Daud mengandalkan kasih setia Allah (1)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Daud mengandalkan kasih setia Allah (1)

Saat Teduh
Tanggal Rabu, 4 September 2019
Sebelumnya Selasa, 03 September 2019
Selanjutnya Kamis, 05 September 2019

Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib. (Mazmur 17:7)

Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau. (Mazmur 36:11)

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. (Mazmur 63:4)

Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! (Mazmur 143:8)

Ada banyak alasan mengapa Daud adalah teladan dari Perjanjian Lama yang luar biasa mengenai umat Allah yang hidup dalam kasih karunia-Nya. Sebelumnya kita melihat bagaimana Daud mengakui Allah sebagai sumber kekuatan dan tempat perlindungannya. “TUHAN adalah benteng hidupku” (Mazmur 27:1), “Allah ialah tempat perlindungan kita” (Mazmur 62:9). Dalam ayat-ayat renungan kita hari ini, kita melihat bagaimana Daud mengandalkan kasih setia Allah.

Kasih setia adalah istilah perjanjian lama yang sangat erat kaitannya dengan istilah Perjanjian Baru yaitu kasih karunia. Kasih setia berbicara mengenai kasih Allah yang sungguh-sungguh, setia dan teguh kepada umat-Nya. Di dalamnya tersirat kebenaran mengenai belas kasihan Allah, yaitu bagaimana Allah menangguhkan hukuman yang setimpal bagi dosa-dosa kita. Namun, lebih dari itu. Kasih setia juga mencakup kebaikan Allah, yaitu bagaimana Ia berkomitmen untuk melakukan yang baik bagi anak-anak-Nya setiap hari, menyediakan apa yang mereka perlukan.

Banyak hal yang dapat kita pelajari mengenai hal ini kita temukan di dalam banyak kesaksian Daud mengenai kasih setia Allah dan bagaimana ia mengandalkan hidupnya terhadap kasih setia Allah ini. “Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib.” Daud memiliki kerinduan yang mendalam agar Tuhan memperlihatkan keajaiban kasih setia-Nya di dalam hidupnya sehari-hari. Ia tahu bahwa kasih setia Tuhan akan menjadikan hidupnya seperti yang dikehendaki Allah. “Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.” Daud memuji Allah yang dengan setia menunjukkan kebaikan-Nya dalam hidupnya, yang melebihi segala sesuatu yang dapat ditawarkan oleh dunia ini. Allah itu baik bagi semua orang yang hidup di bumi ini. “Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Matius 5:45). Namun kasih setianya ditunjukkan kepada mereka yang memiliki hubungan yang sejati dengan Dia melalui iman. Daud menginginkan kebaikan Tuhan ini menjadi sumber bagi hidupnya dan hidup semua umat-Nya. “Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau.”

Daud mencari Allah untuk karya kasih setia-Nya setiap pagi. “Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya!” Ketika Allah mencurahkan kasih dan kesetiaan-Nya, Daud memuliakan Allah di hadapan umat-Nya. “Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar” (Mazmur 40:11).

Doa

Ya Allah sumber kasih setia, aku bersyukur untuk kesetiaan-Mu dan kasih-Mu kepadaku selama ini. Engkau berbelas kasihan kepadaku. Engkau sudah menunjukkan kebaikan yang luar biasa kepadaku. Tolong aku agar dapat menunjukkan kasih setia-Mu yang ajaib kepada orang lain. Amin.