Ketaatan oleh kasih karunia (1)

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Ketaatan oleh kasih karunia (1)

Saat Teduh
Tanggal Selasa, 11 Juni 2019
Sebelumnya Senin, 10 Juni 2019
Selanjutnya Rabu, 12 Juni 2019

Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia. (Roma 6:14)

Supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. (Roma 8:4)

Mari kita melihat hubungan antara ketaatan dan kasih karunia Allah. Beberapa ayat Firman Tuhan dapat menolong kita mengerti mengenai hal ini.

Dalam Roma 6:4 kita mengetahui bagaimana caranya keluar dari pengaruh dosa. “Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa." Siapapun yang dikuasai oleh dosa hidup dalam ketidaktaatan. Dosa dan ketidaktaatan adalah hal yang sama. Kasih karunia adalah jalan keluar dari ketidaktaatan. “Karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia." Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah. Hukum Taurat menuntut kita untuk memenuhi standar kudus Allah, tetapi hukum Taurat tidak dapat membantu kita untuk melakukan standar yang sempurna tersebut. “Sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan” (Ibrani 7:19). Kasih karunia adalah kuasa Allah bagi kita untuk menerima pengampunan dosa, dan membebaskan kita dari hukuman dosa. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Efesus 1:7). Kasih karunia adalah juga kuasa Allah bagi kita untuk hidup dari hari ke hari di dalam kemenangan atas dosa, dan membebaskan kita dari pengaruh kuasa dosa. “Jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus” (2 Timotius 2:1).

Roma 8:4 adalah ayat lain yang memperlihatkan hubungan antara ketaatan dan kasih karunia. Ayat tersebut dibuka dengan alasan utama mengapa Kristus mati di kayu salib: “Supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita." Adalah kehendak Tuhan supaya tuntutan kekudusan hukum Taurat semakin nyata di dalam hidup kita. Ini artinya hidup dalam penuh ketaatan. Hukum Taurat sendiri tidak dapat menghasilkan hidup seperti itu. “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging” (Roma 8:3). Apa yang hukum Taurat tidak dapat lakukan karena ketidakmampuan manusia untuk melakukannya, Tuhan lakukan lewat Anak-Nya. Sekarang, oleh karena semua yang Tuhan Yesus sudah sediakan bagi kita, ketaatan mampu kita lakukan. Siapakah yang dapat menikmati kemampuan ini? Yaitu mereka “yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh." Orang Kristen yang setiap hari hidup menurut daging hanya akan memiliki kemampuan manusia saja. Sebaliknya, mereka yang setiap hari hidup mengandalkan Roh Kudus akan memiliki kemampuan kuasa kasih karunia dari Allah yang maha kuasa.

Doa

Allah Bapa yang kudus dan penuh kasih, aku memuji Engkau karena kasih karunia-Mu adalah jalan menuju ketaatan. Tidak ada jalan lain yang dapat memberikan kemampuan kepadaku untuk hidup sesuai kehendak-Mu. Sekali lagi aku menolak untuk hidup menurut daging dan mengandalkan karya Roh-Mu saja, supaya aku hidup sesuai kebenaran-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin.