Era Reformasi Apostolik yang ketiga (Khotbah Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Era Reformasi Apostolik yang ketiga
Niko Njotorahardjo.jpg

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 3 Agustus 2008
GerejaGBI Jalan Gatot Subroto
TempatJCC Senayan
KotaJakarta


Kita dalam Puasa Nasional selama 40 hari, tanggal 10 Juli yang lalu ketika akan memasuki puasa 40 hari saya ingat Tuhan berpesan: "Kamu lebih banyak masuk Menara Doa." Kita tahu arti Menara Doa ada 3, yaitu:

  1. Di tempat tinggi, berarti kita harus masuk ke tempat tinggi bersama dengan Tuhan Yesus untuk hidup lebih kudus.
  2. Doa, pujian, penyembahan selama 24 jam, berarti hidup intim dengan Tuhan siang dan malam.
  3. Unity satu dengan yang lain.

Dalam puasa ini saya merasakan ada sesuatu yang luar biasa terjadi. Tinggal beberapa hari lagi sampai dengan tanggal 18 Agustus 2008 nanti ditutup dengan The Call Indonesia, yaitu gerakan anak-anak muda untuk berdoa. Berdoa bukan hanya pada hari itu saja, tetapi mulai hari-hari ini kita berdoa untuk Indonesia.

Memahami dan mengenal kasih Kristus

Efesus 3:18-19a, "Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan." Ini merupakan doa Rasul Paulus untuk jemaat di Efesus dan juga buat kita semua. Terlebih lagi juga merupakan doa saya buat Saudara, saya berdoa supaya Saudara dapat memahami betapa lebar, panjang, tinggi, dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu sekalipun kasih itu melampaui segala pengetahuan kita. Kasih Tuhan memang luar biasa.

Saya percaya kalau kita memahami dan mengenal kasih Kristus maka kita akan lebih mengasihi Dia. Tuhan meminta kita untuk mengasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa, dan segenap kekuatan kita. Kita diminta untuk mengasihi Dia dengan kasih yang mula-mula. Dan saya percaya kalau Saudara di dalam kondisi yang seperti itu, maka Saudara juga akan mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Karena Kasih Karunia Tuhan

Saya akan mengajak Saudara untuk mengenal dan melihat kasih Tuhan Yesus yang luar biasa buat kita semua. Efesus 2:8-9, "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri." Kita selamat karena kita diselamatkan Tuhan. Saya percaya Saudara saat ini dalam keadaan diberkati Tuhan, semuanya ini karena kasih karunia. Kasih karunia yang Tuhan berikan kepada kita semua dan kita menanggapinya, kita beriman dan percaya kepada Tuhan Yesus. Kita diingatkan bahwa semuanya itu adalah bukan usaha kita, tetapi pemberian Allah. Bukan hasil pekerjaan kita, sehingga jangan ada orang yang memegahkan diri. Kalau kita ada sebagaimana kita ada hari ini, semuanya itu karena kasih karunia Tuhan. Bukan karena kita hebat, bukan karena hasil pekerjaan/usaha kita, tetapi karena kasih karunia Tuhan.

Saya mendengar sebuah kesaksian dari bapak Petrus Octavianus, dari YPPII (Yayasan Pusat Pekabaran Injil Indonesia), seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa sejak dari muda sampai dengan hari ini. Ada seorang pemuka dari agama lain datang kepadanya dan berkata: "Bapak Octavianus, saya undang bapak ke tempat kami untuk memberikan seminar asalkan bapak bisa menjawab 3 pertanyaan yang mengganjal hati saya." Kemudian dia mengutarakan 2 pertanyaan, dan pertanyaan yang ke 3 dia berkata: "Saya agak tersinggung ada seorang anak muda berumur 13 tahun dengan yakin berkata: "Kalau saya mati sekarang, saya pasti masuk sorga." Saya tersinggung, sebab saya sudah berpuluh-puluh tahun mengikuti hukum-hukum agama saya, saya masih berkata: "Mudah-mudahan saya masuk sorga." Tetapi anak ini dengan sombongnya berkata bahwa dia pasti masuk sorga." Kemudian bapak Petrus menjawab: "Ini justru keunikan yang membedakan Kristen dari agama-agama lain: karena kasih karunia."

