Kebangkitan Kristus adalah mujizat yang terbesar (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Kebangkitan Kristus adalah mujizat yang terbesar
Niko Njotorahardjo-20130302-1127-3x4.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 5 Mei 2013
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, saya ingin bersama-sama Saudara menyanyikan sebuah lagu lama yang baru saja Tuhan ingatkan kembali untuk dinyanyikan. Sebuah lagu yang pernah sangat berarti dalam kehidupan saya pada waktu itu:

Katakan Yesus terbesar, katakan Dia cintaku
Dia sembuhkan, Dia ampuni, dan b’ri pertolongan
Katakan Dia tak berubah...

Ada berapa banyak yang membutuhkan pertolongan Tuhan? Ada berapa banyak yang membutuhkan kesembuhan? Tuhan mengampuni serta menyembuhkan kita. Tuhan Yesus tidak pernah berubah dari dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin! 1 Yohanes 2:6, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Mari kita ganti kata ”ia” menjadi ”saya” dan kita baca sekali lagi... “Barangsiapa mengatakan, bahwa saya ada di dalam Dia, saya wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Amin!"

”Tahun 2013, tahun pemulihan seutuhnya-entering the next level. Mujizat yang kreatif masih ada!". Pemulihan berarti perubahan dari yang tidak baik menjadi baik. Ada berapa banyak yang mau dipulihkan seutuhnya? Pesan Tuhan: “Kita wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Amin!" Mari kita renungkan, siapakah kita ini sebelum kita percaya kepada Tuhan Yesus? Kita semua adalah orang berdosa dan upah dosa adalah maut atau mati! Jadi sebelum mengenal Tuhan Yesus, kita dalam keadaan ‘mati’. Rohani kita mati dan kita juga akan mati kekal selama-lamanya. Tetapi ketika percaya Tuhan Yesus, dari keadaan yang ‘mati’ tadi kita menjadi ‘hidup’! . Hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, roh kita menjadi hidup. Kalau kita misalnya dipanggil Tuhan, maka secara jasmani dikatakan ’mati’, tetapi sesungguhnya kita tidak mati sebab Alkitab berkata bahwa itu sedang beristirahat dan kita akan memperoleh hidup kekal selama-lamanya. Itu sebabnya, jaga baik-baik hidup Saudara. Pertahankan supaya tetap dalam kondisi ’hidup’. Rasul Paulus berkata, ”.....tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, ….” (Filipi 2:12). Rasul Paulus juga berkata, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:27).

Rasul Paulus tahu bahwa kalau dia tidak menguasai dan menjaga dirinya baik-baik serta tidak mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar, dia akan ditolak oleh Tuhan! Pada waktu bertemu dengan Tuhan, Dia akan berkata, “Aku tidak kenal kamu! ...”. Seperti Matius 7:21-23 yang berkata, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Saya berdoa supaya setiap kita tidak mengalami hal yang seperti itu! Tetapi untuk itu kita harus menjaga baik-baik kehidupan kita. Saudara, tidak semua orang yang namanya ‘Kristen’ masuk Sorga! Bahkan, tidak semua orang yang namanya ‘pendeta’ masuk Sorga! Melainkan hanya mereka-mereka yang setia sampai akhir dan bertahan sampai kesudahannya.

Yehezkiel diberikan satu tugas oleh Tuhan untuk menjadi penjaga Israel. Dalam Yehezkiel 3 Tuhan berkata:

“Nanti kalau ada orang jahat, dan Aku memberitahu kamu bahwa dia akan mati karena dosanya, dan kalau kamu tidak memberitahu kepada dia, maka dia betul-betul akan mati dalam dosanya, tetapi karena kamu tidak memberitahu dia, maka nyawanya Aku tanggungkan ke atas kamu. Tetapi misalnya kamu memberitahu kepada orang jahat itu dan dia tetap jahat kelakuannya, dia akan mati dalam dosanya, tetapi kamu bebas karena Aku tidak akan menanggungkan nyawanya kepadamu! Sebaliknya kalau ada orang benar yang berbuat jahat, dia berbalik dari kebenarannya dan berbuat curang, maka Aku akan meletakkan batu sandungan di hadapannya. Dia akan mati di dalam dosanya dan Aku tidak akan mengingat-ingat kebenarannya lagi!". (Yehezkiel 3:17-21).

