Merdeka atau mati! (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Merdeka atau mati!
Sutadi Rusli-20120812-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 12 Agustus 2012
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom, kita mengingat kembali bahwa sudah beberapa bulan kita semua bergerak dalam satu kegerakan mengadopsi tempat-tempat tinggal kita, tempat bekerja, jalan-jalan yang kita lalui. Kita adopsi daerah-daerah itu, kita masukkan dalam doa-doa kita setiap hari. Program ini bernama My Home Indonesia. Siapa yang mau melihat Bogor dipulihkan dalam nama Yesus Kristus? Dimulai dengan doa! Segala sesuatunya, ketika kita mulai dengan doa, ada penyertaan Tuhan secara luar biasa. Sisipkan setiap hari dalam doa Saudara, bawa dalam doa, Tuhan akan memberikan jawaban bagi doa-doa kita.

Pada tanggal 17 Agustus 2012, Indonesia berulang tahun yang ke-67. Mari jangan lupa dengan Indonesia. Kita bangga sebagai warga negara dan tinggal di Indonesia. Bukan kebetulan Tuhan tempatkan kita sebagai warga negara Indonesia, supaya kita membawa Indonesia dalam tangan Tuhan dan Indonesia mengalami pemulihan yang luar biasa.

Lebih kurang 67 tahun lalu, ada banyak pertempuran-pertempuran, bangsa Indonesia berjuang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Ada sebuah yel-yel, slogan yang ditulis di tembok-tembok, dan setiap kali bertemu mereka saling memperkatakan slogan itu satu sama lain. Bukan dengan kekuatan senjata, sekalipun hanya bambu runcing, ada sebuah kekuatan semangat yang luar biasa, dengan yel-yel ini mereka merebut kemerdekaan dari penjajah. Apa yel-yel yang menjadi sumber dorongan bagi mereka bertempur merebut kemerdekaan? Yaitu Merdeka atau Mati!

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita semua sudah dimerdekakan oleh Tuhan. Karena kita sudah ditebus dengan kuasa darah Yesus, Saudara harus mempertahankan, jaga baik-baik, kemerdekaan ini. Kalau kita lepas dari kemerdekaan, maka hidup kita akan kembali menjadi mati. Dulu kita mati secara rohani, tapi karena kasih anugerah Tuhan, hidup kita boleh dibebaskan, dimerdekakan, sehingga kita berkemerdekaan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Ada sebuah cerita dari Perjanjian Baru, di mana ada seseorang yang tahu akan dosa, lalu bertemu Yesus, dan dia mengalami berkat yang luar biasa, hidupnya berbuah.

Lukas 19:1-10, perikopnya Zakheus,

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.

Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Zakheus adalah kepala pemungut cukai yang kaya luar biasa. Sewaktu rombongan Yesus masuk ke Kota Yerikho, dia ingin tahu siapa itu Yesus. Dia berusaha luar biasa, karena tubuhnya pendek, akhirnya dia lari lebih dulu dari rombongan itu, lalu dia naik ke pohon ara –sebetulnya ini adalah pohon Sycamore– supaya tidak ketinggalan melihat siapa itu Tuhan Yesus.

Yesus lalu melihat dia ada di atas pohon itu, berkata bahwa Dia harus makan di rumah Zakheus, dan Yesus pun berkata bahwa keselamatan ada di dalam rumah Zakheus. Zakheus bertobat, diselamatkan, dan bukan hanya itu, dia juga hidup berbuah.

Ada tiga hal sederhana dari kisah Zakheus.

#1 Zakheus sadar dirinya berdosa

Rupanya Zakheus sadar bahwa dia adalah orang berdosa, bahwa dia hidup di dalam dosa. Kalau tidak menyadari itu, tidak mungkin dia cari Yesus, dia bisa saja menikmati hidupnya sebagai pemungut cukai. Maaf, ada orang-orang Kristen yang sudah diselamatkan, tapi tidak sadar jatuh di dalam dosa. Sudah diperingatkan hamba-hamba Tuhan, dan teman-temannya, tapi dia masa bodoh. Badan-badanku, duit-duitku. Dia tidak mau berjalan dalam track kebenaran.

Seperti Zakheus sadar hidup dalam dosa, mengingatkan bagi kita, kalau ada di antara kita yang jatuh dalam dosa, maka Tuhan mau kita kembali datang kepada Dia. Saudara yang dikasihi Tuhan, Zakheus sadar bahwa dia hidup dalam dosa. Saya mau ingatkan sedikit arti daripada dosa.

1 Yohanes 3:4, Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Dosa adalah pelanggaran hukum Allah. Setiap Saudara melanggar kebenaran Firman Tuhan, itu adalah dosa. Alkitab berisikan Firman Tuhan, yang adalah sumber kebenaran.

Saudara yang dikasihi Tuhan, kita sudah dengar bagaimana arti daripada dosa. Bagaimana dosa itu bisa terjadi? Yakobus 1:14-15, Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

Jadi, ada keinginan daging. Ada keinginan daging, rupanya disambut dengan sesuatu yang pas dengan keinginan daging tersebut. Terjadi pembuahan, dan menjadi dosa, melahirkan maut.

