Hidup di dalam kerajaan yang tak tergoncangkan (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Hidup di dalam kerajaan yang tak tergoncangkan
Niko Njotorahardjo.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 1 November 2009
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta

Hidup yang dituntun oleh Tuhan

Seperti yang telah Tuhan janjikan, Dia sedang mencurahkan Roh-Nya, sehingga hari-hari ini ketika kita berbahasa roh - pasti lain rasanya dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Saya percaya ada sesuatu yang luar biasa yang Tuhan akan kerjakan didepan kita. Dengan semakin seringnya Tuhan mengatakan, Aku datang segera!, saya percaya Dia tidak akan membiarkan kita berjalan tanpa tuntunan-Nya. Oleh sebab itu mari kita lihat pesan Tuhan hari ini.

Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Mazmur 32:8)

Tuhan berkata, Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh, Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Pada tanggal 18 September setelah jam 6 sore yang lalu, kalender orang Yahudi berpindah dari tahun 5769 ke tahun 5770. Memang penanggalan mereka berbeda dengan penanggalan kita. Dan tahun 5770 itu disebut dengan tahun Ayin, di mana kata Ayin itu berarti 70. Secara profetik nabi-nabi Tuhan mendapatkan bahwa ini melambangkan mata Tuhan yang senantiasa terbuka dan siap untuk menuntun setiap ciptaan-Nya. Ini luar biasa! Sebab kita memasuki satu tahun di mana Tuhan berbicara kepada kita, Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh, Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.

Tuntunan Tuhan tidak bisa begitu saja terjadi. Ada beberapa persyaratan yang harus kita lakukan supaya kita mengalami tuntunan Tuhan . Persyaratan tersebut adalah:

Mempunyai gaya hidup memandang Tuhan

Mazmur 123:2 berkata, Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Pada bulan yang lalu kita diberi pekerjaan rumah supaya membaca Mazmur 120-134. Apakah Saudara sudah membacanya? Mazmur 123:2 tadi merupakan salah satunya yang harus kita baca.

Gaya hidup memandang Tuhan itu seperti:

  • seorang hamba laki-laki yang terus menerus memandang kepada tangan tuannya,
  • seperti seorang hamba perempuan yang terus menerus memandang kepada tangan nyonyanya,
  • demikianlah pula hendaknya mata kita memandang kepada Tuhan, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Pada jaman dahulu, seorang hamba itu tidak boleh melihat wajah atau mata tuannya, hanya boleh melihat tangannya saja. Dan tangan tuannya itu akan memberi tanda, apa yang harus dilakukan oleh hambanya tersebut. Setiap saat selalu ada kemungkinan tangan sang tuan akan bergerak, baik didalam gerakan yang mengandung perintah atau pun yang tidak bermakna apa-apa.

Hari-hari ini kita perlu terus menerus memandang kepadaNya, sebab setiap saat Tuhan mungkin akan memberi perintah-perintahNya, tuntunan-tuntunanNya, atau bahkan memerintahkan berkat untuk kita dengan tangan-Nya. Kondisi hubungan yang seperti itu tidak akan dapat kita jalani, kecuali kita hidup intim dengan Tuhan. Menjelang kedatangan Tuhan untuk kali yang kedua, semakin sering Tuhan mengingatkan, supaya kita bergaul karib dengan Tuhan dan mata kita senantiasa memandang kepada-Nya.

Henokh adalah orang yang luar biasa. Alkitab menuliskan, dia bergaul karib dengan Tuhan dan tiba-tiba dia menghilang. Mengapa? Karena dia diangkat oleh Tuhan!

Di depan ini kita sedang menunggu apa yang disebut dengan rapture (pengangkatan). Apakah Saudara mau ikut terangkat ke surga ? Hanya kalau kita hidup intim dengan Tuhan, maka itu akan terjadi!

Selain itu, gaya hidup memandang Tuhan itu juga menyenangkan hati Tuhan. Inilah yang sebenarnya dilakukan oleh Tuhan Yesus sendiri. Tuhan Yesus berkata dalam Yohanes 8:38,... Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, ... Inilah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita hari-hari ini, karena itu tidak ada jalan lain, mari kita banyak berada dalam hadirat Tuhan. Bergaul erat dengan Tuhan dan Saudara akan mengalami hidup yang dituntun oleh Tuhan.