Perhatikan ini! Jika orang benar berbalik dari kebenarannya dan berbuat curang, ketika dia mati Tuhan tidak akan mengingat-ingat kebenaran yang pernah dilakukannya, dan dia akan masuk neraka! Dan kalau Yehezkiel tidak mengingatkan dia, nyawanya Tuhan tanggungkan ke atas Yehezkiel. Tetapi sebaliknya kalau Yehezkiel datang mengingatkan dan dia berbalik ke jalan yang benar, maka nyawanya selamat! Dia diselamatkan dan nyawa Yehezkiel juga akan selamat. Tuhan berkata bahwa saya ini seperti Yehezkiel, menjadi penjaga dari orang-orang Kristen dan terutama buat jemaat yang Tuhan percayakan kepada saya, dan juga setiap orang Kristen! Kalau saya tidak sampaikan tentang hal ini, maka saya yang “kena” dan yang bersangkutan juga “kena”. Karena itu, kalau Saudara simak khotbah-khotbah saya beberapa bulan terakhir ini, mungkin Saudara berkata, “Pak Niko terus berkata, pilih sorga atau neraka? Tidak ada di tengah-tengahnya!". Berhati-hatilah karena sekarang banyak khotbah-khotbah yang rasanya meringankan dosa. Dikatakan, “Oh tidak apa-apa, kamu kan orang Kristen, sudah diselamatkan. Tidak apa-apa melakukan itu, kamu sudah diampuni!". Memang diampuni kalau Saudara betul-betul minta ampun, tetapi bagaimana kalau itu hanya main-main? Saya berdoa, agar Saudara yang mendengar Firman Tuhan ini; selama ada di dalam dunia ini diberkati berlimpah-limpah-limpah-limpah dan kelak masuk sorga!

Ingatlah, kesempatan makin sempit untuk ‘main-main’ dengan Tuhan. Alkitab berkata bahwa umur manusia 70 tahun dan kalau kuat 80 tahun (Mazmur 90:10). Kalaupun diberi kesempatan seperti Musa; hidup 120 tahun, itu pun tetap hanya sementara. Nanti dalam kekekalan, hanya ada 2 hal, yaitu mati kekal selama-lamanya atau hidup kekal selama-lamanya. Pilihlah yang hidup kekal selama-lamanya. Sementara masih hidup di dalam dunia, kita harus berguna bagi Tuhan. Saya berdoa agar setiap Saudara diselamatkan secara sempurna. Di dunia diberkati oleh Tuhan karena kita menuruti Firman-Nya, dan nanti di sorga kita akan bertemu semua bersama-sama. Kita bertemu muka dengan muka dengan Tuhan Yesus selama-lamanya. Amin!

Kebangkitan Tuhan Yesus adalah mujizat terbesar

Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita. Dia dikuburkan, tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian dan Dia hidup! Kebangkitan Tuhan Yesus merupakan suatu mujizat yang terbesar; mujizat yang kreatif! Setiap kali ke Yerusalem saya selalu ke Garden Tomb, yaitu tempat yang dipercaya sebagai kuburan Tuhan Yesus, dan mengadakan Perjamuan Kudus untuk mengenang kembali apa yang Tuhan telah lakukan untuk kita. Pemandu ditempat itu selalu berkata, ”Kubur kosong itu berbicara tentang mujizat yang terbesar”. Saya percaya kalau Tuhan Yesus mengalami mujizat yang kreatif, maka Saudara dan saya yang hidup seperti Kristus telah hidup, kita pasti juga akan mengalami mujizat yang besar, yaitu mujizat yang kreatif!

Bulan yang lalu saya sudah bersaksi kepada Saudara bahwa saya mengalami mujizat yang kreatif, yaitu beberapa waktu yang lalu ketika saya dicek ternyata pembuluh darah di jantung saya ada penyumbatan, tetapi kemudian muncul collateral baru; itu seperti stamp cell. Artinya saya mengalami mujizat yang kreatif. Haleluya! Selama 5 tahun setiap pagi sampai saat ini saya tidak pernah lupa memerintahkan, ”Otak, paru-paru, jantung, dsb....semua sembuh, normal di dalam Nama Tuhan Yesus!" dan itulah yang terjadi pada saya. ”Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup”. Mari sekarang kita buka 1 Yohanes 3:16, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.” Banyak yang bertanya, “Pak, bagaimana kita bisa menyerahkan nyawa untuk saudara-saudara kita? ”

