Personal growth (Haryanto Kandani)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Haryanto Kandani-20220703.jpg
Haryanto Kandani-20220703-1x1.jpg
Haryanto KandaniHaryanto Kandani
RINGKASAN KHOTBAH
IbadahIbadah Raya
Tanggal2022Minggu, 3 Juli 2022
GerejaGBI Danau Bogor Raya
LokasiOnline
KotaBogor
VideoRekaman YouTube
Khotbah lainnya
Sebelumnya
Selanjutnya
Shalom, apa kabar Bapak/Ibu? Senang sekali pertama kali untuk dapat hadir melayani di tempat ini.

Shalom, apa kabar Bapak/Ibu? Senang sekali pertama kali untuk dapat hadir melayani di tempat ini, saya bergereja di GBI Gilgal Pantai Indah Kapuk, di bawah penggembalaan Ps. Juan Mogi. Saya bukan pendeta, saya seorang trainer, pembicara seminar berbagai company, tapi hati saya hati pendeta. Hari ini temanya adalah personal growth. Kehidupan ini seperti sebuah benih, kita harus tahu dimana ada kehidupan di situ ada potensi pertumbuhan. Jika ada sebuah benih yang kecil, dia itu berpotensi untuk bertumbuh besar sama dengan makhluk hidup lainnya, makhluk hidup berpotensi untuk menjadi besar. Begitu pula kehidupan saya dan Saudara, kita ini masterpiecenya Tuhan, tidak ada satupun orang di dunia ini yang sama dengan Saudara, artinya kita limited edition, artinya kita mahal. Jika ada tas hanya diproduksi 100 unit, mobil hanya diproduksi 10 unit di dunia itu mahal sekali, apalagi hidup saya dan Saudara. Jika kita tahu hal ini, kita harus tahu bahwa kita anak-anak Tuhan memiliki benih ilahi, benih Allah ada dalam diri kita, ada DNA Tuhan dalam diri kita, ini yang membuat potensi kita bertumbuh maksimal mencapai destiny yang Tuhan mau dalam hidup kita.

Di sinilah saya mau gambarkan bagaimana proses pertumbuhan pribadi, jika kita bertumbuh dalam hidup kita tahu bahwa berarti, bisnis kita berpotensi menjadi besar, pelayanan kita berpotensi membawa dampak yang lebih luas, karir kita berpotensi untuk naik, keuangan kita berpotensi untuk jadi lebih banyak, tapi itu semua dimulai dari pertumbuhan dalam diri kita. Saudara harus tahu bahwa untuk orang menjadi tua itu otomatis, menjadi maksimal itu perlu diupayakan. Karakter, mental, rohani perlu diupayakan untuk kita menjadi maksimal. Hari ini saya mau ajak kita merenung sedikit kehidupan kita, bagaimana mengukur hidup kita. Pertumbuhan bicara ada kemajuan, progress, peningkatan, pertambahan, coba tarik 10 tahun yang lalu kehidupan kita secara keuangan, secara karakter, secara prestasi, secara karir. Jika banyak hal 10 tahun lalu tidak ada kemajuan, saya khawatir 10 tahun ke depan hidupmu begitu-begitu saja. Tetapi jika ada kemajuan 10 tahun lalu dengan sekarang, 10 tahun ke depan mungkin banyak hal yang Tuhan dapat tambahkan dalam hidupmu.

Mengukur progress hidup kita

Personal growth dapat berbicara dari tidak bisa menjadi bisa, dulu saya tidak tahu banyak hal, sekarang saya jadi punya banyak pengetahuan di dalam Tuhan, dulu saya tidak mengerti baca Firman, sekarang mulai dibukakan satu per satu, itu ada kemajuan. Bukan hanya dalam hal rohani, dulu uangku sedikit, sekarang ikut Tuhan karena saya belajar kelola uang dengan baik, belajar investasi yang bijaksana, ada kemajuan secara finansial. Dahulu saya prestasinya rendah, sebagai karyawan tidak pernah dipromosi, sekarang saya punya karir yang semakin bagus, bisnisku dulu hanya satu cabang, sekarang ada beberapa cabang baru yang Tuhan bukakan, berarti ada pertumbuhan dalam bisnismu, dulu pemikiran saya sempit, sekarang saya dapat melihat segala sesuatu dalam cara pandang luas dan saya percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, dalam setiap musibah. Dulu malas sekarang rajin. Dulu saya penakut, sekarang jadi pemberani. Jadi nanti ukur saja dirimu. Kehidupan harus ada progress, untuk mencapai progress harus ada proses.

