Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atasmu! (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atasmu!
Niko Njotorahardjo-20120303-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 6 Mei 2012
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Jemaat yang dikasihi Tuhan, “Tahun 2012, tahun perkenanan Tuhan. Multiplikasi dan promosi terjadi karena perkenanan Tuhan. Mujizat masih ada!”

Untuk mengalaminya, Saudara harus menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan. Dan di tahun 2012 ini Saudara akan mengalami apa yang dikatakan dalam 1 Korintus 2:9, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Tahun 2012 adalah juga tahun dimulainya penuaian jiwa besar-besaran untuk akhir zaman!

Penuaian terbesar akhir jaman terjadi karena Roh Kudus dicurahkan secara luar biasa. Kemuliaan Tuhan akan turun secara luar biasa. Pada waktu itu:

  1. Anak-anak, pemuda, orang tua akan dipakai Tuhan secara luar biasa
  2. Goncangan-goncangan terjadi.
    Dan melalui kedua hal ini, maka:
  3. Penuaian besar-besaran terjadi!

Bob Jones menyatakan bahwa Kemuliaan Tuhan dan goncangan-goncangan besar yang mengiringi penuaian 1 milyar jiwa; dimulai pada tahun 2012. Kita harus menyambut datangnya “musim” itu dengan bersukacita karena percaya bahwa di tengah-tengah goncangan-goncangan kita akan melihat bahwa Tuhan selalu menyertai kita. Amin!

Leslie Keegel menubuatkan bahwa World Prayer Assembly II yang dibuka di SICC pada 14 Mei 2012 dan dihadiri oleh lebih dari 200 bangsa-bangsa merupakan tanda pendahuluan dari pada terjadinya revival global yang akan melanda dunia oleh karena Roh Kudus, sesuai dengan Habakuk 2:14, “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.”

Tanggal 17 Mei yang akan datang kita memperingati Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, dan 10 hari setelah itu kita akan memperingati Hari Pentakosta yang dalam bahasa Inggrisnya biasa disebut Pentecost Sunday. Beberapa bulan terakhir ini Tuhan berulang kali berkata, “Aku akan mencurahkan Roh-KU! Aku akan mencurahkan Roh-Ku! … Kemuliaan-Ku akan mengalir dengan luar biasa!” Mari hari-hari ini kita arahkan hati dan pikiran kita untuk menerima pencurahan Roh Kudus tersebut!

Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atasmu!

I. Yesus datang ke dalam dunia untuk menebus dosa kita

Menyongsong hari Pencurahan Roh Kudus, mari kita mengenang kembali apa yang dilakukan Tuhan Yesus sebelum Roh Kudus itu dicurahkan. Tuhan Yesus datang ke dunia ini; “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, Nama-Nya YESUS! Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).

Pertanyaannya, ada apa dengan manusia sehingga Tuhan Yesus harus datang ke dalam dunia ini? Alkitab katakan, “Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Upah dosa adalah maut!” (Roma 3:23; 6:23). Dan Alkitab katakan, “Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita!” (1 Korintus 15:3). Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ke-3 Dia bangkit dari kematian! Tuhan Yesus hidup. Haleluya!

Dia yang tidak berdosa telah dijadikan dosa oleh karena kita, artinya Dia harus mati menggantikan Saudara dan saya, supaya di dalam Dia setiap orang yang percaya kepada Yesus dibenarkan oleh Allah. Itulah yang Tuhan Yesus lakukan! Dia mati buat Saudara dan saya, tetapi jangan lupa juga bahwa Tuhan Yesus bangkit!

II. Berbahagialah orang yang percaya walaupun tidak melihat

Selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Dia mengunjungi/menampakkan diri kepada beberapa murid-murid-Nya. Mereka memberitahukan hal itu kepada murid-murid yang lain, namun tidak semuanya mempercayai hal itu, termasuk Tomas. Dia tidak mau percaya sebelum melihat dan mencucukkan tangannya ke lubang bekas paku di tangan Yesus.

Karena Tuhan Yesus begitu baik, delapan hari setelah itu Dia datang khusus kepada Tomas dan berkata, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” … “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. (Yohanes 20:24-29).

Ada orang yang seperti Tomas; kalau dia tidak melihat sendiri dia tidak percaya.

