Multiplikasi dan Promosi terjadi setelah kemerdekaan (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Multiplikasi dan Promosi terjadi setelah kemerdekaan
Niko Njotorahardjo-20110804-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 7 Agustus 2011
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Tuhan Yesus ajaib buat kita dan Tuhan Yesus ajaib buat Indonesia! Pada tanggal 17 Agustus 2011 Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-66. Dan sejak awal tahun Tuhan berbicara dengan jelas kepada saya, "Indonesia akan mengalami Multiplikasi dan Promosi!" dan itu memang benar, bahkan memasuki tahun 2011 ini begitu luar biasa.

Beberapa waktu yang lalu saya mendengar bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah nomor 3 di dunia setelah China dan India. Ketika mendengar ini saya hanya berkata, "Tuhan Yesus, Engkau luar biasa!"

Tentang Indonesia, Saudara yang sudah cukup lama berbakti di tempat ini pasti mengingat bahwa beberapa tahun yang lalu Indonesia sudah hampir termasuk negara yang ‘collapse’ secara moneter. Para peneliti dari luar negeri heran mengapa Indonesia bisa tetap survive? Tetapi akhirnya mereka mengatakan bahwa semua itu karena "DOA", yaitu doa anak-anak-Nya! Dan sekarang kita melihat bahwa Indonesia mengalami Multiplikasi dan Promosi, artinya Saudara dan saya juga mengalami Multiplikasi dan Promosi tersebut. Benar-benar Mujizat Masih Ada!

Pesan Tuhan hari ini adalah Multiplikasi dan Promosi untuk Indonesia terjadi setelah Indonesia mengalami kemerdekaan. Demikian juga Saudara dan saya, kalau kita sudah dibebaskan dari dosa, ikatan-ikatan iblis, ikatan-ikatan dosa serta sakit-penyakit, maka Multiplikasi dan Promosi terjadi. Amin!

Yeremia 29:1-14 merupakan pesan Tuhan kepada Israel melalui Nabi Yeremia, pada masa mereka berada di pembuangan di Babel. Kita adalah umat pilihan Tuhan, artinya surat ini juga untuk kita semua. Dunia ini sebenarnya termasuk ‘tempat pembuangan’ kita sebab tempat tinggal kita yang permanen bukanlah di dunia ini.

Daud pernah berkata dalam 1 Tawarikh 29:15, "Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan …"

Karena itu, sekali lagi saya mau ingatkan kepada Saudara bahwa rumah kita bukan di dunia. Firman Tuhan berkata dalam 1 Yohanes 2:15, "Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu."

Yakobus 4:4 juga berkata, "Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah." Oleh sebab itu, mari jangan mengasihi dunia ini!

Sejak awal tahun Tuhan menjanjikan Multiplikasi dan Promosi bagi kita, kalau kita memperhatikan perintah-perintah Tuhan. Sekarang mari kita perhatikan apa yang Tuhan maksudkan dengan Multiplikasi dan Promosi untuk orang-orang Israel di pembuangan pada waktu itu.

Yeremia 29:10-14, "Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu."

I. Hal-hal yang terkandung dalam janji Multiplikasi dan Promosi (Yeremia 29:10-14)

#1 Janji pembebasan dari Tuhan (ayat 10)

Hari-hari ini mungkin masih ada yang sedang menunggu dan berkata, "Tuhan berkata tentang Multiplikasi dan Promosi, tetapi mengapa sampai dengan bulan ke-8 ini saya belum mengalaminya?" Kita harus tunggu waktu-Nya Tuhan dan jangan waktunya kita sendiri.

KESAKSIAN

Ketika pertama kali Tuhan memanggil saya untuk menjadi hamba Tuhan, caranya Tuhan itu luar biasa. Sebelumnya Tuhan memanggil saya dengan berbagai cara tetapi tidak berhasil, akhirnya Tuhan memberikan jurus terakhir kepada saya. Dalam waktu yang relatif singkat apa saja yang saya kerjakan itu hancur. Dulu saya menganggap diri saya sukses, tetapi itu semua hancur pada akhirnya. Seperti orang Jawa katakan, "Ludes … des….", di mana ‘des’ yang pertama artinya habis semua harta saya dan ‘des’ yang kedua adalah ditambahi hutang!