Seorang nabi yang bernama Bob Hartley, baru-baru ini menuliskan tentang mimpinya. Dalam mimpinya tersebut dia mendapat satu penglihatan di mana banyak nubuatan yang maknanya tidak sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Dia melihat ada orang yang mendapat pernyataan Tuhan untuk disampaikan dan sebenarnya orang itu mendengar apa yang dikatakan Tuhan, tetapi apa yang dia sampaikan ternyata berlawanan atau menyimpang dari apa yang Tuhan katakan. Mengapa? Sebab orang itu melihat ada awan gelap.

Awan gelap berbicara tentang tantangan atau keadaan yang rasanya tidak sesuai dengan apa yang didengarnya dari Tuhan. Karena itulah dia memberikan pernyataan yang berbeda dari apa yang diterimanya dari Tuhan. Dan Tuhan katakan, Harus memilih! Barangsiapa yang berfokus kepada tuntunan Tuhan, dia tidak boleh berfokus kepada awan yang gelap tadi. Dan dia akan mengalami mujizat-mujizat yang luar biasa

Hari-hari ini kita harus memutuskan, apakah hanya mau melihat awan yang gelap yang artinya situasi yang terjadi di sekitar kita, ataukah kita akan terfokus kepada tuntunan Tuhan?

Selama 21 tahun usia gereja ini, Tuhan terus menuntun kita, dan saya selalu ingatkan kepada para pengerja dan jemaat yang dituntun oleh Tuhan tersebut, bahwa tuntunan Tuhan itu kebanyakan tidak masuk akal! Saudara yang sudah cukup lama di sini tentu mengerti apa yang saya maksudkan ini.

Contoh yang terakhir adalah krisis keuangan global September 2008 yang lalu. Banyak orang yang mengalami kebingungan. Ada orang-orang kaya yang dalam waktu beberapa jam, tiba-tiba nilai assetnya merosot sampai tinggal sepersepuluhnya saja! Tetapi ketika memasuki tahun 2009, Tuhan justru mengatakan yang sebaliknya. Tuhan berkata kepada saya, Katakanlah kepada jemaat, bahwa bahwa tahun 2009 adalah tahun mujizat dan tahun kesembuhan yang kreatif. Percayakah engkau akan hal ini?. Kalau kita percaya, jangan lihat keadaan di sekitar kita, sebaliknya peganglah janji Tuhan ini, maka Saudara akan mengalami mujizat dan kesembuhan yang kreatif!

Dalam Alkitab ada satu kisah tentang prajurit Gideon yang berjumlah 300 orang. Gideon berkata kepada 300 orang prajuritnya, Kamu perhatikan aku dan lakukan seperti apa yang aku lakukan! Tahukah Saudara, apa yang dilakukan Gideon?

Di tangan kanannya dia memegang sangkakala dan di tangan kirinya memegang buyung dari tanah liat yang di dalamnya ada suluh (obor). Bayangkan dalam situasi perang yang segenting itu, mereka hanya membawa peralatan seperti itu! Tetapi ke 300 prajurit itu taat dan tidak bertanya-tanya.

Gideon berkata, Perhatikan aku! Apa yang aku lakukan, kamu juga lakukan Tentu saja Gideon melakukan apa yang disuruh Tuhan kepadanya. Ini luar biasa! Jadi ketika Gideon meniup sangkakala maka seluruh prajurit juga meniup sangkakala. Sambil berkata, Demi Tuhan dan demi Gideon!, mereka lalu memecahkan buyungnya sehingga tinggal suluhnya yang dipegang. Apa yang terjadi? Mungkin musuh terkejut karena mendengar suara sangkakala yang begitu besar dan mungkin karena tiba-tiba keadaan menjadi sangat terang oleh karena nyala suluh tersebut, maka mereka menjadi lari tunggang langgang sehingga bangsa Israel mengalami kemenangan!

Bagaimana kira-kira kalau Saudara yang menjadi prajuritnya Gideon? Itulah yang akan terjadi dalam hidup Saudara, karena untuk ke depannya akan terjadi yang seperti ini. Dan saya percaya Saudara akan banyak melihat:

  • tuntunan yang rasanya tidak masuk akal,
  • yang tidak cocok kalau dihitung-hitung secara matematika!

Tetapi sekali lagi, kalau kita percaya kepada tuntunan Tuhan, itu artinya kita tidak harus mengerti terlebih dahulu! Kalau Saudara harus mengerti terlebih dahulu baru mau menjalankan, maka tentu tuntunan Tuhan itu tidak bisa kita lakukan. Sebab bagaimana mungkin, otak kita yang hanya sebesar 'bakpao' ini mau mencerna pikiran Dia yang begitu besar? Dia berkata, Langit adalah tahta-Ku, bumi adalah tumpuan kaki-Ku!, jadi Dia begitu besar!

Jadi bagaimana caranya? Hanya percaya saja! Kalau Saudara percaya dan tidak berfokus kepada 'awan gelap' tadi, serta berfokus hanya kepada tuntunan Tuhan yang sedang menuntun kita, maka mujizat akan terjadi dalam hidup Saudara!

Supaya dituntun Tuhan, maka persyaratan yang lain adalah:

Hidup takut akan Tuhan dan berharap hanya kepada-Nya

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan (Mazmur 33:18-19).

Saya tidak tahu bagaimana keadaan Saudara hari-hari ini; apakah Saudara sedang berada dalam masa kelaparan atau tidak, tetapi Tuhan berjanji; mata Tuhan tertuju kepada orang yang takut akan Dia dan kepada mereka yang hanya berharap kepada-Nya dan bukan kepada yang lain-lainnya.

Saya percaya kita semua adalah orang-orang yang takut akan Tuhan, tetapi yang kedua mungkin dalam dunia ini Saudara banyak melihat, bahwa pengharapan kepada Tuhan hanyalah salah satunya dan masih ada pengharapan di tempat-tempat lain. Tetapi marilah hari ini kita berjanji, Tuhan, apa pun yang terjadi, saya berharap hanya kepada-Mu! Dan Saudara akan melihat mata Tuhan akan tertuju kepada Saudara! Meskipun Saudara mengalami kelaparan atau apa pun keadaan Saudara, Tuhan pasti akan menolong Saudara!

Menjadi orang benar

Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat. (1 Petrus 3:12)

Saudara, jadilah orang benar! Siapakah orang benar itu?

  • Orang yang dibenarkan Tuhan karena percaya kepada Yesus.
  • Orang yang hidup benar

Artinya, kita yang percaya kepada Yesus, dan yang sudah dibenarkan - harus hidup benar sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Dan ketika orang benar meminta tolong kepada Tuhan, mata Tuhan akan tertuju kepadanya dan Dia akan memberikan pertolongan itu. Saya berdoa agar setiap kita senantiasa menjadi orang benar! Terus-menerus menjadi orang benar!

Saya ingat apa yang dikatakan Daud dalam Mazmur 37:25-26, ... Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

Dalam ayat ini jelas dinyatakan bahwa orang benar itu hidupnya diberkati oleh Tuhan!

Yang pertama harus ada adalah belas kasihan, barulah memberi pinjaman. Tetapi kalau ada orang yang memberi pinjaman dengan prinsip "jangan terlalu banyak" dan dikenakan bunga misalnya 40%, itu bukanlah perbuatan orang benar. Orang benar akan memberikan pinjaman atas dasar belas kasihan dan anak cucunya pun akan menjadi berkat!

Baru-baru ini saya sempat bersaksi, kalau dulu ketika saya masih muda, saya seolah-olah hidup untuk diri saya sendiri, tetapi ketika sudah menikah dan mempunyai anak, apalagi sekarang sudah mempunyai cucu, maka saya tahu bahwa hidup saya bukanlah untuk saya sendiri. Dengan melihat ayat tadi, kita pun akan melihat anak-cucu kita dan janji Tuhan hari ini, kalau kita menjadi orang benar maka anak-cucu kita tidak akan berkekurangan sehingga meminta-minta roti, tetapi mereka justru akan menjadi berkat!

Akhir tahun ini kita akan berpuasa selama 3 minggu, mulai tanggal 21 November sampai dengan 12 Desember yang akan datang, untuk memasuki tahun 2010. Cara berpuasanya terserah Saudara; apakah puasa Daniel atau yang seperti biasa. Yang terpenting adalah yang Tuhan pesankan kepada saya: Inilah saatnya di mana kita banyak berada di dalam hadirat Tuhan!

Saya sendiri akan banyak masuk di menara doa pada saat-saat itu. Kalau Saudara mungkin masih kurang mengalami apa yang disebut dengan gaya hidup memandang Tuhan, marilah pada saat itu kita mulai fokuskan mata, pikiran dan hati kita untuk itu. Nanti Saudara akan melihat sendiri bahwa Saudara berubah dan pengertian-pengertian yang akan Saudara dapatkan pun akan berbeda dengan yang sebelumnya.

