Hai orang-orang Galilea (Pdt Sutadi Rusli)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari

Shalom dan selamat pagi, pasti semuanya sehat dan penuh dengan semangat yang berapi-api!

Kisah Para Rasul 1:11,

“dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Nanti kita akan memperingati ibadah kenaikan Tuhan Yesus ke surga, yaitu tanggal 13 Mei 2021 yang akan dilayani langsung oleh bapak rohani kita, Pak Niko. Untuk itu persiapkan setiap pribadi untuk ikut ambil bagian dalam ibadah kenaikan Tuhan Yesus.

Murid-murid-Nya, ikut kepada Tuhan Yesus menuju ke satu bukit namanya Bukit Zaitun. Tiba-tiba yang terjadi Tuhan Yesus terangkat naik ke sorga. Pada waktu itu tentu murid-murid-Nya “bengong”, mereka lihat yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.

Saudara, pada waktu itu muncullah dua pribadi yang kita katakan malaikat-malaikat Tuhan. Mereka katakan “Hai orang-orang Galilea.” Kenapa mereka disebut orang-orang Galilea? Siapa ini orang-orang Galilea? Orang-orang Galilea adalah murid-murid Tuhan Yesus. Di mana pada waktu itu mereka bertemu dengan Tuhan Yesus di daerah Galilea dan mereka diajak untuk ikut bersama-sama Tuhan Yesus melayani pekerjaan yang besar dan penting.

Kalau saya tanya siapa di sini murid-murid Tuhan Yesus? Pasti semua angkat tangan! Saudara dan saya adalah murid-murid Tuhan Yesus! Amin! Saudara apa yang menjadi pesan Tuhan untuk kita dan kepada murid-murid Tuhan Yesus. Ada begitu banyak pesan yang bisa kita kupas. Tapi dua pesan saja untuk pagi hari ini:

#1 Jangan buang-buang waktu

Pertama, berbicara jangan buang-buang waktu.

Efesus 5:15-17,

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.”

Ini menjadi suatu pesan buat kita pada hari-hari ini. Saudara yang dikasihi Tuhan, waktu kita lahir, Firman Tuhan katakan kita datang ke dunia ini tidak membawa apa-apa, tapi kita datang dalam kondisi telanjang. Pulangnya pun tidak bawa apa-apa. Orang yang kaya sekalipun pada waktu dia meninggal tidak mungkin dijual semua hartanya lalu ikut dikubur bersama-sama yang dimiliki. Jadi kita itu datang telanjang, pulang juga telanjang. Lalu apa yang diberikan oleh Tuhan kepada saudara dan saya. Ternyata yang Tuhan sediakan buat kita adalah waktu. Jadi waktu adalah sesuatu yang diberikan untuk setiap kita.

Lalu bagaimana kita sebagai anak-anak Tuhan, murid-murid Tuhan bisa mempergunakan waktu ini sebaik-baiknya. Kalau kita tahu ada satu pujian yang diambil dari Firman Tuhan.

Lebih baik satu hari di pelataran-Mu
Daripada seribu hari di tempat lain

Mazmur 84:11,

Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Perbandingannya satu berbanding seribu. Satu hari di Rumah Tuhan jauh lebih baik dibandingkan 1000 hari di tempat lain.

Apa maknanya? Satu minggu, tujuh hari. Tuhan bilang “Aku sudah sediakan kepada engkau semua umat-umat Tuhan satu minggu kepada setiap umat manusia. Tapi kamu diam aja dulu satu hari. Berikan buat Aku satu hari.” Kita diminta ada hari untuk perhentian. Itu pun masih orang ambil. Jadi orang tidak peduli satu minggu itu dihabiskan semua untuk keuntungan dia sendiri, dan tidak diberikan buat Tuhan satu hari. Satu hari, 24 jam. Tuhan cuma minta sama kita , “tidakkah engkau dapat berjaga-jaga satu jam saja dari 24 jam itu?” Tapi “banyak orang”, maaf kalau saya mesti bilang “banyak”: Banyak orang tidak punya waktu lagi! Total 24 jam dihabiskan semuanya untuk kepentingan pribadi dia. Tuhan bilang, “Tidak sanggupkah kamu berjaga-jaga, berdoa satu jam saja tiap hari?”

