Mengalami mujizat Tuhan (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Mengalami mujizat Tuhan
Sutadi Rusli-20130804-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 4 Agustus 2013
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom, pasti semua berbahagia dan diberkati oleh Tuhan!

Matius 14:22-29,

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.

Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ada seorang magician membuat suatu sensasi beberapa waktu lalu bahwa dia bisa berjalan di atas air. Ternyata itu hanya suatu trik, di mana ada kawat yang melintang di air. Ada sesuatu rekayasa. Tapi kita tahu dalam ayat-ayat ini, Yesus sanggup melakukan, tidak ada rekayasa, sesuatu yang rasanya tidak mungkin itu mungkin bagi Tuhan! Saudara ada yang pernah berjalan di atas air? Kalau dalam air mungkin, apalagi kalau kebanjiran, tentu kita pernah berjalan di dalam air.

Ada pesan-pesan Tuhan bagi kita pribadi lepas pribadi dari ayat-ayat Firman Tuhan ini.

#1 Doa dengan membayar harga

Matius 14:23, Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Saya garis bawahi kata-kata, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri.

Saudara yang dikasihi Tuhan, doa adalah nafas orang percaya! Nafas Saudara dan saya, menjadi kekuatan yang luar biasa. Setiap orang percaya dalam kondisi apapun tidak boleh meninggalkan apa yang namanya D-O-A, doa!

Kalau Saudara melihat mesin mobil, di dalamnya ada begitu banyak komponen. Ada salah satu komponen yang namanya radiator. Radiator berguna untuk mengalirkan air dari mesin yang panas ke radiator, dan di bagian depannya diberikan kipas angin, sehingga air yang begitu tinggi panas derajatnya, bisa masuk kembali ke mesin dengan temperatur yang lebih rendah. Supaya apa? Supaya mesinnya tidak pecah, tidak meledak. Kalau radiatornya rusak, airnya akan tetap panas, sehingga mesinnya bisa meledak.

Itulah doa! Untuk mendinginkan suasana-suasana yang ada, Saudara butuh untuk duduk dalam hadirat Tuhan. Kita capek dengan masalah, tantangan, pergumulan-pergumulan, untuk itu Firman Tuhan katakan, dalam tinggal tenang dan percaya, di situlah letak kekuatan kita! Tapi terkadang justru kita kepingin jalan duluan. Padahal Tuhan bilang tinggal tenang dan percaya di situlah letak kekuatan kita! Kalau tidak percaya, coba sekali waktu punya masalah, Saudara tinggal tenang dan percaya dalam hadirat Tuhan, di situ akan ada kekuatan baru!

Yesus baru saja memberi makan 5000 orang. Bukan itu saja, banyak yang datang yang minta dilayani, didoakan, dikonseling sampai hari malam! Tentu Yesus merasa capek, tapi Dia tetap luangkan waktu untuk berdoa!

Rasanya kita capek, kita sudah bangun pagi-pagi, begitu melek mata, ada ‘rombongan’ masalah datang. Ini adalah hal yang sederhana, tapi saya dorong Saudara jangan pernah lupa untuk berdoa. Tuhan saja kasih contoh, setelah capek dalam pekerjaan-Nya, Dia tetap meluangkan waktu untuk berdoa.

Dalam ayat yang pendek ini, dalam ayat 14 dan 23, dikatakan, Yesus naik ke atas bukit. Saya heran, ngapain Dia harus naik ke atas bukit. Doa di bawah kan bisa? Sudah capek seharian melayani, tapi masih tetap usaha naik ke bukit khusus untuk berdoa! Saudara harus memiliki doa dengan sungguh-sungguh, ada satu jerih payah yang harus dilakukan! Mungkin sudah capek, tapi harus tetap berupaya supaya kita bisa tetap berdoa.

Sejak dari Januari hingga sampai Desember 2013 nanti, setiap minggu tertentu kita ada doa pagi 12 Weeks of Wholeness yang sudah dimulai pukul 5.30 pagi. Saudara, saya lihat ada jemaat-jemaat yang sudah datang pagi-pagi. Dia berjerih payah, dan Firman Tuhan katakan, jerih payah Saudara tidak akan sia-sia! Amin!

Pengkhotbah berkata segala sesuatu adalah sia-sia (Pengkhotbah 1:2). Ada banyak kesia-siaan dalam dunia ini, dalam pekerjaan kita, dalam kegiatan kita, tapi hanya ada satu yang tidak sia-sia. Persekutuan dengan Tuhan tidak akan pernah menjadi sia-sia! Amin! Saat dengan jerih payah kita mau datang berdoa, Saudara pasti diberkati Tuhan! Ada jemaat-jemaat Tuhan yang datang pagi-pagi berjerih payah, saya yakin mereka pasti sudah diberkati Tuhan!

Tuhan Yesus menjadi contoh bagi kita, sekalipun capek, tapi tetap dengan segala kekuatan, kita mau untuk tetap berdoa. Doa adalah awal dari mujizat! Waktu kita berdoa, ada berkat Tuhan dicurahkan bagi setiap kita.