Mungkin dalam melihat satu persoalan, misalnya kalau dulu Saudara putuskan 'begini' tetapi setelah mempunyai gaya hidup memandang Tuhan, bisa berbeda keputusannya, karena semua keputusan itu berasal dari Tuhan!

Tuntunan mata Tuhan hari-hari ini kepada kita begitu luar biasa. Dia selalu berkata, Aku datang segera! Aku datang segera!a dan yang terus terngiang-ngiang dalam hati saya adalah tentang Kerajaan Allah. Sebab pada saat Dia datang kembali nanti, seluruh bumi akan dipenuhi dengan Kerajaan Allah.

Perluasan Kerajaan Allah

Saudara, saya diingatkan dengan perkataan-perkataan sebagai berikut :

  1. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga ...(Matius 6:10). Ini adalah doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus kepada kita.
  2. Carilah terlebih dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, (''dan bonusnya), maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. (Matius 6:33)

Mari sekarang kita lihat pesan Tuhan tentang Kerajaan Allah. Ibrani 12:26-29 berkata, Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Ungkapan Satu kali lagi menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan.

Saudara mungkin ingat bahwa sejak bulan Juni yang lalu saya disuruh Tuhan untuk memperkatakan bahwa Dia akan mencurahkan Roh-Nya. Sampai hari ini pun Tuhan masih tetap berkata, Aku akan mencurahkan Roh-Ku! Aku akan mencurahkan Roh-Ku.

Dan Tuhan katakan bahwa akan ada 3 tanda pada waktu Roh Kudus dicurahkan sesuai Yoel 2:28-32:

1. Kegerakan yang Luar Biasa.

Yoel 2:28-29 berkata, Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.

Kita lihat bahwa semua itu sedang terjadi hari-hari ini! Dan Saudara akan melihat bahwa Saudara akan dipakai Tuhan hari-hari ini!

2. Mujizat-mujizat yang Menakutkan

Yoel 2:30-31 berkata, Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.

Ini adalah peristiwa-peristiwa yang menakutkan yang akan terjadi.

3. Terjadi Pertobatan yang Luar Biasa

Yoel 2:32berkata, Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas. Akan banyak orang yang berseru kepada Nama Tuhan dan mereka yang berseru kepada Nama Tuhan akan diselamatkan!

Pada tanggal 24 September yang lalu saya sedang berada di upper-room, di Yerusalem, yaitu tempat pertama kalinya Roh Kudus dicurahkan. Setelah saya diurapi di sana, Tuhan mengatakan satu hal kepada saya. Sekarang Aku on-kan apa yang selama ini kamu katakan karena Aku menyuruh kamu mengatakannya. Setelah itu apa yang terjadi?

Indonesia yang tadinya mulai tenang tiba-tiba mengalami berbagai peristiwa, seperti:

  • Terungkapnya jaringan terorisme,
  • Rentetan gempa bumi, di Padang, Jambi, Manokwari, Maluku Tenggara, Sukabumi; sedangkan di berbagai negara lainnya;
  • Topan Ketsana menghantam Filipina, Vietnam, Laos dan Kamboja
  • tsunami yang melanda Samoa
  • Topan Melor menghantam Jepang & Taiwan,
  • dan yang luar biasa adalah Filipina, yang mayoritas penduduknya adalah Katolik dan Kristen.

Apa yang terjadi di Filipina, memang adalah sesuatu yang luar biasa:

  • Setelah sebelumnya dilanda Topan Ketsana yang memakan korban ratusan jiwa meninggal dan jutaan orang yang mengungsi,
  • tiba-tiba Topan Paloma muncul dan melanda Filipina,
  • belum selesai dengan hal ini, Topan Lupit pun datang menghantam,
  • bahkan kemudian ada ancaman Topan Mirinae

Saya percaya bahwa mereka seolah-olah dipaksa oleh Tuhan untuk lebih sungguh-sungguh dengan Tuhan dan langit sedang digoncang-goncang oleh Tuhan. Memang semua itu karena adanya Global Warming; dan sebagainya, tetapi untuk mengatasi hal ini tidak semudah yang manusia pikirkan, terutama bagi negara-negara besar. Jadi, yang terjadi hari-hari ini;

  • bagi Filipina adalah langit yang digoncang, sedangkan
  • untuk Indonesia justru bumi yang digoncang-goncang,

Tetapi itulah yang Allah lakukan untuk memperluas kerajaanNya!

