Memperhatikan perintah TUHAN dan menjadi pemenang! (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Memperhatikan perintah TUHAN dan menjadi pemenang!
Niko Njotorahardjo-20110205-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 6 Februari 2011
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Dalam hidup ini kadang-kadang Tuhan izinkan keadaan di sekeliling kita menjadi gelap dengan satu maksud, yaitu supaya kita lebih banyak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan.

Mari sekarang kita perkatakan bersama-sama: “Tahun 2011 adalah Tahun Multiplikasi dan Tahun Promosi ... Tahun 2011 adalah Tahun Multiplikasi dan Tahun Promosi! Percayakah engkau akan hal ini?” Amin!

Kunci untuk memasuki Tahun Multiplikasi dan Promosi

Saudara, kunci untuk memasuki Tahun Multiplikasi dan Promosi adalah seperti yang disebutkan dalam Yesaya 48:18-19, “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, dan keluargamu akan diberkati Tuhan!”

Saya percaya damai sejahtera, kebahagiaan, dan berkat dalam keluarga adalah aspek-aspek kehidupan yang kita dambakan selagi kita masih ada di dalam dunia ini.

Tuhan berkata, “Kalau engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku ... kalau engkau mendengar suara-Ku, maka damai sejahtera, kebahagiaan dan berkat dalam keluarga akan Aku berikan berlimpah-limpah-limpah-limpah!” Artinya, Tuhan akan menyediakan multiplikasi dan promosi dalam seluruh aspek kehidupan kita dan kuncinya adalah kita harus memperhatikan perintah-perintah Tuhan dan mendengarkan suara Tuhan.

I. Memperhatikan perintah-perintah Tuhan

Tanggal 3 Februari yang lalu pada hari Kamis pertama setiap bulannya, seperti biasa kami bersama-sama para pengerja masuk dalam menara doa. Sebelumnya saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, bertepatan dengan hari raya Imlek kami akan masuk menara doa dan saya juga harus merekam untuk ‘pastor message’ lalu juga untuk ANTV. Saya percaya Tuhan akan berbicara kepada saya melalui hari raya ini.”

Ternyata di antara banyak sms dan bbm yang masuk menyampaikan, “Gong Xi Fat Chai ... Gong Xi Fat Chai!” dan saya hanya menjawab, “Gong Xi ... Gong Xi ...!” ada satu sms yang masuk berkata demikian, “Gong Xi Fat Chai! Selamat hari raya Imlek ... ini tahun kelinci, biarlah kita memiliki telinga yang panjang untuk mendengar suara Tuhan!”

Saya tahu bahwa inilah pesan-Nya, memang bukan tentang kelincinya, tetapi tentang mendengar suara Tuhan dan untuk itu Tuhan berikan ayatnya di Yesaya 50:4, “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.”

Untuk kita harus menjadi seorang murid; yaitu orang Kristen yang:

  1. Telinganya dipertajam setiap pagi untuk mendengar suara Tuhan
  2. Setiap pagi Tuhan akan mempertajam telinga kita untuk mendengar suara Tuhan seperti seorang murid.

    Kita bisa mendengar suara Tuhan dengan benar dan tepat, kalau kita intim dengan Tuhan.

    Mengapa kita bisa intim dengan Tuhan? Karena kita bergairah dengan Tuhan.

    Mengapa kita bisa bergairah dengan Tuhan? Karena kita memiliki kasih yang mula-mula!

  3. Lidahnya membangkitkan semangat orang yang letih lesu
  4. Lidah ini Tuhan berikan kita sebagai seorang murid, pada waktu kita memperkatakan sesuatu, itu akan memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu. Jangan dibalik! Sebagai murid, jangan pada saat kita berbicara, orang yang tadinya mempunyai semangat justru menjadi letih lesu. Tetapi biarlah sebagai murid, ketika kita berbicara membuat orang lain mempunyai semangat yang baru.

  5. Hatinya dipenuhi kasih mula-mula
  6. Ini adalah pesan yang begitu kuat yang saya terima hari-hari ini, yaitu kita harus kembali kepada kondisi kasih yang mula-mula!

    Saudara boleh cek keadaan diri Saudara hari ini, apakah tetap sama seperti pertama kali bertemu dengan Tuhan Yesus? Pada saat pertama kali bertemu dengan Tuhan Yesus itu ada satu kegairahan, ada satu keintiman.

