Khotbah: Sekali merdeka, tetap merdeka!

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Sutadi Rusli-20190811-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

RINGKASAN KHOTBAH
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 11 Agustus 2019
GerejaGBI Danau Bogor Raya
LokasiGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom dan selamat pagi, semua pasti diberkati Tuhan, pasti bersukacita dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Amin!

Kita ada dalam bulan Agustus 2019, setiap bulan Agustus ada hal yang penting bagi kita semua yaitu hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia. Bagi kita orang percaya, tentu terutama bagi negara yang sungguh kita kasihi, kita kawal 5 tahun pemerintah yang akan datang, nomor satu dengan doa! Amin! Setiap pagi, bawa Indonesia dalam doa! Kita perkatakan, Damailah Indonesiaku! Damailah Indonesiaku! Waktu setiap orang percaya, jutaan orang percaya, berdoa untuk Indonesia, Indonesia pasti diberkati Tuhan! Indonesia pasti mengalami transformasi! Amin!

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.

Galatia 5:1

Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, dan puji Tuhan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Selama 350 tahun, bangsa kita dijajah dan diperbudak, yang sangat mengintimidasi bangsa ini. Ini menjadi gambaran buat kita, bagaimana dulu sebelum menjadi orang-orang percaya, kita adalah orang-orang yang dikuasai Iblis, dijajah oleh kekuatan kejahatan. Tapi puji Tuhan, sejak jadi orang percaya kepada Kristus, kita sudah ditebus, diselamatkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Keselamatan kita hanya dalam nama Tuhan Yesus Kristus! Amin!

Hati-hati pada hari-hari ini lebih lagi ada ajaran-ajaran di mana keselamatan itu karena usaha sendiri, karena jerih payah sendiri, karena perbuatan baiknya sendiri! Tidak ada! Jangan pernah lupa, keselamatan Saudara dan saya itu adalah anugerah dari Tuhan Yesus Kristus! Amin!

Berdiri teguh

Karena itu berdirilah teguh …

Tuhan sudah memerdekakan kita dengan anugerah yang begitu besar, lalu apa yang harus kita lakukan?

Kalau pernah lihat prajurit istana kerajaan di London, mereka harus berdiri teguh tidak boleh bergerak, mau ada lalat lewat ya tidak boleh bergerak, ya panas, ya hujan, ya salju, mereka harus tetap berdiri tegap!

"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka.
(Matius 7:24-29)

Dari ayat-ayat ini, ada 3 ujian yang Tuhan izinkan terjadi:

  1. Ujian hujan
  2. Ujian banjir
  3. Ujian angin

Tentu para prajurit penjaga di London itu adalah orang-orang yang sudah diuji! Di sini semua adalah orang-orang pilihan Tuhan? Amin! Mereka adalah prajurit-prajurit yang terpilih, tidak sembarangan, sudah mengalami ujian.

Tuhan mau setiap orang percaya itu harus diuji, bagaimana iman Saudara, bagaimana keteguhan iman Saudara, kerohanian Saudara, harus diuji!

#1 Ujian dari hujan

Ada satu ayat dalam Lukas 22, Tuhan bilang kepada Petrus agar siap untuk ditampi. Saudara, pada waktu orang Israel mulai menuai gandum, mereka kemudian memproses gandum itu untuk membuang kulit dari bulir-bulir gandum. Bulir-bulir itu dihamparkan di lantai, diinjak-injak entah oleh orang atau sapi, sehingga terbelahlah bulir-bulir gandum. Lalu dengan sekop, bulir-bulir itu diangkat dengan satu maksud, agar terpisah kulit dengan gandumnya. Yang enteng akan terbawa angin.

Ujian bagi orang percaya Tuhan, ketika kita diberkati Tuhan, berkat secara materi, berkat secara otoritas/kedudukan yang begitu penuh, rasanya begitu banyak yang bisa kita perintah, lakukan. Itu adalah ujian!

Waktu diberkati secara materi, usaha Saudara diberkati, itu adalah ujian! Bagaimana Saudara mengelola berkat-berkat materi dan otoritas itu. Itu semua adalah ujian! Diberkati berlimpah-limpah sekalipun itu adalah ujian! Bagaimana kita melakukan itu semua adalah harus dalam takut dan gentar akan Tuhan.

#2 Ujian banjir

Kita mengalami ujian dalam masalah-masalah yang dahsyat, kita tetap teguh dalam Tuhan. Sekalipun mungkin mengalami tekanan-tekanan sakit penyakit, tekanan-tekanan yang begitu kuat, tetaplah berdiri teguh, karena Tuhan senantiasa tetap bersama Saudara.

Saya tahu, ada Hamba-Hamba Tuhan yang melayani di desa-desa, waktu di desa itu mereka begitu teguh dan kuat mengalami segala tekanan. Tapi begitu pindah ke kota besar, pelayanan mereka diberkati Tuhan, dan setelah itu menjadi orang-orang yang lupa, padahal semua itu hanya karena pertolongan dan anugerah Tuhan.