Di situlah Tuhan memanggil saya, "Kamu ikut AKU!" dan bagi saya memang sudah tidak ada jalan lain, sehingga saya ikuti jalan-Nya Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan. Dalam keadaan susah, saya bersama istri saya berpikir mengapa kami jadi susah seperti ini di masa tua kami, walaupun belum genap 40 tahun ketika itu, dan kami hanya bisa menangis saja. Kemudian pada waktu itu di Surabaya, saya bersama istri saya datang ke KKR dan kami duduk di belakang karena malu. Hamba Tuhan yang melayani di KKR itu dari Amerika dan di tengah-tengah khotbahnya tiba-tiba dia turun dan menghampiri kami yang duduk di barisan belakang. Di depan istri saya hamba Tuhan itu berkata, "Pintu Sorga sudah terbuka bagimu!", setelah berkata demikian hamba Tuhan itu kembali ke mimbar. Mendengar ini, kami sungguh bersukacita!

Dengan sukacita kami menunggu-nunggu janji Tuhan itu, tetapi ternyata lewat 1 minggu tidak ada tanda-tanda … Lewat 1 bulan masih tidak ada tanda-tanda … Setengah tahun kemudian kondisi kami malah semakin parah. Setahun lewat justru lebih parah lagi. Kami bertanya-tanya, "Kapan pintu sorga terbuka?", ternyata kami harus menunggu ‘hanya’ selama 4 tahun! Setelah penantian 4 tahun itu tiba-tiba pintu terbuka dan bukan seperti dugaan orang-orang bahwa pintu itu hanya terbuka sedikit saja sebab secara tiba-tiba kami melejit dibawa naik oleh Tuhan sampai dengan hari ini. Mungkin ada di antara Saudara yang seperti saya, pesan saya: "Tunggu waktu-Nya Tuhan! Jangan bergerak ke kanan dan kiri karena akan semakin ‘babak belur’."

#2 Janji Tuhan akan masa depan yang penuh harapan (ayat 11)

Yang kedua janji Tuhan adalah, "Rancangan-Ku bukan rancangan kecelakaan, tetapi justru rancangan damai sejahtera yang memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan".

Saudara, jangan ada yang putus asa! Mungkin sekarang ada yang sedang menunggu janji Tuhan dan hampir putus asa, tetapi pesan Tuhan hari ini, "Rancangan-Ku buat kamu adalah bukan rancangan kecelakaan, tetapi justru rancangan damai sejahtera yang akan memberikan kepadamu masa depan yang penuh harapan!"

#3 Janji Tuhan untuk menjawab doa (ayat 12-13)

Tuhan berkata, "Nanti kalau kamu berdoa kepada-Ku, Aku akan menjawab kamu. Kalau kamu mencari Aku dengan segenap hati, kamu akan menemukan Aku."

Saya tidak tahu ada berapa banyak di antara Saudara yang sudah berdoa cukup lama dan rasanya belum dijawab oleh Tuhan. Namun inilah janji Multiplikasi dan Promosi buat Saudara, kalau Saudara berdoa, maka doa Saudara akan dijawab! Kalau Saudara mencari Tuhan dengan segenap hati, maka Saudara akan menemukan Tuhan!

Yesaya 59:1-2, "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Saudara, tidak ada jalan lain kecuali minta ampun kepada Tuhan! Selama KKR ‘Healing Movement’, saya selalu mengatakan 2 hal, yaitu:

  • Ketika Tuhan Yesus berkata, "Imanmu telah menyelamatkan engkau ...", maka orang itu sembuh. Jadi hanya percaya saja!
  • Ketika Tuhan Yesus berkata, "Dosamu sudah diampuni …", maka orang itu pun sembuh.

Jadi, begitu mereka percaya, maka saya pimpin jemaat untuk berdoa minta ampun akan dosa-dosanya kepada Tuhan. Pada saat mereka berdoa, "Tuhan Yesus ... ampuni kami! Ampuni kami!" Tuhan Yesus ingatkan dosa-dosa mereka serta mereka sebutkan dosanya tersebut, maka orang yang tuli puluhan tahun tiba-tiba bisa mendengar, yang lumpuh berjalan, yang buta melihat dan bermacam-macam lainnya. Pada hari ini biarlah itu juga terjadi pada kita semua. Mari datang kepada-Nya dan minta ampun, sebab tangan-Nya tidak kurang panjang untuk menyelamatkan kita dan telinga-Nya tidak kurang tajam untuk men-dengar doa-doa kita.

