Living in divine health (Pdp Daniel W Pradhana)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Shalom Saudara, senang sekali hari ini kita semua dapat kembali bertemu terutama di dalam hari yang khusus, kita luangkan waktu hari ini untuk beribadah kepada Tuhan. Hari ini ada satu pesan yang Tuhan taruh dalam hati saya. Hari ini saya akan bicara tentang divine health atau kesehatan Ilahi.

Saya akan mulai dengan memberikan pernyataan bahwa banyak orang Kristen itu mencari, mengejar kesembuhan Ilahi. Tapi banyak Orang Kristen yang gagal menjaga kesehatannya. Kebanyakan orang mengejar kesembuhan, tapi banyak kita tidak mau menjaga kesehatan. Saya mau tanya bagi Saudara yang ada di sini maupun di rumah, Saudara memilih yang mana? Disembuhkan atau sehat? kalau disembuhkan itu sudah sakit dahulu. Tapi jika kita dapat jaga kesehatan kita dengan baik, maka kita tidak butuh kesembuhan. Saya percaya sebelum kita sakit, harusnya kita mengerti kita memiliki tanggung jawab untuk jaga kesehatan kita.

Pagi hari ini, ini pesan yang tidak biasa saya khotbahkan, tapi saya merasa penting terutama bagi kita. Bukan hanya karena kita melewati waktu-waktu dua tahun ini mengalami banyak pergumulan, tapi saya juga percaya yang lain. Saya percaya era-era pandemi, masa-masa pandemi akan segera berakhir artinya semua sudah mulai normalisasi. Kantor-kantor mulai aktif kembali, anak-anak mulai kembali sekolah. Saya percaya beberapa waktu ke depan kita akan mulai masuk ke era normal yang baru. Itu sebabnya diperlukan untuk kita pastikan keadaan kita prima supaya, saya percaya masih banyak pekerjaan Tuhan yang besar yang harus kita kerjakan dengan hidup kita. Sehingga penting kita jaga kesehatan kita dengan baik.

Merawat tubuh dengan baik

Saya mau mulai dengan ilustrasi seperti ini, jika Saudara punya kendaraan, Saudara saya analogikan dengan kendaraan, terserah Saudara mau bayangkan itu mobil, atau motor. Jika Saudara punya kendaraan, dan dipakai setiap hari, saya tanya sama Saudara kendaraan yang Saudara pakai ini lambat laun kira-kira akan rusak atau tidak? Biarpun dipakai dengan baik dan normal, namanya barang dipakai akan rusak. Kemudian saya tanya pada Saudara jika mobil Saudara, Saudara isi dengan bahan bakar sembarangan. Itu bensin oplosan di pinggir jalan, kemudian tidak pernah ganti oli, tidak pernah servis, bannya tidak pernah diganti, saya tanya pada Saudara kira-kira kendaraan Saudara ini akan rusak atau tidak? Jawaban saya, akan lebih cepat rusak.

Kendaraan ini dipakai normal saja, lambat laun akan rusak, apa lagi kita abuse. Hidup kita juga sama, kita punya hidup dipakai dengan normal saja lambat laun akan rusak ada waktu expired-nya. Tapi dengar, jika kita tidak rawat hidup kita dengan baik, kita tidak berikan makan dengan benar, tidak latihan dengan benar, maka otomatis durasinya yang harusnya panjang, jadi semakin pendek. Pertanyaannya untuk kita semua, berapa lama Saudara mau hidup? Kita minta dengan Tuhan umur yang Panjang tapi seringkali kita memperpendek usia kita sendiri. Orang katakan seperti ini pada saya, “Tapi Pastor, hidup orang, usia orang itu 'kan di tangan Tuhan, Tuhan yang putuskan”. Benar, tapi kita dapat memperpendeknya ketika kita tidak merawat dan menjaga hidup kita dengan baik.

