Danau Tiberias (Khotbah Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Danau Tiberias
Sutadi Rusli-20110508-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

Ringkasan Khotbah
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 8 Mei 2011
GerejaGBI Danau Bogor Raya
TempatGraha Amal Kasih
KotaBogor
Bapa, kami tahu bagaimana luar biasanya Firman-Mu yang kudus, Kau memberi kesembuhan, bahkan keselamatan dalam hidup kami, pemulihan demi pemulihan dalam setiap pribadi, keluarga lepas keluarga, kami bersyukur untuk Firman-Mu.

Berfirmanlah pagi ini, urapi setiap kami, juga hamba-Mu yang akan menyampaikan pesan-pesan-Mu. Kami mau simpan firman-Mu yang kudus, tapi yang terutama kami mau melakukan kebenaran Firman-Mu Kami bersyukur akan damai sejahtera dan sukacita-Mu, bahkan Engkau ada di tengah-tengah kami.

Haleluya, Amin.

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, kita sudah memperingati Jumat Agung dan Paskah, peringatan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Pada tanggal 2 Juni 2011 nanti kita akan memperingati kenaikan Tuhan Yesus Kristus, dan 10 hari kemudian kita juga akan memperingati hari raya Pentakosta.

Mari kita merenungkan pada 2000 tahun yang lalu, apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus selama 40 hari selama mengunjungi murid-murid-Nya setelah Dia bangkit.

Yohanes 21:1-17,

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada." Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu." Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Saudara yang dikasihi Tuhan, ada banyak sekali yang bisa kita kupas dari ayat-ayat di atas, tapi ada tiga hal penting yang saya mau bagikan kepada Saudara.

#1 Yesus datang untuk memberikan pengharapan

Yohanes 21:1, Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.

Kalau Saudara pernah pergi ke Israel, ada sebuah danau indah di utara Israel, begitu jernih dan banyak ikannya, di sekelilingnya ada bukit-bukit yang hijau sekali. Pemandangan yang begitu indah. Kalau ke sana, kita tidak pernah tidak pergi ke danau ini, dan kita juga selalu naik perahu menikmati keindahan danau yang ada. Danau ini memiliki 4 nama, yaitu: Galilea, Tiberias, Genesaret, dan Kineret.

Masing-masing nama ini memiliki pengertian:

  • Galilea: Revolution of the wheel (perputaran roda)
  • Tiberias: Good vision (berbicara mengenai optimisme, pengharapan)
  • Genesaret: Garden of the prince (taman raja)
  • Kineret: Harp (harpa, kecapi)

Yohanes 21:1 berkata bahwa Yesus datang ke Danau Tiberias. Tiberias artinya adalah "good vision", berbicara mengenai optimisme dan pengharapan. Yesus datang untuk memberikan pengharapan bagi Saudara dan saya!

Waktu itu ada 7 murid sedang berkumpul, dan mereka adalah orang-orang yang mengalami kekecewaan, hati yang menyesal, dan tidak tahu harus apa lagi. Pada 3,5 tahun sebelumnya, mereka dipilih untuk ikut Tuhan Yesus yang akan menjadikan mereka penjala manusia, dan mereka ikut pelayanan selama 3,5 tahun. Waktu Yesus disalib dan dikubur, mereka seperti ayam ketinggalan induknya, tidak tahu mau apa, tidak ada yang menuntun mereka, mereka juga bingung akan perkataan Tuhan Yesus sebelumnya yang berkata bahwa Ia akan mati dan bangkit. Mereka frustrasi dan mengalami kekecewaan.

Kalau boleh jujur, kita sering merasa kecewa, bukan hanya kepada manusia tapi juga kepada Tuhan. Kita rasanya sudah dipanggil dipilih Tuhan, sudah ibadah, sudah mengembalikan persepuluhan, persembahan, tapi waktu kita berdoa rasanya Tuhan tidak ada, rasanya Tuhan tinggalkan kita. Itu saya alami, pasti Saudara juga pernah mengalami begitu. Kita rasanya ditinggalkan Tuhan, seperti ketujuh murid yang merasa seperti ditinggalkan Tuhan.

