Prinsip-prinsip mengelola berkat Tuhan (Pdt Chris Silitonga, MEd)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Shalom Saudara, saya percaya kita sedang di dalam era transisi artinya kita melihat bahwa doa yang kita naikkan selama era pandemi ini kepada Tuhan, Tuhan jawab.

Shalom Saudara, saya percaya kita sedang di dalam era transisi artinya kita melihat bahwa doa yang kita naikkan selama era pandemi ini kepada Tuhan, Tuhan jawab.

Kita akan segera melihat penuaian jiwa-jiwa di era Pentakosta Ketiga terjadi. Kelimpahan akan datang, berkat-berkat Tuhan akan dicurahkan. Saya percaya ini akan terjadi, sesuatu yang tidak kita pikirkan, sedang Tuhan bukakan hari-hari ini. Lihat saja berita-berita, bagaimana sekarang Indonesia negeri kita sedang dipersiapkan untuk menerima begitu banyak kelimpahan. Tetapi kita melihat juga, selama beberapa bulan terakhir banyak sekali anak-anak Tuhan yang ternyata jatuh di dalam persoalan keuangan. Mereka tertipu, investasi bodong, pinjaman yang aneh-aneh, kita lihat di situ bukan hanya orang-orang biasa, kami juga menemukan banyak jemaat, dan bahkan mungkin pelayan jemaat, seorang Hamba Tuhan, tertipu dalam hal-hal seperti ini.

Saya selama beberapa bulan ini bergumul, kelimpahan mau datang, berkat mau datang tapi anak-anak Tuhan tahu tidak caranya mengelola berkat. Seringkali kita lebih mementingkan bagaimana saya menggunakan berkat, tapi satu hal kita harus percaya berkat itu datangnya dari Tuhan. Oleh karena itu, kita juga harus mengelola berkat itu sebagaimana Allah yang memberinya kepada kita. Kita harus mengikuti cara-cara yang Allah tetapkan supaya kita dapat menikmati berkat itu. Oleh karena itu Bapak/Ibu Saudara sekalian hari ini saya mau membagikan suatu tema yang Tuhan taruh dalam hati saya dalam beberapa hari ini yaitu “Prinsip-Prinsip Mengelola Berkat Tuhan”

Siapa yang jadi pemilik

1 Petrus 4:10,

"akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."

Melayani karena kita adalah pengurus yang baik. Pengurus itu pengelola. Kita ternyata harus mengelola dengan baik segala kasih karunia Allah. Makanya sebelum kita berbicara bagaimana mengelola berkat Tuhan ada satu pertanyaan yang harus kita jawab terlebih dahulu. Siapa yang jadi “PEMILIK”? Saudara-Saudara jika kita lihat di atas muka bumi ini ternyata kepemilikan adalah sesuatu yang penting. Contohnya Anda mau jual beli rumah yang ditanya sertifikat hak miliknya ada atau tidak.

#1 Tuhan adalah pemilik, kita adalah penilik atau pengelola

Prinsip yang pertama Alkitab ajarkan bahwa Tuhan adalah pemilik, kita adalah penilik atau pengelola. Bapak/Ibu Saudara kita harus sadar ini terlebih dahulu. Mengapa orang jatuh di dalam mengelola segala sesuatu, karena dia berpikir terserah saya. Lupa, jika bukan Tuhan yang membuka tingkap langit berikan berkat, semua itu tidak dapat kita lakukan. Tuhan yang memberikan kita kekuatan, kepintaran, kesempatan, pintu terbuka. Kita tidak boleh lupa hal ini, begitu kita lupa hal ini di situ kita akan jatuh dalam mengelola berkat.