    Apakah kondisi itu masih tetap ada sampai saat ini? Hanya Saudara sendiri dan Tuhan yang tahu.

    Tetapi kalau saya ingat pesan Tuhan kepada jemaat di Efesus di mana Tuhan berkata seperti ini, “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.

    Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!

    Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat” (Wahyu 2:1-5)

    Saudara, ini adalah pesan Tuhan buat kita semua, apa pun yang kita lakukan dalam melayani pekerjaan Tuhan kalau tidak didasarkan pada kasih yang mula-mula, Tuhan akan berkata kepada kita, “Betapa dalamnya engkau telah jatuh!” Kuncinya hanya satu, yaitu: Bertobat!

    Dulu saya juga pernah mengalami ketika Tuhan mengembalikan saya kepada kasih yang semula, ketika itu Tuhan memberikan tekanan, goncangan, kesukaran serta pergumulan berat dalam hidup saya. Pertama saya tidak mengerti dan masih mengeraskan hati, namun akhirnya saya mengerti bahwa sebenarnya Tuhan menginginkan supaya saya berubah. Ketika saya bertobat, ternyata benar bahwa kasih yang mula-mula itu kembali.

    Saya banyak melihat hari-hari ini, orang yang diproses Tuhan masuk dalam goncangan dan tekanan, tetapi begitu dia mengerti akan maksud Tuhan dan bertobat, maka dia kembali kepada kasih yang mula-mula.

    Saudara, ketika kita menerima goncangan dan tekanan, kadang-kadang kita justru menyalahkan orang lain. Jangan seperti itu!

    Lebih baik datang ke hadapan Tuhan dan berkata, “Tuhan, apa yang Engkau mau dengan segala kejadian ini? Saya mau berubah, Tuhan!” Sebetulnya hanya itulah yang Tuhan mau dari kita, yaitu respon kita. Kalau kita mau berubah dan bertobat maka yang namanya multiplikasi dan promosi, pasti terjadi dalam hidup Saudara!

II. Menjadi pemenang

Apakah Saudara mau mengalami multiplikasi dan promosi? Kalau kita mau mengalaminya, maka kita harus jadi pemenang seperti Tuhan Yesus pada waktu dicobai oleh Iblis.

Ada tiga jurus pencobaan yang Iblis berikan kepada Tuhan Yesus, hari-hari ini juga diberikan kepada kita. Oleh sebab itu berhati-hatilah!

Ketiga jurus Iblis yang harus kita kenali adalah menanamkan pikiran yang salah, yaitu:

  1. Manusia hidup hanya dari roti saja
  2. Iblis berkata kepada Tuhan Yesus, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti!”

    Pada waktu itu Tuhan Yesus dalam keadaan lapar, tetapi Tuhan Yesus langsung menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Matius 4:3-4)

    Saudara, hari-hari ini dunia sedang meyakinkan manusia bahwa yang paling penting adalah “mencari roti” sedangkan yang lainnya adalah nomor dua. Pokoknya yang nomor satu itu roti. Hati-hati! Jangan sampai kita kalah dalam hal ini.

  3. Apapun permintaan anak Tuhan pasti dikabulkan Tuhan
  4. Iblis berkata kepada Tuhan Yesus, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (Matius 4:6-7)

    Saudara, Iblis suka berkata begini, “Hey, kamu kan orang Kristen, kamu kan anak Allah, kamu kan berdoa, kamu kan ke gereja ... sudah lakukan apa saja sebab kamu pasti ditolong. Dia pasti tidak tega dan pasti menolong!” Itu salah! Berhati-hatilah!

    Mungkin Saudara berkata, “Bukankah Petrus berjalan di atas air? Berarti saya bisa berjalan di atas air.” Betul demikian, tetapi kalau Tuhan yang suruh!

    Petrus bisa berjalan di atas air karena ia melakukan atas firman Tuhan di mana yang tidak mungkin menjadi mungkin! Tetapi harus jelas dulu bahwa itu benar dari Tuhan. Jangan sampai kita mencobai Tuhan dan berhati-hatilah akan hal ini!

  5. Menyembah Iblis akan menjadi kaya
  6. Tuhan Yesus dibawa ke gunung yang sangat tinggi dan diperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dan kemegahannya di mana Iblis sendiri adalah penguasa dunia ini. Kita harus tahu bahwa penguasa dunia ini adalah Iblis sebab ada orang Kristen yang tidak mengetahui bahwa penguasa dunia ini adalah Iblis.