Waktu di atas kayu salib, Yesus berseru, "Eli, Eli, lama sabakhtani?", "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Waktu itu wajah Tuhan Yesus begitu buruk rupa sehingga Bapa memalingkan wajah-Nya dari Tuhan Yesus, karena Dia sedang menanggung dosa seluruh umat manusia. Dia pernah merasakan ditinggalkan dan Dia sudah menanggung itu bagi kita. Untuk itu Saudara harus tahu, Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan Saudara, Imanuel, Dia tidak pernah meninggalkan kita, Dia selalu bersama-sama kita.

Ada kesaksian dari seorang yang sekarang hamba Tuhan, dulu dia dipanggil masuk dalam ladangnya Tuhan, tapi waktu di Sekolah Teologi dia mengalami kecewa berat dengan Tuhan. Dia merasa dipanggil masuk pelayanan tapi kok pelayanannya model begini, kok diproses seperti ini. Dia kecewa kemudian dia keluar dari sekolah dan pelayanan, lalu menjadi seorang pengusaha. Waktu menjadi pengusaha, dia diberkati juga, sehingga dia berpikir bahwa dulu jalurnya di sekolah itu yang salah dan merasa bahwa jalur menjadi pengusaha itulah yang benar.

Satu waktu dia mengalami kelumpuhan ketika sedang menyetir mobil. Dia mengalami stroke. Mobilnya menabrak ke sana kemari dan menimbul kerugian bagi banyak orang, dan akhirnya harus dibawa ke Rumah Sakit untuk dirawat. Selama beberapa lama, tidak juga terjadi pemulihan. Satu kali seorang hamba Tuhan datang dan mengkonseling, ternyata ketahuan bahwa pengusaha itu mengalami kekecewaan yang mendalam kepada Tuhan. Dia dilayani dan mengalami pemulihan dengan Tuhan. Sekarang dia bisa pergi ke mana-mana bercerita bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Berbeda dengan seorang pengusaha yang lain yang dipanggil menjadi orang percaya. Baru 1-2 bulan dia menjadi orang percaya, dia ditelepon pegawainya, "Pak, Pabrik terbakar habis!" Waktu dengar itu, dia merasa gemetar, lalu dia ingat apa yang sudah dia lakukan kepada Tuhan beberapa bulan lalu. Dia turun dari tempat tidur, lalu dia berdoa, "Aku sudah menyerahkan hidupku kepada Engkau. Seluruhnya sudah aku serahkan, dan Pabrik itu juga sudah aku serahkan kepada Tuhan. Engkau bekerja dalam hidupku untuk mendatangkan kebaikan bagi yang mengasihi Engkau."

Bagaimana kita meresponi suatu keadaan? Tahun 2011 ini para nabi berkata adalah tahun transisi. Kita sekarang ada dalam musim pancaroba. Jadi kalau kemarin musim hujan terus, lalu sebentar lagi kita akan masuk musim panas, maka biasanya di antaranya ada musim pancaroba. Peralihan dari musim hujan ke musim panas, hujannya makin sedikit dan lama-lama panasnya makin banyak. Itu juga transisi, di mana ada sesuatu yang sedang dialihkan.

Dengarkan baik Gereja Tuhan, hari-hari ini Gereja Tuhan sedang ada dalam posisi transisi. Firman Tuhan katakan dalam Maleakhi 3:18, Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

Hari-hari ini sedang terjadi pemisahan, saringan, antara kita orang-orang kudus-Nya dengan orang fasik; antara orang-orang yang beribadah dengan yang tidak beribadah.

Wahyu 22:11-12, Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Saudara yang dikasihi Tuhan, hari-hari ini sedang terjadi satu pemisahan. Kita semua sudah hidup dalam kekudusan dan kebenaran, mari jalan terus, makin hari makin baik, makin hari makin sungguh-sungguh. Amin!