#2 Responi dengan baik

Waktu Tuhan Yesus berdoa, murid-murid sedang pergi ke pantai dan terkena angin sakau yang besar. Tuhan tahu, murid-murid-Nya mengalami masalah serius, lalu tanpa perahu Dia berjalan di atas air mendekati perahu. Dalam kegoncangan, pergumulan, dan dalam ketakutan itu, mereka melihat sosok Tuhan Yesus Kristus.

Tapi melihat sosok yang datang, mereka bilang, “Itu hantu!” Dalam bahasa Indonesia memang unik, kata Tuhan kalau dibalik bisa jadi kata hantu. Ternyata murid-murid dalam pergumulan, ketika melihat Tuhan bereaksi demikian, “Hantu!

Apa respons Saudara terhadap masalah yang terjadi? Saat kita meresponi dengan positif, maka Saudara akan menuai berkat. Tapi kalau negatif, maka tidak akan mendapat pertolongan. Karena itu, Tuhan katakan, responi setiap masalah di dalam kebenaran Firman Tuhan!

Sebagai contoh, Daud yang merupakan anggota keluarga Saul, dianggap mengkhianati Saul. Setelah Daud menjadi Raja, ada seorang dari kaum keluarga Saul, Simei marah-marah mengutuki Daud, bahkan Daud dengan tentaranya dilempari batu oleh dia. Simei memaki-maki Daud dursila, terus memaki-maki dengan tidak benar. Tapi apa reaksi Daud? Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini." (2 Samuel 16:12) Siapa yang mau dimaki-maki orang? Tentu tidak ada yang mau. Tapi lihat reaksi Daud, diomongi apapun oleh Simei, dia tidak peduli, biar nanti Tuhan yang membalikkan semua itu akan menjadi berkat! Untuk itu Tuhan katakan, kalau ada orang yang mengutuki, kalau ada orang yang berbuat jahat, jangan membalas! Tapi balas kejahatan dengan kebaikan, lebih lagi: balaslah kebaikan dengan kebaikan! Simei yang jahat dibalas Daud dengan kebaikan dan justru Daud diberkati oleh Tuhan!

Waktu murid-murid mengalami goncangan, reaksi mereka negatif, bertolak belakang 180 derajat. Tuhan jadi hantu.

Kebiasaan orang yang naik kapal, waktu dihantam badai, nomor satu respons mereka adalah buang semua barang yang ada di dalam kapal. Itu reaksi orang-orang pelaut. Dan ternyata dalam Yunus 1:5 juga terjadi demikian. Begitu perahu dihantam badai, reaksi awalk kapal nomor satu adlaah buang barang-barang yang ada di kapal.

Waktu kita ada masalah, ada badai dalam hidup kita, respons apa yang ada dalam hidup Saudara? Waktu dimaki-maki orang, dikutuki, disalahmengerti orang, apa reaksi Saudara? Apakah Saudara mau membuang semuanya? Mungkin ada yang berkata, mulai hari ini tidak mau pelayanan lagi, tidak mau ke gereja, tidak mau baca Firman. Buat apa capek-capek tapi tidak ada pertolongan Tuhan?

Waktu bereaksi begitu, berkat Tuhan makin jauh. Tapi kalau melekat pada Tuhan, kita pasti diberkati Tuhan lebih lagi! Ayo Saudara yang dikasihi Tuhan, jangan salah meresponi segala sesuatu. Waktu kita responi benar, pasti kita diberkati Tuhan.

Saudara, manusia punya 3 memori. Memori jangka pendek yang hanya hitungan detik. Memori menengah, lamanya jam sampai hari. Dan ada memori jangka panjang, tahunan. Waktu Saudara dapat sesuatu yang kurang baik, orang ngomel, maki-maki, Saudara masukkan itu di memori yang mana? Di jangka pendek, sedang, atau jangka panjang?

Berdasarkan penelitian, apa yang Saudara pikirkan akan menyebabkan sel-sel meresponi sesuai dengan pikiran Saudara. Waktu orang sakit berpikir, “Saya mau cepat mati, saya akan mati segera,” maka dia akan mati beneran, karena sel-sel itu akan mewujudkan pikiran orang itu. Tidak heran kalau Firman Tuhan katakan, Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. (Filipi 4:8)

Apa artinya? Masukkan Firman Tuhan dalam diri Saudara! Maka Firman Tuhan akan menjadi digenapi dalam hidup, keluarga Saudara. Waktu Saudara masukkan hal-hal positif, kebenaran Firman Tuhan, maka Saudara akan diberkati oleh Tuhan! Jangan berpikir negatif. Waktu Saudara berpikir negatif, maka sel-sel di dalam diri Saudara akan berusaha mewujudkan sesuai pikiran Saudara. Terjadi sesuai dengan pikiran dan iman kita!

Ingat, kita semua memiliki pikiran Kristus dan kita pasti mengalami pemulihan seutuhnya! Amin!

#3 Lakukan bagian kita!