    Jadi pada waktu Tuhan Yesus diperlihatkan kerajaan dunia dengan segala kemegahannya, lalu Iblis berkata, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.”

    Tetapi Tuhan Yesus berkata, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Matius 4:8-10)

Saudara, berhati-hatilah! Apalagi kita sudah mendengar bahwa tahun ini adalah tahun multiplikasi dan tahun promosi, jangan mengira bahwa dengan segala macam cara kita bisa mendapatkan hal itu. Sayang banyak anak-anak Tuhan yang berpendapat demikian, “Wah dia sukses ya, dia naik jabatan! Dapat uang banyak!” Apakah seperti itu kesuksesan yang dimaksud?

Yang dimaksud dengan sukses adalah:

  1. Bagaimana kehidupan dari orang itu, apakah dia hidup kudus atau tidak?
  2. Apakah orang itu sukses dengan menuruti firman Tuhan?
  3. Bagaimana cara orang itu mendapatkan uang?

Bukankah Iblis juga bisa memberikan hal ini? Oleh sebab itu berhati-hatilah! Inilah yang Tuhan mau saya sampaikan sebab kadang masih banyak anak-anak Tuhan yang tidak mengerti akan hal ini.

III. Bagi Tuhan tak ada yang mustahil

Pada tahun 2011 ini Tuhan memberikan 2 ayat, yaitu:

  1. Yohanes 11:11, “Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”
  2. Sebenarnya Lazarus ketika itu memang sudah mati, tetapi di hadapan Tuhan Yesus, Lazarus hanya tidur! Saya mau katakan kepada Saudara bahwa di hadapan Tuhan tidak ada yang terlalu sulit! Mati itu berbicara tentang tidak ada pengharapan lagi, tetapi di hadapan Tuhan itu hanya tidur dan masih besar harapan untuk bangun kembali.

    Saya tidak tahu keadaan Saudara hari-hari ini di tahun 2011. Memang tahun 2011 dikatakan sebagai tahun kesukaran, tahun stress besar, tahun goncangan, dsb. Mungkin Saudara sedang bertanya-tanya tentang kehidupan ini. Mungkin peristiwa yang dihadapi Saudara rasanya tidak mungkin lagi untuk diselesaikan, tetapi saya mau beritahu Saudara bahwa tidak ada yang terlalu sukar bagi Tuhan Yesus! Tidak ada yang terlalu sulit bagi-Nya untuk menolong Saudara!

  3. Ibrani 11:11, “Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.”
  4. Abraham dan Sara tetap beriman kepada Tuhan, sebab mereka dijanjikan seorang anak. Dan akhirnya mereka memperoleh anak juga ketika Abraham ‘baru’ berumur 100 tahun dan Sara berumur 90 tahun. Secara manusia itu mustahil untuk mempunyai anak dalam usia seperti itu, tetapi mereka hanya beriman dan pegang janji Tuhan sebab Dia, Yesus Kristus yang memberikan janji itu adalah setia!

    Kalau Tuhan berjanji hari ini, “Aku akan memberikan multiplikasi dan promosi!”, tetapi Saudara melihat keadaan Saudara yang rasanya tidak mungkin karena tidak ada jalan untuk sampai ke sana, tetapi ingatlah bahwa Yang memberikan janji kepada Saudara itu adalah setia, Yesus Kristus nama-Nya. Pegang janji itu dan jangan goyah!

    Saya sering mengalami yang seperti itu, ada masalah yang rasanya tidak mungkin dapat diselesaikan, tiba-tiba mungkin saja! Yang tadinya seperti tidak ada jalan untuk bisa dilakukan, tetapi di hadapan Tuhan Yesus tidak ada yang tidak mungkin! Tidak ada yang terlalu sukar bagi Dia. Haleluya!