Mari Saudara yang dikasihi Tuhan, ini perlu kita renungkan pada hari-hari ini. Apa yang Saudara pergunakan untuk waktu Saudara? Saya masih ingat waktu anak saya, Alyssa, mau mulai usaha tahun 2015. Waktu dia persiapkan segala sesuatu, dia dapat rhema dari Tuhan. Apa rhemanya? Dia diminta oleh Tuhan untuk tutup di hari Minggu, karena hari Minggu itu adalah harinya untuk Tuhan. Dia melayani pekerjaan Tuhan. Ini menjadi satu rhema dan dia memang konsisten. Sampai dengan sekarang tetap usahanya itu tutup setiap hari Minggu. Teman-temannya, dan banyak orang bilang, “Aduh ini mah betul-betul, kamu itu apa gak salah, kamu itu apa gak mengerti, justru di hari Minggu itu adalah hari di mana banyak konsumen datang ke usahanya.” Tapi dia tetap berpegang teguh, bahwa apa yang sudah Tuhan berikan, rhema dalam hidupnya itu dia tetap lakukan. Biarpun banyak hal-hal yang mau menggodanya dia tetap berpegang pada itu.

Kurang lebih dua minggu yang lalu, kita dengar berita yang menjadi berita dunia. di mana salah satu orang konglomerat paling kaya di dunia, ternyata mau berpisah, mau bercerai. Salah satu dari dua alasan utama kenapa keluarga ini mau berpisah adalah bahwa ia kalau kerja itu 16 jam satu hari. Tidak punya waktu untuk keluarga. Kalau satu hari 24 jam, 16 jam habis untuk pekerjaan, sisa 8 jam untuk istirahat dan tidur. Sehingga tidak ada lagi waktunya untuk keluarga.

Saudara, hati-hati! Waktu itu ada di tangan kita, bagaimana kita manage. Setiap pagi Saudara persembahkan atau tidak waktunya buat Tuhan? Apa yang Saudara lakukan pada hari-hari ini dengan waktu yang Tuhan sudah sediakan buat kita? Dalam era pandemi, kita memiliki begitu banyak waktu. Ayo, saya ajak, baik buat diri saya sendiri dan buat kita semuanya, pergunakanlah waktu-waktu yang ada ini sebaik-baiknya. Karena Tuhan segera datang untuk menjemput gereja-Nya. Amin!

#2 Persiapkan dirimu

Pesan yang kedua berbicara mengenai persiapkan dirimu

Kisah Para Rasul 1:13-14,

“Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.”

Jadi setelah murid-murid-Nya melihat Tuhan Yesus naik ke surga. Mereka ingat bahwa mereka harus kembali ke Yerusalem. Jadi mereka kembali ke Yerusalem dengan sukacita. Tuhan sudah kasih tahu kepada mereka, “Aku punya tugas di dunia ini sudah selesai, nanti engkau akan Aku berikan satu pribadi penolong adalah Roh Kudus. Tapi kamu mesti naik ke loteng atas, kamu tunggu di sana 10 hari.”

Jadi nanti 10 hari setelah tanggal 13 yaitu tanggal 23 Mei 2021, kita akan memperingati hari Pencurahan Roh Kudus, dan hari-hari ini di Era Pentakosta Ketiga, saya sangat percaya pencurahan Roh Kudus yang luar biasa sedang Tuhan curahkan buat setiap umat-umat Tuhan. Tangkap baik-baik apa yang menjadi pesan-pesan Tuhan melalui para pemimpin-pemimpin kita.

Jadi mereka kembali ke Yerusalem, mereka tunggu di sana selama 10 hari. Pertanyaannya apa yang mereka lakukan, waktu mereka ada di loteng atas? Ternyata mereka berkumpul, para murid-murid-Nya 11 orang, ada ibu-ibu, wanita-wanita, mereka sama-sama berdoa. Luar biasa! Jadi mereka mempersiapkan diri mereka untuk mendapat pencurahan Roh Kudus. Saudara, tanpa Roh Kudus, kita tidak mampu menghadapi tekanan-tekanan, goncangan-goncangan pada hari-hari yang akan datang. Persoalan yang kita hadapi tanpa Roh Kudus, kita tidak akan mampu. Untuk itu kita perlu mempersiapkan diri kita yaitu untuk kita terus ada di dalam satu kebersamaan.

Saudara yang dikasihi Tuhan, apa yang menjadi pesan Tuhan untuk persiapkan diri?