Tetapi:

  • Lebih berbahagia orang yang tidak melihat -mungkin hanya mendengar- tetapi percaya. (Yohanes 20:29).
  • Lebih berbahagia memberi daripada menerima! (Kisah 20:35).

Manakah yang Saudara pilih; berbahagia atau lebih berbahagia? Saya percaya kita semua pasti mau memilih yang lebih berbahagia. Hari ini Tuhan mengungkapkan kepada kita tentang rahasia untuk mendapat kebahagiaan.

Ketika Tuhan Yesus mati disalib, murid-murid-Nya sangat terpukul. Selama ini mereka mengikut Yesus dengan meninggalkan mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

Saya tidak tahu keadaan Saudara hari ini, mungkin ada yang sedang dalam keadaan seperti yang dialami murid-murid Tuhan tadi. Mungkin ada yang sedang mengalami masalah dalam pekerjaan, dalam keluarga, dalam kesehatan, atau apa saja; mungkin ada yang sedang dalam kondisi berputus asa, tetapi saya mau beritahu satu hal, Tuhan Yesus itu baik! Dia sungguh baik dan sangat baik kepada kita semua. Dia pasti akan melawat Saudara! Kalau Saudara adalah orang yang sungguh-sungguh dengan Tuhan, namun sedang merasa seperti ditinggalkan oleh Tuhan, jangan kuatir! Sebab Tuhan pasti akan datang melawat Saudara!

Murid-murid Yesus dalam keadaan putus asa, lalu sepakat untuk kembali kepada pekerjaan mereka semula, yaitu sebagai nelayan. Mereka menjala ikan dari malam sampai dini hari, tetapi tidak berhasil memperoleh ikan seekor pun. Tiba-tiba kedengaran suara dari darat, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Dengan kesal mereka menjawab, “TIDAK ADA!” karena mereka belum menyadari bahwa yang bertanya itu adalah Tuhan Yesus. Tetapi ketika suara itu kembali berkata, “Lemparkan jalamu ke sebelah kanan dari perahu, niscaya kamu akan memperolehnya!” Yang luar biasa, mereka menaatinya.

Kenapa mereka bisa taat? Karena mereka pernah intim dengan Tuhan. Orang yang hidupnya intim dengan Tuhan namun sedang mengalami satu kemelut dalam hidupnya; hatinya seolah-olah diselimuti oleh suatu selubung. Tetapi kalau dia intim dengan Tuhan, dia pasti dapat mengenali suara-Nya; dan menaatinya.

Bayangkan, situasi murid-murid tersebut saat itu:

  • Waktunya sudah menjelang pagi
  • Lokasinya hanya sekitar 90 meter jaraknya dari tepian, di mana
  • Airnya sudah dangkal,

sehingga mana mungkin ada ikan-ikan besar di situ?

Murid-murid-Nya taat meskipun antara mengerti dan tidak, lalu melemparkan jalanya ke sebelah kanan perahu dan memperoleh tangkapan 153 ekor ikan-ikan besar! Mereka terkejut luar biasa sehingga baru sadar bahwa itu Tuhan Yesus! (Yohanes 21:1-11).

Saudara, di sini yang diperlukan hanyalah ketaatan. Mungkin ada di antara Saudara yang situasinya seperti murid-murid itu, bagi Tuhan tidak ada hal yang mustahil!

Dan tidak sampai di situ saja; Tuhan Yesus juga melawat Petrus yang terus menerus diliputi oleh perasaan bersalah, karena pernah tiga kali menyangkali Dia. Dan untuk itu Tuhan Yesus datang!

Dialog antara Tuhan Yesus dengan Petrus:

  • “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
  • Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
  • Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.”

(Yohanes 21:15-17)

Saya percaya; seketika itu juga perasaan bersalah atau guilty feeling yang menekan hidupnya Petrus selama itu lenyap! Itulah Tuhan Yesus!

Mungkin ada di antara kita yang mengalami perasaan bersalah kepada Tuhan, rasanya dosanya itu terus menekan hidupnya. Tetapi saya mau beritahukan kabar baik, yaitu Tuhan Yesus pasti datang kepada Saudara seperti Dia datang kepada Petrus, dan saat ini juga beban berat itu akan terlepas!

III. Bertekun dengan sehati dalam doa

Setelah 40 (empat puluh) hari Tuhan Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya; Dia memberikan pesan terakhir-Nya, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8).

Setelah berkata demikian Tuhan Yesus naik ke sorga. Murid-murid-Nya menyaksikan itu dengan rasa heran dan terkejut. Setelah Tuhan Yesus hilang dari pandangan mata, ada 2 orang yang berpakaian putih, yaitu malaikat Tuhan; berkata kepada mereka, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu menatap ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga” (Kisah Para Rasul 1:10–11).

Melalui ayat ini, saya sangat yakin kalau yang melihat Tuhan Yesus naik ke sorga adalah murid-murid Tuhan Yesus, maka yang melihat Dia turun pada kedatangan-Nya yang kedua adalah juga murid-murid Tuhan Yesus. Jadi, jika Saudara adalah seorang murid Tuhan Yesus, maka Saudaralah yang akan melihat Tuhan Yesus turun dari sorga dan waktunya sudah tidak lama lagi!

Setelah mereka mendapatkan janji Tuhan, maka ke-120 murid-murid itu berkumpul untuk menantikan penggenapan janji Tuhan; yaitu pencurahan Roh Kudus. Kisah Para Rasul 1:14a, “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, ...”

Mereka semua ... bukan satu orang, tetapi semua bertekun dengan sehati, artinya unity dalam doa bersama-sama siang dan malam, dan 10 hari setelah itu tiba-tiba terdengarlah tiupan seperti angin keras di ruangan itu; lalu tampaklah lidah-lidah seperti nyala api yang hinggap di kepala mereka masing-masing. Mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa seperti yang diberikan oleh Roh Kudus itu untuk mengatakannya. Itu adalah bahasa roh!

Setelah itu, mereka dipakai Tuhan luar biasa dan penuaian jiwa besar-besaran terjadi! Haleluya! Kondisi kita hari-hari ini adalah seperti itu! Tuhan telah berjanji, “Aku akan mencurahkan Roh-Ku ... Aku akan mencurahkan Roh-Ku! Kemuliaan-Ku akan turun dengan kuat!” Apa yang harus kita lakukan?

Lakukanlah seperti apa yang murid-murid Tuhan Yesus lakukan, yaitu, semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama; maka Saudara semua akan dipakai oleh Tuhan dalam penuaian jiwa besar-besaran di akhir jaman ini!

IV. Berdoa dengan berbahasa roh

Saudara yang dikasihi Tuhan, tanda awal waktu mereka dipenuhi oleh Roh Kudus adalah mereka berbahasa roh!

Saya rindu kita semua bisa berbahasa roh. Mengapa? Karena:

  1. Kita membangun diri kita sendiri (1 Korintus 14:4)
  2. Yang dibangun itu kerohaniannya dan bukan berat badannya.

  3. Kita bisa berdoa lebih lama (Roma 8:26)
  4. Kalau kita sudah kehabisan kata-kata kita sendiri, kita bisa berbahasa roh yang perbendaharaannya tidak terbatas.

  5. Kita akan lebih bisa merasakan hadirat-Nya
  6. Mungkin ada orang yang bertanya-tanya bagaimana merasakan hadirat Tuhan, tetapi ketika Saudara berbahasa roh, Saudara akan mengalaminya.

  7. Kita akan merasakan damai sejahtera dan sukacita yang lebih besar lagi
  8. Kita akan masuk dalam masa perhentian (Yesaya 28:12)
  9. Mungkin kita sudah mengalami kepenatan dalam hidup ini di mana kita sudah bekerja seharian dan bermacam-macam telah masuk dalam pikiran kita, namun ketika kita mulai berbahasa roh maka kita akan mengalami spiritual refreshing.

  10. Roh kita yang berdoa, memuji dan menyembah Tuhan
  11. “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.” (1 Korintus 14:14–15).