Saudara, karena kasih Tuhan Yesus kepada kita, Dia menyerahkan nyawa-Nya supaya kita selamat. Jadi, kita juga harus menginjil supaya orang lain selamat, dan dalam melakukan hal itu kita tidak boleh sayangi nyawa kita. Saya tahu, dalam menginjil itu ada resikonya, tetapi kita tetap harus menginjil. Untuk menjadi saksi Kristus, kita tidak boleh menyayangkan nyawa kita. Wahyu 12:11, “Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.” ”Mereka” itu adalah kita dan ”dia” itu adalah Iblis. Sekarang mari kita ganti kata ”mereka” dengan saya dan kata ”dia” dengan Iblis. ”Dan saya mengalahkan Iblis oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian saya. Karena saya tidak mengasihi nyawa saya sampai ke dalam maut.

Tahun 2013 ini adalah tahun peperangan rohani yang luar biasa, dan senjata yang Tuhan berikan kepada kita dalam melawan Iblis adalah:

  • Darah Anak Domba, sebab tanpa darah Anak Domba tidak mungkin kita menang melawan Iblis.
  • Perkataan kesaksian kita. Ini bukan hanya sekedar bersaksi, tetapi bersaksi dengan tidak mengasihi nyawa kita sampai ke dalam maut. Kalau itu kita lakukan, maka Iblis ’keok’. Hari-hari ini banyak anak-anak Tuhan yang dibuat ’bulan-bulanan’ oleh Iblis karena tidak tahu senjata untuk melawan Iblis. Sekarang kita yang akan menelanjangi Iblis! Yang selama ini kita dibuat ’bulan-bulanan’ Iblis, sekarang ganti Iblis yang kita buat jadi ’bulan-bulanan’ kita!

Kisah Ester

Ester adalah seorang Yahudi yang diangkat menjadi ratu, sedangkan Raja Ahasyweros bukan seorang Yahudi. Ester mempunyai seorang paman yang bernama Mordekhai. Haman adalah pejabat yang paling berpengaruh di dalam Kerajaan itu. Dia sangat membenci Mordekhai, sebab Mordekhai tidak mau menyembah sujud kepadanya! Hal ini membuat Haman marah luar biasa dan ingin membunuh Mordekhai. Tetapi dia berpikir, ”Membunuh Mordekhai itu terlalu kecil, siapakah saya? ” Oleh sebab itu Haman mau menghabisi seluruh orang Yahudi yang ada Benteng Susan pada waktu itu. Lalu dia membuat tawaran yang menarik kepada Raja Ahasyweros: ”Tuanku raja, kita mempunyai rencana untuk menghabisi orang-orang Yahudi...”. Haman kemudian membeberkan kejelekan-kejelekan daripada orang-orang Yahudi tersebut. Haman berkata pula, ”....Dan para pejabat yang mengeksekusi ini, mereka akan menimbang 10.000 talenta yang akan disetor ke perbendaharaan raja.” Raja tertarik oleh usul Haman tersebut dan menyetujuinya. Perhatikan baik-baik; Raja Ahasyweros setuju dan mengesahkan keputusan itu pada tanggal 13 bulan 1 atau bulan Nisan. Dan pelaksanaan genosida itu ditetapkan pada tanggal 13 bulan 12 atau bulan Adar. Jadi rupanya angka 13 ini termasuk dalam tahun 2013 adalah tahun peperangan yang dahsyat!

Berita ini membuat orang Yahudi berseru-seru di hadapan Tuhan, ”Tuhan, tolong kami..., Tuhan, tolong kami!". Ini adalah satu peperangan rohani yang dahsyat buat mereka. Begitu pula bagi Mordekhai. Mordekhai menyuruh orang untuk memberitahu Ester, agar Ester menghadap Raja untuk membela bangsanya. Tetapi Ester menjawab, ”Ada undang-undang kalau ada orang menghadap Raja Ahasyweros, laki-laki maupun perempuan, kalau dia tidak dipanggil tetapi dia datang, maka hukumannya cuma satu, yaitu hukuman mati. Kecuali Raja Ahasyweros mengulurkan tongkat emasnya, maka orang itu hidup. Dan saya dalam 1 bulan ke depan tidak ada jadwal untuk dipanggil oleh raja. Jadi bagaimana saya? ”.

Tetapi Mordekhai berkata, ”Ester, jangan mengira karena engkau ada di istana hanya engkau yang selamat, sementara saudara-saudaramu mati. Kalau engkau tidak mau menolong, saya percaya pertolongan akan datang dari pihak lain! Tetapi saya mau memberitahu kamu, engkau harus tidak menyayangkan nyawamu untuk menolong saudara-saudaramu ini. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini Engkau beroleh kedudukan sebagai ratu. ”Mendengar itu, Ester mengambil satu tekad dan berkata, ”Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati! Mari berpuasalah untuk aku 3 hari 3 malam tidak makan dan minum, sebab aku akan menghadap Raja Ahasyweros. Aku bersama dayang-dayangku pun akan berpuasa seperti itu”. Ini merupakan satu peperangan rohani, dan akhirnya semuanya dibalik oleh Tuhan! Mordekhai diangkat, Haman dihukum mati, Ester menjadi ratu atau permaisuri dan orang-orang Yahudi yang tadinya harus dibunuh, mereka yang justru membunuh musuh-musuhnya. Kemenangan terjadi. Haleluya!

Tuhan Yesus berulang-ulang menyatakan diri

Apakah hari-hari ini Saudara sedang mengalami peperangan rohani? Tuhan Yesus pernah mengalami peperangan rohani melawan Iblis. Senjata Tuhan Yesus dalam memenangkan peperangan rohani itu dan mengatasi pencobaan yang Iblis berikan adalah Firman Tuhan. Kondisi Tuhan Yesus pada waktu itu penuh Roh Kudus dan penuh Firman. Dia hadapi Iblis dengan Firman Tuhan, maka Iblis mundur dan dikalahkan! Setelah Tuhan Yesus bangkit, selama 40 hari Dia berulang-ulang menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Berulang-ulang Dia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya untuk membuktikan bahwa Dia hidup! Mengapa begitu lama; hingga 40 hari? Tidakkah cukup hanya 2 hari, 3 hari atau seminggu lalu naik ke sorga? Karena banyak yang tidak percaya! Ini sangat menyedihkan! Termasuk Tomas yang tidak percaya pada waktu itu sehingga Tuhan Yesus harus datang secara khusus untuk Tomas.

Sampai hari ini orang-orang masih banyak orang yang tidak senang mendengar kabar kebangkitan Tuhan Yesus! Alkitab katakan bahwa imam-imam kepala telah menyuap para prajurit yang menjaga kuburan Tuhan Yesus pada waktu Tuhan Yesus bangkit. Mereka memerintahkan, ”Katakan bahwa mayat-Nya dicuri oleh murid-murid-Nya!", dan berita itu beredar sampai sekarang. Oleh karena itulah Tuhan Yesus berulang-ulang menyatakan diri, ”Aku hidup!". Saudara, kalau Tuhan Yesus tidak hidup, kita tidak ada di sini hari ini. Sebab itu kita semua harus menjadi saksi-Nya. Dan kita juga harus berulang-ulang berbicara tentang isi Alkitab, karena banyak orang yang tidak percaya. Kadang-kadang memang ada reaksi pada waktu kita memberitakan. Contohnya, seperti belum lama ini saya berbicara tentang buah sulung. Reaksi tentang hal ini sangat banyak, tetapi saya tidak pernah menyerah karena Tuhan sudah berkata kepada saya dan ternyata memang benar bahwa yang diberkati itu banyak sekali! Saya tidak boleh menghambat berkat yang akan Tuhan berikan kepada seseorang. Sedangkan pekerjaan Iblis ingin ’menggagalkan’ berkat tersebut. Oleh sebab itu saya harus berulang-ulang berbicara tentang hal ini.

Membaca Firman Tuhan Setiap Hari

Tuhan Yesus memenangkan peperangan rohani dengan Firman Tuhan. Untuk menang melawan Iblis, Saudara harus mengerti Firman Tuhan. Kalau Saudara tidak mengerti Firman Tuhan karena tidak belajar dan membaca Alkitab setiap hari, maka Saudara akan menjadi ’bulan-bulanan’ Iblis. Saudaralah yang harus membuat Iblis jadi ’bulan-bulanan’ kita. Amin! Mari baca Firman Tuhan!

