tapi batu karang yang pecah! Saudara, kita perlu berparadigma out of the box, yang mustahil itu yang Tuhan kerjakan. Telor sama batu karang, masakan batu karang yang pecah? Tapi justru itu yang membuktikan Yesus berkuasa atas segalanya! Yang mustahil, Saudara harus percaya, harus minta sesuatu yang tidak mungkin bagi Saudara! Tidak mungkin batu karang yang pecah! Tapi justru dalam ketidakmungkinan, Tuhan bekerja dan membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang hidup. Minta yang tidak mungkin buat kita, karena segalanya mungkin buat Tuhan! Yang tidak ada menjadi ada. Kun fayakun!

Saudara yang dikasihi Tuhan, ada sebuah cerita lagi dari Dr Yonggi Cho. Ada seorang Ibu tua sakit kanker, di lehernya. Bicaranya sudah agak susah. Ibu tua ini, tiap hari datang ke kantor Dr Cho, minta didoakan. Ya pasti mau tidak mau didoakan. Sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, tiap hari dia datang lama-lama bikin kesal juga. Padahal tidak terjadi kesembuhan karena dia tidak punya iman. Kita juga sering begitu. Memang Tuhan bisa pakai hamba Tuhan untuk tumpang tangan, adakan pemberesan, tapi ada yang berputar-putar sana-sini karena tidak beriman. Dr Cho lama-lama dalam tanda kutip, kesal juga. Dia bilang, "Ibu, punya buku tulis? Mulai hari ini, Ibu naik ke gunung, Ibu tulis dan perkatakan 10.000 kali 'bilur-bilur Tuhan Yesus sudah sembuhkanku'." Kenapa suruh tulis dan suruh naik ke gunung? Tujuannya sebetulnya biar nggak menggerecoki begitu. Beberapa bulan kemudian, Ibu ini datang ketemu lagi sama Dr Cho. Ternyata, suaranya yang tadinya serak, sekarang sudah sembuh. Bahkan ditanya bagaimana kankernya, ternyata dia malah sudah lupa kankernya. Jadi dia 10.000 kali tulis dan perkatakan, sehingga sudah masuk di dalam pikirannya ibu itu, bahwa bilur-bilur Yesus sudah sembuhkan! Dia tidak ingat lagi kankernya, itu semua karena kuasa Tuhan!

Bukankah Firman Tuhan katakan, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8)

Saudara, katakan sekali lagi, "Yang begini belum pernah kita lihat!" Pergumulan apapun, kita katakan, "Yang begini belum pernah kita lihat!" Saudara pasti terima mujizat Tuhan! Amin!