Keluarga "Zaman Now" (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Keluarga "Zaman Now"
Sutadi Rusli-20180610-065946-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 10 Juni 2018
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom dan selamat pagi, saya percaya setiap Saudara pasti bersukacita dan diberkati Tuhan! Tidak terasa kita ada di bulan Juni 2018. Waktu rasanya begitu cepat, sebentar lagi kita akan mengakhiri 2018, tanda-tanda kedatangan Tuhan sudah amat sangat singkat! Amin!

Saudara yang dikasihi Tuhan, sesuai tuntunan Sinode Gereja Bethel Indonesia, dalam bulan Juni 2018 berbicara mengenai bulan keluarga. Kita sudah sering diingatkan mengenai keluarga, tapi khusus bulan ini Sinode GBI mengarahkan, mengingatkan, mengajak setiap jemaat Tuhan untuk kembali introspeksi, melihat setiap keluarga yang ada. Sehingga tema kita adalah Keluarga Zaman Now!

Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita tahu ada satu Firman Tuhan di Kejadian 2:24, laki-laki akan meninggalkan ayah-ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga dua orang menjadi satu.

Maka sejak Kejadian sampai Wahyu, semua itu berbicara mengenai perkawinan, pernikahan, bahkan dalam Wahyu kita kembali diingatkan bahwa setiap Saudara gereja Tuhan adalah mempelai-mempelai wanita-Nya Tuhan. Mempelai pria adalah Tuhan Yesus! Kita semua adalah mempelai-mempelai wanita, yang satu waktu kelak akan bersama-sama diangkat Tuhan, kemudian akan ada perjamuan pesta Anak Domba, dan kita akan tinggal bersama-sama Tuhan Yesus Kristus.

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
(Kejadian 1:26-28)

Pada waktu tahun 2000, waktu perpindahan dari 1999 ke 2000 itu disebut sebagai tahun milenium. Sehingga semua rata-rata warnanya adalah silver. Saudara yang dikasihi Tuhan, pada tahun 2000 ada satu online dating yang dibangun bernama Ashley Madison yang punya satu tagline yaitu life is short, have an affair! Hidup ini singkat, berselingkuhlah! Rupanya situs ini begitu banyak penganutnya sampai puluhan juta yang ikut, di situ mereka mengajak dan memiliki sesuatu yaitu bahwa perkawinan itu tidak perlu komitmen.

Saudara, ada sebuah survei kepada dua ratus pasangan yang pernikahannya sudah berumur di atas 25 tahun. Ternyata mereka semua rata-rata menjawab hanya satu kata yaitu komitmen. Kata komitmen itu yang membuat mereka ada tetap sebagai pasangan suami istri. Waktu satu pasangan itu diberkati di gereja, mereka berkomitmen di hadapan Tuhan, janji di hadapan Tuhan, untuk menjadi suami istri setia sampai Tuhan sendiri yang memisahkan mereka berdua.

Ini sesuatu yang sedang bergerak hari-hari ini bagaimana pernikahan itu bukan sesuatu yang sakral lagi. Sehingga kita harus back to the bible, kembali kepada kebenaran Firman Tuhan supaya keluarga-keluarga Kristen tetap langgeng diberkati Tuhan!

Dalam Firman Tuhan dikatakan, pernikahan ini dikatakan sebagai rahasia besar (Efesus 5:32). Saya punya pengertian sederhana, kalau nanti kita adalah mempelai wanita dan Kristus mempelai pria, artinya kita ada hubungan antara mempelai pria dan wanita, berbicara bagaimana Saudara ini mengalami ujian dan mendapatkan pernikahan dengan satu jodoh di dalam Tuhan. Kalau mulus dalam ujian ini, membangun rumah tangga yang benar di hadapan Tuhan pasti Saudara akan menjadi mempelai-mempelai wanita yang pasti bertemu mempelai pria yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Bahkan ada ungkapan berkata bahwa pernikahan ini membuat pasangan itu hidup makin sungguh-sungguh, kudus dalam Tuhan. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan manusia. Tapi kita harus tetap berkomitmen dalam Tuhan dan memiliki karakter Kristus dalam keluarga.

