September Ceria (Khotbah Pdt Ir Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
September Ceria
Sutadi Rusli.jpg

Pdt Ir Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 14 September 2008
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Mungkin saudara bingung dengan judul di atas. Ada apa dengan bulan September? pada tanggal 29 September 2008 tepatnya pukul 18.00 menurut penanggalan Yahudi maka kita akan memasuki tahun 5769 atau yang disebut dengan tahun Samekh Teth.

Memang dalam beberapa tahun terakhir ini Tuhan menuntun kita melalui penanggalan Yahudi. Saudara sudah mendengar mengenai tahun Samekh Zayin (5767/2007) kemudian tahun Samekh Chet (5768/2008). Nah, tahun 5769 atau Samekh Teth ini secara profetik berbicara mengenai panen raya.

Jika seorang petani tahu bahwa sebentar lagi ia akan menuai hasil tanamannya, pasti ia sangat antusias dan bersukacita, karena ia akan memanen hasil jerih payahnya. Dan petani itu akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk panen raya yang akan ia alami. Dia akan mulai mempersiapkan lumbung-lumbungnya dan membersihkannya. Setiap hari ia bangun pagi untuk memeriksa tanamannya, memastikan tidak ada hama yang menyerang. Dia akan mempersiapkan alat-alat untuk menuai, dia juga akan mempersiapkan orang-orang yang akan membantunya untuk menuai.

Pada waktu saya mendengar mengenai musim panen raya, maka hal pertama yang terbayang di benak saya hanyalah satu, yaitu jiwa-jiwa, yang akan kita tuai bersama dalam Yesus. Saudara mungkin memiliki anggota keluarga yang belum percaya pada Tuhan Yesus, kita percaya saat memasuki musim panen raya ini, keluarga besar kita satu-persatu akan datang bertekuk lutut pada Tuhan. Mari kita makin tekun mendoakan keluarga kita, agar mereka suatu kali kelak akan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat.

Mempersiapkan panen raya

Pada kesempatan ini saya ingin membagikan 7 hal yang harus kita perhatikan untuk mempersiapkan panen raya:

  1. Jangan menjadi orang bebal
  2. Kesetiaan
  3. Jangan cinta uang
  4. Takut akan Tuhan
  5. Berakal budi
  6. Berbalik dari jalan yang salah
  7. Hidup saling mengasihi

Jangan menjadi orang bebal

Amsal 26:1 Seperti salju di musim panas dan hujan pada waktu panen, demikian kehormatan pun tidak layak bagi orang bebal.

Kamus Purwadarminta menjelaskan bebal sebagai bodoh atau sukar mengerti.

Alkitab juga menceritakan mengenai orang bebal/bodoh, salah satunya ialah mengenai perumpamaan 5 wanita yang bijaksana dan 5 wanita yang bodoh. Kisah ini diawali mengenai 10 orang wanita yang membawa pelita, ini berbicara mengenai kita, orang percaya, yang adalah terang bagi sekeliling kita. Namun dari 10 wanita yang membawa pelita tadi, 5 diantaranya membawa buli-buli berisi minyak cadangan, sehingga jika minyak didalam pelita mereka habis, maka mereka dapat mengisinya kembali. Tetapi 5 wanita yang lain tidak membawa minyak cadangan. Saat saya merenungkan hal ini, saya bertanya kepada Tuhan, apakah 50 persen dari umat Tuhan adalah umat yang bijaksana, dan 50 persen lagi adalah umat Tuhan yang bodoh. Saya berdoa, agar jemaat Tuhan seluruhnya adalah umat Tuhan yang bijaksana, dan tidak ada yang bodoh.

Minyak dalam pelita tadi berbicara mengenai kehidupan Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Jika ada seseorang yang memiliki identitas sebagai orang Kristen, di KTP-nya tercantum agamanya adalah Kristen, bahkan aksesoris yang ia kenakan menunjukkan bahwa orang itu adalah orang Kristen. Tetapi jika orang tersebut tidak memberi hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak hidup menuruti Firman Tuhan, maka orang tersebut termasuk dalam kategori 5 wanita yang bodoh, yang tidak membawa minyak dalam buli-bulinya.