10 Perintah Allah

Bapak/Ibu/Saudara sekalian mari kita perhatikan di dalam Perjanjian Lama, khususnya hukum moral, atau yang kita kenal dengan 10 perintah Allah (Keluaran 20:1-17), dibagi atas dua bagian besar:

Hubungan Tuhan dengan manusia

Bagian yang pertama mengatur hubungan Tuhan dengan manusia dan hubungan manusia dengan Tuhan. Sangat menarik, ini ada urusannya dengan pengelolaan berkat. 10 perintah Allah dimulai dengan pernyataan begini dalam Keluaran 20:2 “Akulah Tuhan, Allahmu…” Tuhan mengatakan seperti itu kepada Israel, Tuhan sedang ajarkan kepada Orang Israel, dan kepada kita hari ini, jangan sombong. Hari ini kita ada sebagaimana kita ada, itu semua karena kasih karunia Tuhan. Sangat menarik Bapak/Ibu/Saudara, bagian yang pertama yang mengatur hubungan Allah dengan manusia ternyata ditutup dengan perintah "Kuduskanlah hari sabat", saya tidak mau berdebat sabat artinya Sabtu atau bagaimana tapi intinya Tuhan kasih waktu bagi kita kerja, tapi Tuhan juga minta kita beri waktu untuk beribadah pada Tuhan. Tuhan katakan, ada waktu kerja dan beribadah. Beribadah itulah pengertiannya sabat. Mengapa ini menjadi sangat penting, karena Bapak/Ibu/Saudara sekalian hanya orang yang merdeka yang dapat beribadah. Makanya ketika Allah berkata kepada Musa dan Musa harus mengatakan kepada Firaun, Dia berkata, “Bebaskanlah umat-Ku supaya umat-Ku dapat beribadah.” Tujuan Allah memberkati Israel dan kita semua agar kita dapat mengucap syukur pada Tuhan, supaya kita dapat beribadah.

Hari ini, Bapak/Ibu/Saudara sekalian sadarilah kita orang merdeka, tapi sayangnya ternyata ada perbudakan modern. Ketika saya mengatakan perbudakan modern saya tidak berbicara mengenai orang dijual di pasar gelap dan lain-lain, tetapi banyak sekali orang Kristen tidak sadar memperbudak dirinya sendiri ketika dia berkata “Maaf saya tidak dapat beribadah, maaf saya tidak COOL, kerjaan banyak sekali, toko harus dijaga dan yang lain-lain.” Bapak/Ibu/Saudara kalimat seperti ini itu tanpa sadar artinya dia menempatkan dirinya sebagai budak yang hidupnya hanya kerja, tetapi tidak pernah dapat beribadah pada Tuhan. Banyak orang Kristen kehidupannya berantakan karena tanpa sadar dia menyatakan statusnya saya budak. Makanya banyak orang banting tulang demi kerja, demi isteri, demi anak, tapi tidak berikan waktu pada Tuhan artinya budak. Padahal Allah telah mati bagi kita ganti dosa kita, melepaskan kita dari keterikatan dunia, supaya kita jadi orang yang merdeka dan dapat beribadah kepada Tuhan. Waktu engkau memberikan waktu untuk beribadah kepada Tuhan, Tuhan akan makin memberkatimu lebih luar biasa lagi. Jadi jangan menghindar dari ibadah sebagaimana dilakukan oleh banyak orang di era akhir zaman ini. Justru kita harus lebih banyak melakukannya menjelang kedatangan Tuhan kali yang kedua.

Hubungan manusia dengan sesamanya

Bagian yang kedua dari 10 perintah Allah mengatur hubungan manusia dengan sesamanya. Dimulai dengan satu kalimat yang luar biasa “Hormatilah Ayah dan Ibumu.” Bapak/Ibu/Saudara ternyata waktu kita lahir di atas muka bumi ini kita langsung punya harta, we have our family. Itulah dikatakan Hormatilah Ayah dan Ibumu karena itu harta kita yang pertama. Itu juga yang memberikan identitas kepada kehidupan kita. Yang kedua dikatakan di sana bahwa kita juga harus menghormati orang lain, jangan bunuh karena hidupnya dari Tuhan, jangan mencuri karena ternyata semua yang dimiliki itu dari Tuhan, jangan berzina. Jangan menginginkan harta tetanggamu, jangan bersaksi dusta, dan seterusnya, artinya apa yang milik orang lain yang Tuhan percayakan kepada dia harus kita hormati, tidak boleh kita ambil paksa, rebut, curi, dan lain-lain. Tuhan memberikan kepada setiap kita harta dan kekayaan, berkat, yang Tuhan percayakan kepada kita masing-masing.