Saya kalau lihat kondisi sekitar, kadang-kadang apa yang Tuhan katakan itu memang betul digenapi. Orang yang jahat, makin jahat, dan terjadi pemisahan. Kita sudah tidak bisa lagi jalan paralel, kita akan dipisahkan. Yang makin benar akan bertambah benar. Tuhan inginkan agar kita semua untuk hidup makin benar, makin benar, dan makin benar lagi dalam Tuhan Yesus Kristus. Biarlah Saudara makin bertumbuh makin benar dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan datang untuk memberikan harapan bagi murid-murid-Nya yang kecewa. Ciri-ciri orang yang kecewa adalah:

  • Imannya menurun. Ketujuh murid dari penjala manusia menjadi penjala ikan, kembali ke manusia lamanya, perjalanan rohaninya menurun. Dalam Lukas 24, dua orang murid Yesus yaitu Lukas dan Kleopas berjalan dari Yerusalem ke Emaus, perjalanannya menurun ke bawah karena memang Emaus ada di bawah Yerusalem. Mereka juga mengalami kekecewaan. Bahkan ketika Petrus katakan bahkan ia mau memancing lagi, menjala ikan lagi saja. Semua sepakat untuk kembali menjala ikan.
  • Tidak pernah bisa bertemu dengan Tuhan. Dua murid Yesus, waktu berjalan dari Yerusalem ke Emaus, Tuhan berada di tengah-tengah mereka berdua, tapi mereka tidak tahu. Ketujuh murid waktu jaraknya 200 hasta, Yesus berdiri di tepi pantai, mereka juga tidak bisa mengenali Yesus yang ada di pinggir pantai. Saudara yang dikasihi Tuhan, jangan ada yang kecewa, karena waktu kita kecewa, Saudara tidak akan pernah bertemu dengan Tuhan Yesus.
  • Perkataannya pesimis, tidak membangun. Petrus ingin kembali menjadi penjala ikan, dan rekan-rekannya setuju untuk kembali menjadi penjala ikan.

Saudara, jangan ada yang kecewa, Tuhan sudah datang untuk memberikan pengharapan buat kita!

#2 Yesus datang untuk memberi makan

Saya merenungkan sebuah pertanyaan yang Tuhan tanya kepada mereka untuk pertama kalinya.

Yohanes 21:5, Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."

Dalam keluarga-keluarga Tionghoa, biasanya kalau ada yang datang bertamu, pasti yang pertama kali ditanya adalah "sudah makan atau belum?" Tuhan tahu, dan pertama kali waktu dia lihat murid-murid-Nya pada kondisi seperti itu, pertanyaan yang pertama kepada mereka adalah, "sudah makan atau belum?"

Matius 4:4 katakan kamu bukan makan dari roti saja tapi juga Firman Tuhan. Dalam kondisi ini, Tuhan tahu murid-murid-Nya juga memerlukan makanan secara jasmani.

Saya mau tanya, kalau bicara soal makan, Saudara hidup untuk makan atau makan untuk hidup? Jangan hidup untuk makan tapi makan untuk hidup! Kita mesti jaga tubuh kita. Pelihara roh, jiwa, dan tubuh kita. Saudara, ada satu penelitian, di mana para ahli mendapatkan dan menasehati kepada kita agar kita jangan makan banyak. Karena pada waktu malam, energi tubuh kita dipakai untuk memproses sel-sel yang mati yang rusak. Sehingga sel-sel yang rusak itu bisa dipulihkan waktu kita tidur. Dan kalau kita makan kebanyakan, energi kita dipakai bukan untuk merestorasi sel-sel yang rusak, tapi dipakai untuk mengolah makanan yang banyak. Akhirnya sel-sel yang ada, yang harusnya pulih direstorasi, menjadi tidak terestroasi.