#1 Keluarga adalah kasih

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26)

Saudara yang dikasihi Tuhan, Bapa menciptakan manusia segambar dengan Dia. Satu Tuhan tiga pribadi, menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Mereka. Apa itu segambar dan serupa Tuhan? Satu kata saja, segambar dan serupa adalah kasih! Dalam bahasa Inggris kata kasih ada diterjemahkan sebagai love dan ada lagi sebagai charity. Sedangkan dalam bahasa Yunani lebih banyak lagi, kata kasih dibagi menjadi lima: fileo, eros, storgos, telop, dan agape. Kasih Agape adalah kasih yang berpengorbanan.

Saudara, Tuhan Yesus melakukan mujizat paling pertama itu adalah di Kana. Pada waktu itu ada satu pesta di mana Tuhan Yesus juga diundang ke situ. Tiba-tiba Ibu Yesus, Maria, datang dan berkata kepada Yesus, mereka kehabisan anggur, coba Kamu lakukan sesuatu. (Yohanes 2)

Buat orang Yahudi, kalau sampai pesta kehabisan anggur itu memalukan luar biasa. Sama seperti kita mengundang ke pesta tahu-tahu kehabisan makanan, akan sangat memalukan. Anggur itu buat orang Yahudi begitu penting. Makanan lain boleh berlimpah, tapi kalau anggur ini sampai tidak ada maka akan sangat memalukan.

Tuhan Yesus bilang, waktu-Ku belum tiba, tapi Ibu Yesus suruh pelayan pesta untuk mengikuti apa yang Yesus suruh. Akhirnya Yesus menyuruh mengisi air 6 gentong, dan bilang ke pelayan agar mencedok air itu lalu bawa ke penilik pesta. Begitu si penilik pesta itu, mungkin sekarang MC namanya, mencoba, dia berkata: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Ini berbicara mengenai pernikahan orang percaya. Anggur perkawinan itu, dari awal baik, setiap hari bertambah baik, bertambah manis! Amin!

Saya mau Saudara renungkan, keluarga lepas keluarga, apakah ini terjadi atau tidak di dalam kehidupan keluarga kita? Apakah seperti yang dikatakan pemimpin pesta, awalnya baik, makin kurang baik, makin kurang manis, sampai ending-nya pahit? Itu pernikahan orang di luar Kekristenan. Tapi dalam Kekristenan, makin bertambah manis, makin bertambah manis, dan makin bertambah manis. Itu prinsip pernikahan orang Kristen.

Lalu apa yang harus kita lakukan supaya pernikahan ini makin manis?

Ada dua hal berbicara mengenai kasih:

  1. Kasih yang berpengorbanan
  2. Ketaatan seorang istri dimulai dari tunduk kepada suaminya.

    Tetapi, kalau seorang suami mau supaya istri tunduk kepada dia, maka dia harus lakukan seperti jemaat tunduk kepada Kristus. Yaitu Kristus yang mengasihi dan berkorban. Jadi dimulai dari suami mau mengasihi dan mau berkorban seperti Kristus, sehingga Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Dimulai dari seorang suami, yang mengasihi istrinya dan juga berkorban buat istrinya, maka semua Firman Tuhan digenapi dalam keluarga tersebut.

    Seringkali kalau saya memberkati satu pernikahan kudus, di akhir Ibadah pernikahan kudus itu saya seringkali memberikan hadiah kepada kedua pasang suami istri itu. Selain akta pernikahan dan janji nikah, saya juga memberikan satu buku, judulnya Menikah itu bunuh diri (Josua Iwan Wahyudi). Ada yang menyesal menikah? Tidak boleh ada yang menyesal! Amin!

    Apa inti buku itu? Rupanya sederhana, kita diajar sebagai suami dan istri bahwa mulai hari itu di mana mereka sudah diberkati dalam pernikahan kudus, suami berkata mulai hari ini saya tidak lagi mendahulukan kepentingan saya, tapi kepentingan istri saya lebih dulu. Pihak istri juga demikian, mulai hari ini saya lebih mendahulukan kepentingan suami dibandingkan kepentingan saya.