Dari sini kita belajar dua hal yang penting mengenai kepemilikan dan pengelolaan:

  1. Tuhan adalah pemilik dari segalanya dan sumber dari segala sesuatu yang dapat diperoleh atau dimiliki oleh manusia.
  2. Segala yang kita punyai saat ini adalah milik Tuhan yang Ia percayakan kepada kita untuk kita kelola dan pergunakan sesuai dengan kehendak-Nya.

Ketika kita memiliki mentalitas bahwa harta saya ini sebenarnya milik Tuhan, yang dipercayakan pada saya, kita akan sangat berhati-hati dalam mengelola dan mempergunakan apa pun yang Tuhan berikan kepada kita.

Mazmur 24:1,

"… Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya."

#2 Kualitas prima seorang pengelola berkat Tuhan

Tuhan percayakan kita, maka kita juga harus punya prime quality. Sangat menarik di dalam Matius 25 dan Lukas 19 ada dua perumpamaan yang agak mirip di sana. Pertama perumpamaan mengenai talenta dan di Lukas perumpamaan tentang Uang Mina, tapi ini paralel, hampir sama. Yang sangat menarik kepada pelayan-pelayan tuan dalam kisah itu yang menjalankan perintah sebagaimana yang tuannya mau mereka dikasih pujian berikut:

Matius 25:21,

"Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu."

Lukas 19:17,

"Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota."

Ternyata supaya Tuhan percayakan lebih lagi kepada kita berkat-berkat, hal-hal yang baik, kita harus punya 3 kualitas prima seorang pengelola berkat-berkat Tuhan:

Hamba

Hamba dalam Bahasa Inggrisnya digunakan kata servant, artinya jika kita mau dipercaya Tuhan lebih lagi maka kita harus punya kualitas mau melayani. Melayani Tuhan artinya kita juga harus mau melayani sesama. Bohong jika mengatakan saya cinta Tuhan, saya melayani Tuhan tetapi tidak peduli dan tidak melayani sesama. Jika engkau mau dipercaya Tuhan, ingat segala sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita tidak pernah untuk diri kita sendiri, tapi supaya kita menjadi kepanjangan tangan Tuhan untuk memberikan kasih karunia kepada semua orang khususnya mereka yang sedang dalam keadaan susah. Saya percaya banyak waktu engkau di masa pandemi beberapa waktu yang lalu juga banyak yang mengalami kesusahan, coba lihat bagaimana Tuhan mengulurkan tangan-Nya kepadamu. Bukankah melalui orang-orang lain, bukankah melalui anggota gereja, melalui saudara, melalui teman. Demikian kita juga sekarang menjadi tangan, berkat bagi orang-orang yang membutuhkan dan berkekurangan di sekeliling kita.

Baik

Yang kedua kita harus menjadi seorang pengelola yang baik. Baik artinya kerja ada hasilnya. Banyak anak-anak Tuhan tidak diberkati karena senangnya berbicara konsep melulu tapi tak pernah aktual kerja yang baik. Hari ini Bapak/Ibu/Saudara dengarkan baik-baik seperti tadi di bagian awal Tuhan sedang buka tingkap langit kelimpahan kepada kita dan semua berkat itu dapat datang kepada kita tetapi kita juga harus benar.

Setia

Artinya apa pun yang menjadi masalah dan kendala rintangan yang terjadi saat kita menjalankan hidup kita, menjalankan apa yang Tuhan perintahkan kepada kita, kita tetap setia kepada Tuhan Yesus, kita tidak mundur dari panggilan dan tugas yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita tidak mundur dari pernikahan kita, kita tidak mundur dari studi kita, kita tidak mundur dari tugas dan panggilan, pekerjaan, apa pun yang Tuhan percayakan pada kita, kita akan lakukan, karena apa yang Tuhan perintahkan tidak pernah salah dan pasti akan membawa kebaikan bagi semua orang yang mengasihi Dia.

