Khotbah: 3M perhatikan mulut kita!

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Sutadi Rusli-20190908-3x4.jpg

Pdt Sutadi Rusli

RINGKASAN KHOTBAH
KebaktianIbadah Raya
TanggalMinggu, 8 September 2019
GerejaGBI Danau Bogor Raya
LokasiGraha Amal Kasih
KotaBogor

Shalom dan selamat pagi, semua diberkati Tuhan? Semua merasakan hadirat Tuhan di tengah-tengah kita? Amin!

Puji Tuhan kita ada di bulan September 2019, rasanya waktu begitu cepat. Saudara yang dikasihi Tuhan, siapa yang masih merindukan kita punya gedung gereja sendiri di tempat ini? Amin! Dalam pergumulan yang sekian lama untuk memiliki gedung gereja sendiri, kita terus melangkah, dan dukung dalam doa agar pada ulang tahun ke-25 GBI Danau Bogor Raya, kita boleh mulai membangun gereja induk Danau Bogor Raya! Amin!

Bulan September 2019, nanti penanggalan orang Yahudi tepat dimulai 29 September sore yang akan datang, kalender Ibrani berubah dari tahun 5779 (Ayin Tet) menjadi tahun 5780 (Pey). Tahun Ayin berbicara mengenai mata Tuhan melihat kepada Saudara, dan di tahun-tahun Pey, Tuhan ingatkan agar kita memperhatikan mulut kita!

Ada 3 pesan Tuhan mengenai memperhatikan mulut kita.

#1 Menjaga mulut

Ada satu pertanyaan dalam bahasa Inggris, what is the strongest muscle in your body? Otot mana yang paling kuat di tubuh Anda? Saudara, ada yang berkata, lengannya paling kuat, otot bisepnya begitu besar. Ada lagi yang bilang, saya pelari maraton, otot kaki saya paling kuat!

Tapi Alkitab bicara lain, yang paling harus kita perhatikan adalah lidah kita! Dalam Firman Tuhan, tidak ada anggota tubuh yang dikupas dengan begitu detail oleh Firman Tuhan selain daripada lidah. Sehingga kita tahu, lidah harus kita kendalikan.

Yakobus 3:1-12, Dosa karena lidah,

Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Kita mengenakan kekang pada mulut kuda, sehingga ia menuruti kehendak kita, dengan jalan demikian kita dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. Dan lihat saja kapal-kapal, walaupun amat besar dan digerakkan oleh angin keras, namun dapat dikendalikan oleh kemudi yang amat kecil menurut kehendak jurumudi.

Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia, tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.

Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?

Saudara-saudaraku, adakah pohon ara dapat menghasilkan buah zaitun dan adakah pokok anggur dapat menghasilkan buah ara? Demikian juga mata air asin tidak dapat mengeluarkan air tawar.

a. Menjadi teladan

Ayat pertama katakan, Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat.

Bukan berarti Alkitab menyuruh jangan mengajar, tapi pengertiannya, seorang guru harus memberikan contoh. Ada pepatah, guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jadi ini berbicara mengenai bagaimana kita ini nomor satu bersikap sebagai teladan, bukan seperti guru yang mengajar di sekolah, tapi kita semua adalah guru-guru bagi kemuliaan Tuhan. Amin!

Guru itu adalah seseorang yang dipakai untuk mengoreksi. Mulailah kebenaran dari diri kita sendiri, jangan mudah menuding orang, mengatai orang, karena semua harus kembali kepada diri kita terlebih dahulu. Apakah kita sudah hidup dalam kebenaran Tuhan? Kita semua sama di hadapan Tuhan.

Dari ayat-ayat ini, yang pertama, menurut Saudara lidah sangat berguna ngga?

  • Lidah untuk mengecap makanan
  • Lidah berguna untuk berbicara

Selain sangat berguna, lidah juga sangat berbahaya. Sekarang kita main smartphone, ada ungkapan jarimu adalah harimaumu. Tapi ingat, sebelum ini terjadi, mulutmu adalah harimaumu! Hati-hati dengan mulut kita!

b. Kesehatan hati

Kesehatan lidah sama dengan kesehatan hati. Saya masih ingat, waktu kecil kalau badan saya panas, saya dibawa Papa saya ke dokter keluarga. Nomor satu dokternya suruh saya buka mulut, dia lihat lidah. Berarti kesehatan tubuh kita juga dideteksi dari lidah.

Kesehatan hati kita juga dilihat dari lidah kita. Keluar segala ungkapan itu melalui perkataan kita.

Hai kamu keturunan ular beludak, bagaimanakah kamu dapat mengucapkan hal-hal yang baik, sedangkan kamu sendiri jahat? Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. (Matius 12:34)

Kalau kita dengar omongan orang itu tidak enak didengar, pasti ada sesuatu di hatinya. Dulu ada kawan saya, kalau ketemu teman-teman selalu keluar isi kebon binatang. Macam-macam itu binatang. Orang masih bilang, dia mah mulutnya doang jelek, hatinya mah baik. Tapi kita lihat Firman Tuhan, itu salah. Ternyata ada sesuatu yang tidak baik di hatinya.