    Waktu mereka mau sepakat saling berkorban, saling memperhatikan pasangannya, maka Firman Tuhan jamin keluarga itu pasti diberkati Tuhan! Amin!

    Mari mulai, punya kasih yang berpengorbanan!

  3. Kasih yang memelihara
  4. Saudara menikah itu karena tertangkap hansip atau karena cinta? Ada ungkapan, dari mana datangnya lintah? Dari sawah turun ke kali. Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati!

    Saya mau gambarkan cinta itu kayak mesin mobil. Mobil kalau tidak pernah dipelihara, diganti oli, cek air nya, tahu-tahu mandek. Saudara kalau punya mobil, dipelihara ngga mesin kendaraannya? Tentu harus dipelihara. Demikian juga hubungan suami-istri kalau didasari cinta, cinta itu harus dipelihara seperti mobil.

    Apa saja pengertian memelihara?

    • Kita mesti saling mengampuni
    • Kadang kita sering berselisih paham, salah mengerti, sehingga perlu memiliki saling mengampuni. Kita mengerti, tahu memang istri/suaminya memang dari 'sono'nya begitu. Jangan dibawa marah tak berkesudahan. Waktu Saudara tidak mau saling mengampuni, keluarga Saudara tidak akan diberkati Tuhan. Mari, buka pintu pengampunan, supaya setiap keluarga diberkati Tuhan.

    • Bangun komunikasi yang baik
    • Saya pernah dengar orang-orang bilang gini, ah itu suami/istri saya udah jadi teman. Dia membahasakan pasangan hidupnya itu teman. Menurut saya salah besar. Suami dan istri itu bukan teman. Suami dan istri itu ya suami dan istri, yang diikat komitmen saat janji di hadapan Tuhan. Teman tidak ada janji akan sehidup-semati, gua yang hidup lo yang mati. Lain dengan teman, suami dan istri adalah pasangan yang diberkati Tuhan dan melakukan kebenaran sesuai kebenaran Firman Tuhan.

      Saudara yang dikasihi Tuhan, bangunlah komunikasi yang baik, hargai satu sama lain.

#2 Berkuasa

… supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." (Kejadian 1:26b)

Di mana ada dua tiga orang bersepakat meminta apapun juga, Tuhan pasti memberikan jawaban dalam setiap doa Saudara!

Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." (Matius 18:19-20)

Saya ingatkan jangan lupa mezbah keluarga! Amin! Di situ kekuatan kita memiliki keluarga yang kuat di hadapan Tuhan.

#3 Keluarga diberkati Tuhan

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kejadian 1:28)

Allah memberkati mereka. Saudara yang dikasihi Tuhan ingat, pernikahan Kekristenan itu nomor satu diberkati lebih dahulu dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Itu nomor satu paling penting dalam hidup Saudara. Untuk itu, gereja menghimbau kepada setiap pasangan yang akan menikah, sebelum booking tanggal ke hotel atau tempat lainnya, tolong hubungi Kantor Gereja terlebih dahulu. Pak kita mau menikah tanggal/jam sekian, bisa atau tidak? Mari untuk itu, saya kembali ingatkan, sebelum menetapkan, ayo sama-sama.

Diberkati dan beranakcuculah. Saudara, saya ingatkan pernikahan dalam Kekristenan tidak ada yang namanya perceraian! Beberapa bulan belakangan, dan saya sempat diinformasikan oleh Hamba Tuhan dari Jakarta yang melayani dalam Catatan Sipil, dia bercerita, sejak salah satu tokoh kota Jakarta bercerai dengan istrinya dan dikabulkan Pengadilan Negeri, itu perceraian Kristen meningkat begitu banyak. Saudara, ingat baik, satu kali kita dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia. Apapun yang terjadi ayo kita tetap komitmen di hadapan Tuhan.

Bangun keluarga agar keluarga kita diberkati Tuhan dan kita memiliki keturunan Ilahi. Warisan nomor satu yang Saudara harus wariskan adalah takut akan Tuhan. Iman percaya dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Amin!