Akibat dari menerima kasih karunia melalui iman (4)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Akibat dari menerima kasih karunia melalui iman (4)

Saat Teduh
Tanggal Rabu, 13 November 2019
Sebelumnya Selasa, 12 November 2019
Selanjutnya Kamis, 14 November 2019

Yang karena iman... mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan. (Ibrani 11:33-34)

Kita sudah melihat bahwa dengan mengandalkan Allah, umat-Nya “menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat” (Ibrani 11:33-34). Kesaksian lainnya memperlihatkan bahwa masih ada lagi akibat lain dari menerima kasih karunia melalui iman.

Dengan iman, beberapa hamba Tuhan “telah luput dari mata pedang." Nabi Elisa mengalami hal ini. Raja Aram mengirimkan tentaranya untuk mengepung kota. “Ketika pelayan abdi Allah bangun pagi-pagi dan pergi ke luar, maka tampaklah suatu tentara dengan kuda dan kereta ada di sekeliling kota itu. Lalu berkatalah bujangnya itu kepadanya: "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?” (2 Raja-raja 6:15). Elisa sudah melihat situasi yang sebenarnya dengan mata iman, jadi ia berdoa “Lalu berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa” (2 Raja-raja 6:17). Lalu Allah membuat mata tentara musuh menjadi buta dan menyelamatkan umat-Nya.

Hamba Tuhan yang lain “telah beroleh kekuatan dalam kelemahan." Raja Yosafat mengalami hal ini. “Bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim” (2 Tawarikh 20:1). Dalam kelemahan, Raja berseru kepada Tuhan. “Kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu” (2 Tawarikh 20:12). Tuhan menjamin kemenangan bagi mereka. “Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah... Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. . tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut... TUHAN akan menyertai kamu” (2 Tawarikh 20:15, 17). Dikuatkan dalam iman dan dipenuhi dengan pengharapan, mereka maju untuk melihat pasukan musuh saling menghancurkan satu dengan yang lain.

Hamba Allah yang lainnya “telah menjadi kuat dalam peperangan." Simson memperlihatkan janji ini. “Orang-orang Filistin mendatangi dia dengan bersorak-sorak, maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia dan tali-tali pada tangannya menjadi seperti batang rami yang telah habis dimakan api dan segala pengikatnya hancur tanggal dari tangannya. Kemudian ia menemui sebuah tulang rahang keledai yang masih baru, diulurkannya tangannya, dipungutnya dan dipukulnya mati seribu orang dengan tulang itu” (Hakim-Hakim 15:14-15).

Kita mungkin menghadapi banyak ancaman, tetapi kita dapat mengandalkan Allah untuk menyediakan jalan keluar bagi kita. “Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat” (2 Timotius 4:18). Tuhan juga dapat memberikan kekuatan-Nya, bahkan ketika kita dalam kelemahan. “Sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Korintus 12:9). Tuhan dapat membuat kita menjadi gagah perkasa dalam peperangan. “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu” (Efesus 6:13).

Doa

Ya Allah, Engkaulah penyelamatku, kekuatanku sumber keberanianku. Ajar aku untuk senantiasa memandang Engkau ketika aku dalam bahaya, ketika aku lemah, ketika peperangan melanda. Aku rindu untuk berjalan dalam iman dalam berkat-berkat kasih karunia-Mu yang melimpah. Amin.