  1. Yang pertama adalah kita harus mempersiapkan diri untuk unity dengan Tuhan.
  2. Sebentar kita akan masuk dalam Perjamuan Kudus. Melalui Perjamuan Kudus ini, Tuhan mengingatkan kepada kita kalau ada sesuatu: mungkin Saudara kecewa sama Tuhan, mungkin doa Saudara tidak dijawab, mungkin doa Saudara yang dijawab sama Tuhan jauh dari apa yang Saudara harapkan. Kita kecewa sama Tuhan, "Kenapa kok Tuhan ini bisa terjadi, padahal aku sudah begini." Kita kecewa sehingga tidak ada lagi unity dengan Tuhan, kita mulai mundur dari Tuhan.

    Tuhan ingatkan pada kita, ayo kita mesti kembali. Mungkin ada sesuatu, dosa sehingga memisahkan kita, hubungan kita dengan Tuhan kembalikan lagi, supaya apa? Supaya kita memiliki satu unity. Yohanes 15 berbicara mengenai bagaimana kita disuruh tinggal di dalam Tuhan, dan Tuhan di dalam kita. Ada satu kebersamaan dengan Tuhan.

  3. Lalu, unity kedua adalah unity dengan keluarga.
  4. Ayo, bagaimana hubungan keluarga Saudara satu dengan yang lain? Bulan lalu saya mengingatkan, kita jangan sampai tidak memiliki mezbah keluarga. Mezbah keluarga ini penting. Di tengah-tengah goncangan ini setiap keluarga orang-orang percaya harus memiliki mezbah keluarga karena di situ ada kebersamaan. Firman Tuhan ingatkan pada kita dari Matius 18:19-20,

    “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

    Untuk itu kita perlu unity dengan keluarga. Jangan lagi ada benturan, hal-hal yang tidak baik. Hubungan satu dengan yang lain, sesama keluarga. Jangan, buang semuanya. Menyedihkan kalau ada survei berkata bahwa di tengah-tengah pandemi ini justru banyak keluarga-keluarga Kristen mengalami KDRT. Saya harapkan tidak ada di keluarga-keluarga orang percaya yang terhisap di GBI Danau Bogor Raya, Rayon 7. Ini sama sekali akan membuat perpisahan, perpecahan keluarga dengan keluarga.

  5. Lalu, kita mesti unity dengan mana lagi? Dengan sesama.
  6. Kalau ada yang sakit hati, ada yang merasa kecewa sama temannya, sama orang lain. Tuhan bilang bikin beres. Persiapkan diri kita, Dia sebentar lagi datang. Dua pribadi, malaikat itu bilang sebentar lagi kamu lihat Yesus naik ke surga, Dia akan kembali untuk menjemput gereja-Nya dengan cara yang sama. Dia tunggu kita di awan-awan yang permai, dan waktu kita punya ganjalan satu dengan yang lain maka yang terjadi adalah kita tidak akan mendengar bunyi sangkakala yang malaikat Tuhan tiup.

Kita perlu unity dengan Tuhan, unity dengan keluarga, unity dengan sesama, supaya waktu sangkakala itu dibunyikan semua kita tidak ada yang ketinggalan. Tetapi semua kita akan bertemu dengan Tuhan Yesus di awan-awan yang permai dan tinggal bersama-sama dengan Dia sampai kekal, menuju kekekalan.

Markus 13:35-37,

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bila manakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!

Penutup

Ini menjadi pesan buat kita semuanya hari ini, yaitu:

  • Jangan buang-buang waktu, pergunakan waktu yang ada. Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan datang, bisa besok, bisa besok lusa, bisa satu jam yang akan datang, tapi apakah kita sudah siap menyambut kedatangan Dia?
  • Persiapkan diri kita sambil kita mempergunakan waktu kita, kita persiapkan diri kita. Supaya waktu Tuhan datang kita tidak sedang tertidur tetapi kita semuanya berjaga-jaga. Kita semuanya on fire. Kita semuanya sedang menantikan kedatangan Tuhan. Untuk menjemput gereja-Nya, yaitu setiap saudara pasti akan dijemput oleh Tuhan Yesus Kristus. Bersama-sama tinggal dengan Dia. Tuhan berkati kita semuanya.

Amin. Maranatha. Tuhan Yesus datanglah segera. (MGT)