Manusia terdiri dari 3 unsur, yaitu roh, jiwa, dan tubuh. Ketiganya harus bisa berdoa, memuji, dan menyembah Tuhan. Dengan tubuh kita memuji Tuhan, misalnya dengan bertepuk-tangan, angkat tangan, menari, dan sebagainya. Dengan jiwa kita berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dengan bahasa yang kita mengerti. Misalnya, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, bahasa Jepang, dan sebagainya. Kalau kita melakukan itu artinya jiwa kita yang berdoa, memuji dan menyembah Tuhan; tetapi roh kita belum! Roh kita hanya bisa berdoa, memuji dan menyembah Tuhan kalau kita berbahasa roh!

Jadi, jangan sampai kita yang mempunyai roh, jiwa, dan tubuh tetapi yang bisa berdoa, memuji, dan menyembah itu hanya tubuh dan jiwa saja.

Dr Clark Peterson seorang ahli otak dari Oral Roberts University membuat satu penyelidikan tentang orang yang berbahasa roh. Dia menemukan bahwa orang yang berbahasa roh; dari tubuhnya ada hormon endorfin yang menembak system imunitas tubuh kita sehingga naik 35–40%. Artinya, kita akan sehat kalau berbahasa roh sebab imunitas kita naik 35–40%! Yang luar biasa, pengeluaran hormon tersebut dipicu oleh satu bagian otak yang fungsinya tidak jelas, dan bagian otak itu hanya berfungsi kalau kita berbahasa roh!

Kita semua tentu ingin sehat. Umur yang panjang tapi disertai sakit penyakit tentu tidak ada artinya. Kalau kita diberi umur panjang; biarlah itu juga dengan kesehatan dan kebahagiaan. Sebab itulah yang Tuhan janjikan. Saya berdoa agar setiap Saudara memiliki kerinduan untuk bisa berbahasa roh.

Kesaksian:

Dulu, saya adalah orang yang paling menentang orang yang berbahasa roh, karena saya sendiri belum mengalaminya. Tetapi sejak saya mengalaminya, teori-teori yang menentang orang berbahasa roh semuanya hilang! Artinya, apa yang pernah saya ungkapkan ternyata salah semua. Tetapi saya harus mengalaminya terlebih dahulu.

Pada bulan Mei ini, saya percaya kalau orang Pentakosta lama; bahkan bukan mereka saja tetapi kita juga percaya; bahwa selama 10 hari, biasanya setelah hari kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama untuk mendapatkan kepenuhan Roh Kudus. Dan mereka memang dipenuhi Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh.

Orang yang berbahasa roh itu harus penuh Roh Kudus. Tetapi ada orang yang tidak penuh Roh Kudus dan hidupnya kacau; namun bisa berbahasa roh. Hal itu karena asalnya dia pernah dipenuhi Roh Kudus. Artinya, Roh Kudus tidak lagi memenuhi Saudara itu, namun dia tetap bisa berbahasa roh, sehingga menjadi batu sandungan bagi orang di sekitarnya. Jadi yang saya maksudkan adalah: bahasa roh itu ada karena Saudara tetap penuh dengan Roh Kudus.

Memang dalam hidup itu kadang kita mengalami keadaan yang turun-naik, tetapi ketika Saudara sedang mengalami keadaan turun itu, jangan ikut terus turun ke bawah, sebaliknya Saudara harus berusaha kembali naik ke atas. Kita harus terus introspeksi diri, dan ini penting karena merupakan pesan Tuhan!

Bergabung dalam COOL!

Selanjutnya pesan Tuhan adalah agar Saudara semua bergabung dalam kelompok sel, COOL, karena di sana kita akan lebih mudah berdoa, bersama-sama dengan Saudara-Saudara seiman. Ibadah Raya memang baik, tetapi masih ada kekurangannya. Saudara memerlukan satu komunitas yang bersama-sama dengan Saudara saling menguatkan. Saudara yang ada di marketplace gampang jatuh oleh karena keadaan sekarang, tetapi jika ada di dalam COOL, maka Saudara akan dapat bertahan; bahkan Saudaralah yang akan menggarami mereka. Memang kadang-kadang niat kita memang menggarami mereka yang di marketplace, sayangnya sering kali kita sendiri yang "digarami"! Mengapa? Karena kita tidak terhisap dalam sebuah komunitas yang saling menopang.

Penutup

Waktunya sungguh sudah tidak lama lagi, Dia akan segera datang untuk kali yang kedua dan kita harus semakin sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.

Amin!