Ayo Baca Alkitab/06/23

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Minggu, 23 Juni 2019

Nubuat Nabi Yesaya

(Yesaya 12:1-6; Yesaya 17:1-14;)


Yesaya 12:1-6

Nyanyian Syukur

Pada waktu itu engkau akan berkata:

"Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN,
karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku:

tetapi murka-Mu telah surut
dan Engkau menghibur aku.

Sungguh, Allah itu keselamatanku;
aku percaya dengan tidak gementar,

sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku,
Ia telah menjadi keselamatanku."

Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan
dari mata air keselamatan.

Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN,
panggillah nama-Nya,

beritahukanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,
masyhurkanlah, bahwa nama-Nya tinggi luhur!

Bermazmurlah bagi TUHAN, sebab perbuatan-Nya mulia;
baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi!

Berserulah dan bersorak-sorailah,
hai penduduk Sion,

sebab Yang Mahakudus, Allah Israel,
agung di tengah-tengahmu!"


Yesaya 17:1-14;

Nubuat terhadap Damsyik

Ucapan ilahi terhadap Damsyik.

Sesungguhnya, Damsyik tidak akan tetap sebagai kota,
nanti menjadi suatu timbunan reruntuhan;

kampung-kampungnya akan ditinggalkan selama-lamanya
dan menjadi tempat bagi kawanan-kawanan ternak,
yang berbaring dengan tidak diganggu oleh siapapun.

Kubu-kubu akan hilang dari Efraim
dan kuasa kerajaan akan lenyap dari Damsyik,

juga sisa-sisa Aram, semuanya akan lenyap
sama seperti kemuliaan orang Israel,
demikianlah firman TUHAN semesta alam.

Maka pada waktu itu
kemuliaan Yakub akan berkurang,
dan kemakmurannya akan susut;

keadaannya seperti gandum yang digenggam orang untuk dituai
dan tangannya memetik bulir-bulir;

atau seperti bulir-bulir yang dipungut orang
di lembah orang Refaim.

Dari padanya akan tertinggal sisa untuk pemetikan susulan
seperti pada waktu orang menjolok buah zaitun,

tertinggal satu dua di sebelah pucuknya
dan beberapa di dahan-dahannya,
demikianlah firman TUHAN, Allah Israel.

Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel; ia tidak akan memandang kepada mezbah-mezbah buatan tangannya sendiri, dan tidak akan melihat kepada yang dikerjakan oleh tangannya, yakni tiang-tiang berhala dan pedupaan-pedupaan.

Pada waktu itu kota-kotamu akan ditinggalkan seperti kota-kota orang Hewi dan orang Amori yang mereka tinggalkan karena orang Israel, sehingga menjadi sunyi sepi.

Sebab engkau telah melupakan Allah yang menyelamatkan engkau,
dan tidak mengingat gunung batu kekuatanmu.

Sebab itu sekalipun engkau membuat taman yang permai
dan menanaminya dengan cangkokan luar negeri,

sekalipun pada hari menanamnya engkau membuatnya tumbuh subur,
dan pada pagi mencangkokkannya engkau membuatnya berbunga,

namun panen akan segera lenyap pada hari kesakitan
dan hari penderitaan yang sangat payah.

Wahai! Ributnya banyak bangsa-bangsa,
mereka ribut seperti ombak laut menderu!

Gaduhnya suku-suku bangsa,
mereka gaduh seperti gaduhnya air yang hebat!

Suku-suku bangsa gaduh seperti gaduhnya air yang besar;
tetapi TUHAN menghardiknya, sehingga mereka lari jauh-jauh,

terburu-buru seperti sekam di tempat penumbukan dihembus angin,
dan seperti dedak ditiup puting beliung.

Menjelang waktu senja, sesungguhnya ada kedahsyatan!
Sebelum hari pagi, mereka sudah tidak ada lagi!

Itulah bagian orang-orang yang merampoki kita,
dan itulah yang ditentukan bagi orang-orang yang merampasi kita.