#4 Janji pemulihan dari Tuhan (ayat 14)

Tuhan berkata, "Aku akan memulihkanmu!" Mungkin ada di antara Saudara yang cukup lama berdoa demikian, "Tuhan, pulihkan saya ... Tuhan pulihkan dari penyakit saya, sembuhkan saya! Tuhan, pulihkan hubungan dalam keluarga saya! ... Tuhan pulihkan ekonomi saya! ... Tuhan pulihkan pekerjaan saya! ..." Hari ini Tuhan berjanji, "Ya! Aku akan memulihkan kamu!" Yang percaya katakan, Amin!

II. Lima kunci untuk mengalami Multiplikasi dan Promosi (Yeremia 29:4-9)

Apakah Saudara mau mengalami Multiplikasi dan Promosi? Mari perkatakan janji Tuhan ini, "Tahun 2011, Tahun Multiplikasi dan Promosi!", dan Tuhan berikan kuncinya, yaitu: Perhatikan perintah-perintah Tuhan!

Demikian juga bagi bangsa Israel ketika itu, di mana Tuhan memberikan janji-Nya, tetapi me-reka juga harus memperhatikan perintah-perintah Tuhan seperti tertulis dalam Yeremia 29:4-9, "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel: Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. Sungguh, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Janganlah kamu diperdayakan oleh nabi-nabimu yang ada di tengah-tengahmu dan oleh juru-juru tenungmu, dan janganlah kamu dengarkan mimpi-mimpi yang mereka mimpikan! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu demi nama-Ku. Aku tidak mengutus mereka, demikianlah firman TUHAN."

Ada 5 hal yang harus kita perhatikan karena merupakan perintah Tuhan, yaitu:

#1 Bangun rumah tangga yang baik

Hari ini kita diingatkan kembali supaya membuat rumah tangga yang baik. Nanti Saudara baca Mazmur 128 tentang berkat atas rumah tangga. Apakah Saudara mau diberkati rumah tangganya? Amin!

Yang menjadi kuncinya adalah: kepala keluarga harus takut kepada Tuhan!

Saya pernah membaca data sebagai berikut:

  1. Kalau seorang kepala keluarga takut akan Tuhan sedangkan istrinya kurang takut akan Tuhan atau malah belum, maka ditemukan 70% anak-anaknya yang takut akan Tuhan.
  2. Tetapi kalau dibalik, istrinya yang sungguh kepada Tuhan sedangkan suaminya belum, maka anak-anaknya yang takut akan Tuhan adalah 30%
  3. Kalau suami-istri takut akan Tuhan, maka 100% anak-anaknya takut akan Tuhan.

Setiap kali saya melayani penyerahan anak saya selalu berdoa, "Tuhan, berikan hikmat kepada para orang tua untuk mendidik anak-anak ini untuk selalu takut kepada-Mu!" Kita harus bertanggung-jawab sebab keturunan kita itu adalah keturunan Ilahi. Berhati-hatilah! Kadang-kadang ada orangtua yang membiarkan anak-anaknya untuk memilih sesukanya, itu tidak benar! Siapa yang berkata seperti itu? Kalau kita mau mengalami Multiplikasi dan Promosi, maka kita harus bertanggungjawab atas anak-anak kita.

Pada waktu itu Tuhan perintahkan kepada kepala keluarga Israel, "Hati-hati ya! Firman-Ku itu harus ditaruh di dalam pikiranmu …", malah sampai dikalungkan di tangannya, artinya Firman Tuhan itu biar selalu ada di pikiran dan hatinya. Tuhan juga berkata, "... haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun (Ulangan 6:7). Artinya jangan bosan-bosan perkatakan Firman Tuhan sampai ‘neg’.

Tetapi kadang-kadang ada orangtua yang kalau melihat anak-anaknya menggerutu dan mulai berkata, "Ah bosan .. bosan ..!", lalu berkata, "Ya sudah .. sudah .." Hati-hati! Jangan bertindak demikian. Mulailah mendidik mereka dari sejak kecil, maka Saudara akan melihat hasilnya nanti. Hal ini terjadi dalam hidup saya di mana saya tidak pernah bosan-bosannya terus memperkatakan Firman Tuhan kepada anak saya serta terus mendoakannya.

#2 Cari pekerjaan yang baik, jujur dan halal

Dalam bekerja kita harus ingat pesan-pesan Tuhan sebagai berikut:

a. Tidak menggunakan kekuatan sendiri

Mazmur 127:1-2, "Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya (berkat-Nya) kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur."

