Tiga ciri karakter Yesus (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Tiga ciri karakter Yesus
Sutadi Rusli-20120909-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 9 September 2012
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom, Bapak, Ibu, Saudara yang dikasihi Tuhan.

Roma 8:29, Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Saudara yang dikasihi Tuhan, visi dari Sinode GBI adalah Menjadi Seperti Yesus. Ini bukan hanya menjadi visi Sinode kita, tapi harus menjadi visi bagi setiap pribadi orang-orang percaya.

Roma 8:29 mengatakan bahwa kita sudah dipilih dari semula. Saudara yang dikasihi Tuhan, Daud dalam Mazmur 139:13 berkata, Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.

Hidup Saudara itu bukan kebetulan! Tidak ada yang kebetulan! Mungkin ada yang pikir kebetulan hidup, tidak sengaja, Papa-Mama saya begini-begitu. Tidak. Kalau Saudara ada sebagaimana Saudara ada hari ini, Tuhan sudah menentukan hidup, memilih hidup kita, sudah memilih Saudara dan saya untuk menjadi anak-anak-Nya. Ayo, garis bawahi kata-kata ini. Jangan lagi ada yang merasa hidupnya tidak berguna. Jauhkan pikiran itu, Tuhan sangat mengasihi Saudara semuanya karena Saudara telah ditentukan Tuhan Yesus sejak semula.

… mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya …

Selain dipilih sejak semula, Saudara juga ditentukan, sudah ditetapkan untuk menjadi serupa dengan Yesus! Ini harus menjadi harga mati dari setiap pribadi kita, bahwa Saudara punya Kekristenan, hidup Saudara harus menjadi serupa dengan Yesus.

Kalau kita tidak menjadi seperti Yesus, jangan Saudara berpikir bahwa Saudara akan bertemu dengan Dia. Dia adalah yang sulung, kita adalah adik-adik-Nya. Dia mau kita semua ikut seperti Dia, supaya satu kali kelak kita akan bertemu dan duduk bersama-sama Tuhan Yesus Kristus. Ketika kita tahu sudah dipilih dari semula, ditentukan dari semula, ini menjadi harga mati kembali untuk orang percaya, menjadi seperti Yesus.

Sebuah ilustrasi, satu waktu di negara Amerika, ada laki-laki seorang Tionghoa pacaran dengan seorang wanita Tionghoa juga. Setelah beberapa tahun pacaran, mereka memutuskan untuk menikah. Bertahun-tahun tidak punya anak, akhirnya di tahun kelima, istrinya mengandung. Pada waktunya melahirkan, dia dibawa suaminya ke Rumah Bersalin. Istrinya melahirkan dan bayinya dibawa ke ruangan bayi. Suaminya dipanggil oleh Suster untuk melihat bayinya yang baru dilahirkan istrinya. Waktu diperlihatkan, suaminya kaget. Kok ngga cocok? Dia tanya Suster, "Ini betul anak kami?" "Iya Pak! Name tag-nya, nama Ibu, nama dokter, gelang penandanya semua menunjukkan ini anak Bapak!" Dia kaget karena anak yang diperlihatkan itu rambutnya keriting, matanya belo, kulitnya hitam. Tidak cocok dengan dia dan istrinya yang Tionghoa, seharusnya anaknya berambut lurus, matanya sipit, dan kulitnya putih kekuning-kuningan! Dia sampai heran, ini pasti ada sesuatu. Ketika ditanya mau dikasih nama apa, karena nama orang Tionghoa biasanya ada tiga kata, dia bilang namanya, "Sam Ting Long!" Something wrong! Karena tidak cocok! Masa Papanya Tionghoa, Mamanya Tionghoa, anaknya Negro?

Saudara yang dikasihi Tuhan, ada orang tanya, DNA-nya Yesus itu bagaimana?

Matius 1:20, Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Blue print, DNA dari Tuhan Yesus Kristus adalah Roh Kudus! Roh Allah sendiri! Blue print dan DNA kita itu seperti satu buah mobil, dengan mesinnya itu Roh Kudus. Seperti sebuah Komputer, software-nya itu adalah Roh Kudus!