Kita sedang memasuki masa transisi

Berbicara tentang tahun 2011, memang angka 11 ini berbicara tentang ‘transisi’. Hari-hari ini adalah masa transisi. Mungkin ada di antara Saudara yang tengah mengalami masa transisi, oleh sebab itu responi dengan benar! Dalam masa transisi itu adalah seperti ini, bisa ke arah yang baik atau bisa ke arah yang jelek. Yang manakah akan kita alami? Itu semua tergantung dari respon kita. Kalau respon-nya benar dan bertobat, pasti Saudara akan ke arah yang sangat baik. Saya berdoa agar Saudara semua mempunyai respon yang benar dan begitu Saudara meresponi dengan benar, maka Saudara akan mengalami kasih yang mula-mula dan itulah yang memang Tuhan kehendaki dalam hidup ini

Banyak orang yang berkata bahwa tahun 2011 ini adalah tahun goncangan, tahun tekanan dan tahun stres besar. Akan banyak terjadi goncangan dan perubahan secara tidak terduga sebelumnya.

  • Di Amerika Serikat, dari 51 negara bagian, 49 di antaranya mengalami badai salju.
  • Di Australia, daerah Queensland itu benar-benar dihajar oleh Tuhan dengan tidak masuk akal.
  • Tunisia, Mesir, Yaman, bahkan saya dengar juga Syria dan Aljazair mengalami goncangan politik.
  • Di Mesir
Kira-kira pertengahan tahun yang lalu di Mesir ada seorang suami yang membunuh istrinya karena istrinya kedapatan sedang membaca Alkitab. Mereka mempunyai 2 orang anak, yang seorang masih bayi dan seorang lagi perempuan berusia 8 tahun. Setelah dibunuh, istrinya itu dikubur dan kedua anaknya pun dikubur hidup-hidup! Rupanya di sana kuburan itu merupakan kuburan keluarga yang berbentuk seperti gua. Lalu disiarkan ketika itu bahwa yang membunuh kedua anak itu adalah pamannya. Kemudian 5 hari setelah kejadian tersebut, ada salah satu anggota keluarga lain yang meninggal yang mana akan dikuburkan di tempat yang sama. Untuk itu kuburan tersebut kembali dibuka, namun apa yang terjadi? Ternyata kedua anak tersebut masih hidup!
Lalu anak yang berusia 8 tahun itu diwawancara oleh televisi nasional dan ditanya bagaimana mereka masih bisa hidup, ia berkata, “Ada Orang berpakaian putih dan mempunyai luka menganga di kedua tangannya yang memberi saya makan setiap hari. Kemudian ibu saya dibangkitkan oleh Orang itu untuk menyusui adik saya!” Siapakah Orang itu? Dia adalah Tuhan Yesus!
  • Di Israel
Kemarin saya juga menerima kabar dari Israel bahwa ada wajah Tuhan Yesus di sebuah tembok; seperti yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu di Jl. Kramat beberapa tahun yang lalu.
  • Di Indonesia
Saya mendapat data dari sebuah koran yang menyebutkan bahwa sejak tahun 1531 ada 39 kali bencana alam di seluruh dunia yang terjadi pada tanggal 26. Dan yang luar biasa dari 39 kali itu, 7 di antaranya terjadi di Indonesia. Yang pertama adalah Krakatau pada 26 Agustus 1883, tetapi yang lebih menarik, dari 39 kali, 6 bencana yang terakhir semuanya juga terjadi di Indonesia, dimulai dari Tsunami Aceh pada tanggal 26 Desember 2004.
Beberapa waktu yang lalu kita sudah mendapatkan bahwa Tuhan berbicara melalui Hagai 2:6, “... Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! ... Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang terakhir akan lebih dahsyat dari yang pertama ...” Artinya, Rumah Tuhan akan bertambah besar sebab banyak orang yang bertobat. Amin!


Jadi, marilah kita mengejar keintiman dengan Tuhan supaya keindahan dan kemegahan tersebut menjadi bagian dari hidup kita.

Oleh sebab itu, saya tahu bahwa waktunya sudah sangat singkat dan goncangan-goncangan ini akan membuat, “Rumah-Ku, kemegahannya lebih lagi!”, kata Tuhan.

Belum lama ini saya baru kembali dari Amerika Serikat untuk ikut rapat “Empowered 21” di mana saya didudukkan dalam Commission Global dan bertemu dengan orang-orang dari seluruh benua dan ada 8 issue yang sedang diangkat tentang apa yang sedang terjadi di dunia. Salah satu issue-nya adalah pengetahuan tentang Alkitab yang mendasar dan tuntunan Roh Kudus di antara orang Kristen itu sangat-sangat memprihatinkan. Artinya, banyak yang menamakan dirinya orang Kristen, tetapi tidak mengerti prinsip yang paling dasar dari Kekristenan tersebut.