Saya berikan analogi yang tadi, ini mobil sudah dirawat dengan baik, ganti olinya benar, bensinnya bagus, semuanya oke. Lagi dipakai di jalanan tiba-tiba ditabrak. Saya tanya pada Saudara, mobil ditabrak itu kendali kita atau tidak? Itu di luar kendali kita. Sudah dirawat dengan baik pun masih dapat kecelakaan, itu benar, itu yang dikatakan kendali Tuhan. Tapi dengar, yang ada dalam kendali kita adalah merawat mobil kita, mengurus mobil kita! Jika kita tidak menjalankan bagian kita maka ini pasti mobil itu akan rusak bukan karena kecelakaan, tapi karena kelalaian. Jadi benar orang katakan umur kita kan di tangan Tuhan, memang ada hal-hal yang di luar kendali kita. Jika sudah dilakukan semaksimal mungkin, masih terjadi hal-hal yang lain, yaitu yang namanya di luar kendali kita. Tapi jika tidak terjadi apa-apa, hidup kita rusak duluan, itu karena kelalaian! Jadi penting bagi kita untuk merawat tubuh kita dengan baik.

Tuhan peduli dengan tubuh kita

Saya mau ajak kita buka satu ayat dalam Firman Tuhan:

1 Tesalonika 5:23,

Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan Kita.

Sering kali Orang Kristen berpikir, Tuhan hanya peduli dengan jiwa kita dan roh kita. Tubuh kita itu bukan urusan Tuhan. Paulus katakan “Semoga kamu dikuduskan oleh Tuhan, seluruhnya”. Seluruh itu semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna. Saya punya berita bagi Saudara pagi hari ini “Tuhan peduli bukan hanya atas roh saudara bukan hanya atas jiwa saudara, tapi Tuhan juga peduli atas tubuh Saudara.” Artinya Tuhan mau kita sehat, Tuhan mau kita baik, bukan hanya dalam hal kesembuhan, tapi Tuhan mau kita belajar menjaga dan memelihara kesehatan tubuh yang Tuhan percayakan bagi kita.

Tubuh adalah kendaraan dan penghubung kita

Tubuh, jika Saudara ikut KOM ini definisi manusia. Manusia adalah makhluk roh yang memiliki jiwa tinggal dalam sebuah tubuh. Maka dengar, saya mau memberikan definisi bagi Saudara, tubuh itu bukan sekedar tempat tinggal roh dan jiwa. Tubuh itu adalah kendaraan, tubuh itu alat penghubung. Jika yang ada hanya roh dan jiwa, tidak ada tubuhnya namanya roh gentayangan. Saya tanya pada Saudara, Jika roh saudara kuat, jiwa saudara kuat, tapi tubuh saudara lemah, kira-kira dapat beraktivitas dengan baik atau tidak? Tidak bisa. Dengan kata lain seperti ini, optimal atau tidaknya hidup kita memuliakan Tuhan, juga ditentukan bukan hanya dari roh kita, bukan hanya dari jiwa kita, tapi juga dari tubuh kita. Penting kita pelihara tubuh kita dengan baik, dengan benar, dengan prima.

Tubuh kita adalah bait Roh Kudus

Jadi tubuh itu adalah kendaraan kita. Saya mau tunjukkan pada Saudara beberapa ayat siang ini saya mau buka bagi kita, minimal kita mengerti, mengetahui kebenaran, dan mudah-mudahan kemerdekaan ini memerdekakan hidup kita:

1 Korintus 6:19,

Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri, sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Alkitab katakan hidup kita ini sudah dibeli, ditebus, dengan darah Yesus yang mahal, dan sebagai konsekuensinya kita harus mengerti bahwa hidup kita bukan milik kita lagi. Saya mau tanya pada Saudara, Orang Kristen itu boleh ngerokok atau tidak? Kebanyakan akan berpendapat Orang Kristen tidak boleh merokok Pastor. Oke saya sendiri setuju. Sekarang pertanyaan saya, “Kamu bilang Orang Kristen tidak boleh merokok itu dasarnya apa, ayatnya mana?” ada orang debat, tidak ada Pastor ayatnya dalam Alkitab. Ayat yang paling sering dikutip untuk katakan Orang Kristen tidak boleh merokok itu adalah ayat tadi. Kamu harus tahu tubuh kamu ini bait Roh Kudus, Roh Allah diam di dalam kamu, makanya kamu tidak boleh merusak tubuh kamu, karena kalau kamu merusak tubuh kamu, kamu sedang merusak bait Allah.

Saya setuju ayatnya. Kita tidak boleh rusak tubuh kita. Tapi saya mau tanya pada Saudara “Jika tubuh kita ini, kita kasih makan yang tidak benar, jika tubuh kita ini tidak pernah olahraga, jika tubuh kita ini, kita istirahatnya sembarangan. Tubuh kita rusak atau tidak?” Dengar ini baik, kita katakan sama orang, “kamu tidak boleh merokok karena merokok merusak tubuh kamu.” Tapi Saudara ingat tidak waktu kita menunjuk, ada tiga jari yang menunjuk ke kita, “tapi kamu makan juga tidak benar, olah raga juga tidak pernah, istirahat juga tidak teratur”, artinya apa waktu kita gagal dalam tiga ini secara tidak langsung, kita juga sedang rusak tubuh kita. Pertanyaan saya, bedanya sama merokok apa? Saya katakan seperti ini bukan untuk mengatakan, sudahlah karena sama saja mendingan ngerokok aja sekalian. Tidak, merokok tetap salah. Tapi dengar begini kita harus sadar dan ingat waktu kita bilang sama orang, “Kamu jangan ngerokok.” Benar, kita kasih nasihat yang baik, tapi kita juga harus sadarkan diri kita, kita juga harus merawat dan memelihara tubuh kita dengan baik. Kita punya tanggung jawab itu.

Tuhan masih punya tujuan bagi hidup Saudara, Tuhan masih punya tugas buat kita. Tuhan tidak mau kita pulang lebih cepat. Tiba-tiba sebelum waktunya, meninggal, kita katakan dipanggil Tuhan, padahal sampai di Surga Tuhan kaget “Yah, kamu kok sudah balik duluan, Tuhan katakan belum waktunya.” “Kenapa saya sampai di sini Tuhan?” “Ya gitu, kamu masukinnya bensin oplosan terus, yaitu ban tidak pernah diganti ya pecah, oli tidak pernah diganti yah jebol mesinnya.” “Yah Tuhan katakan, padahal aku masih memiliki rencana bagi hidup kamu belum sempat digenapi kamu sudah pulang duluan.” Ini saya katakan salah kita. Jadi hari ini pesan ini saya rasa perlu kita dengar. Di gereja kita jarang dengar khotbah berhubungan dengan kesehatan padahal penting untuk kita jaga Kesehatan kita.

Orang yang membinasakan bait Allah

Satu ayat lagi, saya mau tunjukkan bagi kita. Saudara lihat, ayat yang tadi begitu pentingnya, sampai Tuhan ulangi dua kali.

1 Korintus 3:16-17,

Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

Saya katakan jika ada orang berusaha menyakiti Saudara, hati-hati karena ayat ini katakan jika ada orang yang berusaha membinasakan bait ini, Tuhan akan binasakan. Jadi saya percaya musuh-musuh kita tidak akan bertahan di hadapan Tuhan kita. Tapi dengar ini juga, ada konsekuensi lain yang berlaku, jika kita yang merusak tubuh kita sendiri, kira-kira seram atau tidak. Kita tidak mau jadi musuhnya Tuhan, kita mau berdamai dengan Tuhan.