  • Di Padang, bangunan gereja kita di sana miring dan tidak bisa lagi dipakai untuk tempat beribadah, sehingga ibadahnya terpaksa harus di luar gedung dan ternyata mereka memperbolehkan kita beribadah dengan membuat tenda di tanah lapang. Kebaktian di tempat terbuka di Padang, selama ini adalah hal yang mustahil terjadi, tetapi sekarang ini sudah terjadi!
  • Selain itu, ada dokter-dokter dan orang-orang yang menolong masyarakat di sana serta mendoakan mereka secara massal. Dahulu, hal seperti itu mustahil bisa dilakukan, tetapi sekarang terjadi!
  • Di Padang Pariaman yang merupakan daerah yang lebih keras lagi, ternyata kita bisa mendapatkan izin untuk siaran radio di sana! Ini merupakan sesuatu yang dulunya mustahil bisa dilakukan di sana, tetapi nyatanya sekarang terjadi!

Saya melihat bahwa Yoel 2:28-32 semakin jelas dan itu akan terus bertambah jelas! Tuhan berkata, Apa yang dapat digoncang akan Aku goncang Untuk apa? Supaya terjadi perubahan! Tetapi ada satu yang tidak bisa digoncangkan dan itu adalah Kerajaan Allah. Tetapi pertanyaannya, apakah Saudara dan saya termasuk anggota Kerajaan Allah?

Hidup dalam Kerajaan Allah yang tak tergoncangkan

Camkan baik-baik! Kalau kita adalah anggota Kerajaan Allah, maka artinya kita berada di kerajaan yang tidak tergoncangkan. Semua akan digoncang oleh Tuhan, tetapi Kerajaan Allah tidak mungkin digoncangkan karena itu adalah Kerajaan-Nya sendiri.

Tetapi supaya Saudara dan saya menjadi anggota Kerajaan Allah yang tidak digoncangkan itu, ada 2 hal yang harus dikerjakan, yaitu:

  • Mengucap syukur dalam segala hal
  • Beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya dengan hormat dan takut akan Dia.

Kalau Saudara lakukan kedua hal ini, meskipun semuanya bisa digoncang, Saudara tidak akan tergoncangkan.

1. Mengucap Syukur dalam Segala Hal

Banyaklah mengucap syukur! Apakah selama ini Saudara banyak mengucap syukur ataukah sebaliknya banyak mengomel? Kalau banyak mengucap syukur, maka Saudara tidak akan digoncang, tetapi kalau banyak ngomelnya, pastilah akan banyak mengalami goncangan. Tuhan memang berkata dalam 1 Tesalonika 5:18, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu ...

Memang kadang-kadang jika ada sesuatu yang buruk menimpa, kita sering mengomel. Setelah itu mungkin ada yang cepat sadar dan itu memang baik, sebab kalau tidak cepat sadar maka goncangannya akan terus terjadi! Kalau Saudara cepat sadar, Saudara nanti akan melihat bahwa hasil akhirnya itu pasti akan lebih baik dari sebelumnya.

Kalau Saudara sungguh-sungguh dengan Tuhan, apa pun yang terjadi dalam hidup Saudara, hasil akhirnya pasti akan lebih baik. Karena itu tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur! Marilah banyak mengucap syukur dalam segala perkara, sebab ada kuasa dalam pengucapan syukur. Ketika banyak mengucap syukur, Saudara lihat saja nanti bahwa memang sungguh ada kuasa yang luar biasa. Saya sendiri pun mengalaminya dan banyak kesaksian-kesaksian di mana Tuhan akhirnya minta supaya saya mengucap syukur. Awal-awalnya memang berat, sebab bayangkan saja; saya harus mengucap syukur ketika dalam keadaan berbeban berat. Yang seperti ini memang sulit, tetapi itu perlu dipaksa.

Dalam memuji Tuhan saja, Daud berkata, Hai jiwaku pujilah Tuhan! Itu adalah satu perintah ketika Daud sedang dalam keadaan yang sedemikian rupa, sehingga dia sulit untuk memuji Tuhan. Saya sendiri pun melakukannya dengan cara berdiri di hadapan kaca, lalu memandang wajah sendiri yang sedang merengut dan berkata, Hai Niko, mengapa merengut? Mengapa kamu murung terus? Hai jiwaku, pujilah Tuhan! Akhirnya lama-kelamaan akan berubah. Wajah yang tadinya murung berubah menjadi sukacita!