Jadi, DNA Tuhan Yesus Kristus adalah Roh Kudus. Sehingga kita ini, kalau kakak sulung kita DNA-Nya adalah Roh Kudus, maka bagi Saudara dan saya sebagai adik-adik-Nya, sebagaimana dinyatakan dalam Roma 8:29, DNA kita juga adalah DNA Roh Kudus!

Saudara yang dikasihi Tuhan, belum lama kita digemparkan oleh kejadian di Gunung Salak. Sebuah pesawat uji coba menabrak gunung dan banyak yang tewas. Karena hancur terbakar, maka harus dilakukan tes DNA. DNA keluarganya, ayah, ibu, atau anak-anaknya, dikumpulkan dan dicocokkan untuk dapat mengenali jenazah tersebut.

DNA Saudara dan saya adalah DNA-Nya Tuhan Yesus, yaitu Roh Kudus! Sehingga mau tidak mau, Saudara harus menjadi serupa dengan Yesus. Amin! Itu sekali lagi, adalah harga mati!

Ada 3 ciri utama karakter Yesus yang harus kita penuhi sebagai adik-adik dari yang sulung yaitu Yesus, sebagai DNA Roh Kudus, menjadi target kita untuk menjadi seperti Yesus. Ketiga ciri utama karakter Yesus itu adalah ketaatan, mengampuni, dan kasih!

#1 Ketaatan

Pada waktu ada di taman Getsemani, Tuhan Yesus bergumul luar biasa, "Bapa, kalau boleh cawan ini berlalu daripada-Ku, tapi bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak Bapa di sorga yang terjadi."

Yesus taat untuk turun ke dunia ini menjadi manusia, supaya kita boleh diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Dia disiksa, menderita luar biasa, dan sampai mati di kayu salib. Dia tidak memilih untuk enak-enakan saja, tapi dia taat untuk menyenangkan hati Bapa di Sorga. Ini harus menjadi karakter yang kita miliki. Taat kepada Tuhan, taat satu sama lain, taat kepada Firman Tuhan, dan bermacam-macam.

Diutus ke Alor

Saya sendiri tentu diperhadapkan juga terhadap hal ketaatan ini. Pada 11 Juni 2012, beberapa bulan lalu, gereja ini berulang tahun yang ke-17. Tuhan memberikan sebuah tema, Ini aku, utuslah aku! Waktu saya menyampaikan tema ini, saya tidak mengerti harus bagaimana. Tapi karena saya dapatkan dari Tuhan, ya saya sampaikan saja kepada Saudara. Tentu bagi saya pribadi, kalau saya berani menyampaikan ini, saya tidak bisa katakan, "Ini aku Tuhan, utuslah supirku!"

Apa yang terjadi kemudian? Beberapa waktu setelah itu, seorang hamba Tuhan di dalam pembinaan saya mengirimkan sms dan mengatakan, "Pak Rusli, Bapak mau ngga, ini ada undangan dari teman-teman di Alor!" Saya waktu itu menanggapi dingin-dingin saja, saya jawab, ya sudah, nanti kita bawa dalam doa. Eh, waktu saya tidak memberi jawaban, setelah beberapa waktu dia sms lagi, "Pak gimana Pak? Teman-teman di Alor sudah menanyakan, apakah Bapak siap atau tidak pergi ke Alor melayani di sana?" Saya lagi-lagi masih kurang greget dan saya masih katakan, nanti bawa dalam doa.

Lalu setelah saya bawa lagi dalam doa, kemudian saya merencanakan untuk mengirimkan tim untuk pergi ke Alor, termasuk hamba Tuhan yang sms ini. Dua hari sebelum berangkat, tim yang tadinya akan berangkat hanya berdua saja, saya bilang, kalian mesti tambah satu orang lagi. Jadi secara mendadak, saya bilang untuk mengajak seorang hamba Tuhan lagi yang menangani Pelayanan Masyarakat, sehingga saya mengirimkan tim yang terdiri dari 3 orang ke sana.