Bagaimana caranya berdamai dengan Tuhan? Mulai jaga merawat tubuh kita dengan baik. Tuhan diam dalam hidup kita, Tuhan mau tubuh kita memuliakan Tuhan. 1 Korintus 6 tadi, kamu sudah dibeli, ditebus dengan darah Yesus yang mahal, karena itu muliakan Tuhan dengan tubuh kita.

Kita memuliakan Tuhan yang pertama dan utama sebelum kita lakukan semua yang lain, waktu kita hidup dengan penuh kesadaran, bahwa saya harus jaga kesehatan saya, saya harus olahraga rutin setiap hari, saya harus makan dengan baik. Kita lagi lakukan itu sebagai ibadah kita sama Tuhan karena kita sedang katakan pada Tuhan, “Tuhan aku jaga hidupku tetap sehat, tetap kuat, supaya Tuhan dapat secara maksimal pakai hidupku untuk berdampak bagi orang lain, karena jika aku sakit-sakitan, aku tidak dapat melayani, aku malah butuh dilayani.” Jika Saudara waktu pakai mobil pinjaman, mobil pinjaman yang Saudara pakai pasti dirawat dengan baik. Hidup kita ini bukan milik kita lagi, milik Tuhan yang sudah menebus hidup kita. Maka kita harus menjaga dan merawat hidup kita dengan baik.

Apa yang harus kita lakukan untuk mendapatkan divine health?

Pertanyaannya begini, “Oke Pastor, kalau gitu apa sih yang harus kita lakukan?” saya mau untuk Saudara mulai perhatikan, mulai rubah sesuatu yang konkret, mulai bertanggung jawab pada tubuh yang Tuhan percayakan pada kita. Jika Saudara membeli kendaraan, mobil atau motor, yang Saudara beli selalu datang dengan buku manual. Supaya Saudara dapat mempergunakan kendaraan itu dengan optimal. Hidup, tubuh, yang Tuhan berikan bagi kita, juga datang dengan buku manual. Buku manualnya Alkitab, Firman Tuhan Jika Saudara membuka buku manual, banyak kita malas membaca buku manual, tapi minimal harus buka. Kita mau tahu yang paling penting saja, yang harus kita urus itu apa, jadi bukanya paling depan. Jadi di awal sekali, itu langsung dijabarkan hal-hal penting yang Saudara harus perhatikan. Kita diberikan oleh Tuhan, buku manual, Alkitab. Bagaimana tubuh ini dapat berfungsi maksimal di dalam Alkitab bagian awal. Saudara baca sendiri nanti detailnya Kejadian 1-2 di situlah langsung dijabarkan hal-hal penting yang Saudara harus perhatikan. Setidaknya ada tiga, yang Saudara harus perhatikan dengan baik, jika Saudara mau tubuh Saudara dapat berfungsi dengan maksimal dan optimal.

#1 Perhatikan makanan kita

Waktu manusia Tuhan ciptakan, kemudian Tuhan katakan “Tuhan Allah menumbuhkan, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, pohon-pohonan yang berbiji, untuk mereka makan.” Jadi yang pertama adalah makanan kita, jika Saudara beli mobil pertanyaan pertama sebelum Saudara tanya yang lain “ini mobil pakai bensin atau solar?” Orang dunia memiliki pepatah, istilah yang mereka pakai, “You are what you eat”. Jadi kalau kita makan sehat-sehat, kita akan jadi sehat.

Secara umum saya mau kasih gambaran Tuhan menulis Firman-Nya di dalam Alkitab secara rinci dan detail itu bukan karena Tuhan iseng, karena Tuhan punya tujuan. Saya mau sekedar secara umum, memberikan tiga kategori makanan. Saya sebutnya makanan lampu hijau, makanan lampu kuning, dan makanan lampu merah. Makanan lampu hijau, makanan yang Saudara boleh makan dengan bebas ini makanan aman, makanan sehat. Kejadian 1, ini makanan pertama yang Tuhan kasih bagi manusia, tumbuh-tumbuhan dan biji-bijian, sayur-sayuran. Itu jenis makanan yang paling baik. Yang paling sehat, saya sebut itu makanan lampu hijau.