Dalam pertemuan Council of Eighteen daripada Church of God di Amerika baru-baru ini, salah satu yang dibicarakan adalah tentang membaca Alkitab. Diantara mereka ada yang bersaksi, bahwa ada ibu-ibu dari salah satu gereja besar Church of God yang umur gerejanya sudah 100 tahun lebih; waktu ditanya, ”Apakah percaya bahwa Tuhan Yesus itu tidak pernah berbuat dosa? Tahukah ibu kalau Tuhan Yesus tidak pernah berbuat dosa? ”. Ternyata jawabannya, ”Hmm.. barangkali ya? ”. Jadi dia tidak tahu apakah Tuhan Yesus berbuat dosa atau tidak. Bahkan ibu itu melanjutkan, ”Tetapi kalau Tuhan Yesus berbuat dosa pun saya tetap percaya kepada-Nya”. Pada waktu mendengar itu, pendetanya menjadi ’shock’ berat! Saya juga ikut ’shock’, sebab kalau di Amerika ada yang seperti ini, pasti yang di Indonesia pun ada juga yang begitu! Tetapi yang pasti bukan Saudara. Amin! Oleh karena itu mari kita belajar serta baca Alkitab dan nanti Tuhan akan memberikan pengertian bagi kita.

Gembalakanlah domba-domba-Ku

Pada waktu Tuhan Yesus menyatakan diri kepada murid-murid-Nya, Petrus, Yohanes, Yakobus serta empat murid lainnya dilanda duka yang luar biasa karena ditinggal mati oleh Tuhan Yesus. Padahal Tuhan Yesus pernah bicara bahwa Dia akan mati, tetapi pada hari yang ketiga akan bangkit kembali, tetapi hal ini tidak masuk di pikiran mereka. Mereka menjadi putus asa, ”Bagaimana kami ini? Bagaimana? Guru sudah tidak ada lagi!" Dalam hidup mereka, profesi mereka yang semula adalah nelayan lalu menjadi murid, tetapi sekarang apa? Perasaan mereka berkecamuk. Dalam kondisi yang stress Petrus mengajak ke-enam murid lainnya, kembali ke profesi mereka yang semula; menjadi nelayan. Semua setuju, karena itu memang adalah profesi mereka semula. Lalu pada malam harinya mereka pergi mencari ikan di Danau Galilea. Alkitab berkata, semalam-malaman mereka mencari ikan tetapi tidak seekor pun yang ditangkap! Hal ini membuat mereka semua bertambah stress. Menjelang pagi mereka pulang, tetapi tiba-tiba terdengar suara dari tepi pantai, ”Hai anak-anak, adakah lauk-pauk padamu? ”. Mereka yang ditanya seperti itu bertambah kesal. Sudah tidak mendapat apa-apa semalaman masih ditanya-tanya lagi. Lalu mereka menjawab dengan agak kesal, ”Tidak ada!". Mereka tidak tahu kalau yang bertanya itu Tuhan Yesus dan mereka tidak pernah menyangka bahwa itu Tuhan Yesus.

Kemudian dengan suara yang lembut Tuhan Yesus berkata, ”Kalau begitu tebarkan jalamu di sebelah kanan perahu, maka engkau akan beroleh.” Yang luar biasa, mereka taat dan lakukan itu! Saudara, mereka mungkin tidak sadar:

  • Kalau malam saja tidak dapat, terlebih lagi pagi? Artinya waktunya tidak tepat untuk mencari ikan.
  • Lokasinya sudah dekat pantai, yaitu tinggal 200 hasta atau 90 meter dari pantai di mana airnya dangkal. Artinya, tempatnya pun tidak tepat untuk mencari ikan!
  • Siapa yang menyuruh? Mengapa mereka bisa tiba-tiba menaatinya?

Tetapi ini yang saya mau beritahu Saudara; karena mereka intim dengan Tuhan sehingga mereka mau melakukannya. Orang yang hidupnya intim dengan Tuhan bukan berarti akan bebas dari masalah, tetapi justru bisa saja mengalami masalah-masalah yang berat seperti yang dialami murid-murid Tuhan Yesus. Pada waktu seperti itu, untuk mendengarkan suara Tuhan biasanya terasa susah sebab suara Iblis akan lebih banyak terdengar karena memang ’di-bombardier’ oleh Iblis. Iblis akan katakan, ”Sudah, lebih baik kamu bunuh diri....!" Tetapi inilah keuntungan orang yang hidupnya intim dengan Tuhan, di tengah-tengah situasi yang seperti itu, karena keintimannya dengan Tuhan, maka suara Tuhan bisa ‘terdengar’. Yang luar biasa, dia bisa mengenali ‘suara’ yang pernah dia dengar sebelumnya, sehingga dia bisa taati. Dan apa yang terjadi? Mujizat yang kreatif terjadi! Meskipun waktu dan tempatnya tidak tepat, tetapi justru 153 ekor ikan yang besar-besar mereka tangkap. Haleluya!