5 wanita yang bijaksana yang membawa minyak berbicara mengenai orang-orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus, dengan ditandai oleh hidup mereka yang penuh dengan kebenaran. Saudara harus hidup dipenuhi Roh Kudus, hidup dalam kebenaran. Ada dosa yang mendatangkan maut dan ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Pada waktu kita mengakui dosa kita, lalu minta ampun pada Tuhan dan bertobat, maka dosa kita akan diampuni Tuhan sehingga tidak mendatangkan maut. Jadi waktu saudara diingatkan oleh Roh Kudus akan sesuatu yang salah dalam diri saudara, cepat-cepat bertobat dan minta ampun.

Ada sesuatu yang khusus ingin saya sampaikan pada saudara. Hari-hari ini perhatikan keluarga kita lebih lagi, juga secara khusus anak laki-laki kita. Hari-hari ini roh homoseksual sedang berusaha menjerat para pria begitu rupa. Bahkan kita telah mendengar ada hamba-hamba Tuhan besar yang mengakui bahwa mereka telah jatuh dalam dosa homoseksual. Kita harus ingat bahwa Tuhan telah menubuatkan bahwa menjelang kedatanaganNya dunia akan seperti pada zaman sodom dan gomora, yang berbiacara mengenai terjadinya penyimpangan seksual yang luar biasa. Mari lihat apa kata Firman Tuhan mengenai dosa homoseksual:

Imamat 18:22 Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.

Roma 1:26-27 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

1 Korintus 6:9-10 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Hari-hari ini waspadai anak-anak kita, ada begitu banyak komunitas- komunitas gay yang berusaha "mencari mangsa," perhatikan komunitas anak-anak kita, sebab jika sudah masuk kedalam komunitas yang salah seperti gay, akan sulit bagi mereka untuk keluar dari situ. Kita melihat bahkan siaran di stasiun-stasiun televisi pun akan diaudit, karena banyaknya tayangan-tayangan yang memakai peran bergaya banci sudah sangat meresahkan para orang tua yang takut gaya banci tersebut mempengagruhi perilaku anak-anak. Mari waspadai semua hal tersebut, agar kita semua siap untuk dijemput Tuhan ketika Ia datang pada kali yang kedua.

Alkitab juga menuliskan mengenai orang bodoh yaitu orang kaya yang bodoh. Ia mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, sampai lupa keluarganya, lupa akan Tuhan, dan lupa segalanya, dia bekerja begitu giat untuk mengumpulkan harta. Tetapi apa yang terjadi, pada malam ia dipanggil Tuhan, sehingga ia tidak sempat menikmati semua usahanya.

Ada lagi orang bodoh di Alkitab, yaitu orang yang membangun rumahnya diatas pasir, bukan diatas fondasi yang kuat. Ketika angin dan badai datang menerpa, maka rumah tersebut langsong roboh dan hebat kerusakannya. Ini menggambarkan mengenai orang yang hanya mendengar Firman Tuhan tetapi tidak melakukannya.

Kesetiaan

Amsal 25:13 Seperti sejuk salju di musim panen, demikianlah pesuruh yang setia bagi orang-orang yang menyuruhnya. Ia menyegarkan hati tuan-tuannya.

Mari renungkan sejenak, apakah saudara sudah menjadi orang yang setia. Tidak perlu berpikir jauh dulu, tetapi mari renungkan, apakah saudara sudah menjadi orang yang setia terhadap pasangan hidup saudara? kita harus setia dengan pasangan hidup kita masing-masing. Orang Kristen tidak mengenal kata cerai. Tuhan mencurahkan berkat atas rumahtangga yang rukun dan setia, bahkan berkat Tuhan akan turun anak cucu mereka. Pada tahun 2000 ada seorang hamba Tuhan senior yang telah berusia 70 tahun. Sebelum menjadi hamba Tuhan ia menikah belum diberkati di gereja. Ketika akhirnya ia mengerti hal ini, ia memberi pernikahannya diteguhkan kembali, karena ia percaya bahwa Tuhan akan memberkati kehidupan keluarganya bahkan sampai anak cucunya.

Tuhan menjadikan pernikahan kita sebagai suatu ujian juga bagi kita Efesus 5:32-33 berkata: Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya. Rahasia ini besar, artinya rahasia bahwa kita akan bertemu dengan Tuhan Yesus. Tetapi jika didunia saudara tidak dapat membuktikan kesetiaan saudara kepada pasangan hidupmu, bagaimana mungkin saudara dapat bertemu dengan Tuhan? FirmanNya berkata jika kita setia dalam perkara kecil, maka kita akan diberikan perkara yang besar.