Saya ada di sini karena waktu saya berjumpa dengan Tuhan Yesus tahun 1998, benar-benar hidup yang hancur, pemabuk, pemakai narkoba, keluarga broken home. Jangankan jadi pembicara, saya ketemu orang saja malu sekali, introvert. Ketika saya berjumpa dengan kristus Yesus tahun 1998 saya berhenti merokok, berhenti narkoba, saya menata kehidupan saya, mulai karir sebagai seorang sales dengan gaji tidak sampai 1 juta, hidup dari komisi, tapi karena saya ikut Tuhan, saya mau bertumbuh, ketika terjadi pertumbuhan di dalam dirimu, terjadi pertumbuhan dalam prestasimu.

Saya bersyukur karena anugerah Tuhan, berbicara di lebih dari 30 kota besar di Indonesia, melatih walikota, bupati, gubernur, menteri, CEO berbagai company, siapa saya, orang yang hancur, tidak mempunyai masa depan, tapi karena Kristus Yesus ada dalam diri saya, benih ilahi terus bertumbuh. Tuhan pakai hidup saya untuk jadi berkat malah sekarang ratusan angkatan Miss Indonesia kami latih public speaking. Saya cerita ini supaya membanggakan Tuhan kita, Tuhan pun mau bawa hidupmu naik level, bertumbuh, meningkat. Jika Saudara punya anak, Saudara pasti ingin anak Saudara naik tingkat, naik level, bertingkat, berprestasi. Apalagi Bapa di surga Tuhan mau lihat kehidupanmu bertumbuh maju hari demi hari.

Mencapai Kepenuhan Kristus

Efesus 4:13

"Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,"

Ini harus jadi sasaran hidup kita, bisa jadi saya dan Saudara belum penuh kedewasaannya dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Serupa dengan Kristus harus jadi kerinduan utama kita.

1 Samuel 2:26

"Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia."

Lukas 2:52

"Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan maki dikasihi oleh Allah dan manusia."

Semakin disukai itu faktor karakternya, sikapnya, berarti tidak hanya semakin besar badan kita yang kita perlu lihat, tetapi sampai orang suka dengan kita itu pasti ada sesuatu dalam diri kita, apalagi disukai Tuhan. Salah satu faktor orang membeli sebuah produk, jika kita lebih disukai dan dikenal, orang akan membeli kepada orang yang disukai. Mau melamar kerja, penting untuk disukai bukan hanya faktor akademis. Di dunia kerja 500 lamaran hanya untuk mencari 2 pegawai, 200 sudah dibuang dulu, lihat fotonya mukanya tidak disukai, padahal dia lulusan Melbourne atau Singapura. Habis itu tinggal 100, kemudian seleksi ujian masuk tersingkirkan lagi, dan terakhirnya interview dengan manajer atau bos yang menerima dia bukan lagi masalah pintar, masalah like dan dislike. Orang jika suka pada kita lihat kita pengen berkati, pengen ajak kerja sama, pengen referensikan yang baik. Penting untuk disukai, makanya kita perlu bertumbuh supaya karakter dan kualitas hidup kita disukai, yang paling penting disukai Tuhan, berkenan di hati Tuhan, itu yang kita harus rindukan. Proses pertumbuhan itu harus diupayakan tidak otomatis.