Sebuah ilustrasi, Saudara berdoa sudah tiga tahun setiap hari mendoakan ingin punya jaket kulit warna hitam dove. Satu ketika, di jalanan ada tetangga baru menjemur jaket kulit, melambai-lambai. Warnanya bukan hitam, tapi hijau royo-royo. Saudara pikir ini jawaban dari Tuhan. Lalu Saudara ambil dan pakai jaket itu. Tahu-tahu Saudara ketahuan, tertangkap hansip, bahkan digebuki, benjut sana-sini, masuk ke penjara. Karena apa? Karena keinginan daging Saudara disambut oleh jaket kulit yang melambai-lambai. Itulah dosa.

Roma 6:23a, Sebab upah dosa ialah maut;

Ada dosa yang mendatangkan maut, ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Saudara yang dikasihi Tuhan, rupanya ada kuncinya. Supaya dosa kita tidak mendatangkan maut, ada kuncinya dalam ayat 23b, yaitu tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Waktu Saudara datang dengan kerendahan hati, seperti Zakheus, sadar berdosa, datang kepada Tuhan, maka kasih karunia Tuhan yang akan menyelamatkan kita. Kalau kita minta Tuhan tolong supaya kita tidak lagi jatuh di dalam dosa itu, maka belas kasihan, kasih karunia Tuhan melimpah dalam setiap orang percaya, darah Yesus Kristus yang akan menguduskan kita. Tapi kita harus sadar bahwa kita berdosa. Saat Perjamuan Kudus, kita diajak untuk introspeksi kalau ada sesuatu, minta ampun di hadapan Tuhan. Minta agar jangan kita jatuh bangun, tapi agar kita sungguh-sungguh bangkit bertobat di dalam kebenaran Firman Tuhan.

Ada sebuah penelitian belum lama ini di Amerika, bahwa kalau orang yang suka berbohong, orang itu akan terganggu kesehatannya. Saya pikir ini betul, karena waktu kita menyimpan dosa, ada sesuatu metabolisme dalam tubuh kita yang bergerak. Ada sesuatu yang mengganjal, yang kalau tidak dibereskan, maka akan menggerogoti tubuh kita. Minta ampun segera pada Tuhan, bersihkan hati Saudara segera dari segala kotoran2 yang membuat kita jatuh dalam dosa. Kita mau hati yang bersih. Orang yang suci hatinya akan bertemu Tuhan Yesus Kristus.

#2 Zakheus mencari Tuhan

Zakheus belum kenal siapa itu Yesus. Tidak tahu Yesus itu seperti apa. Tapi dia berusaha mati-matian dengan segala resikonya, dia mencari Tuhan.

Ada yang kalau hujan sedikit, sudah tidak datang ke gereja. Kalau pendingin ruangan panas sedikit, sudah ngomel. Bangku tidak enak sedikit saja sudah menggerutu. Ada tantangan sedikit, sudah mundur. Kita harus belajar dari Zakheus! Dia punya handicap, keterbatasan, tapi dia mau cari Tuhan!

Ada banyak cara bertemu Tuhan. Ada yang bertemu Tuhan waktu bisnisnya hancur, dia baru datang. Dia menikmati keberhasilan, tapi akhirnya jatuh habis dan barulah dia cari Tuhan. Itu pengalaman-pengalaman hidup.

Saya pribadi mengalami seperti itu. Saya sudah tahu Tuhan sudah lama. Tapi saya merasa dengan kekuatan sendiri, dengan kepandaian saya, koneksi, saya bisa mendapatkan segala sesuatu. Tapi Tuhan mau saya lebih sungguh-sungguh. Semua pintu tertutup, rasanya sudah tidak ada jalan. Koneksi, kepandaian, teman-teman sudah bisa membantu. Tapi ada satu pintu yang masih terbuka ke atas. Waktu kita berseru kepada Tuhan Yesus Kristus, Dia berkenan untuk bertemu dengan kita! Amin! Lalu saya diberikan kekuatan, say a mau sungguh-sungguh dengan Tuhan. Karena saya tahu, pertolongan, jalan keluar hanya ada dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Saudara, ada orang yang jatuh sakit baru mau terima Yesus. Padahal dari dulu sudah diinjili. Nanti-nanti dulu melulu. Waktu sudah pakai selang di mana-mana, dia baru mau terima Yesus. Paling gampang menginjili yang sudah kayak begitu, disuruh apapun mau. Apa kita mau ketemu Yesus kalau sudah demikian? Apa kita mau keluarga berantakan dulu baru mau ketemu Yesus?

Zakheus sudah mapan, menikmati segalanya, tapi dia tahu dia butuh Tuhan Yesus Kristus. Tanpa bangkrut, sakit, dia sudah cari Tuhan Yesus Kristus. Orang-orang percaya harus seperti itu, sudah ataupun belum diberkati, Saudara harus cari Tuhan Yesus Kristus! Lalu, pertanyaannya, kenapa Zakheus mau ketemu Yesus? Padahal dia tidak pernah tahu Yesus itu seperti apa.