Bila seseorang bekerja 8 jam sehari maka dia mendapatkan uang, yang disebut sebagai upah. Kalau seseorang memenangkan sebuah pertandingan dan dia mendapatkan sesuatu, disebutkan dia mendapatkan piala. Kalau seseorang mendapatkan penghargaan karena prestasinya, disebutkan dia mendapatkan hadiah. Tetapi kalau ada seseorang tidak bekerja, tidak menang atas suatu pertandingan, tidak layak menerima hadiah namun mendapatkan sebuah pemberian, itulah kasih karunia. Itulah yang saya dan Saudara alami. Inilah kasih Yesus yang luar biasa.

Saya ingat apa yang dikatakan Tuhan Yesus: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu." (Yohanes 15:16).

Ada seorang berkebangsaan Inggris bernama John Newton, lahir 24 Juli 1725, dia pernah menjadi budak tetapi akhirnya dia mempunyai kapal untuk mengangkut budak-budak karena dia berbisnis perdagangan budak. Pada suatu hari dia ada di kapal dalam perjalanan pulang ke Inggris dari Guinea di lautan Atlantic. Tiba-tiba datanglah badai besar yang luar biasa. Kapal itu diombang-ambingkan sehingga bocor dan para kelasi mengikatkan dirinya di geladak supaya tidak terpental. Akibatnya orang-orang di kapal itu badannya sakit semua karena kelelahan dan sudah tidak berdaya. Di tengah-tengah keadaan yang seperti itu tiba-tiba John Newton teringat dan mulai berteriak: "Tuhan, kasihanilah kami." Ketika berkata seperti itu tiba-tiba dia berpikir: "Selama ini saya belum pernah berdoa." Dia teringat, terakhir kali berdoa pada waktu masih kanak-kanak, dan dia berpikir: "Sebenarnya Tuhan ada atau tidak?"

Tetapi hal yang mengherankan adalah setelah berdoa tiba-tiba dia mendapatkan suatu kekuatan. Semula dia sudah lemas dan badannya sakit semua, tetapi tiba-tiba dia menjadi kuat. Kemudian dia pergi ke kemudi kapal untuk menggantikan jurumudinya yang juga sudah lemas. Dia mengemudikan kapal itu, tetapi kapal itu diombang-ambingkan masuk di dalam pusaran air yang begitu dahsyat. Dia berpikir bahwa dia akan mati, tetapi ternyata kemudian selamat. Dan beberapa kali dia mengalami seperti itu, sampai akhirnya badai itu menjadi tenang. Kemudian dia duduk termangu-mangu, dia mulai sadar bahwa Tuhan berbicara kepadanya melalui peristiwa ini. Dan pada saat itulah dia bertobat. Kemudian dia kembali ke Inggris dan menjadi hamba Tuhan di Gereja Anglikan. Dan apa yang dia alami itu dia tuangkan dalam suatu pujian "Amazing Grace".

Lagu "Amazing Grace" ini juga sangat berarti bagi saya. Saya ingat ketika Tuhan memanggil saya menjadi hamba-Nya, saya benar-benar dikuatkan dengan lagu ini. Mungkin tidak banyak di antara Saudara yang pernah mendengar kisah saya ini. Saya lahir baru ketika kelas 2 SMP bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi, dan saya mengalami kasih mula-mula. Tetapi sayang perjalanan keselamatan saya tidak mulus, karena kemudian saya bergaul dengan teman-teman saya dan selama berpuluh-puluh tahun saya hidup seperti orang dunia. Ketika Tuhan memanggil saya menjadi hamba-Nya tidaklah gampang. Tetapi saya ingat ketika lagu ini mulai terngiang, saya mulai menyanyikan kembali lagu ini. Menurut saya, saya mirip dengan John Newton ini, Tuhan panggil saya melalui cara yang benar-benar membuat saya kaget dan ketakutan. Tetapi di situ justru saya berjumpa kembali dengan Dia, Raja di atas segala raja, Yesus Kristus Tuhan.