Saya pernah mendengar sebuah kisah nyata tentang seorang ibu berusia sekitar 60 tahun. Ibu ini bercerita bahwa ia telah ditinggal mati oleh suaminya. Belum lama suaminya meninggal, rumah dan harta bendanya habis terbakar. Ibu ini memiliki 2 orang anak, yang sulung laki-laki dan yang bungsu perempuan. Dan anak perempuannya ternyata lahir dalam keadaan cacat. Setiap hari ia harus mengurus anak-anaknya, bergumul dengan kehidupan, mencari nafkah, sambil merawat anak perempuannya yang cacat. Belum lagi ia mendapat kenyataan bahwa anak laki-lakinya terjerat oleh narkoba. Dan yang lebih mengenaskan ialah bahwa ibu ini ternyata mengidap penyakit kanker di paru-parunya, karena mendiang suaminya adalah seorang perokok (survei mengatakan 30% orang yang anggota keluarganya merokok akan terkena kanker paru-paru). Namun meskipun penderitaannya demikian berat, ibu ini berkata pada saya bahwa ia tidak akan meninggalkan Tuhan Yesus, ia akan tetap mengiring Tuhan. Ia tidak pernah menyalahkan Tuhan atas segala hal yang dialaminya. Ibu ini setia.

Wahyu 17:14 berkata: Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.

Kita harus setia, apapun masalah yang kita alami. Mereka yang setia akan mengalami musim panen raya dalam hidup mereka.

Jangan cinta uang

Yakobus 5:1-6 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Meskipun kita telah bekerja dan berhasil, kita harus sadar bahwa berkat Tuhanlah yang menjadikan kita kaya.

Mari kita lihat apa pandangan Tuhan mengenai uang:

Lukas 16:9-13 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Pandangan Tuhan mengenai uang/mamon menurut ayat-ayat di atas ialah: Mamon itu tidak jujur, kalau orang cinta akan uang, maka karakter mamon yang tidak jujur akan melekat pada orang itu.

Uang tidak dapat menjamin masa depan kita.

Uang adalah hamba yang baik, tetapi majikan yang kejam. Kita harus berkuasa atas uang, agar kita bisa menyalurkan berkat, menyuruh uang. Tetapi kalau uang yang berkuasa atas kita, maka kita akan diperbudak oleh uang.

Takut akan Tuhan

Yeremia 5:24 Mereka tidak berkata dalam hatinya: Baiklah kita takut akan TUHAN, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim, dan yang menjamin bagi kita minggu-minggu yang tetap untuk panen.

Orang yang memiliki takut akan Tuhan dalam hidupnya akan melakukan kebenaran Friman Tuhan dalam seluruh aspek hidupnya.

Berakal budi

Amsal 10:5 Siapa mengumpulkan pada musim panas, ia berakal budi; siapa tidur pada waktu panen membuat malu.

Mari bijaksana dalam mengatur hidup kita, mengatur waktu kita, mengatur keuangan kita, kita minta hikmat dari Tuhan untuk mengelola segala hal yang telah Ia berikan pada kita.

Berbalik dari jalan yang salah

Amos 4:7-8 "Aku pun telah menahan hujan dari padamu, ketika tiga bulan lagi sebelum panen; Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain; ladang yang satu kehujanan, dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering; penduduk dua tiga kota pergi terhuyung-huyung ke satu kota untuk minum air, tetapi mereka tidak menjadi puas; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.

Dosa menghambat berkat Tuhan mengalir. Mari bereskan segala hal dalam hidup kita yang tidak berkenan pada Tuhan, dan kita akan melihat pemulihan serta berkat Tuhan curahkan.

Hidup saling mengasihi

Imamat 25:14-15 Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain. Apabila engkau membeli dari sesamamu haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel, dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen.

Mari kita hidup untuk saling mengasihi, saling memperdulikan satu dengan yang lain, saling memberi pertolongan satu dengan yang lain, Tuhan mengasihi orang-orang yang memilki belas kasihan.

Penutup

7 hal di atas adalah persiapan kita untuk memasuki musim panen raya yang segera tiba. Mari persiapkan diri saudara dengan baik, sebab Tuhan akan melakukan perkara-perkara lebih besar lagi atas hidup umatNya dihari-hari mendatang ini. Tuhan memberkati kita semua.

Sumber