Makanan lampu kuning, sadarkah Saudara manusia baru diperbolehkan makan daging itu sesudah kejatuhan, setelah air bah, air bah sudah surut, Tuhan baru memberikan izin pada Nuh, “Yaudah kamu boleh makan daging.” Itu saya sebutnya makanan yang diperbolehkan. Yang diperbolehkan, itu juga ada lampu kuning dan lampu merah. Alkitab hanya mengklasifikasikannya berdasarkan, yang halal dan yang haram. Berbicara mengenai halal, haram, hubungannya bukan tentang masuk surga atau tidak masuk surga.

Apa itu yang baik (lampu kuning), memakan sapi, kambing, itu kategorinya masih di kuning. Tapi yang merah, kita berbicara haram bukan hanya karena itu, tapi karena memang itu tidak menyehatkan. Seafood tidak semua, ikan ada yang boleh ada yang tidak, tapi ada yang menarik, seafood yang tidak boleh itu seperti kepiting, kerang, udang, menurut Alkitab ada rinciannya, yang tentang bersisik, tidak bersisik, ada insangnya. Itu detailnya seperti itu. Tapi secara ilmu pengetahuan sekuler mereka juga confirm, itu tidak baik, karena bagi mereka kategorinya hewan-hewan itu, hewan-hewan “scavenger”, pemakan sampah. Makanannya bangkai, makanya udang, kepiting, kerang itu di dasar-dasar. Kira-kira babi makannya apa, makannya sampah. Dapatkah bayangkan hewan yang makan sampah, hewannya kita makan, jadi kita makan sampahnya sampah, jadi perhatikan apa yang kita makan. Saudara perhatikan makanan pun tidak dapat sembarangan, ada yang lampu hijau, kuning, dan merah. Saya tidak mau seketat itu katakan “masuk neraka”, saya pribadi berusaha untuk makan yang lampu hijau, lalu jika tidak ada pilihan saya makan yang kuning, dan saya berusaha semaksimal mungkin tidak menyentuh yang merah.

#2 Berolah raga

Jika Saudara masuk di Kejadian 1-2, Saudara perhatikan Tuhan tetapkan manusia di Taman Eden, untuk bekerja. Saudara harus perhatikan dalam hidup Saudara. Saudara harus olahraga. Tuhan ciptakan manusia, Taman Eden semuanya milik Tuhan. Jika Tuhan begini sama Adam, “Adam, sudah tenang tidak usah ngapa-ngapain, santai-santai saja di pinggiran danau ini nanti kalau kamu lapar, aku kirimkan kingkong, gorila, monyet, jika yang tinggi-tinggi, ada jerapah, ada gajah. Sudah kamu santai-santai saja, rileks, semua makanan datang sendiri.” Seperti saat ini yah, semua makanan datang sendiri pakai aplikasi online.Tuhan tempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden, untuk bekerja, manusia tidak diciptakan untuk malas. Kita harus olahraga.

#3 Perhatikan istirahat kita

Yang ketiga, Alkitab katakan, Tuhan tetapkan hari yang ketujuh, sebagai hari Sabat. Sabat itu the day of rest. Tuhan putuskan di hari istirahat, kamu benar-benar tidak boleh ngapa-ngapain. Tuhan pastikan mereka tidak boleh ngapa-ngapain. Perhatikan ini, jika Saudara mau rawat tubuh Saudara dengan baik, Saudara dapat hidup secara optimal dan maksimal perhatikan tiga area ini. Apa yang Saudara makan, bagaimana Saudara oleh raga setiap hari, dan bagaimana Saudara dapat istirahat. Kita baru sadar ternyata Tuhan peduli untuk kesehatan kita. Mudah-mudahan mulai pagi ini waktu kita mengerti, kita katakan “Ya Tuhan, ampuni aku Tuhan, aku mau mulai ambil tanggung jawab dengan hidupku.”