Pada waktu itu saya benar-benar bertobat dan sampai hari ini Tuhan memanggil saya, inilah yang disebut dengan "the second chance" (kesempatan kedua). Saya berdoa biarlah Saudara yang sudah bertemu dengan Tuhan Yesus secara pribadi jangan pernah mengalami hal yang seperti itu. Biarlah engkau terus bersama dengan Tuhan Yesus meskipun kadang-kadang badai menerpa, dan menghindari pergaulan-pergaulan yang tidak benar seperti itu. Saya percaya, saya berdoa buat setiap Saudara semua, karena kasih karunia Tuhan kita ada sebagaimana kita ada hari ini.

Kadang-kadang kita berpikir mau mengubah diri kita sendiri, mau mengubah suami/istri kita, mau mengubah anak kita/orang lain. Tetapi saya mau berkata satu hal kepada Saudara: semuanya itu sia-sia tanpa kasih karunia Tuhan. Hari-hari ini gereja kita diberikan kesempatan yang luar biasa dengan adanya Healing Movement Camp (HMC). Ada kesaksian seorang yang pernah sekolah theologia selama 4 tahun. Semula dia hanya mengandalkan pikiran saja untuk berjumpa dengan Tuhan, tetapi dia kemudian bersaksi: "Saya heran, dalam tempo 2 jam orang diubah total oleh Tuhan."

Kalau Saudara mendengar HMC di sini membuka pendaftaran, bagi Saudara yang membutuhkan silahkan ikut. Sudah ribuan orang mengalami hal yang luar biasa, diubah total oleh Tuhan.

Tuhan Yesus sangat mengasihi Indonesia

Hal yang luar biasa saya lihat di HMC adalah anak-anak muda yang diubah Tuhan secara luar biasa. Ada seorang anak berumur 9 tahun yang kepahitan kepada orang tuanya, tetapi melalui HMC Tuhan merubah mereka dan terjadi seperti di dalam Maleakhi 4:5-6, "Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi [dengan kutuk] sehingga musnah."

Saya percaya bahwa tidak akan terjadi Tuhan memukul bumi ini dengan kutuk, sebab hari-hari ini sudah terjadi Gereja Tuhan dipakai secara luar biasa: hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anak dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya. Terus-terang saya berpikir: "Ini bagaimana ya?" Orang tua punya alasan sendiri dan anaknyapun punya alasan sendiri, sehingga terus saja terjadi bentrokan. Bukan saja ayah dan anak secara jasmani, tetapi juga di gereja antara ayah dan anak secara rohani terjadi hal yang sama. Tetapi Puji Tuhan, hari ini saya melihat sesuatu yang luar biasa. Kasih karunia Tuhan sedang turun di Indonesia.

Tuhan Yesus sangat mengasihi Indonesia, biarlah kita mengasihi apa yang Tuhan Yesus kasihi dan membenci apa yang dibenci oleh Tuhan Yesus. Ini pesan Tuhan hari-hari ini. Kalau Tuhan Yesus mengasihi Indonesia, maka kita juga harus mengasihi Indonesia. Kalau Saudara mengasihi Indonesia, maka Saudara pasti akan diberkati Tuhan. Bukan rahasia lagi bagaimana keadaan Indonesia hari-hari ini. Tetapi satu hal yang ingin saya katakan kepada Saudara: di tengah-tengah keadaan Indonesia yang seperti ini tetapi saya melihat sendiri bagaimana kesembuhan dan mujizat terjadi.

Melakukan kehendak Tuhan pada jaman ini

Pada waktu akan memulai puasa, saya berkata kepada Tuhan: "Tuhan, luar biasa ya keadaan sekarang. Saya melihat HMC luar biasa." Tetapi Tuhan berkata: "Itu baru permulaan, kamu akan melihat terlebih lagi hal-hal yang dahsyat." Kita disuruh Tuhan untuk memasuki puasa 40 hari, saya tahu ada hal-hal luar biasa yang akan terjadi setelah ini. Dalam puasa ini Tuhan mengingatkan kita kembali untuk melakukan kehendak Tuhan pada jaman ini. Mengapa Daud berkenan di hati Tuhan? Sebab dia melakukan segala kehendak Tuhan pada jamannya, bukan pada jaman orang lain. Hari-hari ini Tuhan berkata kepada kita semua untuk melakukan kehendak Tuhan untuk jaman ini.