Firman Tuhan katakan dalam Mazmur 127:2, Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. Ini bukan berarti lantas Saudara tidur terus, tapi pada waktu tidur ada sel-sel yang direstorasi, dipulihkan. Mari jaga hidup kita, kita makan untuk hidup dan bukan hidup untuk makan.

Jangan kamu kuatir
Burung di udara Dia p'lihara

Jangan kamu kuatir
Bunga di padang Dia hiasi

Jangan kamu kuatir
Apa yang kau makan, minum pakai

Jangan kamu kuatir
Bapa di Surga memelihara

Matius 6:25-28, Hal kekuatiran,

"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

Saya simpulkan:

  • Kekuatiran adalah dosa. Tuhan katakan, jangan kamu kuatir. Kalau kita kuatir, berarti kita dosa karena tidak percaya kepada Tuhan.
  • Orang yang kuatir adalah orang yang tidak memiliki iman.
  • Kuatir itu sia-sia. Tidak ada gunanya, Firman Tuhan katakan siapa yang karena kuatir bisa menambah sehasta pada jalan hidupnya.

Kalau pagi ini Saudara kuatir, Tuhan katakan itu sia-sia. Jadi, jangan ada yang kuatir!

Matius 6:34, Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Segelas air mineral, kira-kira beratnya 2 ons. Menurut Saudara, apa saya kuat mengangkat air mineral gelas itu selama 1 menit? Tentu kuat. Bagaimana dengan 1 jam? Kalau seharian? Pasti jatuh! Saudara, bukan persoalan besar dan beratnya air mineral itu. Tapi berapa lama saya mengangkat gelas air mineral itu.

Saudara, kita memiliki beban dalam hidup kita. Tuhan katakan, atasi beban itu cukup untuk sehari, jangan bawa ke hari kedua, ke hari ketiga, keempat. Waktu kita bawa beban hari pertama ke hari-hari berikutnya, bisa-bisa Saudara jatuh, stroke. Kita tidak akan kuat untuk menanggung itu. Biarlah pergumulan kita cukup untuk hari ini saja. Setiap hari Saudara tutup, berdoa, "Aku serahkan semua beban kepada tangan-Mu. Aku tidak mampu, Tuhan." Serahkan itu semua, sehingga kita bisa tidur dengan nyenyak. Besok kita lepaskan lagi pada Tuhan.

Ada sebuah ungkapan,

Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di hari esok,
tapi satu hal aku tahu, hari esok ada di tangan Tuhan

#3 Yesus datang untuk memberi pemulihan dan kepercayaan

Yohanes 21:15-17,

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Ayat-ayat ini berbicara mengenai Petrus. Tuhan berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." (Matius 26:34)

Dalam ayat-ayat ini, Tuhan mengungkapkan secara luar biasa. Kalau saya baca ayat-ayat ini, saya merasa ada air mata, saya begitu merasakan kebaikan Tuhan yang luar biasa. Yesus yang sudah disangkal tiga kali, bisa dikatakan sudah ditusuk Petrus dari belakang, tapi Dia datang kembali dan memulihkan hidup Petrus. Ternyata bukan hanya pemulihan, tapi yang menarik, dalam ayat-ayat selanjutnya Tuhan katakan sampai dua kali pada Petrus, "Ikutlah Aku." Jadi Petrus diberikan pemulihan oleh Tuhan, tapi bukan hanya sampai pemulihan, tapi juga ditambah kepercayaan oleh Tuhan.

Saudara, pada waktu Petrus tahu salah, dia menyesal, lalu dia bertobat. Bulan lalu saya bicara agar kita tidak boleh hanya menyesal tapi kita juga harus bertobat. Apa langkah pertobatan Petrus? Petrus tidak meninggalkan kelompok murid-murid Tuhan Yesus, sehingga ketika Tuhan ada di tengah-tengah mereka, Dia memulihkan dan mengembalikan kepercayaan kepada Petrus.

