Kasih karunia memberikan kuasa untuk memberitakan kebangkitan Kristus

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Kasih karunia memberikan kuasa untuk memberitakan kebangkitan Kristus

Saat Teduh
Tanggal Kamis, 14 Maret 2019
Sebelumnya Rabu, 13 Maret 2019
Selanjutnya Jumat, 15 Maret 2019

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.

Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

Maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati.

Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. (Kisah Para Rasul 2:32, 3:15, 4:10, 4:33)

Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus sudah menyebutkan soal kebangkitan. “Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang” (Lukas 22:18). Di kubur Yesus, kebangkitan dicatat. “Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit” (Lukas 24:6). Pada peristiwa pencurahan Roh Kudus di hari raya Pentakosta, kebangkitan diumumkan. “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia” (Kisah Para Rasul 2:23-24).

Kristus yang bangkit adalah pesan yang senantiasa disampaikan oleh jemaat mula-mula. Pada khotbah Petrus yang diurapi Roh Kudus di hari raya Pentakosta, ia mengulang berita tentang Tuhan Yesus yang bangkit “Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia... sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan... Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias... Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi” (Kisah Para Rasul 2:23-24, 37, 31-32).

Tidak lama setelah ini, sebuah proklamasi lain perihal kebangkitan Kristus terjadi saat ada seorang lumpuh yang disembuhkan di Gerbang Indah. Ketika orang-orang berkumpul untuk melihat apa yang terjadi, khotbah Petrus sekali lagi berpusat kepada kebangkitan Kristus. “Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi” (Kisah Para Rasul 3:14-15).

Segera setelah itu, para pemimpin agama Yahudi menangkap para rasul, “Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati” (Kisah Para Rasul 4:2). Di sini, Petrus kembali mengabarkan kebangkitan. “Dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati --bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu” (Kisah Para Rasul 4:2).

Adalah kasih karunia Allah yang memberikan kuasa kepada gereja untuk bersaksi dengan berani mengenai Kristus yang bangkit. “Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah."

Doa

Tuhan Yesus, aku menyembah Engkau yang telah bangkit. Aku rindu untuk mengumandangkan kebangkitan-Mu kepada semua orang yang harus diselamatkan. Tuhan, di tengah dunia yang penuh keraguan, kuatkan imanku kepada kebangkitan-Mu yang ajaib. Aku berdoa agar Engkau memberikan kuasa lewat pencurahan kasih karunia-Mu yang berlimpah-limpah. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.