#3 Pengelolaan yang bertanggungjawab

Tuhan meminta kita bertanggungjawab atas segala berkat yang Ia berikan, karena semua hal yang baik berasal secara pribadi dari-Nya.

Filipi 4:19,

"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus."

Saudara-Saudara waktu kita terima berkat dari Tuhan, bukan sekedar Tuhan serampangan kasih pada kita. Ketika kita berteriak pada Tuhan “Tuhan tolong aku”, itu tangan Tuhan sendiri, kekayaan dan kemuliaan-Nya Dia kasih pada kita. Oleh karena itu kita harus tanggung jawab, jangan sia-siakan berkat yang Tuhan sudah kasih. Itu sesuatu yang sangat personal bagi Tuhan, waktu Dia turun tangan menolong kita, bukan hanya sekedar menolong umat-Nya, Dia sedang menolong anak laki-laki-Nya dan perempuan-Nya di muka bumi, seorang Bapa yang baik yang akan berikan segalanya yang kita butuhkan. Oleh karena itu mari kita kelola dengan tanggung jawab.

Apa yang harus kita kelola dengan tanggung jawab, masih berdasarkan kisah talenta, 3 hal yang harus kita kelola dengan tanggung jawab:

Time

Saudara kita punya waktu yang terbatas di atas muka bumi ini, tolong kelola dengan baik, jangan menunda apa yang dapat langsung dikerjakan. Perhatikan waktu-waktu yang ada, supaya hati kita menjadi bijaksana. Orang yang memperhatikan waktu dengan baik dia pasti akan bijaksana.

Talent

Semua segala sesuatu yang kita mampu lakukan, bawaan lahir, kemampuan karena pendidikan, dan pelatihan, itu semua ada pada kita supaya digunakan dengan baik. Jangan berkata “Susah sekali”, pada saat kita punya mental hamba, bahwa saya ini tempat untuk mengalirkan berkat Tuhan, talentamu akan semakin bertambah-tambah.

Treasure

Harta yang riil, keuangan, properti, pergunakan dengan baik. Saya sangat senang sebelum khotbah ini lagu yang dibawakan temanya Holy Spirit. Ke depan ini Bapak/Ibu/Saudara sebelum lakukan apa pun bukan otak dulu yang dipakai, hati yang dipenuhi Roh Kudus dulu yang digunakan. Seringkali penipuan terjadi dan orang Kristen tertipu karena secara otak kelihatannya keren, hitungannya bagus, tapi berapa banyak yang nanya, “Roh Kudus, saya tidak peduli ini kelihatan bagus atau buruk, tapi kalau itu bukan dari Engkau buat aku gelisah.” Tapi jika ini memang benar dari Tuhan dan Tuhan izinkan, buat hatiku tenang. Banyak orang tidak lagi mengandalkan Roh Kudus tetapi menggunakan otaknya. Jangan terbalik ya Bapak/Ibu/Saudara. Kita perlu Roh Kudus, supaya kita dapat mengelola 3T yang Tuhan percayakan dengan tanggung jawab.

#4 Pokok-pokok penting pengelolaan berkat

Prinsip pengelolaan yang baik:

  1. Kita sadar Tuhan memiliki segalanya.
  2. Pengelolaan berkat butuh kesetiaan kepada Tuhan, yaitu kepada pribadi-Nya, kehendak-Nya, dan ajaran-Nya.
  3. Pengelolaan berkat butuh kualitas prima dari sang pengelola yaitu hamba, baik, dan setia.
  4. Pengelolaan berkat melibatkan kemampuan dan perencanaan yang baik serta tanggung jawab khususnya dalam keuangan.
  5. Memberi dan menabur adalah tindakan ketaatan dalam pengelolaan berkat.

Penutup

Saya berdoa Bapak/Ibu/Saudara kita semua menjadi pribadi yang dipercaya oleh Tuhan, di mana hati kita ada pada Tuhan, kepada Dia yang memberi berkat, dan bukan kepada berkat itu sendiri. Ketika hal ini terjadi saya percaya Tuhan akan berikan berkat yang semakin melimpah kepada kita. (MGT)

Video