Jangan Saudara salah mengerti atas Firman Tuhan ini dan berpikir; kalau begitu lebih baik kita banyak tidur saja! Maksudnya adalah: Tuhan memberikan kepada orang yang dicintai-Nya pada waktu orang yang dicintai-Nya itu tidak menggunakan kekuatannya sendiri.

b. Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya

Saudara telah mendengar bahwa Indonesia akan mengalami Multiplikasi dan Promosi, tetapi Tuhan juga mau kita mengandalkan Dia! Firman Tuhan berkata dalam Amsal 10:22, "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya."

Ini juga bukan berarti kita tidak usah berusaha sama sekali, tetapi sekali lagi ini artinya keberhasilan kita semata-mata karena berkat Tuhan. Kalau Saudara mengerti ini maka fokus Saudara bukan lagi, "Saya harus kaya …" Sebab kalau seperti itu fokusnya akan mengakibatkan Saudara cinta uang. Sebaliknya fokus kita biarlah hanya menyenangkan hati-Nya Tuhan dan karena itu justru kita akan diberkati.

Firman Tuhan juga berkata dalam Mazmur 75:7-8, "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian (promosi) itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain."

Kadang-kadang ada orang yang berusaha mempromosikan dirinya sendiri, tetapi akibatnya ‘babak belur’ dan dia ditimpa bermacam-macam masalah.

c. Jangan tamak

Dalam Lukas 12:15 Yesus berkata, "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

Berhati-hati lah terhadap ketamakan! Dalam bekerja janganlah menjadi tamak! Tuhan mengingatkan saya tentang LOT yang adalah keponakan Abraham. Lot kaya karena Abraham yang adalah pamannya sendiri. Mereka sama-sama diberkati tetapi padang penggembalaan yang ada akhirnya tidak cukup untuk kekayaan mereka berdua. Akhirnya timbul pertengkaran di antara orang-orang bawahan mereka. Pertengkaran itu akhirnya dibawa kepada Abraham dan Lot. Mungkin timbul kekesalan di hati Abraham terhadap Lot dan begitu pula sebaliknya. Akhir-nya Abraham berkata kepada Lot, "Lot, kita ini kan keluarga. Ayolah jangan bersengketa gara-gara ‘duit’. Sebaiknya kita berpisah demi kebaikan kita. Kalau kamu ke kanan, aku ke kiri, tetapi kalau kamu ke kiri, maka aku ke kanan. Sekarang kamu yang memilih dulu …" (Kejadian 13).

Lot ini adalah ciri orang yang tamak. Seharusnya dia tahu bahwa Abraham adalah pamannya dan yang menyebabkan dia kaya adalah pamannya itu. Artinya, kalau tidak bersama Abraham, dia juga tidak diberkati. Pada waktu dia ditawarkan demikian oleh Abraham seharusnya dia sungkan dan berkata, "Oh tidak paman ... paman saja yang memilih terlebih dulu". Tetapi karena Lot adalah orang yang tamak, dia langsung melayangkan pandangannya dan dilihatnya bahwa Lembah Yordan itu banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir. Dia langsung berkata, "Paman, saya memilih ini!" Memang ciri dari orang tamak adalah tidak sungkan-sungkan!

Tetapi sesungguhnya Lot tidak memperhitungkan bahwa yang dipilihnya itu dekat Sodom dan Gomora yang penduduknya sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan. Jadi ketika Lot menetap di sana, maka dia dan anak-anaknya akan banyak bergaul dengan penduduk tersebut, sehingga pasti cara berpikirnya pun akan berubah seperti penduduk Sodom dan Gomora, meskipun Lot adalah umat pilihan Tuhan.

Disini kita perlu hati-hati! Dalam bekerja jangan hanya melihat secara ekonomisnya menguntungkan. Di masa depan ini, ketika Indonesia diberkati, Saudara harus hati-hati! Jangan karena melihat ada peluang yang menguntungkan maka tanpa pikir panjang Saudara langsung terlibat dalam pekerjaan tersebut. Saudara perlu bertanya, "Kalau saya masuk ke dalam pekerjaan itu apakah iman saya akan terganggu atau tidak? Apakah keluarga saya juga akan terganggu?" Ini penting!

Tahukah Saudara akhir hidup Lot? Ketika Sodom dan Gomora dihancurkan, Lot dan keluarganya harus lari. Tetapi kemudian istrinya menjadi tiang garam dan yang luar biasa adalah perbuatan anak-anaknya. Di mana mereka membuat Lot mabuk karena mereka pikir, mereka tidak akan mempunyai keturunan kecuali dari ayah mereka sendiri. Bayangkan! Dari mana pikiran seperti itu kalau bukan pengaruh dari penduduk Sodom dan Gomora?!