Reformasi Apostolik yang ketiga

Kalau saya boleh mengambil istilah dari Bill Hammon: Tahun 2008 adalah tahun yang ditetapkan Tuhan bagi dilepaskannya Reformasi Apostolik yang ketiga secara penuh. Ini bukan berarti tahun 2008 Reformasi Apostolik yang ketiga baru dimulai, tetapi sudah terjadi. Tetapi tahun 2008 ini dilepaskannya Era Reformasi Apostolik ketiga, yang dipercaya sebagai yang terakhir - secara penuh.

Apa yang dimaksudkan Reformasi Apostolik yang ketiga? Hari-hari ini pesan Tuhan yang begitu kuat kepada anak-anak-Nya bahwa Dia akan segera datang untuk kedua kalinya. Kalau Dia datang yang kedua kalinya di bumi ini apa yang akan terjadi?

Wahyu 11:15 berkata bahwa Dia akan memerintah di bumi ini sebagai Raja selama-lamanya. Pada waktu Dia datang memerintah sebagai Raja di bumi ini maka Kerajaan Allah/Kerajaan Kristus akan memenuhi seluruh bumi. Pada waktu itu saya yakin setiap lutut bertelut setiap lidah mengaku Yesus adalah Tuhan.

Ini adalah berita buat kita, hari-hari ini Tuhan ingatkan kembali bahwa kita diminta untuk melipatgandakan Kerajaan Allah/Kerajaan Kristus di muka bumi ini. Dominion (menguasai) bukan berarti karena kita hebat/punya uang/pangkat, maka kita menguasai. Tetapi dominion adalah kuasa yang diberikan dari tempat yang maha tinggi untuk kepentingan Kerajaan Kristus di muka bumi ini. Inilah yang akan terjadi dan sudah mulai terjadi, tahun 2008 ini dilepaskan secara penuh.

Saya menerima nubuatan ini dari Chuck Pierce pada bulan Maret 2008. Chuck Pierce menerima nubuatan dari Tuhan: "Pemerintahan Kerajaan-Ku (Tuhan) akan bangkit dan mempengaruhi pemerintahan dunia."

Ratusan nabi dan rasul mendapatkan bahwa mulai tahun 2008 Saudara akan melihat:

  1. Orang-orang kudus/anak-anak Tuhan akan mengambil alih kekuasaan (dominion) di segala bidang kehidupan.
    Dan hal ini berbicara bukan hanya di Indonesia saja, tetapi di dunia. Mereka percaya dan kita akan melihat bahwa hal ini benar. Hari-hari ini saya melihat di Indonesia hal-hal yang rasanya tidak mungkin dijabat oleh anak-anak Tuhan, tetapi sekarang dijabat oleh anak-anak Tuhan. Pada waktu saya keliling Healing Movement saya melihat ke kota-kota di mana rasanya tidak mungkin anak Tuhan menjabat, tetapi ternyata sekarang dijabat anak-anak Tuhan. Ini luar biasa. Sekali lagi dominion adalah kuasa dari tempat maha tinggi, bukan karena kekuatan kita. Ini yang sedang terjadi hari-hari ini, luar biasa.
  2. Akan ada perpindahan kekayaan kepada orang-orang benar untuk kepentingan Kerajaan Kristus di muka bumi ini.

Ciri Gereja Model Apostolik

Sekarang kita berada di dalam Era Reformasi Apostolik yang ketiga dan dipercaya yang terakhir maka Gereja Tuhan harus merupakan Gereja Model Apostolik, dengan 3 ciri sebagai berikut:

  1. Gereja dengan pandangan/menghadirkan Kerajaan Allah
    Artinya gereja yang berupaya agar prinsip Kerajaan Allah hadir dan dipraktekkan di dalam bisnis, politik, sosial budaya, dan lain-lain. Kalau berbicara gereja berarti kita semua, jadi kita bukan hanya hari Minggu ke gereja tetapi setelah keluar dari gereja berbeda lagi. Saat ini bukan jamannya lagi seperti itu, dan saya percaya Saudara akan mempunyai dampak di market place/tempat Saudara berada. Saudara akan menerapkan prinsip-prinsip Kerajaan Allah di sana .
  2. Gereja dengan misi dunia
    Gereja lokal dengan misi global. Sudah sejak lama kita sudah melakukan hal itu. Kita menanam gereja tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga di banyak tempat: Amerika, Australia, Singapore, Bangkok, dan sebagainya. Puji Tuhan, Tuhan memberikan ini dan memang itulah yang Tuhan mau.
  3. Gereja yang memberikan dampak kepada lingkungan, kota, bangsa, dan negara
    Karena itu saya hari-hari ini terus menekankan hal ini dengan pembangunan SCCC, saya selalu berkata kepada Saudara: "Biarlah itu mempunyai dampak, sehingga semua orang akan melihat bahwa anak Tuhan seperti itu." Memang kita Gereja Tuhan harus menjadi garam dan terang dunia. Kita adalah kota di atas bukit, kita adalah pelita di atas kaki dian. Gereja yang memberikan dampak kepada lingkungannya dan hal itu kita lakukan, dan terus saya perkatakan. Itulah kehendak Tuhan untuk jaman ini.

Mungkin tidak banyak orang yang berkata seperti yang sering saya katakan ini: "Saya melihat dalam pengamatan saya akhir-akhir ini, kalau ada sekelompok orang datang mau menutup/merusak gereja sebenarnya mereka mau kenal dengan kita." Dan ini sudah terbukti benar, begitu mereka kenal dengan kita semuanya menjadi berubah. Bagaimana mungkin gereja yang eksklusif tidak kenal dengan lingkungannya mau menyatakan kasih Kristus? Bagaimana caranya? Tuhan yang membuat supaya kita menyatakan kasih Kristus dengan cara seperti itu agar kita berbalik untuk mengenal mereka. Kalau kita KKR kemana-mana banyak teman-teman kita dari agama lain juga datang, dan kita berbicara tentang Tuhan Yesus yang menyembuhkan. Saya percaya ini adalah masanya bahwa kita harus mempunyai dampak terhadap lingkungan, kota , bangsa, dan negara kita.

Dalam masa puasa ini Tuhan berbicara agar kita banyak berada di dalam hadirat Tuhan, sebab kalau kita banyak berada dalam hadirat Tuhan nanti The Call pada tanggal 18 Agustus 2008 akan mempunyai dampak yang luar biasa. The Call ini ada suatu keistimewaan yang saya lihat hari-hari ini, hamba-hamba Tuhan dari bangsa-bangsa akan datang ke Indonesia . Mereka akan berdoa bersama-sama dengan kita, dan sebagian dari mereka ikut berpuasa 40 hari untuk Indonesia . Banyak utusan dari bangsa-bangsa, dan mereka mendapatkan sesuatu untuk Indonesia . Sebagian dari hamba-hamba Tuhan itu kita ajak ke SCCC dan kita akan berdoa di sana . Sebab mereka melihat akan ada sesuatu, dan apa yang terjadi di Indonesia akan transfer ke bangsa-bangsa lain.

Indonesia pasti berubah, Indonesia pasti akan mengalami TRANSFORMASI. Dan itulah hati Tuhan untuk Indonesia yang disalurkan melalui kita. Saya percaya hati-Nya Tuhan Yesus diberikan kepada kita, dan kitapun mengasihi Indonesia. Tanggal 17 Agustus ini kita memperingati kemerdekaan Indonesia, dan biarlah doa-doa kita dalam puasa 40 hari ini: "Tuhan, berkati Indonesia, selamatkan Indonesia. Indonesia mengalami TRANSFORMASI. Segala keterpurukan di dalam nama Yesus dihancurkan, berubah menjadi Indonesia diberkati Tuhan secara luar biasa."


TUHAN YESUS MEMBERKATI