Mungkin kita sedang bergumul, dan kemudian Tuhan memberkati pekerjaan usaha Saudara, jangan lupa itu terjadi semua hanya karena Tuhan Yesus Kristus!

Kadang ada orang-orang yang kalau lagi susah minta didoakan Pendeta. Begitu sudah diberkati Tuhan, sama Tuhan saja lupa, apalagi sama Pendetanya. Tapi saya percaya semua di sini tetap ingat akan Tuhan, semua saling mengasihi dan memberkati! Amin!

#3 Ujian angin

Angin berbicara mengenai keinginan daging.

Saya pernah ingat, bagaimana seorang mahasiswa punya kesaksian di Bandung. Mungkin sudah 10 tahun lalu. Mahasiswa ini tunggu kiriman uang tiap bulan dari Papa-Mamanya dari Indonesia Timur. Satu waktu, karena kesulitan ekonomi, orang tuanya pun terlambat kirim uang. Dia sudah ditagih untuk kost dan sekolah. Dia tiap hari cek ATM, ternyata masih kosong. Satu waktu, dia keluar dari kost nya untuk mengecek kembali ATM. Begitu masuk, dia melihat ATM masih dalam posisi hidup, ternyata ada orang yang ketinggalan kartu ATM-nya. Jadi kartu ATM ini masih di dalam, mesin ATM-nya masih berfungsi dan menunya masih tampil di layar ATM. Dia lihat info saldo, ternyata nilainya ada Rp 7,9 juta sekian. Ini lebih dari cukup untuk bayar kost dan sekolah. Tapi itu ujian buat dia! Satu sisi tidak punya uang, di sisi lain tidak ada yang lihat, dia bisa ambil. Tapi puji Tuhan, mahasiswa ini takut akan Tuhan, lalu dia pencet No, tidak. Cabut, dia masukkan ATM nya, ternyata saldonya masih nol. Begitu keluar, ada seorang Ibu yang ketinggalan ATM dan kasih ke ibu itu. Puji Tuhan, dia sudah memenangkan kedagingannya!

Mari, hidup kita senantiasa dilingkupi ujian, setiap Saudara harus keluar lebih dari pemenang! Setiap ujian yang kita hadapi, responi setiap masalah dengan kebenaran Firman Tuhan, pasti Saudara akan lebih diberkati Tuhan, lebih dipulihkan Tuhan! Amin!

Jangan mau dikenakan kuk perhambaan

… dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan

Dikenakan kuk perhambaan itu artinya menjadi budak! Menjadi budak apa saja?

#1 Budak dosa

Nomor satu budak dosa. Saudara, jangan mau jadi budak dosa!

Ada seorang muda yang sering jatuh bangun dalam dosa. Dia bilang, dia punya satu konsep di dalam dirinya bahwa setiap pergi ibadah datang kepada Tuhan Yesus, seperti Firman Tuhan katakan: dosamu merah seperti kirmizi, Aku jadikan putih seperti salju. Dia jatuh bangun terus, mempermainkan dosa. Saudara, jangan permainkan! Jangan bermain dengan dosa! Darah Yesus Kristus amat sangat mahal!

Perjuangan Indonesia mendapatkan kemerdekaan itu begitu mahal! Tapi penebusan dosa oleh Tuhan Yesus Kristus itu jauh lebih mahal! Hargai darah Yesus Kristus! Jangan mempermainkan begitu gampang!

#2 Budak duit

Ada satu stiker what money can buy: uang bisa beli segalanya.

  • Uang itu bisa beli rumah, mau ratusan milyar, orang yang kaya raya bisa beli, tapi dia tidak bisa beli home sweet home, kebahagiaan dalam rumah tangga.
  • Duit bisa beli tempat tidur yang semahal apapun, ada yang isinya air, bulu bebek, pasir, besi, apa saja bahannya, tapi duit tidak bisa beli tidur nyenyak kita.
  • Duit bisa beli segalanya, tapi duit tidak bisa beli damai sejahtera! Damai sejahtera hanya ada dalam nama Tuhan Yesus Kristus!

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5)

#3 Jangan jadi budak diri sendiri

Jangan jadi orang egois yang selalu mementingkan diri sendiri, tapi marilah saling memberi satu sama lain.

Orang egois itu:

  1. Mau menang sendiri: tidak mau tahu, saya harus nomor satu.
  2. Tidak mau tahu perasaan orang:
    Kenapa ada keluarga-keluarga yang bercerai? Karena tidak mau kalah, tidak mau tahu perasaan suami/istrinya.

Mari jangan egois, Tuhan Yesus tidak egois, Dia adalah Allah di atas segala allah, Raja di atas segala raja, tapi Dia rela turun ke bumi menebus kita, Dia tidak mementingkan diri sendiri, tapi mementingkan kita semua agar kita mengalami kemerdekaan!

Sekali merdeka tetap merdeka dalam nama Tuhan Yesus Kristus!