Saudara harus perintahkan itu, dan ini bukan seperti orang yang tidak waras! Nanti Saudara akan melihat, ketika Saudara mulai memuji Tuhan, Dia berjanji bahwa, Aku bersemayam di atas puji-pujian umat-Ku Dia yang empunya segala sesuatu akan bertanya kepada Saudara, Apa yang kamu mau Aku lakukan bagimu? dan Saudara tinggal menjawab-Nya. Kemudian Tuhan akan berkata, Mata-Ku tertuju padamu, dan Saudara akan mendapat pertolongan itu!

Hal yang kedua supaya kita hidup dalam Kerajaan Allah yang tidak tergoncangkan adalah:

2. Beribadah Kepada Allah Dengan Cara yang Berkenan Kepada-Nya Dengan Hormat dan Takut

Bagaimana supaya ibadah kita berkenan kepada-Nya?

a. Mempersembahkan Tubuh Kita Sebagai Persembahan Yang Hidup

Roma 12:1-2 berkata, Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Mari kita berjanji kepada Tuhan untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan berkenan kepada-Nya.

b. Menjaga Perkataan Kita

Yakobus 1:26 berkata, Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Yakobus 3:2 berkata, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Ini adalah peringatan buat kita semua. Berhati-hatilah dengan lidah dan dengan perkataan kita! Memang kalau Saudara membaca terus dalam Yakobus 3:7-8, disitu dikatakan bahwa, semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Tetapi puji Tuhan, kita dipenuhi oleh Roh Kudus. Tuhan juga memberikan bahasa roh yang juga disebut dengan bahasa lidah. Karena itu tidak heran kalau hari-hari ini Tuhan berkata supaya kita banyak berbahasa roh atau berbahasa lidah. Sehingga begitu kita mau berkata yang negatif tentang orang lain mulailah berbahasa roh, maka kita akan batal untuk berkata yang negatif tadi. Oleh sebab itu perbanyaklah berbahasa roh!

Saudara, hati-hati dengan lidah, sebab lidah ini bisa untuk mengutuk atau memberkati. Bisa berbicara tentang yang jujur tetapi bisa juga berbicara yang berbelat-belit atau kata orang Jawa, plintat-plintut Kadang-kadang ada orang yang penyelesaian masalahnya sebetulnya begitu sederhana, yaitu hanya dengan meminta maaf, maka selesailah sudah masalahnya.

Tetapi yang dilakukannya justru tidak begitu, ia malahan jalan-jalan dulu, dari Jakarta sampai Surabaya, artinya berputar-putar dulu, sampai akhirnya ketahuan bahwa dia yang berbohong, tetapi tetap diam dan tidak mau minta maaf.

Saudara, kalau Tuhan sudah ingatkan hal ini, ayo kita berhati-hati dengan lidah kita! Kalau mulut kita tidak bersalah maka kita sudah sempurna. Dan semakin dekat dengan kedatangan-Nya, Tuhan sedang membawa kita untuk menjadi semakin sempurna!

Ada seorang ilmuwan Jepang yang bernama Masaru Emoto yang mengadakan suatu percobaan tentang adanya hubungan antara bentuk kristal air dengan jenis musik yang diperdengarkan. Ia melakukan percobaan dengan tehnik memfoto bentuk kristal air tersebut. Dalam percobaannya:

  • Ketika diberikan lagu Beethoven atau lagu yang menyejukkan hati ternyata bentuk kristal airnya menjadi bagus,
  • tetapi ketika diberikan lagu heavy metal, maka bentuk kristal airnya menjadi kacau.
  • Ketika diberikan perkataan seperti orang bertengkar atau di bentak-bentak, maka bentuk kristal airnya menjadi kacau,
  • tetapi ketika diberi perkataan yang baik-baik, bentuk kristal airnya menjadi bagus.
  • Dan bentuk kristal yang terbaik adalah ketika berbicara tentang kasih.

Jadi Alkitab tidak pernah salah! Dan ini sungguh luar biasa! Apa hubungannya bentuk kristal air dengan kita? Manusia itu terdiri dari 70% air, jadi dari penelitian tersebut, dia menyimpulkan bahwa kalau bentuk kristalnya baik, maka metabolismenya baik dan orang itu sehat dan bahkan bisa bertambah muda.