Ketika mengetahui itu Tuhan, lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air." Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. (Matius 14:28-29)

Dari sekian banyak murid, Petrus itu orang yang berapi-api. Dia minta dan mulai melangkah. Kita perlu belajar sesuatu dari Petrus. Petrus berani untuk melangkah dari perahu. Murid lainnya tidak berani, dan Petrus pun mengalami mujizat Tuhan. Kalau mau mengalami mujizat Tuhan, Saudara harus mulai melangkah, maka Tuhan akan menyertai perjalanan Saudara. Tentu untuk terus berhasil di atas air, Saudara harus fokus. Belajar keluar. Jangan di dalam perahu saja.

Gereja kita pada waktu ulang tahun pada tahun 2012 yang lalu, Tuhan memberikan tema, “Ini aku, utuslah aku!” Setelah dapat tema itu, saya mulai pertama menggerakkan diri sendiri, kemudian hamba-hamba Tuhan, dan para jemaat Tuhan. Ayo lakukan sesuatu, jangan diam di dalam perahu, tidak cukup hanya berdoa saja. Memang kita berdoa, tapi kita juga harus mulai melangkah. Tanpa kita sadari, Tuhan tuntun pada daerah-daerah yang ada. Tahun lalu kita mulai masuk ke Kabupaten Alor, dan ada hal-hal luar biasa yang Tuhan lakukan.

KKR di Soe

September nanti, dengan caranya Tuhan, kita juga akan KKR di Soe. Soe pada tahun 1965 pernah mengalami mujizat yang luar biasa. Bahkan seorang hamba Tuhan di Jerman, membukukan, menyelidiki, bahwa seluruh mujizat yang Tuhan Yesus lakukan itu juga terjadi di Soe. Ada orang berjalan di atas air, orang mati dibangkitkan, macam-macam mujizat terjadi di Soe.

Saudara yang dikasihi Tuhan, setiap bulan September, para hamba Tuhan, banyak pendeta, memperingati kejadian di tahun 1965 ini. Pada tahun ini adalah yang ke-47. Gereja kita diundang untuk menjadi pembicara dalam KKR mereka pada hari Senin, 23 September 2013 pukul 18.00 di sana. Sesuatu yang luar biasa!

Tidak kebetulan, dalam paruh kedua 12 Weeks of Wholeness, Tuhan berikan tema kepada saya salah satunya adalah untuk menggali sumur-sumur rohani. Saya heran juga, tema itu kok begitu persis, bukan disengaja, ada di bulan September. Waktu rombongan kita mengadakan seminar dan KKR nanti, itu menggali sumur-sumur yang terjadi pada tahun 1965, dan saya yakin dan percaya akan berdampak bagi kita, gereja kita, dan bagi Indonesia. Amin! Saudara yang dikasihi Tuhan, ayo saya ajak bawa dalam doa, ini sesuatu peperangan yang luar biasa. Saya tidak mengerti juga, mereka kelompok Protestan, tapi mau ajak kita dari kelompok Karismatik. Tembok-tembok antara Protestan, Pentakosta, Karismatik, sudah Tuhan bongkar semuanya!

Ibadah penutup PGIS Kota Bogor

Pada 29 Juni 2013 yang lalu juga, saya diminta untuk melayani ibadah penutup dari Sidang Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Setempat (PGIS) Kota Bogor. Ketua Panitia, Pdt Charles JV Timbuleng dari GPIB Zebaoth, minta agar kita melayani ibadah penutup. Padahal kita tahu bisa dikatakan 95% dari sidang aras ini adalah dari kelompok Protestan. Ibadah tersebut dilakukan di Gereja Kristus Bogor, sebuah gereja berumur 80 tahun. Seluruh ibadah, dari awal sampai Perjamuan Kudus, kita semua yang melayani. Memang mereka tidak pakai band, jadi kita bawa sendiri alat musiknya. Kita loncat-loncat tepuk tangan dan puji Tuhan ada banyak Pendeta yang juga mau ikut bersama-sama kita loncat-loncat tepuk tangan. Saudara, Tuhan sedang memakai gereja-Nya, kita adalah Tubuh Kristus, tidak ada lagi perbedaan satu sama lain, karena kepala Gereja adalah Tuhan Yesus Kristus!

Petrus keluar dari kapal dan mengalami mujizat yang luar biasa berjalan di atas air! Ayo, tangkap ini semua, kita harus melangkah keluar, Tuhan akan memberikan pertolongan buat kita!

Penutup

Saya mau berikan 3 tips, jangan pernah lupakan tips-tips ini:

  1. Perhatikan Tuhan, maka Dia akan perhatikan Saudara
  2. Perhatikan Rumah Tuhan, maka Dia akan perhatikan rumah tangga Saudara
  3. Perhatikan pekerjaan Tuhan yang besar dan penting, maka Dia akan memperhatikan usaha-pekerjaan Saudara!

Ayo ingat tiga tips ini, waktu kita mau mengalami sesuatu yang dahsyat, perhatikan semua, maka Dia akan memberkati dengan perkara yang luar biasa. Saudara akan mengalami, saya juga mengalami, Kita semua diberkati Tuhan. Siap diberkati lebih lagi? Amin!

Tuhan Yesus memberkati.