Sang Kebenaran berjanji akan memerdekakan kita

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Sang Kebenaran berjanji akan memerdekakan kita

Saat Teduh
Tanggal Selasa, 16 Juli 2019
Sebelumnya Senin, 15 Juli 2019
Selanjutnya Rabu, 17 Juli 2019

Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yohanes 8:31-32)

Seperti kita sudah pelajari, Roh Kudus dijanjikan kepada kita sebagai penuntun kepada seluruh kebenaran firman Allah. “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yohanes 16:13). Sebuah janji lain yang berkaitan menyatakan bahwa kebenaran ini akan memberikan dampak memerdekakan dalam hidup kita. “Kebenaran itu akan memerdekakan kamu. ” Janji mengenai kemerdekaan rohani melalui kebenaran firman Allah sangat penting bagi manusia, karena berbagai macam bentuk belenggu rohani mengancam kita semua.

Semua orang memerlukan pembebasan dari belenggu dosa. Mereka yang pertama kali mendengar janji ini dari Yesus memerlukan penjelasan mengenai hal ini. “Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapapun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa” (Yohanes 8:33-34). Istilah ‘setiap orang’ di sini maksudnya kita semua, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Namun, kita semua dapat memuji Tuhan karena kebenaran-Nya yang memerdekakan akan membebaskan kita dari belenggu dosa. Semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sudah dibenarkan dari dosa, dinyatakan benar di hadapan Allah, melalui pengorbanan Yesus: “Oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:24-25).

Ketakutan akan kematian adalah bentuk belenggu lainnya harus dilepaskan dari manusia. Kita Ibrani menulis “Mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut” (Ibrani 2:15). Betapa menyiksanya belenggu ketakutan akan kematian itu! Tetapi, kebenaran Yesus yang memerdekakan dapat menghancurkan belenggu ini. “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11:25-26). Semua orang yang percaya kepada Dia yang adalah kebangkitan dan hidup akan hidup kekal. Sekalipun mereka tetap mengalami kematian jasmani, alam maut tidak akan dapat mencengkeram mereka. Bahkan, walaupun tubuh jasmani mereka masuk ke dalam kubur, mereka akan segera ada bersama-sama dengan Tuhan. “Tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” (2 Korintus 5:8).

Doa

Ya Tuhan sumber kebenaran, aku bersukacita di dalam kemerdekaan yang datang melalui kebenaran-Mu. Terima kasih karena Engkau sudah membebaskan aku dari belenggu penghakiman dan penghukuman yang sebenarnya layak aku terima karena dosa-dosaku. Aku bersyukur untuk kemerdekaan dari ketakutan akan kematian. Biarlah aku hidup dalam kemenangan oleh kebenaran ini dan membagikannya kepada orang lain yang butuh pembebasan. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin.