Kehidupan dalam Perjanjian Baru

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
AyoSaatTeduh fitted.png

Kehidupan dalam Perjanjian Baru

Saat Teduh
Tanggal Kamis, 24 Januari 2019
Sebelumnya Rabu, 23 Januari 2019
Selanjutnya Jumat, 25 Januari 2019

Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” (Lukas 9:23)

… Hendaklah kamu penuh dengan Roh. (Efesus 5:18)

… Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yohanes 10:10)

Hidup sebagai pelayan-pelayan Perjanjian Baru bukan istilah bagi sebuah kehidupan yang hanya dapat dinikmati orang-orang tertentu saja, atau hanya pelayan dan hamba Tuhan saja. Kehidupan tersebut adalah kehidupan yang sesungguhnya disediakan dan dapat dinikmati oleh semua orang yang menaruh imannya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Istilah Alkitabiah lain yang juga sering digunakan dan lebih dikenal orang Kristen adalah “pemuridan.” Seorang murid adalah orang yang mengikut Kristus. Dalam Lukas 9:23 Yesus menjelaskan bahwa jika seseorang mau menjadi murid, maka orang tersebut “harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Untuk dapat mengikut Yesus, seseorang harus menyangkal hidup yang berpusat kepada dirinya sendiri, yaitu hidup yang mengandalkan kekuatannya sendiri. Sebaliknya orang tersebut harus mengikut Yesus, artinya hidup dalam persekutuan yang intim dengan Yesus.

Istilah Alkitabiah lain untuk Kehidupan dalam Perjanjian Baru adalah “hidup yang dipenuhi Roh.” Paulus berkata kepada jemaat di Efesus “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” Tuhan memanggil umat-Nya untuk hidup menjauh dari pengaruh duniawi yang dapat menimbulkan kematian rohani. Kehidupan dalam Perjanjian Baru adalah kehidupan yang penuh dengan Roh, artinya hidup dipimpin oleh Roh Kudus.

Istilah berikutnya untuk Kehidupan dalam Perjanjian Baru adalah “hidup dalam segala kelimpahan.” Yesus berkata “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Ketika Yesus datang ke dunia ini sebagai manusia, tujuannya bukan saja untuk menyelamatkan manusia dari hukuman atas dosa tetapi juga untuk memberikan manusia "hidup dalam segala kelimpahan,” yaitu sebuah kehidupan yang melimpah dengan berkat-berkat rohani yang hanya dapat diberikan oleh Tuhan.

Jadi, kehidupan sebagai pelayan-pelayan perjanjian baru adalah sama dengan “hidup sebagai murid Kristus,” “hidup yang penuh dengan Roh” dan “hidup dalam segala kelimpahan.”

Doa

Tuhan Yesus. Aku mengucap syukur untuk berkat-berkat kasih karunia yang Engkau berikan dalam hidupku. Aku mau hidup sebagai murid-Mu, aku mau hidup dipenuhi oleh Roh-Mu dan aku mau hidup dalam segala kelimpahan-Mu. Terima kasih Tuhan untuk pengajaran-Mu yang memungkinkan aku untuk hidup semakin berkenan di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Juru Selamatku.