Ayo bereskan hati kita, agar keluar buah-buah.

c. Jaga mulut

Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan. (Amsal 13:3)

Ayo jaga lidah kita, jaga mulut kita, hanya untuk kemuliaan nama Tuhan!

#2 Memuliakan Tuhan

Dalam Markus 10:46-52, satu waktu Tuhan Yesus tiba di kota Yerikho, ternyata di sana ada seorang pengemis yang buta bernama Bartimeus. Waktu dia dengar ada Tuhan Yesus, Allah yang hidup, yang sanggup menyembuhkan, dia pun berseru-seru, Yesus anak Daud, kasihanilah aku! Dia berseru-seru panggil Tuhan, sampai orang-orang menegor dia diam jangan ganggu. Tapi dia tetap berseru-seru! Begitu Tuhan dengar apa yang diteriakkan Bartimeus, Tuhan tanya, apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu? Bartimeus minta, supaya aku dapat melihat!

Menurut Saudara, Tuhan tahu ngga pengemis ini adalah pengemis yang buta? Dia tahu segala masalah Saudara. Tapi kenapa Dia tanya lagi sama Bartimeus? Bartimeus jawab, celikkan mata saya, saya ini buta. Mungkin kita seperti Bartimeus, kita sudah berteriak-teriak agar Tuhan tolong. Tuhan tanya, apa yang kalian mau Aku lakukan? Saudara harus jawab seperti Bartimeus, Saudara minta yang spesifik. Minta apa yang Tuhan taruh di dalam hati Saudara.

GBI Rayon 7 punya visi untuk memiliki 70 Cabang, 50.000 jemaat, dan 2.500 COOL. Setiap hari saya doakan itu, saya minta sama Tuhan.

Saudara, kalau sakit, jangan hanya doa Tuhan sembuhkan sakit saya. Minta dengan detail kepada Tuhan! Dan waktu kita ketok pintu, Tuhan akan membukakan dan memberikan jawaban!

Saudara mungkin sedang berdoa untuk suami Saudara, kita semua tahu, waktu kita minta, Tuhan pasti memberikan kepada kita.

Waktu Bartimeus disembuhkan, apa kata Firman Tuhan?

Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah. (Lukas 18:43)

Kalau hari ini Saudara gelap seperti Bartimeus, persoalan Saudara gelap seperti tidak ada jalan keluar, tidak tahu apa lagi yang harus Saudara perbuat, nomor satu, tetap memuji-muji Tuhan! Amin! Apapun kondisi yang Saudara hadapi, nomor satu mengucap syukur. Pakai mulut Saudara bukan untuk menggerutu, tapi nomor satu untuk memuji-muji Tuhan! Gelap sekalipun, dokter sudah angkat tangan, masalah rumah tangga, ekonomi gelap, tetaplah memuji-muji Tuhan! Sampai Tuhan datang, tetap memuji-muji Tuhan! Disembuhkan atau belum diberkati atau belum, tetap memuji-muji Tuhan! Haleluya!

#3 Memberitakan pertobatan

Pada waktu Tuhan Yesus sebelum memulai pelayanan, Bapa di Sorga mempersiapkan Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan datangnya Sang Raja Kemuliaan.

Yohanes Pembaptis berseru-seru, bertobatlah sebab kerajaan Allah sudah dekat!

Saudara, siapa yang tahu kerajaan Tuhan sudah dekat? Semua sudah mengerti? Amin! Ayo, saya dorong, persiapkan diri Saudara baik-baik. Kita harus makin melekat pada Tuhan hari-hari ini. Goncangan makin besar, Tuhan ingatkan, orang yang keluar sebagai pemenang, orang yang tetap dalam lindungan Tuhan, adalah dengan satu syarat, yang tetap melekat pada Tuhan. Masalah boleh ada, tapi dia tetap melekat kepada Tuhan.

Percuma kalau kita memberitakan berita pertobatan, mengucapkan berita pertobatan ke mana-mana, tapi pertobatan itu tidak dimulai dari diri kita terlebih dahulu.

Percuma memberitakan pertobatan, sebelum kita sendiri memiliki pertobatan yang sejati. Karena kerajaan Allah sudah dekat, Firman ini nomor satu bukan untuk orang lain, ayat Firman Tuhan ini, bertobatlah, sebab kerajaan Allah sudah dekat, itu nomor satu buat kita semua.

Ayo, persiapkan diri kita hidup dalam pertobatan. Pendeta sekalipun tiap hari harus bertobat. Terutama kita bertobat dalam perkataan kita, kita minta ampun pada Tuhan agar kita tetap kudus, dan satu kali kelak, kita diketemukan sebagai orang yang layak dan berkenan, kita pasti bertemu Tuhan Yesus Kristus! Amin!