Ayo Baca Alkitab/01/30

Dari GBI Danau Bogor Raya
Lompat ke: navigasi, cari
Rabu, 30 Januari 2019

Jawaban TUHAN kepada Ayub

(Ayub 38:1-40:24)

JAWAB TUHAN KEPADA AYUB (PASAL 38-42)

Kekuasaan TUHAN di alam semesta

Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

"Siapakah dia yang menggelapkan keputusan
dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan?

Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau,
supaya engkau memberitahu Aku.

Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi?
Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!

Siapakah yang telah menetapkan ukurannya?
Bukankah engkau mengetahuinya?
--Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya?

Atas apakah sendi-sendinya dilantak,
dan siapakah yang memasang batu penjurunya
pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama,
dan semua anak Allah bersorak-sorai?

Siapa telah membendung laut dengan pintu,
ketika membual ke luar dari dalam rahim?
-- ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya
dan kekelaman menjadi kain bedungnya;
ketika Aku menetapkan batasnya,
dan memasang palang dan pintu;
ketika Aku berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat,
di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan!

Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari
atau fajar kautunjukkan tempatnya
untuk memegang ujung-ujung bumi,
sehingga orang-orang fasik dikebaskan dari padanya?

Bumi itu berubah seperti tanah liat yang dimeteraikan,
segala sesuatu berwarna seperti kain.

Orang-orang fasik dirampas terangnya,
dan dipatahkan lengan yang diacungkan.

Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut,
atau berjalan-jalan melalui dasar samudera raya?

Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu,
atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat?

Apakah engkau mengerti luasnya bumi?
Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu.

Di manakah jalan ke tempat kediaman terang,
dan di manakah tempat tinggal kegelapan,
sehingga engkau dapat mengantarnya ke daerahnya,
dan mengetahui jalan-jalan ke rumahnya?

Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir,
dan jumlah hari-harimu telah banyak!

Apakah engkau telah masuk sampai ke perbendaharaan salju,
atau melihat perbendaharaan hujan batu,
yang Kusimpan untuk masa kesesakan,
untuk waktu pertempuran dan peperangan?

Di manakah jalan ke tempat terang berpencar,
ke tempat angin timur bertebar ke atas bumi?

Siapakah yang menggali saluran bagi hujan deras
dan jalan bagi kilat guruh,
untuk memberi hujan ke atas tanah di mana tidak ada orang,
ke atas padang tandus yang tidak didiami manusia;
untuk mengenyangkan gurun dan belantara,
dan menumbuhkan pucuk-pucuk rumput muda?

Apakah hujan itu berayah?
Atau siapakah yang menyebabkan lahirnya titik air embun?

Dari dalam kandungan siapakah keluar air beku,
dan embun beku di langit, siapakah yang melahirkannya?

Air membeku seperti batu,
dan permukaan samudera raya mengeras.

Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika,
dan membuka belenggu bintang Belantik?

Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya,
dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya?

Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit?
atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi?

Dapatkah engkau menyaringkan suaramu sampai ke awan-awan,
sehingga banjir meliputi engkau?

Dapatkah engkau melepaskan kilat, sehingga sabung-menyabung,
sambil berkata kepadamu: Ya?
Siapa menaruh hikmat dalam awan-awan
atau siapa memberikan pengertian kepada gumpalan mendung?

Siapa dapat menghitung awan dengan hikmat,
dan siapa dapat mencurahkan tempayan-tempayan langit,
ketika debu membeku menjadi logam tuangan,
dan gumpalan tanah berlekat-lekatan?

Dapatkah engkau memburu mangsa untuk singa betina,
dan memuaskan selera singa-singa muda,

kalau mereka merangkak di dalam sarangnya,
mengendap di bawah semak belukar?

Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak,
apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah,
berkeliaran karena tidak ada makanan?

Apakah engkau mengetahui waktunya kambing gunung beranak,
atau mengamat-amati rusa waktu sakit beranak?

Dapatkah engkau menghitung berapa lamanya sampai genap bulannya,
dan mengetahui waktunya beranak?

Dengan membungkukkan diri mereka melahirkan anak-anaknya,
dan mengeluarkan isi kandungannya.

Anak-anaknya menjadi kuat dan besar di padang,
mereka pergi dan tidak kembali lagi kepada induknya.

Siapakah yang mengumbar keledai liar,
atau siapakah yang membuka tali tambatan keledai jalang?

Kepadanya telah Kuberikan tanah dataran sebagai tempat kediamannya dan padang masin sebagai tempat tinggalnya.