Dari Jakarta, mereka berangkat ke Kupang, dan perjalanan ke Alor kurang lebih membutuhkan 45 menit dari Kupang. Alor adalah nama sebuah pulau dan kabupaten di Nusa Tenggara Timur, dengan kota terbesarnya yaitu Kalabahi. Kota Kalabahi adalah sebuah kota kecil di mana di sana Kekristenan merupakan mayoritas. Hotel-hotel di sana semuanya sederhana.

Ketika tiba di Lapangan Terbang Mali di Kabupaten Alor, yang dua orang kaget karena pada waktu ketemu Pendeta di sana, rupanya dia juga baru kenal di situ. Rupanya Pendeta yang sms ke saya ini memberikan pengakuan bahwa dia juga tidak mengerti. Teman dia sebetulnya ada di Rote, tapi tidak tahu kenapa, waktu sms itu selalu menuliskan Alor terus.

Rupanya melalui hamba Tuhan yang mendadak saya ikutkan dalam tim tersebut, terbukalah jalan melalui pelatihan-pelatihan teknologi tepat guna, membuat sabun, shampoo, dan lain-lain. Tim ini berada di sana selama 10 hari, dan melalui pembicaraan demi pembicaraan, rupanya mereka antusias untuk ada kebangunan rohani di sana.

Tim yang berangkat ke Alor, melakukan pelatihan dan pelayanan Healing. Kemudian mereka katakan, Bapak nanti melayani KKR Healing dua hari berturut-turut. Saya tanya, kenapa harus dua hari? Rupanya mereka tidak puas kalau hanya sehari, jadi Bapak mesti khotbah dua hari berturut-turut. Ya sudah, jadi kita adakan KKR dua hari berturut-turut.

Kemudian tim ini saya kirim kembali ke sana. Rupanya mulai dari Bupati, Kapolres, dan Muspika, semua menjadi Panitia, pelindung, penasehat, dari Kepanitian KKR ini. Saya barusan diberi tahu bahwa gereja-gereja di Alor untuk pertama kalinya bersama-sama dalam sebuah kepanitiaan untuk Kebaktian Kebangunan Rohani. Gereja terbesar yang ada di sana adalah Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT).

Saudara yang dikasihi Tuhan, ini adalah pengalaman pertama kita keluar. Saya kalau boleh memilih, saya tidak mau pergi ke Alor. Orang mungkin bertanya kenapa harus jauh-jauh ke Alor? Yang dekat saja ada. Itu adalah daerah yang baru sama sekali, yang kita tidak pernah tahu. Perjalanan dari Kupang ke sana juga tidak mudah. Dari Kupang mesti menginap dulu semalam baru bisa ke Alor karena tidak ada jadwal pesawat yang langsung tersedia. Biayanya juga tidak kecil. Dari 76 peserta yang akan turut ke Alor, 41 peserta adalah tanggung jawab Gereja. Kita yang 35 orang lainnya sama-sama berkorban, membayar sendiri-sendiri. Ini adalah sesuatu yang Tuhan dorong.

Waktu tahu bahwa nama pembicaranya adalah Pdt Sutadi Rusli, mereka makin tertarik, karena namanya tidak "berbau" Kristen, malah "berbau" saudara sepupu kita. Nanti kita datang kita sana, mereka baru tahu siapa kita, kita bersama-sama Tuhan Yesus Kristus.

Mari, saya mau minta Saudara dukung baik dalam doa, dana, dalam segala perkara, juga mendukung teman-teman yang ikut dalam pelayanan ke sana. Ini adalah tanggung jawab yang berat, tapi kita bergantung pada Tuhan Yesus Kristus, dan kita percaya, mujizat masih ada!