Kalau Saudara saat ini sedang diproses, dibentuk, sedang mengalami sesuatu yang begitu berat dalam hidup Saudara, saya mau ingatkan: jangan pernah tinggalkan Tuhan Yesus, jangan tinggalkan keluarga Saudara, jangan tinggalkan kelompok-kelompok Saudara, jangan tinggalkan gereja di mana Saudara beribadah!

Kisah 1:4,

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.

Saudara, apa yang Tuhan katakan pada murid-murid-Nya? Jangan tinggalkan Yerusalem! Yerusalem bicara mengenai rumah tangga, kelompok di mana kita ada, Yerusalem adalah tempat usaha kita, tempat Saudara berada saat ini. Tuhan katakan pagi ini, Dia melarang Saudara meninggalkan keluarga Saudara, meninggalkan komunitas gereja. Apa yang sudah Tuhan berikan dalam hidup Saudara, jangan Saudara tinggalkan. Karena waktu kita sepakat, maka Tuhan katakan, kamu menanti-menantikan janji Bapa. Waktu kita tetap tinggal dalam Tuhan, keluarga kita, komunitas kita, maka janji Bapa akan digenapi dalam hidup kita. Tapi waktu kita pergi meninggalkan rumah tangga, komunitas kita, gereja di mana Saudara berada, yang terjadi adalah Saudara tidak akan pernah mengalami janji Bapa.

Kalau Saudara diproses, tidak apa-apa. Petrus diproses tapi dia tetap tinggal di mana dia berada, dan Tuhan memulihkan dan memberikannya kepercayaan. Dia akan memberikan Saudara berkat mujizat yang lebih besar lagi. Bertahan dan kita akan mengalami janji Bapa. Tuhan memberkati.

Penutup

Saudara yang dikasihi Tuhan, pagi ini kita sudah boleh mendengarkan pesan Tuhan. Kalau Dia datang pada kita,

  1. Dia memberikan pengharapan bagi kita. Kita bersyukur pengharapan dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan.
  2. Tuhan memberikan kita makan, memberikan apapun yang menjadi kebutuhan kita. Dia mau kita jangan kuatir akan kebutuhan kita.
  3. Tuhan datang untuk memberikan pemulihan dan kepercayaan. Bukan sekedar mengembalikan pemulihan, tapi Dia juga memberi kepercayaan kepada Saudara. Kalau Tuhan mempercayai Saudara kembali, itu adalah suatu anugerah yang luar biasa, yang boleh kita alami.
Terima kasih Tuhan, Engkau tilik setiap umat-Mu, Tuhan, berikan pengharapan untuk mereka. Yang putus pengharapan, Tuhan kuatkan. Kami yang mulai putus asa, mau mulai mundur, kami batalkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Kami mau maju terus bersama-sama Engkau, Tuhan, karena dalam Engkau ada pengharapan. Terima kasih Engkau memelihara kami, apa yang menjadi kebutuhan kami Engkau pasti akan cukupi. Engkau tidak akan membiarkan anak-anak-Mu jatuh tergeletak. Engkau menolong kami tepat pada waktunya!

Terima kasih untuk pemulihan dan kepercayaan kembali bagi kami untuk boleh berusaha, membangun rumah tangga kami kembali, untuk kami boleh melayani Engkau.

Saudara, kita butuh untuk Dia datang dalam hidup setiap pribadi, karena kita kehilangan pengharapan, karena kita kuatir, kecewa. Tuhan Engkau lihat tangan-tangan yang terangkat, berikan kekuatan untuk kami, pengharapan yang baru untuk kami. Terima kasih Tuhan untuk kebutuhan yang Engkau siapkan untuk kami. Kami lebih berharga dari segala burung-burung di udara, dari segala bunga di padang, bahkan kami adalah biji mata dari Tuhan sendiri.

Terima kasih Tuhan sudah pulihkan kami. Amin.