Ia menertawakan keramaian kota, tidak mendengarkan teriak si penggiring;
ia menjelajah gunung-gunung padang rumputnya,
dan mencari apa saja yang hijau.

Apakah lembu hutan mau takluk kepadamu,
atau bermalam dekat palunganmu?

Dapatkah engkau memaksa lembu hutan mengikuti alur bajak dengan keluan,
atau apakah ia akan menyisir tanah lembah mengikuti engkau?

Percayakah engkau kepadanya, karena kekuatannya sangat besar? Atau kauserahkankah kepadanya pekerjaanmu yang berat?

Apakah engkau menaruh kepercayaan kepadanya,
bahwa ia akan membawa pulang hasil tanahmu,
dan mengumpulkannya di tempat pengirikanmu?

Dengan riang sayap burung unta berkepak-kepak,
tetapi apakah kepak dan bulu itu menaruh kasih sayang?

Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah,
dan dibiarkannya menjadi panas di dalam pasir,
tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki,
dan diinjak-injak oleh binatang-binatang liar.

Ia memperlakukan anak-anaknya dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri;
ia tidak peduli, kalau jerih payahnya sia-sia,
karena Allah tidak memberikannya hikmat,
dan tidak membagikan pengertian kepadanya.

Apabila ia dengan megah mengepakkan sayapnya,
maka ia menertawakan kuda dan penunggangnya.

Engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda?
Engkaukah yang mengenakan surai pada tengkuknya?

Engkaukah yang membuat dia melompat seperti belalang?
Ringkiknya yang dahsyat mengerikan.

Ia menggaruk tanah lembah dengan gembira,
dengan kekuatan ia maju menghadapi senjata.

Kedahsyatan ditertawakannya, ia tidak pernah kecut hati,
dan ia pantang mundur menghadapi pedang.

Di atas dia tabung panah gemerencing, tombak dan lembing gemerlapan;
dengan garang dan galak dilulurnya tanah,
dan ia meronta-ronta kalau kedengaran bunyi sangkakala;
ia meringkik setiap kali sangkakala ditiup;
dan dari jauh sudah diciumnya perang, gertak para panglima dan pekik.

Oleh pengertianmukah burung elang terbang,
mengembangkan sayapnya menuju ke selatan?

Atas perintahmukah rajawali terbang membubung,
dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?

Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu
dan di gunung yang sulit didatangi.

Dari sana ia mengintai mencari mangsa,
dari jauh matanya mengamat-amati;
anak-anaknya menghirup darah,
dan di mana ada yang tewas, di situlah dia."

Ayub merendahkan diri di hadapan Allah

Maka jawab TUHAN kepada Ayub: (39-35)

"Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa?
Hendaklah yang mencela Allah menjawab!"

Maka jawab Ayub kepada TUHAN:

"Sesungguhnya, aku ini terlalu hina;
jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan.

Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi;
bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan."

TUHAN menantang Ayub

Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

"Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau,
dan engkau memberitahu Aku.

Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku,
mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?

Apakah lenganmu seperti lengan Allah,
dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia?

Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran,
kenakanlah keagungan dan semarak!

Luapkanlah marahmu yang bergelora;
amat-amatilah setiap orang yang congkak
dan rendahkanlah dia!

Amat-amatilah setiap orang yang congkak, tundukkanlah dia,
dan hancurkanlah orang-orang fasik di tempatnya!

Pendamlah mereka bersama-sama dalam debu,
kurunglah mereka di tempat yang tersembunyi.

Maka Akupun akan memuji engkau,
karena tangan kananmu memberi engkau kemenangan."

Lukisan tentang kuda Nil

"Perhatikanlah kuda Nil, yang telah Kubuat seperti juga engkau.
Ia makan rumput seperti lembu.

Perhatikanlah tenaga di pinggangnya,
kekuatan pada urat-urat perutnya!

Ia meregangkan ekornya seperti pohon aras,
otot-otot pahanya berjalin-jalinan.

Tulang-tulangnya seperti pembuluh tembaga,
kerangkanya seperti batang besi.

Dia yang pertama dibuat Allah,
makhluk yang diberi-Nya bersenjatakan pedang;
ya, bukit-bukit mengeluarkan hasil baginya,
di mana binatang-binatang liar bermain-main.

Di bawah tumbuhan teratai ia menderum,
tersembunyi dalam gelagah dan paya.

Tumbuhan-tumbuhan teratai menaungi dia dengan bayang-bayangnya,
pohon-pohon gandarusa mengelilinginya.

Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar;
ia tetap tenang, biarpun sungai Yordan meluap melanda mulutnya.

Dapatkah orang menangkap dia dari muka,
mencocok hidungnya dengan keluan?"