Akhirnya yang terlebih dulu menyadari bahwa itu Tuhan Yesus adalah Yohanes, yaitu murid yang dikasihi Tuhan. Dia berkata, ”Itu Tuhan! Itu Tuhan Yesus!". Ketika Petrus mendengar itu, dia yang tadinya tidak berpakaian langsung memakai bajunya dan terjun ke dalam air. Dia tidak peduli kepada 153 ekor ikan-ikan yang berbicara tentang berkat-berkat secara jasmani atau materi. Dia tidak peduli! Tetapi dia lebih peduli untuk datang menemui Tuhan Yesus. Mengapa? Sebab inilah pergumulan Petrus. Dia mengalami ’guilty feeling’ yang luar biasa akibat menyangkal Tuhan Yesus. Itulah yang membuat Petrus stress nya lebih berat dibandingkan yang lain.

Pada waktu perjamuan malam terakhir sebelum Tuhan Yesus ditangkap, Tuhan Yesus berkata, ”Sebentar lagi kamu semua akan tergoncang imannya karena Aku”. Tetapi Petrus yang nomor satu berkata, ”Mereka semua boleh tergoncang imannya, tetapi saya tidak!". Tuhan Yesus lalu menjawab, ”Petrus...Petrus, sebelum ayam berkokok kamu sudah menyangkal Aku 3x!” 'Namun Petrus tetap berkata, ”Mana bisa?! Saya akan mati bersama dengan Tuhan!”.Ternyata apa yang Tuhan Yesus katakan itu benar terjadi. Petrus menyangkal Tuhan Yesus 3x sebelum ayam berkokok. Begitu ayam berkokok, Tuhan Yesus menoleh kepada Petrus dan mata Tuhan Yesus beradu-pandang dengannya, Petrus teringat apa yang pernah dikatakan Tuhan Yesus sehingga dia menangis sejadi-jadinya, ”Tuhan, ampuni saya....ampuni saya! Saya tidak bermaksud demikian...ampuni saya...ampuni saya!". Itulah Petrus dan perasaan itu terus dibawanya sehingga pada waktu dia tahu bahwa yang di tepi pantai itu adalah Tuhan Yesus, dia tidak peduli kepada 153 ekor ikan melainkan dia lebih perlu untuk datang kepada Tuhan Yesus. Ketika itu Tuhan Yesus datang memang untuk ketujuh murid-Nya, tetapi saya juga percaya bahwa yang paling penting sebetulnya Dia akan datang kepada Petrus untuk memulihkannya.

Pada waktu Petrus bertemu dengan Tuhan Yesus berdua, Tuhan Yesus bertanya, ”Petrus, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka? ”. Dalam bahasa Indonesianya tertulis seperti itu, tetapi saya kira dalam bahasa Inggrisnya lebih tepat. Karena dikatakan begini, ”Do you love Me more than these? ”. Kata ’these” artinya apapun yang kita miliki. Jadi kalau diterjemahkan menjadi, ”Apakah kamu mengasihi Aku lebih dari apa yang kamu miliki seperti uang, harta, kedudukan, dsb? ”. Tetapi jawab Petrus, ”Tuhan, aku mengasihi Engkau”. 3 kali Tuhan Yesus bertanya, ”Peter, do you love Me more than these? ”. Tuhan Yesus memakai 2 kata dalam bahasa Gerika-nya tentang kata ”mengasihi” di sini, yaitu Agape dan Filia. Memang mengasihi Tuhan itu harus dengan kasih Agape dan kasih Filia.

  • Kasih Agape adalah kasih secara rasional dan bertujuan, terutama dari pikiran dan kehendak.
  • Kasih Filia adalah kasih yang timbul karena hubungan yang erat atau intim

Jadi kita mengasihi Tuhan bukan hanya karena kita tahu bahwa Dia yang menyelamatkan kita. Kalau seperti ini artinya kita belum terlalu kenal Tuhan Yesus. Tetapi kita merasa harus dan dengan kemauan, ”Saya harus mengasihi...saya harus mengasihi!", artinya dengan kehendak. Itu tidak cukup! Karena kita juga harus mengasihi Tuhan Yesus dengan kasih Filia. Caranya adalah kita harus bergaul erat dengan Dia, melalui pembacaan Firman Tuhan, berdoa, memuji dan menyembah Tuhan serta melalui proses yang terjadi dalam hidup ini, maka kita akan semakin intim dengan Tuhan.