Tetapi bagaimana dengan Abraham yang tidak tamak? Dia hanya menerima ‘sisa-sisa’ dari Lot, yaitu sesuatu yang secara ekonomis kurang menguntungkan, tetapi di situlah Tuhan datang dan memberkati Abraham. Yang tadinya secara ekonomis tidak menguntungkan, malah jadi menguntungkan! Karena apa? Karena berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahinya. Haleluya!

#3 Harus bertambah banyak dan jangan berkurang

Apakah Saudara mau melihat kita bertambah sedikit atau bertambah banyak? Tentunya bertambah banyak! Dan ini memang perintah Tuhan supaya kita bertambah banyak dan jangan sampai berkurang.

Pesan Tuhan yang sangat kuat adalah: Kita harus menjadi saksi Yesus!

Ketika Roh Kudus dicurahkan maka yang terjadi adalah mereka menjadi saksi Yesus yang luar biasa karena ada 4 hal yang terjadi, yaitu:

a. Ada perubahan gaya hidup orang-orang percaya

Dikatakan bahwa mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Mereka berkumpul dengan gembira dan dengan tulus hati. Tidak ada yang berkekurangan sebab yang berlebih mengerti untuk memberi (Kisah 2:42-47).

b. Tanda-tanda dan mujizat

Saya melihat sendiri selama 5 tahun terakhir bahwa tanda-tanda dan mujizat itu benar-benar terjadi yang mana ini membuat kita semakin bertambah banyak.

Ada beberapa kesaksian:

  • Belum lama ini dalam salah satu KKR; ada seorang anak berusia kira-kira 10 tahun yang naik ke panggung dengan membawa kursi roda. Saya bertanya kepadanya, "Dik, ada apa ini?" Dia mendorong kursi rodanya dan ibunya menangis terus di sampingnya. Pak Welyar menerangkan, "Pak, anak ini selama 5 bulan menderita TBC tulang sehingga sangat susah untuk berjalan. Bahkan 2 minggu terakhir dia sudah benar-benar di kursi roda karena tidak bisa berjalan lagi ... Tetapi malam itu Tuhan Yesus menjamahnya dan dia langsung bisa berjalan lagi, bahkan bukan hanya berjalan karena saya juga mengajaknya untuk berlari-lari."
  • Satu lagi kesaksian ketika KKR di Boyolali, ada seorang anak berumur 9 tahun yang berasal dari Yogya. Jarak antara Yogya dan Boyolali itu cukup jauh, tetapi pagi hari itu dia berkata kepada ibunya, "Ma, saya mau ke KKR ... Saya mau ke KKR!" Pendengaran anak ini kurang baik bahkan dikatakan hampir tuli sehingga harus memakai alat bantu pendengaran dan harus masuk sekolah luar biasa. Dia berkata kepada ibunya, "Nanti malam kita pergi, Ma ke KKR dan sekarang bukakan ini (alat bantu dengarnya) …" Mendengar itu ibunya kaget dan bertanya apakah dia nanti bisa mendengar, tetapi anak tersebut tetap ingin membuka alat bantu dengarnya itu. Bayangkan anak ini bisa memiliki iman seperti itu dan malam itu dia disembuhkan secara luar biasa oleh Tuhan Yesus! Haleluya!

Anak itu hanya percaya saja, tetapi kadang-kadang kita yang sudah puluhan tahun umurnya malah yang terlalu banyak pertimbangan. Anak itu tidak peduli, pokoknya dia mau lepaskan alat bantunya dan apa yang dia imani itu terjadi!

Hari-hari ini saya melihat tanda-tanda dan mujizat terjadi dengan luar biasa dan Tuhan katakan bahwa ini akan terus terjadi ke depannya. Haleluya!

c. Timbulnya penganiayaan

Untuk menjadi saksi Yesus, mereka itu dibantu dengan timbulnya penganiayaan. Apakah Saudara mau menjadi saksi Yesus dan siap dianiaya atau mengalami tekanan? Amin!

d. Perubahan paradigma dalam pelayanan

Keselamatan pada waktu itu hanya untuk orang Yahudi saja, tetapi melalui Kornelius, Petrus diberi pengertian bahwa ternyata mulai hari itu keselamatan bukan hanya untuk orang Yahudi saja, melainkan juga untuk bangsa-bangsa lain (Kisah 10).

