Persekutuan yang benar dengan Allah sumber segala kasih karunia (1)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Persekutuan yang benar dengan Allah sumber segala kasih karunia (1)

Saat Teduh
Tanggal Senin, 16 Desember 2019
Sebelumnya Minggu, 15 Desember 2019
Selanjutnya Selasa, 17 Desember 2019

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal. (1 Petrus 5:10)

Supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. (Efesus 1:6)

Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. (2 Korintus 13:13)

Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? (Ibrani 10:29)

Tuhan kita adalah “Sumber segala kasih karunia.” Kasih karunia Allah yang menyeluruh dan tak terbatas adalah ciri dari Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Allah Bapa akan dimuliakan selamanya karena kasih karunia-Nya, sehingga kita membaca “Supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia.” Allah Anak membuat kasih karunia itu tersedia kepada setiap orang yang percaya, itulah sebabnya disebut sebagai “kasih karunia Tuhan Yesus Kristus.” Roh Kudus mengerjakan kasih karunia itu di dalam hati setiap orang yang mengikut Yesus Kristus, maka Ia disebut “Roh kasih karunia.” Kasih karunia hanya dapat ditemukan di dalam Tuhan. Itulah sebabnya, seseorang harus memiliki hubungan yang benar dengan Allah sumber kasih karunia agar dapat menerima semua yang Ia ingin berikan kepada kita supaya kita memenuhi kehendak-Nya dan memuliakan nama-Nya.

Pada dasarnya untuk bisa berhubungan dengan Allah sumber kasih karunia adalah dengan membangun persekutuan pribadi dengan Dia. Mengenal Allah adalah inti dari hidup bersama-Nya. “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3). Bahkan, mengenal Allah adalah harta yang paling berharga di antara seluruh ciptaan. Semua hal lain harus dianggap sebagai kerugian. “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:7-8). Tidaklah mengherankan bahwa keintiman kita dengan Allah adalah cara kasih karunia-Nya bekerja dalam hidup kita. “Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita” (2 Petrus 1:2).

Saat kita semakin mengenal Allah sumber kasih karunia, Ia akan membentuk hidup kita agar memiliki dua hal yang penting: kerendahan hati dan iman. Kita sudah seringkali melihat kedua karakter rohani ini dalam renungan-renungan kita. Tetapi adalah baik jika kita terus mengingat-ingat akan kedua hal ini, karena mereka akan membawa kita mengalami kasih karunia Allah dari hari ke hari. “Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati” (1 Petrus 5:5). Kasih karunia Allah diberikan kepada mereka yang “hidup dengan rendah hati di hadapan Allah” (Mikha 6:8). Demikian juga iman adalah jalan masuk ke dalam kasih karunia. “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini” (Roma 5:2). Berjalan dengan rendah hati mengandalkan Tuhan adalah cara yang benar untuk bersekutu dengan Allah sumber segala kasih karunia.

Doa

Ya Allah sumber segala kasih karunia, aku ingin bersekutu dengan Engkau supaya aku dapat hidup dari hari ke hari di dalam kasih karunia-Mu. Tolong aku untuk mengenal Engkau lebih lagi supaya kerendahan hati dan iman dapat tumbuh dalam hidupku. Aku rindu untuk berjalan senantiasa mengandalkan Engkau. Amin.