Proses pertumbuhan

Kita ini kadang-kadang hidup terjebak di zona nyaman. Ada yang sudah nyaman jadi jemaat bertahun-tahun, disuruh melayani tidak mau. Ada COOL tidak mau ikut, dia tidak tahu di COOL dia dapat bertumbuh luar biasa. Jika bicara rohani, belajar saling mengasihi, belajar saling menerima satu dengan yang lain agar rohani kita dapat bertumbuh dan kita dapat mencapai banyak prestasi rohani. Kita lihat tokoh-tokoh Alkitab semua Tuhan bawa keluar dari zona nyamannya. Abraham dibawa dari tempat yang sudah nyaman, kepada negeri yang Tuhan tunjukkan. Ester sudah nyaman menjadi ratu, dia mengambil resiko belajar untuk memperjuangkan bangsanya, dengan resiko kematian. Daniel, keluar dari zona nyamannya untuk hidup berbeda di tengah bangsa yang tidak bertuhan, dia tetap mempertahankan imannya. Satu hal, Saudara dan saya bisa ada di sini karena ada seorang pribadi yang sudah nyaman di surga, yang sudah kaya dia mau jadi miskin, supaya saya dan saudara jadi kaya. Supaya kita yang binasa diselamatkan. Dia keluar dari zona nyaman untuk menyelamatkan saya dan Saudara. Jika anda mau mencapai sesuatu, keluar dari zona nyamanmu karena jika hanya mau mencari nyaman anda tidak maju, jika hanya ingin maju anda tidak nyaman.

Untuk bertumbuh harus melalui proses =

  1. Pengalaman
  2. pengalaman kita banyak, suka duka, tantangan, kesulitan, Daud sudah sering mengalahkan beruang dan singa, pengalaman-pengalamannya dengan Tuhan, begitu dia ketemu Goliat, Tuhan yang sama membela aku dulu membuat aku dapat menang pertandingan ini. Jadi jangan abaikan pengalaman hidup. Kadang-kadang terlihat simpel, tapi ini membentuk kekuatan rohani kita. Ada istilah belajar dari pengalaman adalah guru yang berharga, tapi lebih baik lagi belajar dari pengalaman orang lain supaya kita tidak perlu jatuh di hal yang sama.

  3. Pembelajaran
  4. Kita sekarang dapat belajar banyak dari media, social media, belajar menumbuhkan skill, kemampuan, dalam desain dan lain sebagainya.

  5. Pemuridan
  6. Yang paling efektif adalah dimuridkan, dimenthor agar kita dapat maju.

Yang menarik adalah prosesnya Tuhan selalu tujuannya berhubungan dengan kita akan menjadi apa, melakukan apa, dan memiliki apa. Manusia itu senangnya memiliki dulu. Jika saya punya pacar yang baik maka saya akan jadi pria yang berhenti merokok, saya akan jadi seorang calon pasangan yang baik bagi dia. Justru kita dulu jadi pribadi yang baik, melakukan hal-hal yang tepat, menarik pasangan hidup yang terbaik juga. Jangan dibalik, mentalitas menentukan realitasmu. Memiliki sesuatu tetapi mental tidak siap, apa yang ada jadi habis.

Penutup

Apa yang kita isi di botol ini menentukan harganya. Jika kita isi air mineral kurang lebih harganya 3.000-5.000. Saya ganti isinya dengan madu sekian ml harganya bisa menjadi ratusan ribu. Jika saya ganti isinya parfum merek ternama harganya bisa jutaan. Berarti apa yang kita isi menentukan harganya. Apa yang kita isi dalam kehidupan kita menentukan siapa dirimu. Cari fotomu waktu kecil, saya sudah jadi apa selama ini, saya sudah memiliki apa, jika engkau belum puas dan masih banyak yang berantakan, ayo berubah dan bertumbuh di dalam Tuhan. Pertumbuhan di dalam dirimu membawa peningkatan dalam karir, bisnis, penjualan, dan rohani.

1 Korintus 13:11

"Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu."

Hadiah terbaik yang bisa kita berikan bagi keluarga, dan orang lain adalah menjadi pribadi yang terus bertumbuh. Karena ketika engkau bertumbuh cara pandangmu, cara bicaramu, cara kerjamu, cara melayanimu berubah. Tidak heran pelayananmu berkembang, penghasilanmu bertambah, prestasimu meningkat dan kualitas hidupmu jadi luar biasa dimulai dari pertumbuhan dalam dirimu. Mau memberikan hadiah yang terbaik buat isteri, mau memberikan hadiah yang terbaik buat suami jadilah isteri atau suami yang lebih baik, hadiah yang terbaik yang engkau dapat berikan bagi orang tuamu jadilah anak yang berbakti. Tuhan Yesus memberkati kita semua. (MGT)

Video