Ini mungkin penjelasan yang ilmiah dari berbagai segi, tetapi Alkitab berkata bahwa apabila lidah kita penuh dengan perkataan kasih dan penuh dengan damai sejahtera, maka suasana akan menjadi enak dan kita akan terus disegarkan. Coba saja kalau Saudara berbicara yang buruk-buruk, maka stres yang terjadi, hidup menjadi kacau balau dan bahkan berbagai penyakit akan muncul! Oleh sebab itu berhati-hati dengan mulut dan dengan lidah kita!

c. Menolong Orang-Orang Yang Berkesusahan

Yakobus 1:27 berkata, Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

Tentang janda-janda, di sini saya garis-bawahi bahwa itu adalah janda-janda yang sudah tua dan yang membutuhkan pertolongan. Ibadah yang berkenan kepada Tuhan adalah kepedulian kepada orang-orang yang sengsara.

Beberapa waktu yang lalu Tuhan pernah bertanya kepada saya, Niko, kamu Aku berikan pelayanan yang seperti ini. Dan saya pun berterima kasih kepada-Nya karena telah diberikan pelayanan yang besar, gereja yang besar serta jemaat yang banyak dan berada di mana-mana.

Lalu Tuhan juga bertanya kepada saya, Dalam hal ini, gerejamu ini mau dikenal dalam hal apanya? Saya tahu itu adalah pertanyaan yang harus dijawab dengan hati-hati.

Saya bisa saja menjawab, Oh Tuhan, gereja ini mempunyai praise and worship yang luar biasa, jemaatnya banyak, cabang-cabangnya banyak di luar dan dalam negeri. Dan sekarang punya gedung yang besar dan bagus! tetapi apa yang sudah lama Tuhan taruh dalam hati saya itu yang saya ucapkan. Saya katakan, Tuhan, gereja yang Tuhan berikan kepada saya untuk dipimpin, kalau mau dikenal orang biarlah dikenal karena kita care kepada orang-orang sengsara, orang-orang miskin, orang-orang yang kurang mampu, orang yang tidak punya uang untuk ke dokter dan orang-orang yang tidak punya pengharapan. Seperti itulah, Tuhan!

Ternyata Tuhan mendengar hal ini dan pada tanggal 15-18 Maret 2010 yang akan datang di SICC akan ada konferensi dunia yang berjudul: Global Conference On Care. Ini adalah konferensi tentang pelayanan terhadap orang-orang miskin. Banyak sekali utusan/ delegasi dari berbagai belahan bumi ini meminta supaya kita mengadakan konferensi ini, karena mereka melihat apa yang telah kita lakukan selama ini; yang seperti jawaban saya kepada Tuhan tadi.

Sekarang sudah 126 kali saya mengadakan KKR-KKR. Kalau saya lakukan itu, berarti Saudara juga ikut serta melakukannya. Dalam KKR seperti itu, kita mengundang orang-orang miskin, orang-orang sengsara dan orang-orang yang tidak punya uang untuk berobat ke dokter, supaya mereka didatangkan, dan ternyata mereka memang datang berbondong-bondong. Dan pesan Tuhan ketika itu, Biayanya kamu yang bawa sendiriâ. Artinya kita yang membiayai penyelenggraan KKR-KKR tersebut, ditambah lagi dengan aktivitas YKPMI (Yayasan Kasih Peduli Masyarakat Indonesia).

  • Dalam bencana gempa bumi di Padang, dalam tempo 1 hari mereka sudah sampai ke sana.
  • Dalam bencana tsunami di Aceh, ketika itu kita mendapatkan beras untuk dibagikan di sana sebanyak 500 container. Jadi kalau dihitung dengan piring nasi, maka 500 container itu sama dengan 100 juta piring nasi.

Saudara, biarlah saya ajak Saudara supaya seperti itu juga. Kalau gereja ini dikenal, biarlah dikenal dalam hal yang seperti itu. Kita memang mempunyai jemaat yang banyak, tetapi biarlah itu menjadi nomor yang kesekian. Tetapi yang nomor satu, pada akhirnya Tuhan justru memberikan tugas itu buat kita. Kalau saya yang melakukan berarti kita semua juga turut melakukannya. Dan saya percaya kita berada di dalam kerajaan yang tidak tergoncangkan jika kita melakukan dengan benar kedua hal ini. Amin!!!

Sumber