Saudara, pada bulan lalu, saya berulang tahun. Pada waktu berulang tahun, saya senantiasa minta Firman Tuhan bagi saya secara pribadi untuk setahun ke depan. Kalau tahun lalu saya mendapatkan teguran agar kembali kepada kasih yang mula-mula, pada tahun ini Tuhan memberikan Yohanes 14:6, Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Itu Firman yang masuk dalam hidup saya. Saya tidak tahu kenapa ini menjadi sebuah pesan bagi diri saya pada waktu ulang tahun. Tuhan mengerti bahwa saya hari-hari ini menghadapi jalan yang rasanya tertutup, sehingga Tuhan mau meneguhkan kepada saya pribadi, Akulah jalan, Akulah kebenaran, dan Akulah hidup.

Kita terus berdoa untuk memiliki gedung gereja sendiri. Rasanya tidak ada jalan. Dengan ayat-ayat ini, Tuhan menguatkan kepada saya untuk menyerahkan kepada Dia sendiri yang adalah jalan itu. Sudah cukup lama kita mau bertemu dengan Ketua RT di lingkungan kita. Saya sudah mendengar bahwa beliau sebelumnya sudah mau menolak, dan bermacam hal. Puji Tuhan, dia mau bertemu pada hari ini, kita berdoa untuk penyertaan Tuhan yang luar biasa.

Beberapa tahun lalu, ada seorang hamba Tuhan di Amerika, pengarang lagu-lagu yang sudah sangat kita kenal. Pada satu malam, dia ditelepon adik iparnya. Dia, Papa, Mama, dan empat orang anaknya, kendaraannya ditabrak truk kontainer. Keempat anaknya terlempar keluar, salah satunya bernama Jeremy mengalami patah tulang dan meninggal. Mereka mengalami shock yang sungguh berat. Kakak ipar ini sungguh terpukul saat mendengar cerita adik iparnya itu. Di tengah-tengah kondisi itu, Tuhan memberikan sebuah lagu dari Yesaya 43, yaitu Dia Buka Jalan. Kakak ipar dan pengarang lagu ini bernama Don Moen.

Dia buka jalan saat tiada jalan
Dengan cara yang ajaib, dibukanya jalanku
Dia menuntunku dan memeluk diriku
Dengan kasih dan kuasanya
Dia buka jalan, Dia buka jalan

Di belantara Dia tetap menuntunku
Sungai di gurun aku temui
Langit bumi kan lenyap tapi Firman-Nya tetap
Saat ini Dia buka jalan

Mungkin hari-hari ini jalan di hidup Saudara sedang buntu, jalan usaha sedang tertutup, kesembuhan seperti tidak ada, seolah no hope, keluarga Saudara mungkin sedang dalam jalan buntu, tapi Tuhan katakan siang hari ini, Akulah jalan! Jadikan lagu ini menjadi doa kita di hadapan Tuhan.

#3 Zakheus menyenangkan hati Tuhan

Saudara yang dikasihi Tuhan, Zakheus tahu siapa itu Yesus, sehingga dia mencari Yesus. Saudara harus tahu siapa itu Yesus, di tengah kebuntuan dalam segala perkara, Saudara harus kembali untuk cari Yesus. Akhirnya Zakheus bertemu Yesus, di mana Yesus menyuruhnya turun dari pohon, dan Yesus mau memberikan keselamatan kepadanya. Zakheus begitu excited mendapatkan keselamatan. Tapi rupanya, Zakheus tidak berhenti hanya menerima keselamatan. Demikian juga Saudara jangan berhenti, Saudara harus punya langkah-langkah berikut, tidak hanya menerima keselamatan. Zakheus setelah menerima keselamatan, lalu dia katakan akan mengembalikan setengah dari hartanya. Orang Yahudi, kalau mengakui bersalah, dia harus memberikan seperlima atau 20%. Tapi Zakheus lebih, malah sampai setengah dari hartanya. Luar biasa. Bukan itu saja, orang-orang yang diperas, akan dikembalikan empat kali lipat! Zakheus menjadi contoh bagi kita, bukan sekedar diselamatkan, tapi hidupnya juga berbuah.

Dia tahu berdosa, dia cari Tuhan, bertemu Tuhan, diselamatkan, dan hidupnya berbuah. Saudara juga demikian, harus menjadi pelaku Firman Tuhan supaya hidup Saudara berbuah dan makin diberkati. Kalau tidak berbuah, Firman Tuhan katakan kapak sudah tersedia, bagi yang tidak berbuah akan dipotong dan dibakar. Jangan sampai kita dipotong dan dibakar. Biarlah kita mengerti, hidup Kekristenan bukan berhenti hanya sampai diselamatkan, tapi kita juga harus hidup sampai berbuah, sampai Tuhan datang menjemput kita.

Saudara mau menyenangkan Tuhan? Biarlah hidup kita menyenangkan hati Tuhan. Amin.