Nanti dari rombongan yang kembali ke Kupang, 20-an orang akan pergi ke Soe. Lebih kurang 2,5 jam dari Kupang. Soe adalah kota kecil, yang dinginnya melebihi Puncak, saya diberitahu juga kalau di sana tidak ada restoran, hanya ada rumah makan Padang. Kita memiliki komunikasi dengan seseorang di sana, yang adalah anak rohani saya. Pada tahun 2000, ketika menikah, dia diboyong ke Kota Soe, suaminya adalah anggota DPRD di sana.

Berdasarkan satu penyelidikan oleh seorang Jerman, Dr Kurt K Koch, dalam situs web, dikatakan bahwa kebangunan rohani terbesar di seluruh dunia, lebih dari Wales dan Azusa Street, terjadi di Soe pada tahun 1965. Mujizat-mujizat yang ada di Alkitab terjadi kembali di Soe. Air menjadi anggur, orang mati dibangkitkan, dan berbagai-bagai isi Alkitab digenapi di Soe.

Kami nanti akan ada Menara Doa pada malam hari di Soe, yang akan mengundang orang yang dahulu mati dan dibangkitkan pada kebangkitan rohani tersebut. Kita percaya, gereja Tuhan akan dipakai lebih lagi dan lebih lagi di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Saudara tetap semangat? Biaya yang dikeluarkan, baik untuk mengirim hamba-hamba Tuhan ke sana, untuk pelatihan, pemulihan jiwa melalui Healing Movement Camp, dan untuk KKR di sana, itu adalah satu saluran berkat yang dibawa oleh Bogor menuju ke sana.

Waktu kita lakukan penuh ketaatan, maka kita semua pasti diberkati oleh Tuhan! Amin!

#2 Mengampuni

Matius 6:12, 14-15, … dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Jangan mimpi Saudara minta hak Saudara untuk diampuni Tuhan, sementara Saudara tidak mau mengampuni orang lain lebih dulu. Kita jangan gampang minta diampuni, tapi kita lupa ada kewajiban dulu sebelum hak itu diterima oleh kita, yaitu kita ada kewajiban mengampuni lebih dulu.

Hari ini kita diberikan kesempatan untuk introspeksi. Kita suka berdoa, minta hak kita, "Tuhan ampuni aku." Tapi Tuhan tidak bisa menyalurkan hak itu, kalau Saudara belum mengampuni yang bersalah kepada Saudara.

Matius 6:11, Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dalam bahasa Inggris, our daily bread.

Doa Bapa Kami memiliki urutan. Ayat ke-11 mengatakan Our Daily Bread, lalu Yesus menyambung dengan "ampunilah kami". Saudara perlu makan setiap hari? Kita butuh makanan tiap hari! Yesus tahu kita butuh makanan untuk hidup setiap hari. Lalu disambung, kita juga harus mengampuni setiap hari, dan kita butuh pengampunan setiap hari! Semua kita butuhkan setiap hari!

Pada waktu doa di malam hari, mari renungkan sejenak, kita minta ampun pada Tuhan. Kita lakukan bukan sebulan sekali, tapi setiap hari, kita saling mengampuni. Saat Saudara sudah saling mengampuni, Tuhan juga akan memberikan pengampunan.

Pengampunan adalah fondasi dari pemulihan hubungan antara kita, Tuhan, dan dengan sesama. Jangan ada akar pahit, hal-hal yang tidak baik, mari saling mengampuni agar Bapa mengampuni kita.

#3 Kasih

1 Yohanes 4:7, Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.

Saya balik, kalau Saudara tidak saling mengasihi, artinya Saudara bukan lahir dari Allah dan tidak mengenal Allah!

Filipi 2:13, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Pada waktu kita mau menyerahkan hidup kita, kita katakan, "Tuhan Engkau sudah ada di dalam aku, dan Engkau sudah mengerjakan segala sesuatunya di dalam aku." Kalau Saudara membuka hati Saudara, dan membiarkan Tuhan mengerjakan dalam hidup kita, kita tahu Tuhan kita tidak mungkin gagal!

Amin!