Seperti yang telah saya sampaikan bulan yang lalu mengenai research yang dilakukan oleh George Barna tentang Kekristenan di Amerika Serikat.

Ada pertanyaan yang diajukan kepada orang-orang Kristen:

  1. “Apakah Tuhan menolong orang yang menolong dirinya sendiri?” Atau dengan perkataan lain, “Apakah Tuhan menolong orang yang mengandalkan dirinya sendiri?”
    Seharusnya jawabannya adalah tidak, tetapi ternyata yang menjawab “Ya” di Amerika Serikat di atas 75%! Hal ini sampai diberikan komentar: “Bagaimana ini dengan orang-orang Kristen di Amerika?”
  2. Kemudian diberikan pertanyaan lagi, “Menurut Anda, Iblis dan Roh Kudus merupakan lambang atau sesuatu yang hidup?”
    Ternyata jawabannya juga cukup mengejutkan, sebab yang menjawab bahwa itu ‘hanya sebuah lambang’, yaitu yang satu lambang kejahatan dan satunya lagi lambang hadirat Tuhan adalah sebanyak 50-70%.
    Ini memang benar bahwa ternyata hal-hal yang mendasar tentang Kekristenan itu banyak yang belum mengerti. Saya berdoa supaya ketika pertanyaan itu datang ke tempat ini, maka orang-orang di Indonesia akan menjawab yang sebaliknya dari kebanyakan jawaban orang-orang Amerika.

Saudara yang dikasihi Tuhan, di tengah-tengah Tuhan yang berbicara kepada kita, “Tahun Multiplikasi dan Tahun Promosi”, jangan mengira bahwa itu semua bisa diperoleh dengan cara apa saja. Mengenai soal “ingin kaya”, Alkitab dengan jelas berkata, “Jangan ingin kaya!”

Pada waktu saya bertemu dengan seorang pengusaha dan saya beritahu hal ini, dia sangat kaget karena baru mendengarnya. Dia berkata, “Hah? Selama ini saya ingin jadi kaya!” Dan memang selama ini yang dikerjakannya adalah memburu uang. Padahal firman Tuhan berkata, “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” (Amsal 10:22)

Jadi yang nomor satu adalah hubungan kita dengan Tuhan. Menjadi kaya itu adalah akibat hubungan kita dengan Tuhan. Jadi menjadi kaya itu bukanlah tujuan! Kalau menjadi kaya itu adalah tujuan, maka akan hancur semua sebab firman Tuhan berkata, “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang”.

Pengertian-pengertian yang seperti inilah yang kadang dicampur-aduk sehingga pada waktu melangkah menjadi businessman muda; semua itu menjadi kacau balau!

Jadi, ketika mendengar tentang berkat Tuhan, pokoknya ‘sikut sana sikut sini’ dan begitu mendapat kedudukan, pikirnya itu adalah berkat Tuhan!

Karena itu saya berdoa agar setiap kita menjadi peka untuk mendengar suara Tuhan. Dan biarlah kita semua juga sepakat untuk berdoa setiap pagi seperti ini, “Tuhan, pertajam pendengaran saya setiap pagi sebagai seorang murid”. Nanti Tuhan pasti akan memberikannya buat Saudara dan enak bila dituntun Tuhan karena jelas yang namanya damai sejahtera, kebahagiaan dan berkat dalam keluarga pasti Tuhan sediakan berlimpah-limpah-limpah-limpah!

Muliakan Tuhan dengan hartamu

Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

Saudara, kalau kita baca ayat tadi, maka Tuhan menyediakan berkat secara materi yang berlimpah-limpah atau multiplikasi. Kalau kita melakukan seperti firman tadi maka janji Tuhan bahwa lumbung-lumbung Saudara akan diisi penuh sampai melimpah-limpah dan bejana pemerahan Saudara akan meluap air buah anggurnya.

Dan hari ini Saudara pasti membawa buah sulung, yaitu hasil pertama yang dihasilkan tahun ini. Kemarin saya bersama-sama dengan para pengerja mempersembahkan buah sulung di SICC dan saya percaya kalau kita lakukan itu, maka janji Tuhan tentang multiplikasi dan promosi akan menjadi bagian kita semua. Haleluya!