Tuhan berkata, ”Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu.”

  • Dengan segenap hati, artinya perasaan (terkait ke filia)
  • Dengan segenap jiwa, artinya kehendak (terkait ke agape)
  • Dengan akal budi, artinya pikiran (terkait ke agape)

Jadi dengan kata lain Tuhan Yesus berkata, ”Kasihilah Tuhan Allahmu dengan kasih filia dan kasih agape”. Jangan berhenti hanya di agape, tetapi Saudara harus terus hingga filia. Amin!"

Setelah tiap kali Tuhan Yesus bertanya, ”Do you love Me more than these? ”, Tuhan Yesus selalu berkata, ”Gembalakanlah domba-domba-Ku!". Di sini ada sesuatu yang menarik, di mana Tuhan Yesus berkata, ”Gembalakan domba-domba-Ku!" sampai 3x kepada Petrus dan Tuhan mengajar seperti apakah model domba-domba-Nya itu. Tuhan Yesus mengajar demikian:

  1. ”Feed My lambs...”, yang artinya beri makan anak domba-Ku.
  2. ”Tend My sheep...”, yang artinya pelihara domba-domba-Ku
  3. ”Feed My sheep...”, yang artinya beri makan domba-domba-Ku.

Jadi ada 3 golongan yang akan digembalakan, yaitu:

  1. Anak-anak domba. Mereka ini harus diberi makan karena mereka masih anak-anak. Anak-anak di sini artinya orang-orang yang baru kenal Tuhan Yesus yaitu orang-orang yang pengenalan akan Tuhan itu masih baru.
  2. Orang-orang yang sudah lama kenal Tuhan Yesus atau menjadi orang Kristen tetapi masih perlu diberi makan
  3. Orang-orang yang sudah lama mengenal Tuhan dan sudah dewasa sehingga Tuhan menyuruh untuk memeliharanya.

Dari ketiga golongan ini mana yang lebih sulit digembalakan? Yang masih anak-anak atau baru kenal Tuhan atau yang sudah lama kenal Tuhan tapi karakternya masih anak-anak atau yang sudah dewasa? Yang paling susah adalah yang sudah lama menjadi Kristen, tetapi masih seperti anak-anak! Ini seperti orang tua yang sudah ada kumis atau jenggotnya, tetapi masih pakai dot untuk minum susu. Kita mungkin tertawa, tetapi jangan-jangan bisa jadi itu kita sendiri? Dan kalau masih ada yang seperti itu, mari kita cepat berubah dan menjadi dewasa. Orang yang seperti ini, bahasa Jawa-nya berkata, ”sok pintar”, merasa dirinya paling tahu dalam segala hal. Oleh sebab itu Alkitab berkata, ”… dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri” (Amsal 3: 5).

Atau sebaliknya, karena sudah lama ikut Tuhan maka teori-teori Firman Tuhan sudah tahu semua, tetapi sayangnya tidak dipraktekkan. Berbeda dengan yang masih anak-anak, karena awalnya mereka memang tidak tahu tetapi begitu diberitahu mereka langsung mengikuti. Dan ini lebih mudah tentunya, namun yang lebih mudah lagi adalah mereka yang sudah lama kenal Tuhan Yesus dan sudah dewasa. Begitu ditegor, tanpa harus keras-keras menegornya, sudah langsung mengerti; seperti Daud. Saya berdoa supaya Saudara semakin cepat menjadi dewasa secara rohani. Itulah entering the next level. Hari-hari ini selain Tuhan mau kita belajar tentang dasar-dasar Firman Tuhan, juga supaya pengertian kita semakin meningkat. Karena Dia akan segera datang untuk kali yang kedua dan Dia sedang mempersiapkan kita, gereja-Nya menjadi gereja yang dewasa, yaitu gereja mempelai Kristus. Amin! 40 hari setelah menampakkan diri dan disaksikan oleh murid-murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke sorga. Tanggal 9 Mei nanti, kita akan bersama-sama memperingati Tuhan Yesus naik ke sorga. Dan 10 hari setelah itu, Roh Kudus dicurahkan!

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)