Kesaksian

Terakhir saya mau akhiri dengan kesaksian. Bulan Maret yang lalu berat badan saya 88 kg, hari ini berat badan saya tinggal 69 kg. Jadi saya kehilangan hampir 20 kg. Tuhan menegur saya, bulan Maret yang lalu melalui satu anak rohani saya datang ke rumah bawa alat-alat untuk cek kesehatan. Saya orang yang paling takut dengan medical check up. Seumur-umur saya tidak pernah medical check up. Jika medical check up keluar dokter katakan tidak boleh ini dan itu. Waktu di cek keluar angka terakhir ini adalah angka yang paling menakutkan bagi saya: body age, umur tubuh saya adalah 59 tahun, padahal umur saya baru 41. Pantesan saya rasanya sudah kayak begitu, naik tangga satu lantai, khotbah satu kali sudah habis nafas.

Pesannya begini, “you mau hidup berapa lama lagi?” Kita mau panjang atau pendek, kita yang tentukan. Kita rawat tidak ini mobil, dua orang beli mobil yang sama, yang satu katakan mobil ini bandel, sudah 10 tahun masih kayak baru, yang satu katakan mobil saya dua tahun sudah jebol. Sama-sama beli baru, yaitu masalah perawatan. Hari itu saya sadar, saya bertobat. Ingat Tuhan tegur kita tidak harus melalui petir, sakit stroke, serangan jantung, tergantung bagaimana kita mau peka dengan apa yang Tuhan katakan dan bagaimana kita respons. Saya katakan pada Tuhan “Tuhan aku mau berubah, aku mau bertobat, anak-anak saya masih kecil. Hari Seninnya, saya putuskan saya treadmill, dari hari Senin itu, sampai hari ini tiap hari tidak pernah missed. Saya targetkan setiap hari minimal jalan 10.000 langkah, hari ini angkanya sudah 15-20 ribu, saya konsisten setiap hari. Saya mulai ubah makanan saya.

Singkat cerita, Bulan Juni yang lalu saya sempat terpapar COVID. Tapi kemudian diperhatikan, gejalanya berkurang, kurang dari satu minggu sembuh total. Berapa banyak Saudara yang percaya Tuhan bukan hanya bisa menyembuhkan kita, tapi Tuhan dapat mempersiapkan kita bagi apa yang akan datang, dan Tuhan dapat menjaga kita melewati itu. Saya suka tanya pada orang, “Kesaksian yang lebih dahsyat yang mana Tuhan sembuhkan, atau Tuhan jaga kesehatan?” Saya percaya yang kedua, bahwa kita tidak harus sakit dahulu untuk Tuhan sembuhkan, bahwa Tuhan peringatkan kita jauh sebelum itu, dan kita katakan “Ya Tuhan saya mau bertobat, saya mau respons yang benar, saya ubah hidup saya, dan ketika saya harus melewati kondisi itu, saya lewati dengan mudah, karena kemurahan Tuhan, karena pertolongan Tuhan.” Saya percaya, Tuhan mau setiap kita dapat hidup sehat, agar hidup kita dapat lebih lagi memuliakan Tuhan.

Penutup

Ayat terakhir, saya tutup dengan:

Roma 12:1,

Karena itu, Saudara-saudara demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ibadah kita yang sejati dimulai dari kita mempersembahkan tubuh kita. Bukan hanya waktu kita rajin ibadah, dan melayani. Mulai dengan kesadaran setiap hari, saya harus mempersembahkan tubuh saya, sebagai persembahan yang hidup, saya tidak boleh sakit-sakitan, saya tidak boleh mati, saya harus hidup yang kudus, dan yang berkenan kepada Allah. Itu jadi ibadah kita yang sejati. (MGT)

Video