Puji Tuhan, karena itulah hari ini kita ada di sini! Entah bagaimana jadinya jika pada waktu itu Petrus tidak percaya dan menolak. Ketika dia sedang berdoa dan mendapat penglihatan di mana ada benda itu ‘taplak’ yang keempat sisi-nya bergantung dan turun ke bawah. Di tengah-tengahnya ada berbagai binatang haram yang tidak boleh dimakan. Ketika itu Petrus sedang lapar dan tiba-tiba Tuhan berkata, "Petrus, sembelihlah dan makan!", tetapi Petrus menolak dan menjawab, "Tidak Tuhan, saya belum pernah makan sesuatu yang haram dan tidak tahir!" Tuhan tetap menyuruhnya makan sampai 3x, tetapi Petrus tetap menolaknya. Sikap Petrus ini adalah gambaran orang-orang yang masih berpegang teguh pada doktrin yang lama dan susah berubah. Akhirnya Tuhan berkata, "Petrus, apa yang dinyatakan halal oleh Allah, jangan kamu nyatakan haram!"

Kita sering seperti ini, di mana ada hal-hal yang Tuhan sudah nyatakan ‘halal’ tetapi kita tetap mengatakan ‘haram’. Ini yang dinamakan perubahan paradigma dalam pelayanan dan nantinya akan lebih banyak hal-hal yang kontroversial menurut pikiran manusia akan terjadi. "Dulu tidak bisa, masa sekarang begini?", dan perkataan-perkataan seperti itu banyak kita alami hari-hari ini, termasuk tentang SICC.

Gereja ini ada dan dipakai Tuhan luar biasa karena visi-visi Tuhan yang kita terima itu banyak yang kontroversial dan tidak bisa dicerna oleh akal manusia. Kalau kita belum mengerti sebaiknya berdoa dan minta kepada Tuhan pengertian akan hal itu supaya Saudara diberkati. Ini adalah kunci untuk semua mengalami Multiplikasi dan Promosi, tetapi kalau terlalu lama untuk mengerti akhirnya bisa menimbulkan sakit hati. Dan bila sudah sakit hati, maka habislah apa yang Tuhan janjikan tentang Multiplikasi dan Promosi sehingga orang itu tidak bisa mengalaminya. Tetapi saya berdoa supaya jangan seorang pun yang sakit hati, sebaliknya semua akan mengerti.

Saya mengerti bahwa hal itu tidak mudah, karena saya sendiri pun kadang-kadang sulit untuk mencernanya. Oleh karena itu saya banyak berdoa dan selain itu saya juga harus tetap maju bukan diam di tempat saja.

Perhatikanlah, bahwa nanti akan ada banyak perubahan paradigma dalam pelayanan. Yang dahulu pernah dilakukan ternyata sekarang seolah-olah tidak bisa lagi, melainkan harus dengan cara yang ini. Tetapi kadang-kadang banyak yang tidak bisa mengerti dulu akan hal ini.

#4 Berdampak terhadap lingkungan

Firman Tuhan berkata, "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."

Apakah Saudara mau mengalami Multiplikasi dan Promosi? Indonesia harus mengalami Multiplikasi dan Promosi tersebut. Karena itu terus doakan Indonesia, Jakarta bahkan RT dan RW di mana Saudara tinggal. Dan bukan hanya itu, tetapi berdampaklah terhadap lingkungan di mana kita tinggal. Sebab kesejahteraan kota dan bangsa ini adalah kesejahteraan kita semua juga!

#5 Berhati-hati terhadap nubuatan palsu

"Hati-hati dengan mimpi-mimpi dan nubuatan-nubuatan yang memakai Nama-Ku!" kata Tuhan. Masalahnya sekarang, dari mana kita tahu bahwa mimpi dan nubuatan itu benar atau tidak, padahal kadang-kadang mereka memakai Nama Yesus. Hanya satu caranya, yaitu Intim Dengan Tuhan!

Kalau kita intim dengan Tuhan, maka kita akan bisa mengetahui bahwa itu adalah bukan dari Tuhan. Semua mimpi dan nubuatan yang kata-nya berasal dari Tuhan itu memang perlu diuji terlebih dahulu, tetapi kalau kita intim dengan-Nya, maka Tuhan akan terus menuntun kita dan kita akan mengalami Multiplikasi dan Promosi. Haleluya!